
Setelah suri selesai memberikan pengertian kepada ketiga anaknya, ia menatap kakak nya..."Kak sarra", Panggil suri dengan suara lirih
"Kau akan kemana Chagi?", Tanya sarra...."Apa kau akan meninggalkan kami semua?!", Tanya sarra menahan air mata nya
"Kakak aku akan pergi ke tempat yang sangat jauh, dimana tidak akan ada orang yang mampu melihat ku, sebelum aku sendiri yang keluar", Ucap suri sesekali menghapus air matanya
"Kakak mohon jangan pergi! kalian bisa kan membicarakan ini dengan baik-baik", Ujar sarra
Sementara itu aman berusaha membujuk Arland, ia menghampiri Arland....."Arland hentikan suri untuk tidak pergi dari sini", Ujar aman memegang bahu Arland
Aku juga tidak ingin ia pergi! namun terpaksa untuk membongkar segalanya aku harus mengorbankan suri untuk pergi dari sini....Batin Arland menangis dalam diam
"Arland! katakan sesuatu! dan hentikan suri", Ujar aman menekan Arland
"Tidak", Ucap Arland singkat
Suri yang bisa mendengarkan dari posisinya sekarang semakin hancur, suami nya yang sangat ia cintai sudah tak memperdulikan ia lagi....Secepat itukah kau merasa bosan dengan ku, hingga menyerah dan tidak melawan Hanna tapi kau justru menerimanya dan mau menikahi nya, jujur aku sangat kecewa Arland, setelah aku menggangkat kaki ku dari rumah ini, aku pastikan siapapun tidak akan bisa mengetahui keberadaan Ku termasuk keluarga ku..... Batin suri
"Dia sendiri yang ingin pergi, maka biarkan saja! dia bukan lagi suri yang aku kenal! aku sudah tidak mencintai nya lagi! Aku membencinya, aku tidak akan menghentikan atau pun mencarinya", Ucap Arland menahan rasa sesak didadanya, jujur hati nya sangat sakit ketika mengucapkan kebohongan yang sangat menyakitkan bagi Suri
Sakit? Tentu, jantung suri seakan berhenti dia kehilangan Arland yang dulu mati-matian berusaha menghentikan ia ketika akan menikah dengan pria lain, lalu...dimana kah Arland yang dulu rela mati demi mendapatkan nya? Arland benar-benar telah menyia-nyiakan perjuangan nya selama ini..tapi semua itu hanya.....
"Kau tidak perlu menghentikan ku! ataupun mencari ku! akan aku pastikan kau tidak akan melihat orang yang kau benci ini lagi TUAN ARLAND", Ucap suri menekan kata terakhir nya
"Ya..silahkan pergi", Teriak Arland dengan mata dan hidung memerah
Tanpa pikir panjang ia segera pergi dari rumah itu, ketiga anaknya menangis namun tak sampai histeris, mereka berjanji akan memperbaiki hubungan orang tua mereka dengan membalas semua perbuatan Hanna dengan setimpal, mereka berjanji dengan diri sendiri, jika mereka tidak mampu maka jangan sebut mereka sebagai putra Mommy suri Wulandari dan Arland Soebandoyo
Mom vander janji akan menemukan mommy dan menghukum Hanna, aku bersumpah tidak akan membiarkan ketidak adilan menimpa mommy, aku akan sangat merindukan mu....batin vander menahan air matanya
Aku masih kecil tapi bukan berarti aku tidak mampu menghukum ketidak benaran ini....Batin Aileen berusaha berhenti mengeluarkan air mata dengan menatap punggung ibunya yang mulai menjauh dari pekarangan rumah Arland
Sementara Ainsley sudah lebih dulu berlari dan pergi ke kamarnya, kalian Taulah seperti apa seorang anak kecil ketika ditinggal sendiri oleh ibunya, mereka akan menjadi sosok yang pendiam dan lebih suka menyimpan segalanya sendiri, begitu pula dengan Ainsley, ia akan menenangkan hatinya dulu baru akan membalas perbuatan Hanna..
Hebat!? Tentu! 3 putra suri memiliki tujuan yang sama yaitu membalas setiap tetes air mata ibu mereka yang cukup keluar dengan deras
"Kalian tinggal lah bersama Tante dan om aman ya?!", Ujar sarra
"Tidak Tante! kami akan disini! karena ada janji dan sumpah yang harus aku lakukan mulai dari sekarang", Ucap vander lalu berlari masuk kedalam kamarnya disusul oleh Aileen
sementara itu Arland juga memilih masuk kedalam kamarnya dan berdiam diri disana...(Reader's kita intip yuk Arland sedih nya setinggi apa xixixi)*Author
Kenapa semuanya jadi kacau seperti ini? Siapa sih wanita itu, yang berani datang membuat rumah tangga Suri menjadi hancur.....Batin sarra
"Aku akan mencari keberadaan suri", Ujar aman
"Tidak perlu! aku yakin di masa esok Arland akan mencari suri! firasat ku mengatakan jika Arland terpaksa mengucapkan semua itu", Ucap sarra
"Em.. baiklah", Ucap aman memeluk sarra
•Kamar Arland
Di dalam kamar bernuansa gelap itu duduklah seorang pria dengan wajah kacaunya, menangis meratapi nasibnya yang harus jauh dari sang istri, ia peluk bantal yang sering digunakan oleh istri nya itu, memandang wajah istri nya dari layar ponsel, berharap sang istri bisa kembali. namun harapan itu tidak akan terjadi karena author masih belum puas memisahkan mereka *Author*
"Maaf", Lirih Arland menciumi foto suri
"Bisakah kau memaafkan suami mu yang tidak berdaya ini sayang?! aku harap kau mau memaafkannya Ku ketika mengetahui yang sebenarnya!", Lirih Arland menangis
"Hikss.. Bisakah kita bersama lagi?", Tanya Arland ngawur
"Jujur sekarang ketakutan ku menjadi kenyataan sayang! kau tau kenapa aku terpaksa mengatakan bahwa aku tidak mencintai mu lagi dan justru membenci mu?", Ucap Arland berbicara dengan foto Suri
"Karena aku tidak mau kehidupan mu hancur sayang hikss..demi kelangsungan hidup kita aku harus mampu menahan rasa ini selama mungkin agar bisa membongkar segalanya, tunggu lah Sayang! aku akan menjemputmu, tapi....hikss", Ucapan Arland terhenti karena kalah dengan rasa sesak dihatinya
"Aku sangat mencintaimu suri! sangat-sangat mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpa mu! I Miss you Baby!", Lirih Arland
Sementara itu suri sudah lepas landas pergi ke negara K, sepanjang perjalanan ia merasa sangat kesepian tanpa keempat pria kesayangannya, beberapa penumpang ada yang berusaha mengajak bicara suri, namun karena suri yang terlampau cuek dan larut dalam kesedihannya tidak ada yang tau tentang apa yang dirasakan oleh suri, hingga akhirnya...
