The Old Promise Came True

The Old Promise Came True
TOPCT Eps.42 Penantian 1 abad Mr.Arland



Jam telah berputar, hari telah berganti, 1 Minggu penuh Suri dirawat dirumah sakit. hari ini suri diperbolehkan untuk pulang, karena kondisinya yang sudah cukup baik.


"Sayang! Pakai Sweater mu", Suruh Arland


"Kenapa? kan enggak malam! udara juga nggak terlalu dingin!", Tanya jawab suri


Arland menarik nafas panjang mendengar pembantahan dari sang istri.."Sayang! diluar sedang mendung, mau hujan soalnya, nanti kamu kedinginan", Ucap Arland


"Tapi aku gerah", Jawab suri


"Ya sudah, pakai ini saja", Ujar Arland memberikan sebuah sweater rajut bahan sutra


"Oky deh..", Jawab Suri tersenyum manis


Arland terkekeh dengan sikap suri, betapa imutnya sang istri ketika tersenyum, rasa² nya ingin menerkam nya sekarang juga, Batin Arland mungkin ya.."Kalau senyum manis banget! nanti kalau keluar jangan senyum kayak gitu, bisa² bikin para kaum Adam di luar sana pingsan", Ujar Arland


"Apa salahnya?", Tanya suri


"Ya salah lah.. senyuman mu itu, hanya untuk ku, bukan untuk laki² diluar sana", Jawab Arland ketus


"Iya²", Jawab suri dengan tersenyum tipis


"Sudah ayo, kita harus pulang segera! karena sedang ada yang menanti hukuman dariku", Ucap Arland menatap ke arah pintu dengan tatapan datar


"Siapa?", Tanya suri.."Aku? apa kau akan menjajahku lagi?", Tanya suri


"Kalau kau mau Aku sih Oky² aja sayang!", Ujar Arland tersenyum


"Jangan! kapan² saja, aku sedang malas", Ujar suri dengan tatapan lesu


"Iya, iya ayo pulang", Ujar Arland dengan tangan kiri membawa tas baju suri, dan satu merangkul pinggang suri


"Arland jangan gini! nanti dilihat orang bagaimana?", Tanya suri malu


"Tidak apa-apa sayang!", Ucap Arland semakin mengeratkan pelukannya


Benar saja. ketika mereka keluar dari ruangan banyak pasang mata yang menatap mereka, ada yang takjub, dan ada yang iri. Suri hanya menatap mereka dengan senyuman tipis, sementara Arland terus berjalan dengan wajah datar nya menyisir lorong rumah sakit..


Kini mereka telah sampai didalam mobil, Arland mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata, karena jalanan sedang licin akibat hujan yang lumayan deras, Sesekali ia melirik istri nya yang selalu membuang muka kearah jendela mobil, rasa kesal mulai menjalar dalam nadinya melihat Sang istri tidak mau menatap nya walau hanya sedetik saja. ia berhenti kan mobil nya di kanan jalan untuk memberi pelajaran pada sang istri kecilnya itu yang berani mencampakkan nya dengan tidak melihat nya..


Suri terkejut ketika Arland tiba² memberhentikan mobilnya, ia menatap Arland dengan tanda tanya.."Kenapa kau berhenti?", Tanya suri


Arland sungguh sudah kesal dengan sikap sang istri yang kurang perhatian.."Kenapa kau tidak melirik ku sedetik saja?", Tanya Arland seperti anak kecil


"Lah..Memang apa yang harus aku lihat?", Tanya suri tidak mengerti


"Sayang! kau..", Ucap arland digantung kan.."Kau harus menerima hukuman dari ku", Ujar Arland membuka sabuk pengaman nya..


"Hukuman? hukuman apa? aku tidak melakukan apapun kok", Jawab suri masih tidak mengerti


"Kenapa kau terus menatap kearah jendela?", Tanya Arland mendekat kan wajahnya kearah suri


"Ya...", Ucap suri digantung.."Aku bosan saja!", Ujar suri dengan santai


//CUP..


