The Old Promise Came True

The Old Promise Came True
TOPCT Eps.97 Mommy ku sayang



"Ahhh...", Satu d€S@h@n telah lolos dari b¡b¡r suri


"Ap_apa yang kau lakukan??... kau tidak sopan tuan.. akhhh", Pekik suri memukul punggung Arland


Arland sedang sibuk dengan permainan nya, ia menempelkan dadanya tepat ditempat dimana jantung nya dan jantung suri bertemu


"Apa kau tidak bisa mendengarkan detak jantung ku yang sudah mulai melemah karena jauh dari mu?", Lirih Arland dengan mata berkaca-kaca


"Kau sudah punya istri. menjauh lah dari ku... tepi.. jangan sentuh aku", Tegas suri menatap kesal Arland


Arland mengunci pergerakan suri lalu menc¡um b¡b¡r ranum milik suri. sementara yang dic¡um terus memberontak berusaha keluar dari rengkuhan tubuh posesif pria yang ternyata masih sah menjadi suaminya..


"Lep---mphhh..pashh..kan", Lirih suri di sela-sela c¡uman nya Dengan Arland


Arland melepaskan tautannya lalu menatap suri Sangat dalam..."Kenapa kau menolak ku?", Tanya lirih Arland


"Kau bukan suamiku.. tidak selayaknya kau memperlakukan aku seperti ini tuan Arland", Tekan suri


"Kau Istri ku. maka sudah sah-sah saja jika aku melakukan ini pada mu", Ucap Arland


"Kau. bukan nya mengatakan 'maaf' malah bertingkah kurang ajar kepadaku Arland. kau bukan suamiku lagi, kau adalah suami Hanna. jadi TIDAK ada hak untuk dirimu menyentuh ku, lagi pula kau tidak pernah sekali berpikir apakah perbuatan mu itu menyakiti hati ku atau tidak?!", Ucap suri


"Kau sungguh sangat mengecewakan ku Arland... hikss..", Isak suri


"Aku mohon Wulan dengarkan aku", pinta Arland


"Kau sudah tidak ada hak memanggil ku dengan sebutan Wulan. karena Wulan yang kau kenal sudah MATI. disaat suaminya sendiri mengatakan jika 'ia membenci nya, dan sudah tidak mencintai nya lagi'. dan kematian nya itu sudah terjadi semenjak ia menggangkat kaki dari sebuah rumah dimana semua pengabdian nya tersia-siakan", Ucap Isak suri


/Deg


Perkataan suri berhasil menyita pikiran nya. ia mencerna semua perkataan suri dan memang benar jika ia pernah mengatakan itu, tapi ia mengatakan itu karena sebuah alasan yang kokoh..


"Dengar kan aku dulu.. saat itu aku terpaksa mengatakan itu", Lirih Arland menatap sendu suri


"terpaksa? terpaksa apa? terpaksa mengatakan itu bukan lah alasan yang logis Arland. aku tidak akan termakan oleh ucapan manis dan omong kosong mu itu", Ucap suri..


Ia mendorong tubuh Arland dan menyikap menutup kembali kemeja nya. lalu berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan Arland yang masih menatap kosong kearah meja...


"Hikss ... dengar kan aku sebentar saja suri.. hikss.. ku mohon", Sudah hancur bendungan air matanya yang sendari tadi ia tahan..


"Aku mengatakan hal yang sejujurnya. aku terpaksa melakukan itu hikss... kenapa kau begitu tidak mempercayai ku hikss..", Arland terduduk dilantai


"Arrghhhhhhh....", Teriak frustasi Arland


"Izin aku memperbaiki semua kesalahanku suri.. hikss... izin kan aku menjelaskan nya hikss.. berikan aku kesempatan hikss...", Lirih tangis Arland


****


Suri berjalan kearah UKS dimana Asha berada..."Asha...", Panggil suri


Asha pun menoleh dan menatap kelopak mata ibunya yang nampak seperti habis terguyur hujan air mata.


"Mommy", Asha berjalan memeluk tubuh ibunya itu dan berkata..


"Mommy menangis??.. apakah mereka menghina mu mom?? biar Asha hajar mereka", Ucap Asha


"Mommy tidak mengapa sayang. mommy hanya sedih melihat seorang masa lalu mommy yang tiba-tiba datang kembali", Ucap suri berusaha tersenyum


"Siapa mom??", Tanya Asha


"Kau tidak akan mengenalnya", Ujar suri


"Pasti itu Daddy", Batin vander


Suri mendekati Aileen, Ainsley dan vander. ia menatap dengan tatapan Hangat


"Mereka yang telah menolong Asha tadi mom", Ujar Asha


Suri mencium kening mereka satu-persatu dengan lembut dan memeluk tubuh mereka selembut sutra...."Terimakasih", Ucap suri


"Tidak apa tante", Ucap vander


"Jangan panggil Tante. panggil mommy saja", Ujar suri tersenyum manis


"Mommy ku sayang",


"Mommy",


****


{Continued}