"Apa nona ingin minum?", Tanya seorang pramugari wanita
Suri melirik sekilas lalu memandang kearah jendela pesawat lagi..."Tidak terimakasih", Jawab suri singkat
Pramugari itu duduk di samping suri yang kebetulan kursi itu sedang kosong, ia Mau mencoba berinteraksi dengan suri yang nampak sedih..."Nona bisakah aku bertanya pada mu?", Tanya pramugari itu
"Hmm", Jawab suri dengan Deheman
Pramugari itu menghela nafas panjang lalu mulai berbicara...."Nona! saya tau anda sedang terpukul karena sesuatu! saya tau bagaimana rasanya meninggalkan sosok yang sangat kita sayangi dan cintai", Ujar pramugari itu
Suri langsung berbalik dan menatap pramugari Anna itu...."Bagaimana kau tau?", Tanya suri dengan wajah datar
Annjana lantas tersenyum hangat mendengar ucapan suri...."Ya saya tau! karena saya juga pergi dari kekasih saya karena kekasih ku memilih menikahi wanita lain", Ucap Anna menunduk
"Kau tau meninggalkan keempat pria kesayangan ku menimbulkan luka yang lumayan besar bagi ku", Ucap suri menatap kosong ke arah Anna
"Ya kau benar sekali! tapi kadang lebih baik kita yang meninggal nya dari pada ia yang meninggal kita", Ucap Anna tersenyum
"Aku meninggalkan ketiga putra ku hanya karena pertengkaran ku", Ucap suri
"Emm.. kenapa anda tidak mengajak nya?", Tanya annjana..."Emm maaf bukan nya saya lancang berbicara ini, ya saya tau ini masalah rumah tangga mu! tapi bertengkar di depan anak-anak mampu menimbulkan luka yang lumayan dalam baginya", Ujar Anna
"Iya aku tau! maka dari itu aku pergi dan tidak mengajak mereka! ketiga putra ku akan merasa sedih ketika melihat mommy mereka harus menangis! kau tau...", Ucap suri berhenti dan menarik nafas pendek..."Putra ku adalah sosok perasa! aku sangat sedih harus jauh dari mereka! namun...hati ku harus egois kali ini!", Ucap suri sesekali menghapus air matanya
Anna mengganguk ia memegang telinga seakan membenarkan sesuatu...."Apa kau masih mencintai suami mu?", Tanya Anna
"Aku akan terus mencintai nya walau ia sudah berpaling dariku! selama ini hati ku hanya terbuka untuk nya bukan untuk siapapun! Aku sangat hancur mendengar kan penuturan suamiku tadi! rasanya seperti.......tertimpa batu meteor besar di hati ku ini", Ucap suri memegang dadanya
"Kau harus sabar! jangan biarkan rasa sedih membuat mu ikut berubah seperti suami mu", Ujar Anna
"Iya kau benar", Ucap suri....
Anna memegang telinga nya dan berdiri..."Baiklah saya pergi dulu ya! saya rasa anda sudah Tenang, Terimakasih telah mau berbagi kesedihan anda kepada saya", Ujar Anna berdiri
"Iya! terimakasih telah mau mendengarkan ucapan ku", Ucap suri tersenyum tipis
Anna menggambil ponselnya dan mengarahkan nya kepada suri...."Teruslah tersenyum! senyum Anda sangatlah manis", Ujar Anna tersenyum manis
Suri tersenyum manis mendengar ucapan Anna..."Kau bisa saja! terimakasih ya", Ucap suri tersenyum
"Iya saya pergi dulu", Ucap Anna
"Aaa ya silahkan", Ucap suri tersenyum
Anna pergi menuju kamar mandi, didalam kamar mandi menggambil sebuah alat di telinga nya dan berbicara dengan seseorang disana..."Sudah beres tuan!", Ujar Anna tersenyum
Terimakasih! kau telah menemani nya....Ucap seseorang itu
"Iya tuan Tidak apa-apa! saya akan kirim kan Video ini setelah kami sampai nantinya", Ucap Anna
Iya sekali lagi terimakasih....Ucap seseorang itu
****
{Continued}
•Siapa ya tu orang 😂