
Happy Reading...
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
.
.
.
Disebuah ruangan...
Terlihat seorang gadis sedang duduk dengan hewan berbulu imut yang ada dipangkuannya. Nampak lugu seperti seorang gadis lemah yang harus dilindungi dari bahkan terpaan angin saja. Sekali diterpa, sosok gadis itu akan dalam bahaya.
" Zu Zu, apa kau bosan " Lesu Queen. Ya gadis itu adalah Queen dan kelinci yang pernah menjadi sasaran empuk si tiran karena masalah Queen yang mencium nya.
Kelinci itu kembali membuat Queen berinisiatif untuk memeliharanya karena tidak tega. Mo Tian enggan tetapi lebih enggan nya lagi jika Queen suatu saat akan berbuat nekat dengan menghilang dari jangkauannya karena bosan.
Namun setelah ditatap dengan teliti, kelinci itu sedikit mirip dengan rubah.
" Apakah kamu bosan putri? " Ucap Zu Zu dengan suara imut nya.
" Iya, tapi Gendì melarang ku untuk keluar untuk sementara "
" Kasihan sekali kamu putri, apa perlu kita keluar diam-diam saja? "
" Sepertinya itu ide yang bagus, tapi... "
" ? "
" Lebih baik aku mendengar saran Gendì saja karena aku tau itu adalah saran yang terbaik bagiku " Senyum Queen yang nampak manis itu membuat Zu Zu terdiam.
" Apakah karena mata itu? " Queen sedikit terkejut dan memegang mata kanannya yang terbaluti pemutup mata itu.
" Ah ini, entah lah tapi namun yang pasti ini terasa... " Queen menjeda ucapannya.
" ... " Zu Zu menatap Queen dengan arti yang rumit.
Queen pun beranjak...
" Sudahlah, Zu Zu sepertinya aku punya ide yang- "
Deg...
Brukh...
" PUTRI! "
Queen merasa ada serangan kepadanya pun mematung dan bersimpuh dengan wajah yang mengejutkan.
" Putri apa kau bisa mendengarku? Putri... "
Queen mencengkram dadanya...
Bruakh...
" !!!... " Zu Zu diam mematung.
" A-a-argh... " Sebuah cairan kental berwarna merah membercaki wajah Queen yang seputih salju.
" Ti-tidak... "
Kumohon, jangan terjadi lagi..
" Ssh... " Memegang mata kanannya. Tali penutup mata itu melonggar dan memperlihatkan mata merah darah miliknya yang bercahaya samar.
Brak...
Krik...
Krik...
" ... "
" Sayang, gimana keadaan Queen yah? " Lesu Tsu Zu.
" ... "
" Sepertinya ada yang terlupakan " Kaisar Chen dan Tzu Zu, Hongli, kakek Chen, dan istrinya termenung.
Deg...
" Oh tidak... "
" SIAPKAN KERETA KUDA SEGERA, KITA AKAN KE KERAJAAN JIANG! " Teriak Kaisar Chen keras dan panik.
Mereka pun bersiap-siap dengan panik, dan segera memasuki kereta kuda masing-masing.
" Semoga Queen/cucuku/kakak baik-baik saja "
Sedangkan di kerajaan Jian...
Brak...
" Mei! "
" Ada apa dengan nya? " Rendah Mo Tian sembari memangku Queen dan memeluknya.
" Urgh... " Queen bagai anak kecil lemah yang berada dipelukan Mo Tian. Sang empu dapat merasakan cengkraman kecil Queen membuat nya tambah khawatir.
" Mo Tian errgh... Gendì, lepaskan aku " Mo Tian terpaku akan aksen bicara Queen yang berubah-ubah
" Aku sudah bilang... Menjauh!!... "
Bruk...
Mo Tian menahan bobot tubuh nya, menatap Queen dengan sorot yang tak dapat diartikan.
Drap...
Drap...
Drap...
" MEI!- " Mo Tian ingin menahan Queen yang berlari pun tertahan akibat tarikan ditangannya.
" APA YANG KAU LAKUKAN, LEPASKAN SIALAN " Teriak Mo Tian murka.
" Biarkan dia... " Suara berat terdengar dari seseorang yang menahan Mo Tian.
" Dasar rubah sialan Grr... " Mo Tian berusaha menahan amarahnya karena tidak mau membuat Queen kecewa dengan nya.
" Maafkan aku Raja " Ternyata seseorang itu adalah rubah yang berubah menjadi manusia yang sangat tidak asing bagi kita.
" Cih, pergilah dan jemput keluarga kekaisaran Chen "
Sring...
" ... " Zu Ling menghela napas, nampak ia sangat tertekan.
" Maafkan aku "
Sring...