The Reincarnation Queen Of The World

The Reincarnation Queen Of The World
( CHAP 36 )



Happy Reading...


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


Malam hari...


Seorang gadis sedang duduk di sebuah gazebo dan ditemani oleh sinar kunang - kunang yang selalu berada di disana jika dimalam hari entah kenapa.


Queen sudah mengantar Tian kembali ke kakaknya yang ternyata ia adik dari pangeran ke 3, Hong Juan.


Malam ini terasa sangat sunyi, seperti isi hati author yang belum terukir ' namanya ' 😭.


' Malam ini bulan purnama '


' Saya tahu '


' Queen, apa kau tak berniat untuk terlepas dari kutukan ini ? '


' Saya bisa saja mematahkannya, hanya saja kekuatan pria ' itu ' sangat kuat. Apa lagi auranya mengunci semua tempat agar saya tidak bisa memutuskannya '


' Saya mengira Queen adalah orang yang terkuat di dunia ini '


' Tidak ada yang seperti itu karena di atas langit masih ada langit '


' Queen kau memang bijak '


' Kenyataan memang benar '


' Kau terlalu merendahkan dirimu '


' Saya tak pernah berniat merendahkan diriku sendiri '


' Kau mempunyai banyak sekali masalah pada tubuhmu '


' Biarkan saja '


' Apa kau tak takut mati '


' Jika itu sudah takdir, saya tidak takut '


' Wah kau memang yang terbaik '


' Apa kau tidak bosan didalam sana '


' Tidak '


' Mengapa ? '


' Ini adalah pertama kalinya saya berada pada tubuh seseorang. Sebelumnya saya sempat berpikir ini adalah yang terburuk, tapi jika kau orangnya mungkin jauh dari kata buruk '


' Alasan mu tak bagus '


' Terus saya harus bagaimana ? '


' Entah '


' Ck... kau menyebalkan sekali '


' Diamlah, bulannya sudah berbentuk sabit sebentar lagi bulan purnama '


' Dan jika kau terlalu banyak mengontrol diriku, awas saja. Saya bisa saja mematahkan ikatannya '


Glek...


' Jika terlalu banyak mengontrol, mematahkan ikatan. Gila kalau sampai itu terjadi yang ada aku kena imbasnya '


' Hehe... mengerti Queen '


Tanpa di ketahui, sebuah siluet seorang pria bertopeng perak sedang bersembunyi dibalik kegelapan dan melihat seorang gadis yang sedang berdiam diri namun ia mendengar semua percakapan dari dua makhluk berbeda itu. Maklum karena ia yang buat kutukan jadi ia bisa mengetahuinya.


Tibalah bulan purnama tersebut kini cahaya nya mengenai tubuh Queen membuat ia merasa agak sakit karena sudah terbiasa dengan rasa luka.


Sring...


Queen bertelesportasi ke hutan Kematian.


Pria yang sedari tadi melihat dibayangan pun menyeringai dan ikut menghilang tanpa jejak ditempat. Sekarang pria itu berada di sebuah atas pohon yang tingginya berkisar 10 meter menjulang keatas agar tidak ketahuan.


' Pria itu ada disini '


Queen tak memedulikan sekitarnya dan hanya berdiam diri sambil menunggu proses transformasinya.


" Sss... " Queen berdesis ketika matanya terasa perih di sebelah mata entah kenapa. Memegangnya dan rambutnya perlahan berwarna putih dan matanya pun perlahan berwarna merah namun darah segar mengalir di sebelah mata kanan nya membuat ia tampak menyeramkan namun tetap cantik.


Pria yang sedari tadi melihatnya langsung terpana.


' Gadis ini... Sial, kenapa sangat cantik '


Queen berdiri tegak dengan rambutnya yang lepek entah kenapa dengan bibirnya yang berwarna merah darah itu sangat menggoda birahi pria itu.


' Ada apa dengan mataku Ling '


' Sepertinya kekuatan mataku kembali '


' Sepertinya matamu ini sangat spesial tapi bisakah kau tidak memberikan dan menambah masalah ke anggota tubuhku ( mata ) '


' Apa kau berkultivasi ? '


' Saya tidak pernah berkultivasi sejak saya dijadikan jiwa kutukan seperti ini '


' Saya mengerti '


Perlahan Queen aka Zhu Ling mengangkat kepalanya dan perlahan membuka matanya sembari menyeringai seram.


' Ck bisakah kau tak perlu bergayaan seperti itu, sangat memuakkan '


' Tidak bisakah Queen membuatku merasa senang dulu '


' Cih, jangan lama lama '


' Baik '


Zhu Ling mengedarkan pandangannya dan berhenti disalah satu pohon yang gelap disana, ia tahu pria ' itu ' ada disana.


Sring...


