
Happy Reading...
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Seorang pria yang menatap semua kejadian yang ada disana sambil mematung.
Dia ingin kesana namun kenapa dia tidak bisa bergerak sama sekali.
Matanya memicing...
Degh...
Tubuhnya samar bergetar, tatapannya menatap nanar didepannya itu.
" TIDAAAK...!!! "
Brukh...
" Yin' er "
Zu Ling tersentak kaget.
" Wei Mo Tian "
Mo Tian hanya mengacuhkan Zu Ling dan berfokus melihat titik dantian milik Queen dengan penglihatannya.
Bangun kumohon 😢
Matanya membola, tangannya yang lemas pun terjatuh dan tak lama mencengkram tanah.
" AAARGH... "
Kedua tangan Mo Tian mengangkat Queen dengan bridal style.
Menatap tajam Zu Ling.
" Maafkan aku " Lirih Zu Ling dan terjatuh tak sadarkan diri.
" Sial " Geram Mo Tian.
Sebuah bayangan muncul sembari Mo Tian yang sudah menghilang tanpa jejak dari sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Perasaan ku tidak enak " Gumam Tsu Zu.
Sedangkan Kaisar Chen terlihat matanya terbelalak sambil memegang dadanya.
" Oh tidak "
Brak...
" Ayah! "
" Nape? Tunggu... "
" Queen " Kaisar mengangguk membuat kakek Chen berlari keluar dari ruangan dengan yang lainnya mengikutinya dari belakang.
" Gawat, Ming siapkan altar persembahan. Kalian siapkan bunga melati dan paling utama yaitu bunga spider lily. Segera! " Titan kakek Chen.
" Baik "
Mereka pun melalukan apa yang diperintahkan nya.
" Semoga saja... "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Altar sudah lengkap, kita tinggal menunggunya tiba " Kata sang kakek Chen.
Sudah hampir 1 jam mereka menunggu.
Brakk...
" Cepat! "
Mereka terkejut.
" Putra pertama pangeran Wei "
" Salam Raja Neraka " Mereka bungkuk sebagai tanda hormat.
" Mulai ritual nya segera " Bukan memohon tetapi memerintah keluarga gadis itu. Dia tak peduli namun yang ada di pikirannya saat ini adalah gadis nya yang terluka itu. Bisakah dia berharap...
Mo Tian menjauh dan membiarkan keluarga yang penuh rahasia ini mengeluarkan jurusnya.
Sring...
Sebuah formasi muncul dengan Altar yang menjadi pusat formasi. Ruangan yang awal nya gelap yang hanya api lilin kini menjadi terang.
" Maafkan aku " Mo Tian hanya acuh ketika si biang keroknya berada di belakangnya.
Sring...
Energi spiritual Queen yang bocor perlahan membentuk sebuah makhluk yang mirip rusa tadi namun kali ini aura lebih agung.
" SALAM PENGUASA " Ucap mereka serempak kecuali Mo Tian.
Makhluk itu dan menatap Queen yang tak berdaya.
" Gadis malang ini sudah mati "
" Atas dasar apa kau mengatakan itu " Geram Mo Tian.
" ... "
" ... "
" Hoho... anak muda ternyata kau sudah besar " Semua nya nampak bingung namun tetap diam.
" Cih... "
" Gadis ini hanya mati tapi tidak semudah itu " Makhluk itu menyeringai dan sebuah sinar menyinari Queen.
" Dia akan sadar sebentar lagi namun dia akan dalam keadaan berbeda seperti sebelumnya, namun mata kanannya harus kalian tutupi dan mohon jangan tanyakan alasannya apa "
" Baik " Kata kakek Chen yang masih dalam menjaga formasi bersama kaisar Chen.
" Kau raja siluman, seharusnya kau sangat gembira ketika sudah tak menjadi jiwa terkutuk lagi "
" Maafkan saya " Zu Ling mem bungkuk.
" Seharusnya kau meminta maaf kepada gadis ini dan pria bertopeng itu hhhm... "
" Aku mengerti masalahmu anak muda " Ucap nya kepada Zu Ling.
" Tugasku telah selesai, kalian harus mengingat gadis ini tidak seperti yang kalian bayangkan terutama kau... " Sambil menatap Mo Tian.
" Raja... " Makhluk itupun perlahan menghilang.
Dia tadi mengatakan apa setelah Raja itu?
Benak mereka berkecamuk.
" Kakak sepupu! " Histeris Hongli membuat mereka tersadar.
" Dimana dia? " Panik Tsu Zu.
" Jangan khawatir, Queen di bawa sama Raja Neraka " Ucap Zu Ling sambil tersenyum dan dibalas dengan mereka juga dengan tidak berdaya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kau membuat ku khawatir gadis kecil " Mo Tian menaruh Queen dengan hati-hati.
" ... "
" Ah... sudah lama tidak memanggil mu dengan sebutan gadis kecil " Mo Tian terkekeh kecil dan mengelus kepala Queen dengan lembut.
Cup...
" Setidaknya aku bisa menahan untuk tidak membunuh si sialan itu karena sudah membuat mu dalam bahaya "
Puk...
" Eh? "
" Kamu siapa? "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf karena baru up,.. 🙏