
Next !
" Hah.. tubuh ini masih bocah untung gw udah nyiapin pakaian anak anak dari mall " Ujar Queen sembari bercermin. Matanya langsung membola karena melihat diri dipantulan cermin bersih
" ASTAGA ! LAH ANJIR MUKA GW " Teriak Queen tertahan kaget melihat wajahnya yang dekil, kusam, terdapat bintik - bintik merah hitam pada wajahnya. Tunggu, Apa bintik bintik. Ia tambah membelalak matanya melihat wajahnya yang hancur ini.
' Hueee.. Dewa reinkarnasi dan Dewi takdir sialan beraninya ia menaruh jiwaku kedalam tubuh jelek ini ' Batin Queen menangis sembari mengumpati Dewa reinkarnasi dan Dewi takdir.
' NIKMATI SAJA HIDUPMU BWUAAHAHAKS ' Umpat balik Dewa dan Dewi sembari tertawa terbahak bahak menikmati Queen yang menderita.
" Ck.. apes banget gw ya Tuhan hah.. ! " Gumam Queen meratapi nasibnya dan menghela napas.
" Yosh.. kalau begitu kita tidak usah membuang waktu, lebih baik cari bahan alami saja untuk maskeran biar ni wajah sembuh " Ucap Queen dan menutup mata membayangkan alat dan bahannya saja dan muncul di hadapannya. Bahannya hanya Jeruk dan Madu
Untuk kulit berminyak dan mudah berjerawat, Queen merekomendasikan masker yang terbuat dari kulit jeruk dan madu. Vitamin C dari jeruk mampu mencerahkan kulit, sementara antibakteri dalam madu bisa dimanfaatkan untuk melindungi kesehatan wajah ~ penjelasan Queen π. Tak berlama lama lebih baik kita Skip Skuyy..!
SKIP AFTER FINISHING THE MASK !
Setelah maskeran, Queen pergi ke arah cermin untuk melihat wajahnya.
" Hm.. lumayan kalau digunakan teratur " Gumam Queen memegang wajahnya yang terdapat bekas jerawat. Kemudian ia berjalan kearah balkon.
" Gw mau ngapain yak ? " Pikir Queen tanpa ia sadari ia memainkan kalung yang ada pada lehernya.
" Lah ini apaan ? What kok bisa yak ni Liontin ngikut ?! " Liontin tersebut adalah pemberian dari seorang kakek yang pernah ia tolongi di zaman modern.
Tanpa sengaja Queen mengusap batu liontin itu dan ia langsung hilang dari tempat tanpa jejak.
Disisi lain, seorang gadis muncul sembari menutup matanya perlahan terbuka dan ia langsung tercengang dengan pemandangan didepannya.
" Wow ! " Tercengang melihat pemandangan indah di depannya ini.
" Selamat datang tuan " ujar seekor mahluk muncul dengan sayapnya.
" Siapa kau ? " Dingin Queen kepada pegasus. Queen mengetahui jika makhluk tersebut adalah hewan mitologi dan dapat berbicara.
" Tuan izinkan saya untuk menjadi hewan kontrakmu ! " Pinta Pegasus sembari menundukkan kepalanya. Kemudian Queen menggigit jarinya dan meneteskan setetes darahnya kekepala pegasus. Muncullah simbol ukiran yang rumit dan indah dikepalanya dan didahi Queen lalu menghilang. Setelah itu mereka berjalan sembari melihat pemandangan disekitarnya yang asri dan sejuk itu. Tanpa ia sadari, ia berjalan kearah sebuah tempat yang dimana banyak jenis pintu dan ruang berbeda beda. Queen memasuki salah satu ruangan dan didalamnya terdapat banyak tanaman langka untuk obat obatan, racun dan lainnya.
" Ruang apa ini ? " Tanya Queen singkat. Tentu saja ia tahu dan hanya berbohong agar nantinya tak ada yang mencurigai jati diri sejatinya mengingat ingatan yang asing masuk kedalam benaknya dan memberitahunya seolah ialah yang mengetahuinya seorang diri.
" Ruang ini adalah ruang untuk seorang Alchemist tuan " Jawab Pegasus tenang.
Tingkat Alchemist
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat 4
Tingkat 5
Tingkat 6 ( Langkah )
Tingkat 7 ( Langkah )
Tingkat 8 ( Langkah )
Tingkat 9 ( Langkah )
" Kau tak perlu memanggilku tuan karena aku tak pernah menganggapmu suruhan atau hewan kontrak panggil saja aku Queen dan aku akan menjadi temanmu. " Kalem Queen sembari mengelus kepala si pegasus lembut sebentar.
Pegasus hanya mengangguk mengiakannya karena ini perintah tuannya yang mutlak dan merasa tersentuh dengan ucapannya karena ia tak pernah mendapat tuan yang tidak menganggapnya suruhan dan hewan kontrak yang harus bertuan kecuali tuannya yang pertama dan sudah lama sekali. Ia ingin berterima kasih tapi ia memilih untuk diam bukan karena gengsi tapi Queen yang sedang serius jadi mungkin dibuktikan dengan kepatuhan batin si pegasus. Queen yang mendengar itu hanya tersenyum kecil dalam hati dan mengabaikannya saja.
" Mmm.. Apa kau punya nama ? " Tanya Queen ragu.
" Tdk ada ! " Singkat si pegasus.
" Baiklah kalau begitu sekarang namamu adalah Fei Zuo " Tanya Queen mengingat kembali. Pegasus yang sekarang kerap dipanggil Fei Zuo ini hanya mengangguk. Dan dibalas dengan oh ria dari Queen dan melanjutkan mencari pil yang ia butuhkan dan hap !, ia melihatnya dirak dalam botol giok dan menambil sebulir dan menelannya.
Queen merasakan sakit yang luar biasa pada tubuhnya dan memilih untuk menutup matanya dan menahannya dan ia merasakan rasa pahit ditenggorokannya dan langsung memuntahkannya yang ternyata ia mengambil pil untuk memperbaiki tubuhnya yang lemah menjadi kuat kulitnya yang tadinya kusam, dekil, dan jelek perlahan lahan berubah menjadi putih seputih salju dan sehalus kain sutra, bibir yang awalnya kering berubah menjadi kenyal dan terlihat sangat mengggoda, tubuh lebih ideal dan kecantikan dan keimutan yang membuat para dewi iri melihatnya, namun imut yang lebih mendominasinya. Fei Zuo yang melihat perubahan Queen hanya bengong dengan wajah bodohnya dan tercengang melihat kecantikan dan keimutan Queen yang dapat membuat seluruh dunia runtuh dengan itu.
" Wow.. ! " Gumam Fei Zuo.