" Lama tak berjumpa Kaisar Siluman, Zhu Ling " Ucap pria ' itu ' muncul dihadapan Queen aka Zhu Ling.


" Ah lama tak berjumpa juga Raja Neraka, Wei Mo Tian " Ucap Zhu Ling dengan seringai kejinya.


" Sudah lama tidak melihatmu melakukan hal kelicikan " Ucap pria yang diketahui adalah Mo Tian dengan seringai licik yang terbit dibibirnya serta aura agung yang kelam mengalahkan aura kaisar siluman itu.


" Heh... semenjak kau mengutukku menjadi jiwa kutukan, hari itu aku tak akan melupakannya " Ucap Zhu Ling sembari terkekeh.


" Putra pertama kerajaan Wei " Tiba - tiba suara Zhu Ling yang awalnya bass menjadi suara wanita, ternyata Queen menggunakan sebagian tubuhnya. Lihatlah, tangan yang memegang mata kanan pun perlahan dilepaskan memperlihatkan mata berwarna violet yang sangat indah dan jernih namun tajam itu dibanding dengan warna mata kirinya yang berwarna merah agak menyala itu.


Swosh...


Sret...


Baju dan rambut yang awalnya lepek pun terganti dengan bajunya yang berasal dari dunia modern, ia tak peduli karena saat ini ia sangat malas menggunakan hanfu yang menurutnya sangat beribet itu.



Mo Tian lagi lagi terpana dalam diam dan hanya menampilkan guratan yang dingin. Ia sedikit bingung dengan pakaian yang digunakan gadis didepannya ini. Terlihat tertutup namun dibagian bawah memperlihatkan lekuk tubuhnya serta pakaian diatas bagian dalam memperlihatkan dua tonjolan yang agak jelas itu tapi masih rata.


Tunggu, RATA.... tapi ia mengingat jelas, umur gadis didepannya ini sangat belia masih dibawah umur memasuki kepala 1. Gadis ini nyatanya agak tinggi tapi hanya sampai setengah dadanya saja yang tingginya 1, 93 cm, tapi gadis ini tinggi diusianya yang masih pendek sangat berbeda pada anak gadis lainnya.


" Mo Tian " Bibir itu mengucapkan namanya, sangat menggoda. Matanya masih belum berubah seperti Heterochromia, masih berwarna merah dan violet membuat matanya terlihat unik.


Note : Heterochromia adalah perbedaan warna pada kedua iris mata manusia. Hal ini biasanya terjadi karena beberapa faktor, dan sebenarnya bisa berkembang seiring berjalannya waktu.


Sumber : Hello sehat, Google.


" Apa kabar nona Mei Yin " Dingin Mo Tian sekedar sedikit berbasa basi. Wah... pria ini biasanya sangat tidak suka bertele tele dan kini dia melakukannya hanya di gadis ini saja.


" Hm " Acuh Queen.


" ... " Mo Tian diam. Dia tak marah atau kesal tapi ia tak menyangka gadis didepannya secuek dan sedingin ini dari pada sebelumnya.


Saat ini mereka berjalan sambil melihat pemandangan disekitar yang bisa dibilang hutan kematian. Mo Tian memandang Queen yang sedang berjalan dihadapannya dengan tatapan penuh arti yang misterius.


Sring...


Queen menghindar dengan gesit dan melihat kebelakang dengan bersedekap dada.


" Mo Tian apa kau mau membunuhku " Ucap Shizuka dengan kedua mata yang sudah berubah violet yang sangat cantik dan indah mampu menghipnotis jiwa dan raga Mo Tian, sejenak dan menarik kesadarannya.


" Menurutmu " Ucap Mo Tian dengan nada rendah.


" Apa kau mau bertarung " Ucap Queen tanpa adanya nada remeh atau hinaan yang sombong.


" Jika kau mau " Ucap Mo Tian dingin.


Sring...


" Baik " Muncul sebuah pedang yang bisa dibilang katana ditangan gadis itu.




Tak...


Queen menggunakan ibu jarinya untuk membuka pedang tersebut dan menarik katana keluar dari sarungnya.


Sring...


Terlihat katana tersebut keluar dan menampilkan mata pisau yang sangat panjang dan tipis tapi terlihat sangat tajam.


Mo Tian melihat dengan jelas sebuah ukiran kaligrafi yang tidak ia ketahui. Queen mengerti arah pandangan Mo Tian pun menjelaskannya sembari mendekat.


" Pedang ini adalah peninggalan ibuku " Ucap Queen jeda ingin melihat reaksi pria itu.


" Benarkah " Ucap Mo Tian yang sedari tadi penasaran.


" Ya, namun ini salah satu dari peninggalan mereka " Jeda kembali.


" Apa kau penasaran dengan kaligrafi ini " Datar Queen.