The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 30 )



Keesokan harinya...


Matahari sedang terbit, terdengar samar suara gaduh tapi tidak mengganggu seorang gadis yang sedang duduk di halaman kediamannya, ya gadis itu Queen.


Queen hanya duduk sembari menikmati teh dengan aroma melati yang sangat nikmat serta kue yang menjadi cemilan menemaninya di pagi hari ini.


" Permisi tuan putri " Ucap pelayan tiba tiba datang sembari tunduk, Queen tak menjawab.


" Apakah anda ingin menyambut para tamu kerajaan datang " Tanya Pelayan tersebut.


" Tidak " Singkat Queen dan di mengerti oleh pelayan tersebut.


" Baiklah, saya permisi nona " Pelayan itu pun pergi karena ia tahu Queen tidak membalasnya dan hanya memaklumi akan sikapnya yang acuh, tapi mereka senang akan kehadirannya karena istana serta kediaman menjadi lebih hidup dan tidak pernah bersikap semena mena kepada para rendahan seperti mereka.


Queen pun berdiri dan berjalan keluar kediaman tanpa mau mendengar peringatan dari Kaisar Chen kemarin agar tak keluar dari kediaman, karena ia tahu pamannya itu hanya berniat main - main saja.


Dijalan, banyak yang pelayan yang menunduk hormat padanya, Queen hanya acuh. Banyak pelayan yang sedang mondar mandir hanya ingin menyiapkan pesta untuk Queen, dan ia hanya menghela napas pasrah.


' Sungguh merepotkan ' Batinnya malas.


" Nona.. " Ucap seseorang pria. Queen mendengar itu pun berbalik karena ia tahu kalau ia di panggil. Queen melihat seorang pria yang tampan tetapi tidak setampan putra bungsu kerajaan Wei, ia mengangkat alisnya tetapi masih dengan wajah datarnya membuat pria itu sedikit kikuk.


" Emm.. boleh kita kenalan " Kata Pria itu.


" Nama " Ucap datar Queen.


" Wei Hong Juan, Pangeran ke 3 dari kerajaan Wei " Ucap tegas Pria itu sembari menunduk ala pangeran.


" Chen Mei Yin " Datar Queen sembari menundukkan sedikit kepalanya singkat tapi Hong Juan hanya biasa saja dan hanya tersenyum simpul.


" Jadi ada apa anda memanggil saya " Ucap datar Queen tanpa embel - embel pangeran.


" Emm.. anu.. " Ragu Pangeran.


" Bi.. bisakah kau menunjukkan di mana tempat untuk membuang air hehe.. " Ucap Hong Juan sembari berbisik dan terkikuk karena merasa malu menanyakan hal memalukan kepada seorang anak gadis.


" 😶 " Queen tertegun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bruk...


Bwuahahahaks...


Terdengar suara jatuh serta tawa yang sangat keras itu membuat keadaan disekitar terasa samar bergetar.


" DIAM " Sentak suara gadis menggema. Dan mereka hanya menahan tawa mereka susab payah.


" Ternyata ia punya nyali untuk menanyakan hal yang memalukan ke seorang gadis dan parahnya gadis itu adalah Queen 😂 " Ucap Li Huo dengan wujud manusianya.




" 😲 " Mereka yang ada disana terkaget karena baru kali ini makhluk kejam dan gelap ini tertawa lepas seperti ini.


" Aku terkagum, baru kali ini Li Fen tertawa lepas seperti itu " Seru Chi Huo, si naga api.






Fengbin...




" Wah apakah ini tandanya dunia akan berakhir " Ucap Zhi Wu heboh sendiri, si roh Kaisar Tanaman.


Bruk...


Auu...


" Woi kenapa kau lemparkan bukumu ke wajahku ini " Ucap Kesal Zhi Wu ke seirang pria yang sedang duduk di atas dahan pohon sakura.





" Kau sangat berisik " Ketus Fei Zuo, si pegasus tersebut.



" Maafkan aku " Ucap Zhi Wu tak berdosa dan Fei Zuo hanya berdengus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


' Apa begini cara jaman orang dulu untuk mencari toilet, lucu juga ' Batin Queen.


" Kau bisa bertanya ke salah satu pelayan disana " Datar Queen tanpa menunjuk.


" Ta.. tapi mereka terlihat sibuk, aku tidak mau merepotkannya " Ragu Hong Juan.


" Prajurit " Ucap Queen datar memanggil prajurit yang tak jauh dari mereka, walaupun pelan tapi mereka bisa mendengarnya.


" Ada apa tuan putri memanggil Prajurit ini " Ucap tegas prajurit tersebut.


" Antarkan dia ketempat untuk membuang air " Singkat Queen datar.


" 😶 " Prajurit itu tertegun.


" A.. ah.. kalau begitu lewat sini tuan muda ke 3 " Kikuk Prajurit berkata.


" Terima kasih nona, kalau begitu wángzǐ pergi dulu "Kata Hong Juan dengan tulus dan berlalu bersama prajurit.


Queen pun berlalu menyusuri lorong lorong istana.