The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 16 )



Hari ini adalah hari terakhir Queen di pengasingan dan akan kembali ke kediaman. Ingatan sebelumnya, jiwa palsu ini adalah anak terakhir dari Seorang Mentri Rong. Namanya adalah Putri Rong Annchi yang dikenal sebagai orang bisu dan sampah kultivasi. Sebenarnya Putri ini memiliki sebuah energi Qi namun entah kenapa ia keracunan dan berakhir dengan dantian yang rusak. Berikut anggota keluarga Menteri Rong :


MENTERI RONG DAN PERMAISURI RONG



PUTRI PERTAMA : Anak Selir Pertama



PUTRI KEDUA : Anak Permaisuri



PUTRI KETIGA : Anak Selir Kedua



PUTRI BUNGSU : Anak Permaisuri



PANGERAN PERTAMA : Anak Permaisuri



PANGERAN KEDUA : Anak Permaisuri



SELIR PERTAMA



SELIR KEDUA



BACK TO STORY


Queen telah mengubah penampilannya dengan rambut serta tinggi menjadi agak pendek tapi tak mengurangi kecantikannya dan menyegel kekuatan kultivasi dan auranya. Semalam ia sudah ada di gubuk sebelumnya. Hari ini ia sedang bersiap siap dan menggunakan cadar agar tak ada yang tahu dengan wajahnya.


' Tok.. Tok.. Tok.. ' Suara ketukan mengalihkan perhatian Queen, berjalan kearah pintu dan membukanya...


" Selamat pagi tuan putri, hamba datang kesini ingin menjemput anda kembali kekediaman " Ujar Prajurit 1.


Queen hanya menganggukan kepala dengan wajah datarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


SESAMPAI DI KEDIAMAN...


Semua orang sudah menunggu didepan kediaman untuk menyambut Putri Annchi. Sampai ada sebuah kereta kuda berhenti tepat didepan semua orang. Turunlah seorang gadis dengan wajah datar tetapi tertutupi dengan cadar. Semua menyambutnya suka cita layaknya putri yang dihormati. Setelah saling bertukar rindu ia kemudian ke paliviun Lotus, kediamannya. Memasuki kamar tersebut, dan melihat kamarnya yang bersih dan rapi juga tak juga terlalu mewah. Ia tak mempunyai pelayan karena ia hanya mengurus dirinya sendiri hanya prajurit kepercayaannya yang menjaga dan pelayan untuk membersihkan kediamannya.


Menyiapkan air mandi dengan wewangin aromaterapi yang menenangkan. Setelah beberapa menit ia berendam, ia menggunakan pakaian yang tak merepotkan seperti...



" Gw kembali jadi bocil " Gumam Annchi datar melihat dirinya dipantulan cerminnya yang ia keluarkan dari ruang dimensi. Setelah puas melihat dirinya, ia menaruhnya kembali dan keluar kediamannya tak lupa dengan cadarnya untuk berjalan jalan di kediaman sembari melihat lihat dan tanpa sadar ia sudah berada di sebuah lapangan prajurit dan melihat semuanya sedang berlatih. Melihatnya dari jauh dengan mata tajamnya dan masih dengan wajah datarnya.


Mereka dilatih oleh seorang Jendral kekaisaran namun ia masih melihat banyak celah untuk menyerang. Ia berjalan mendekatinya. Jendral yang merasakan seseorang mendekat pun berbalik melihat seorang gadis sudah berada dibelakangnya. Gadis itu hanya memasang wajah datarnya sembari melambaikan tangan menandakan ' hallo ' untuk sang Jendral. Jendral mengerti tanda itu hanya tersenyum sembari bertanya.


" Nona sedang apa disini ? " Tanya sang Jendral lembut kepada Annchi. Gadis itu hanya melihat prajurit berlatih dan tak menyadari kehadirannya.


" Teknik banyak celah " Ucap Annchi singkat dingin serta datar. Mendengar itu, Jendral tertegun terkejut saat gadis didepannya ini bisa berbicara serta tak tak mengerti dengan apa yang Annchi maksud dan merasa merinding ketika suara dingin itu terdengar. Kembali menatap Jendral...


" Teknik ini memiliki banyak celah " Koreksi Annchi masih singkat dan dingin. Jendral hanya cengo melihatnya. Annchi menghela napas karena ia sangat malas untuk berbicara.


" Jangan diberitahu " Ucap Queen datar serta singkat.


" Ba.. ba.. iklah nona " Jendral terbata bata. Kemudian Annchi sedikit menunduk memberi hormat kepada yang lebih tua sebentar untuk pergi dan berlalu kekediaman. Jendral hanya melihat dengan tampang bodohnya masih mematung di tempat sembari menetralkan napasnya.


' Nona itu sungguh membuatku merinding hanya dengan suaranya saja ' Batin Jendral. Dan kembali terfokus ke prajurit melatih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari sudah malam. Di kamar, Annchi sedang membaca buku tiba tiba...


" Hah.. hah.. hah.. " Napas seseorang ngos ngosan. Annchi menangkat sebelah alisnya acuh menatap buku novelnya.


" Mereka sangat menyebalkan " ucap manja seseorang, siapa lagi kalau bukan Zhi Wu. Ia hanya mengacuhkannya sembari melempar kembali Zhi Wu kedalam ruang dimensinya.


Sedang Zhi Wu menyesal telah mengadu ke Annchi karena semua makhluk yang ada di ruangg dimensi ( liontin ) mengganggu nya ( membully ) tapi malah dilempar kembali dan ia menangisi nasibnya didalam hati. Seusai membaca novel ia mengistirahatkan tubuhnya di kasur yang tidak terlalu empuk itu. Kantuk menyerangnya kemudian terlelap namun masih dengan wajah datarnya.


Semua orang dikediaman sibuk dengan urusannya masing masing.


...----------------...


JENDRAL KEKAISARAN ( Bao )