
Happy Reading...
ππππππππ
Bruk...
" Kenapa " Suara dingin itu menggema. Dapat didengar suara itu terdengar tenang namun mengandung emosi didalamnya.
" Ma... maaf " Gugup orang yang dibawah Queen. Sungguh mereka ingin rasanya tuan mereka kembali seperti dulu, andaikan saja ia tak bermain - main mungkin mereka setiap hari saling damai.
" Apa kalian bosan hidup hah " Tenang Queen namun matanya menatap tajam ke arah hewan dan makhluk roh yang menjelma menjadi manusia tampan itu.
" Queen " Rengek mereka sedih, mereka dengan cepat bersimpuh dihadapan tuannya sembari menundukkan kepala mereka dalam - dalam menandakan mereka sangat menyesali apa yang diperbuat. Queen sedikit terkejut namun air wajahnya masih dalam tak ada ekspresi.
" Maafkan kami, kami membuatmu marah dan kecewa " Sendu Chi Fuo sembari menangis terisak namun tak ada air mata. Bahkan Li Fou yang notebene hewan mitologi yang dikenal akan kekuatan gelapnya dengan sifat dingin dan kejam tanpa belas kasih, kini menunduk dan bersimpuh sama dengan yang lainnya.
" Apakah tidak ada kesempatan untuk kami " Sendu Feng Bing menatap Queen sayu.
" Apakah kesalahan kami membuat mu kecewa dan marah, kalau iya maafkan kesalahan kami " Sedih Feng Huo. Sedangkan Zhi Wu yang sedari tadi diam dan menunduk pun angkat suara.
" Maaf, ini salahku. Aku yang duluan memanasi mereka dan sekarang mereka kena imbasnya jadi tolong hukum aku, aku siap karena memang ini kesalahanku " Lirih Zhi Wu membuat semua orang menatapnya yang terurai air mata.
Mereka sedikit terkejut dengan Zhi Wu yang menangis, seingat mereka sejak dulu Zhi adalah makhluk yang tak pernah mereka lihat menangis. Dulu Zhi Wu dikenal sebagai Kaisar yang kejam dan dingin namun berubah ketika Queen telah hadir dan dia bersikap manja dan manis yang membuat jengkel dan terasa menyebalkan.
" Apa kau siap menerima konsekuensinya " Ucap Queen dengan nada rendahnya yang mengerikan ditelinga mereka.
" Aku sangat siap " Para hewan mitologi pun menatap tak tega ke Zhi Wu.
" Hukum aku/ saya juga, aku/ saya juga siap menerimanya ! " Ujar para hewan mitologi itu serempak.
" ... " Queen diam menatap mereka yang bersimpuh dengan datar.
Namun dalam hati tersenyum tipis melihat mereka yang saling menyesali perbuatan dan Queen sebenarnya bukan bermaksud seperti ini dan tak memasukkannya dalam hati apa yang diucapkan mereka. Ia hanya bermaksud sedikit bercanda. Apakah ia keterlaluan, apakah ia yang membuat mereka sakit hati ? Walaupun hewan roh atau roh, mereka memang tidak bisa merasakan apa itu rasa sakit dihati tapi mereka... entahlah rasanya sangat sulit di deskripsi.
" Jangan menghukum Zhi Wu sendirian, kami juga salah " Ucap mereka kecuali Zhi Wu yang menatap mereka terharu.
Mata Queen memicing. Ternyata bahkan dalam hal keadaan seperti ini, mereka tidak melepaskan Kaisar tanaman untuk dihukum. Benar - benar... mereka sebenarnya mau hukuman setimpal dan adil jadi mereka ikut mau dihukum. Mereka tahu saja kalau akan dihukum yang berbeda dengan Zhi Wu, tapi mereka takut hukumannya lebih berat jadi mengikuti aja.
