
Baby twins telah dibersihkan dan diserahkan kepada Arland dan keluarga nya, mata Arland terharu ketika melihat salah anaknya yang nampak imut..
"Ilihhh..imutnya keponakan ku!", Ujar sarra gemas
"Iya dong! ayahnya aja seimut kelinci", Ucap Arland bangga
"Tapi dia lebih persis seperti suri deh", Ujar aman
"Iya",
"Suri kan yang mengandung nya! kalau aku yang memproduksi nya", Ucap Arland
"Apa hubungannya?", Tanya Subu
"Aku juga ngga tau", Jawab Arland acuh kembali memandangi anaknya
Suri tersenyum melihat pemandangan manis ini..."Arland!", Panggil suri lembut
"Ya sayang?", Sahut Arland tanpa mengalihkan pandangannya dari sang baby boy
"Kau akan memberikan nama apa kepada mereka?", Tanya suri
"Emm...untuk anak ku yang aku gendong aku memberikan nama, Aileen Aldari Soebandoyo", Ucap Arland
"Lalu yang satu?", Tanya suri
"Ainsley Arlo Soebandoyo", Ucap Arland
"Wahh..nama yang bagus", Ujar suri..."Untuk baby Aileen aku akan memanggil baby ileen, dan untuk Ainsley aku akan memanggil nya baby ley", Ucap suri
"Iya", Ucap Arland
****
~3 hari kemudian~
Malam yang indah menyambut sepasang suami istri yang sedang menidurkan anak² mereka, nampak sebuah kegembiraan besar di wajah mereka!
"Stthh..baby ileen sudah tidur", Ujar Arland
"Iya! baby ley juga sudah tidur", Ucap suri menaruh baby ley didalam box bayi
Arland menyeringai nakal, ia melingkarkan tangannya di pinggang ramping sang istri, suri yang paham dengan tingkah sang suami hanya menatap biasa
"Kenapa?", Tanya suri berpura-pura tidak tau
"Tidak ada!", Jawab Arland memandangi wajah sang istri
"Jangan bohong!", Ujar suri
Arland menarik tengkuk leher suri, ia hendak menc*um suri! tapi...
"Upss...oh sorry! aku akan keluar", Ujar Kay
Mereka melihat Kay yang hendak menutup pintu namun dicegah oleh suri.."Kakak!", Panggil suri
Kay berbalik dan melihat sang adik yang sudah memeluknya dengan erat..."Hey Chagi! apa kabar mu?", Tanya Kay memeluk balik suri
"Aku baik", Jawab suri
"Bagaimana kabar baby boy twins?", Tanya Kay
"Mereka juga tidak apa-apa! sekarang mereka sedang tidur", Ujar suri mengeratkan pelukannya..."Kakak aku sangat merindukanmu", Ucap suri
"Kakak juga merindukan mu", Balas Kay..."Maaf ketika kau Melahirkan aku tidak dapat menemanimu", Ujar Kay
"Tidak apa-apa",
"Iya tidak apa-apa! lagian suri butuh suaminya bukan kakak nya", Sahut Arland dengan ketus
"Suamimu masih sama ya super protective", Ujar Kay
"Oh ya kak! bisa kah kau menjaga kedua putra ku sebentar?", Tanya suri
"Kau mau kemana?", Tanya Kay
"Aku ingin berjalan-jalan keluar sebentar bersama arland", Ucap suri
"Baiklah",
"Nanti ayah dan yang lainnya juga akan kemari", Ujar Arland
"Untuk apa mereka kemari malam² begini?", Tanya suri
"Ya udah gak apa-apa! kakak titip ya!", Ucap suri
"Iya!", Jawab Kay mengacak rambut suri
Suri pergi bersama arland keluarga dari rumah sakit hanya sekedar menghirup aroma segarnya udara dingin di malam hari..
Suri dan Arland bergandengan tangan berjalan menyusuri halaman taman yang berada dekat di rumah sakit itu..
Mereka berhenti dan berdiri disebuah jembatan kayu dimana dibawah nya terdapat kolam ikan yang lumayan luas, Arland memandang suri dengan lekat, membuat suri merasa aneh dengan tatapan Arland
"Kenapa kau menatapku seperti itu?", Tanya suri
"Aku ingin mengulang sesuatu yang sempat tertunda tadi", Ujar Arland
Suri tersenyum dengan ucapan arland, ia memejamkan matanya, sementara Arland yang mendapat lampu hijau dari suri, segera menyambar bibir ranum suri, m*Lum*t nya dengan rakus, seakan tidak diberi makan selama berabad-abad
Arland menarik tengkuk leher suri dan memperdalam c*uman nya, mereka tenang karena disekitar sana tidak ada banyak orang jadi suri tidak malu untuk mewujudkan keinginan suaminya
Ketika tangan Arland hendak merayap masuk kedalam baju pasien suri, terdengar sebuah tangis anak kecil, yang memergoki mereka yang sedang bercumbu
"Om cama Tante ngapa in?", Tanya bocah laki-laki berusia sekitar 3 Tahunan
Arland dan suri terkejut dan melepaskan c*uman mereka, suri berjongkok menatap anak kecil itu..."Hey sayang! kenapa kau ada disini?", Tanya suri lembut
"Hikss...atu juga dak cau Tante! kata bunda, atu dicuruh Bu at abur dari penjahat, tadi aku juga liat tubuh bunda banyak merah² yang keluar dari bunda! hiksss...", Ucap bocah kecil itu
"Seperti keluarga nya korban perampok sayang", Ujar Arland menatap sayu kearah bocah itu
"Tenang ya sayang! ada Tante sama om yang bakal jagain kamu", Ujar suri memeluk bocah itu
"Hiksss...mereca jahat Tante", Lirih bocah itu menangis didalam pelukan suri
"Stthhh...sekarang nama kamu siapa?", Tanya suri
"Hikss...nama aku..", Ucap bocah itu mengingat namanya..."Nama ku Ipander dewayne kayak nya Tante", Ujar bocah itu
"Ivander dwayne?", Tanya Arland
"Iya itu om",
"Ya sudah vander, mau ngga ikut Tante sama om?", Tanya suri
"Tante cama om mau culik vander?", Tanya vander polos
"Tidak sayang! Om sama Tante tidak mau menculik mu! tapi om sama Tante mau jadi in kalian anak Tante sama om mau?", Tanya Arland lembut
Vander berbinar bahagia mendengar tawaran Arland dan suri..."Mau! mau banget om", Jawab vander mengganguk antusias
"Jangan panggil om Tante dong vander", Ujar Arland
"Terus manggil apa dong?", Tanya vander polos
"Panggil om Tante, Daddy dan mommy", Ujar suri
"Oky! Tante! Opss..Makcud vander mommy", Ucap vander
"Oky baiklah kita masuk kerumah sakit sekarang", Ujar Arland menggendong vander
"Kok kerumah sakit dad?", Tanya vander
"Iya dong! kasihan adik vander ditinggal sendirian", Ucap Arland
"Jadi vander punya Adek dad?", Tanya vander polos + wajah girang
"Iya! baru kemarin mommy melahirkan adik vander", Ujar Arland
"Yeyy..vander punya adik! laki² apa perempuan dad?", Tanya vander
"Laki² sayang", Ucap suri
"Wah bisa main pedang²an dong kalau gitu", Ujar vander
"Iya dong",
Arland dan suri membawa vander ikut masuk kedalam rumah sakit, Mereka memilih menggadopsi vander sebagai anak mereka, jika mereka serah kan ke panti asuhan kasihan juga,
•••••
{Continued}