
"Wajah yang sama. jadi dia adalah.....Asha?!", Tebak lirih Aileen
Asha yang tidak mengenal Aileen, Ainsley dan vander pun bertanya..."Siapa kalian?.. hikss.. lebih baik kalian pergi dari sini", Ucap Asha melanjutkan mengepel koridor sekolah yang nampak luas dan panjang itu
"Kalau boleh tau. siapa namamu?", Tanya vander
"kalian tidak perlu tau", Jawab Asha
Aileen yang sangat penasaran dengan apa yang dilakukan Asha pun bertanya..."Kenapa kau mengepel koridor yang sudah bersih ini??", Tanya Aileen
"Karena aku dihukum, mengepel koridor ini sampai 10 kali", Jawab Asha lirih
"Mengepel koridor yang sudah bersih hingga 10 kali?!.. guru yang kejam, berani nya dia membuat nya lelah", Batin vander
"Katakan pada ku!! siapa nama mu??", Tanya vander
"Asha", jawab nya
"benar dugaan ku jika ia adalah Asha", Batin Aileen
Asha yang sedang maju mundur mengepel koridor tiba-tiba tubuhnya lemas, kepalanya pusing dan akhirnya ia...
/Brukk..
Jatuh pingsan. Aileen, Ainsley dan vander terkejut melihat tubuh Asha yang sudah ambruk ke lantai..
"Asha...", Pekik vander
"Asha bangun.. apa yang Terjadi dengan mu??", Tanya Ainsley
"Aku akan memanggil Daddy dulu", Ujar Aileen berlari secepat mungkin menghampiri Daddy nya yang sedang berada didekat taman sekolah
"Asha.. ini kakak. kak vander, aku kakak mu.. Bagun lah adik", Ucap vander menepuk pipi Asha
Ainsley yang menggosok tangan Asha dengan tangan nya pun tak sengaja melihat sebuah luka lebam di tangan dan kakinya..
"Apa ini?.. kenapa tangan dan kaki asha lebam??", Tukas Ainsley bertanya pada dirinya sendiri
"Luka??", Ulang vander
"Iya kak!.. lihat lah ini", Ujar Ainsley menunjukkan beberapa luka lebam di bagian kaki dan tangan Asha
"Aku merasa jika salah guru disini telah memukul Asha", geram vander
"Iya kau benar kak. aku tidak akan mengampuni guru yang sudah memukul adik kita dan menghukum Asha seberat ini", Ucap Ainsley
Tak lama kemudian muncul lah sosok Arland yang berlari sedikit kencang kearah koridor, tak dapat dipungkiri jika ia sudah sangat khawatir dengan keadaan putri bungsu nya itu..
Setelah sampai ditempat dimana Asha pingsan, Arland langsung terduduk menatap putri nya itu..."Asha.. apa yang terjadi dengan nya??", Tanya Arland
"Kami tidak tau dad, tadi Asha sedang mengepel koridor yang sudah bersih ini tapi tiba-tiba ia jatuh pingsan. setelah kami mengecek nya, ada beberapa luka lebam di tangan dan kaki nya", Ujar vander
"Luka lebam?!", Ulang Arland
Tanpa babibubebo lagi, Arland langsung membopong tubuh Asha berjalan setengah lari kearah UKS sekolah. semua orang yang melihat raut wajah khawatir Arland merasa bingung, kenapa ia mau menolong anak seorang wanita p*lacur??.. seperti itulah batin para setan yang tidak menyukai keberadaan Asha dan suri
Setelah sampai di UKS, kini Asha sudah diperiksa oleh dokter khusus keluarga Soe yang bertugas di Korea pada saat itu..
"Bagaimana keadaan nya??", Tanya Arland khawatir
"Tenang tuan.. begini, ketika aku memeriksa nya. ada beberapa luka yang berada di tubuhnya", Ujar dokter itu
"Luka??.. luka apa??", Tanya Arland
"Luka lebam, dan seperti nya ia habis bertengkar, karena perutnya juga terlihat habis terpukul oleh sesuatu dan lumayan sakit untuk gadis sekecil Asha", Terang dokter itu
/Deg..
"A_apa?!",
"Ia juga kelelahan", Lanjut Dokter itu
"Kesimpulan nya gimana dok??", Tanya vander
"Kesimpulan nya, biarkan ia istirahat dengan cukup, dan mengoles krim penyembuh luka lebam", Ujar dokter itu
"Baiklah dokter terimakasih", Ucap Arland
"Sama-sama tuan. saya permisi dulu", Pamit Dokter itu lalu berjalan keluar
Arland memandang wajah Asha, mengelus lembut rambut Asha dan berkata..."Sayang.. buka matamu, ini Daddy.. Bangun lah sayang",
sementara itu Aileen mengepal kan tangan nya ketika mendengar penjelasan dokter tadi..."Siapapun yang berani membuat Asha seperti ini Ku pastikan ia tidak akan selamat", batin Aileen
"Kalian jaga Asha disini, Daddy harus menemui seseorang", Ucap Arland dengan mata yang sudah memerah
"Iya dad",
Arland pun berjalan pergi dengan langkah iblis nya, ia sangat marah melihat kondisi Putri nya yang terbaring lemah di brankar UKS
Sementara itu di depan dekat UKS seorang wanita berjalan cepat mencari putri nya.."Dimana ruang UKS??", Tanya wanita itu
"Terimakasih", Wanita itu berjalan cepat menuju UKS
Setelah sampai tepat di depan UKS wanita itu langsung masuk kedalam dan melihat sosok gadis mungil nya yang sedang terbaring tak berdaya di brankar UKS
"Asha..", Lirih suri mendekati Asha
Aileen, Ainsley dan vander yang berdiri membelakangi pintu pun menoleh ketika mendengar suara seorang wanita..