" Hei Kaisar jelek, jangan besar kepala yak. Kita ini cuman tidak mau mendapatkan hukuman lebih dari dirimu " Ucapan datar dari Li Fen membuat Zhi Wu mendelik.
" Cih... π " Queen memutar bola matanya malas tapi entah kenapa mereka seketika sensitif akan Queen berujar seperti itu.
" Ma... maaf Queen " Ucap mereka serempak semakin menundukkan kepalanya.
" Kalian ingin dihukum " Ucap Queen sembari menerbitkan senyuman ah bukan seringainya tipis.
" I.. iya "
" Maka, hukuman kalian... "
" Kalian harus ke pagoda dan tinggal disana hingga saya berumur 10 tahun " Mata mereka seketika melotot dan menatap Queen tak percaya.
" Queen, kamu boleh menghukumku tapi jangan mengirimku kesana dan meninggalkan ku " Ucap Chi Huo melas.
" Ho.. oh, Queen. Kau boleh mengirimku menanam bunga atau pohon emas asalkan kau tak mengirimku jauh dari mu. Aku tak bisa hidup tanpamu " Ucap Zhi Wu lebay.
" Ck... kau seperti perempuan saja " Ucap pedas Li Fen.
Mereka berceloteh tanpa menyadari Queen menatap mereka tajam.
" Diam " Suara dingin itu membuat mereka mematung dan bungkam seribu bahasa.
" lagi pula tinggal beberapa bulan lagi saya bertambah umur "
" Saya akan mengirimkan kalian sekarang "
Sring...
Sebelum mereka membantah, Queen telah mentelesportasi mereka.
Queen menatap tempat dimana mereka bersimpuh dengan dingin kemudian menghela napas.
Sring...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
" Yin' er " Tian memanggil Queen yang sedang melamun.
" Hm " Queen menutup matanya seolah dia tak pernah melamun dan menghela napas.
" Apakah kau baik - baik saja ? " Tanya Tian.
" Ya " Singkat Queen.
Saat ini mereka ada di danau milik kediaman Queen.
" Yin' er " Tian tak bosan memanggil nama Queen dan sang empu tak menjawab.
" Yin' er " Manja Tian sambil memeluk Queen dari belakang. Entah kenapa, sangat suka rasanya ketika memeluk Queen seperti ini.
" Hm " Queen hanya pasrah dan membiarkan dirinya berada dalam dekapan Tian.
" Tian mengantuk hoam... " Lesu Tian dan menguap.
" Mau kembali ke aula " Datar Queen.
" Tidak, mau sama Yin' er saja. Disana sangat membosankan " Gerutu Tian lesu.
" Hah baiklah.... " Mereka pun kembali ke kediaman.
" Tidurlah " Queen menidurkan Tian di ranjang tempat tidurnya. Tian yang hanya menuruti dan berbaring namun belum mau menuju ke mimpinya.
" Yin' er " Percayalah Queen juga mempunyai stok kesabaran. Untung saja masih banyak dan hanya bersabar sesabar sabarnya.
" Yin' er harus tidur disamping Tian " Tentu Queen menolak namun mata melas Tian yang sudah mau redup tapi masih ditahannya membuat ia hanya pasrah dan ikut.
Bruk...
Tian memeluk Queen dengan erat namun tak sesak seolah tak mau di tinggalkan dan melepaskannya.
" Elus " Queen mengelus kepala Tian dengan lembut. Dan Tian nyaman dengan itu, namun ada yang kurang.
" Yin' er peluk Tian " Pasrah sekali lagi dan memeluk Tian dengan hangat. Rasanya sangat nyaman berada dalam pelukan Yin' er, batin Tian.
Tian menenggelamkan wajahnya diceruk leher Queen dan mulai tertidur dengan gampangnya ditambah dengan elusan di kepalanya membuat ia semakin ngantuk.
Sebelum Tian tertidur, ia mendengar samar suara Queen yang berucap dengan bahasa asing.
" Sleep well baby big "