Arland langsung menyambar bibir suri tanpa aba-aba, begitupun dengan suri yang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Arland, ia mendorong tubuh Arland agar melepas kan tautan bibirnya.."Lepas Arland! aku tidak bisa bernafas", Ucap suri


"Dasar bayi besar", Celetuk suri


Arland tersenyum tipis mendengar kalimat umpatan dari suri.."Ya..bayi besar mu ini butuh asupan ranjang", Sahut Arland mengemudi kan mobil nya lagi


Suri melipat sedekap kedua tangannya, merasa kesal dengan ucapan arland.."Bukan kah kau selalu melakukannya?", Ucap suri ketus


"Iya..tapi...", Ucap Arland digantung sejenak.."Aku masih kurang sayang!", Ujar Arland santai


"Kurang? malam sampai subuh itu kurang?", Tanya suri dengan tegas


"Iya dong", Jawab Arland santai


"Terserah, aku tidak akan melakukannya sampai subuh lagi", Ucap suri dengan kesal


"Kalau nggak mau terus aku nuntasinya sama siapa?", Tanya Arland


"Sama wanita malam", Celetuk suri


Arland mengubah jalur nya kearah lain, membuat suri bertanya² kemana Arland akan pergi..'Dia mau kemana? ini bukan jalur rumah', Batin suri bertanya


Setelah sampai ditempat tujuan, suri begitu terkejut ketika Arland membawanya ke bar dimana banyak wanita malam yang melayani para pria yang kekurangan asupan dari istri nya..


Arland membuka sabuk pengaman nya dan hendak membuka pintu mobil, suri yang tidak mengerti apa yang dilakukan Arland kesini, gengsi untuk bertanya. Ketika Arland baru keluar sudah ada satu wanita malam yang mendekati nya merayu dengan manja, suri yang panas dengan pemandangan itu, segera turun dan memegang tangan sang suami yang hendak pergi bersama wanita malam itu..


"Kau mau kemana?", Tanya suri ketus


'Yes..Sudah ku duga', Batin Arland merasa menang.."Aku mau nuntasin adik kecil ku, karena kau tidak mau, dan tadi kau bilang suruh pergi sama wanita malam jadi aku nurut saja", Ujar Arland dengan santai


"Sekali pergi! jangan harap kau akan tidur dikamar lagi", Ancam suri..


"Sayang! kenapa kau menyiksa adik kecil ku? sudah 1 Minggu lebih aku belum mendapat jatah ranjang ku", Ujar Arland cemberut


"Y..ya sudah ayo pulang", Ucap suri ragu


"Kenapa?", Tanya Arland berpura-pura tidak tau


"Katanya mau..!..mau.. nuntasin", Ujar suri gugup


Arland bersorak menang dengan rencananya.."Serius sayang?", Tanya Arland


"Iya..ayo pulang! atau nggak jadi?", Ujar suri akan berbalik.."Ehh..mbak tolong lepasin tangan suami saya! karena suami saya hanya lebih puas dengan d*Sahan saya bukan anda", Ucap suri


Arland menahan tawa dengan sikap cemburu sang istri yang langsung panas melihat dirinya disentuh oleh wanita lain..'Bye..bye..j*lan* istriku jauh lebih mengoda! Akhirnya penantian ku selama 1 abad telah usai, saatnya beraksi diranjang panas', Batin Arland tersenyum menang


Arland dan suri kembali ke dalam mobil dan melaju kan mobil kerumah lagi, Beberapa menit kemudian Arland telah sampai halaman luas milik nya, memarkir kan nya disembarang tempat, dan menyuruh satpam untuk menaruh nya dibagasi bawah tanah..


Ketika Arland dan suri masuk, sudah ada sesosok wanita yang duduk dengan anggun di sofa rumah itu, Arland menatap datar dan mulai mengeluarkan aura dinginnya melihat wanita yang telah membuat calon bayinya meninggal


"Hai...", Sapa wanita itu


...----------------...


*


*Tamat