Saat Asha diperiksa oleh dokter, Bu hang sirra menelpon suri dan menyuruh nya datang ke sekolahan
"Asha.. sayang bangun nak.. ini mommy", Lirih nya
Aileen, Ainsley dan vander, terkejut melihat ibu mereka berada disini..."Mo--", ucapan Ainsley terhenti karena vander menarik tangan nya agar tidak berkata apa-apa dulu
"Jangan katakan apa-apa dulu ley", Bisik vander
"Kenapa??.. aku ingin memeluk mommy kak. dia sudah ada dihadapan ku, salah aku ingin memeluk mommy?? aku sangat merindukan nya", Ujar bisik Ainsley dengan mata yang ingin menangis
"Kita pasti akan memeluk mommy, tapi tidak sekarang ley", Bisik vander
"Apa kau tidak lihat jika mommy sedang khawatir?!", Sahut bisik Aileen
Ainsley hanya menunduk, menahan rasa rindu nya yang pasti akan terbalaskan jika ia memeluk suri pada saat ini juga. namun apa daya karena waktu belum berpihak pada dirinya..
Suri mencium dahi Asha dan berkata..."Kenapa kau bisa seperti ini??", Lirih suri
Tak lama kemudian, Asha Mengerjap membuka matanya perlahan, dan orang yang pertama kali ia lihat adalah ibunya..."Mommy", lirih Asha duduk dan memeluk ibunya
"Asha... kau sudah bangun sayang", Suri membalas pelukan Asha
"Hikss.. mommy bawa Asha pergi dari sini mom hikss.. mereka jahat", Tak kuasa menahan rasa sakit yang telah ia alami, Asha menumpahkan segala kesedihan nya dengan memeluk dan bersandar dibahu sang ibu tercinta
seorang gadis yang masih belum waktu nya mendengar sesuatu yang seharusnya tidak ia dengar, Asha memang pemberani, tapi soal sang mommy ia tidak mampu menahan semua ini. apalah daya nya yang harus menerima caci maki dari Setan alas
"Katakan apa yang dilakukan mereka pada mu?", Tanya suri
"Guru itu mengatakan jika aku adalah anak dari wanita hina yang seharusnya tidak dibolehkan untuk masuk kedalam sekolah ini hikss... disaat kepala sekolah pergi dari ruangan nya, ia mencengkram tangan Asha hingga lebam, dia memukul kaki Asha menggunakan sapu mom hikss.. tapi Asha berusaha tetap berdiri dan tidak jatuh terduduk dilantai.. hikss.. apakah salah mom jika Asha membela diri Asha??", Lirih Asha menceritakan segalanya kepada suri
Suri semakin mempererat pelukannya, mengecup Surai sang anak...."Tuhan ini tidak adil.. mereka membenci ku, tapi kenapa malah melampiaskan rasa kesal mereka kepada Putri ku??, mereka benar-benar sudah sangat keterlaluan", Batin suri,
Miris sekali kehidupan merekaಥ╭╮ಥ
Sementara itu Aileen, Ainsley dan vander yang mendengar percakapan anak dan ibu itu mulai merasa sedih, marah, dan kesal, mendengar jika adik dan ibu nya harus menerima caci maki dari banyak orang
Suri mengurai pelukannya dan menatap Asha..."Kau tunggu disini ya sayang",
"Mommy mau kemana??", Tanya Asha
"Mommy mau meminta kejelasan atas perbuatan guru itu", Ucap suri
Asha mengangguk. mendapat ijin dari anaknya, suri memutar tumitnya hendak keluar, namun sebelum keluar ia melihat 3 sosok yang berdiri didekat brankar tempat Asha berada
Ia menoleh dan memandang 3 orang itu..."Bisakah kalian temani putri ku sebentar?", Tanya suri
Mereka yang mendengar jika suri sedang berbicara dengan mereka langsung mendongak..."A_apa??", gugup vander
"Saya mau ke ruang guru, bisakah kalian menemani Asha putri ku? sebentar saja", Tanya suri
Mereka mengangguk..."I_iya mom.. Upss.. t_tante", Ucap vander
"Terimakasih", Ucap suri tersenyum manis kearah mereka ber3
"Tante buat ku kena diabetes dehh", Ujar vander
/Deg..
*Mommy buat Vander kena diabetes dehh..
Senyum mommy manis, membuat vander kena diabetes berat*..
"Vander...", lirih suri tanpa sengaja
"M_maaf Tante", lirih vander menunduk
"Tidak apa-apa",
Setelah mengatakan itu, suri langsung berjalan keluar menuju ruang guru..
•RUANG GURU•
/Brakk...
/Pyarr..
"APA HAK MU MELUKAI NYA HAHH??.. S**LAN KAU...", Bentak Arland
****
{Continued}