
"Istri? Anak?", Gumam Hanna, dan tiba² Hanna tertawa seperti orang gila
Suri dan Arland tidak mengerti dengan tawa gila Hanna..."Kau sudah tidak waras?", Tanya suri
"Kau yang sudah tidak waras! Aku yakin kau memanipulasi Arland dengan tubuh mu supaya ia mau menikahi mu iya kan?", Ucap Hanna menuduh suri
"Jaga ucapan anda nona", Tegas suri, sementara Arland yang mengepalkan tangannya kuat dan hendak memukul Hanna, dicegah oleh tangan suri
"Heyy...nona ajari aku Bagaimana cara kau merayu pria sedingin kutub Utara ini? dan baju sexy seperti apakah yang kau gunakan untuk menggoda Arland? Aku mohon beritahu diriku, agar aku bisa menggoda Arland juga", Ucap Hanna
"Nona saya peringatkan anda sekali lagi! saya dan Arland suami saya sudah mengenal sejak lama, Aku mencintai suamiku, dan sebaliknya juga begitu suami ku sangat mencintai ku lebih dari apapun dan saya tidak pernah menggodanya, namun kekuatan cinta lah yang telah membuat ku dan suami saya bersatu", Tegas suri dengan menekan kata-katanya
"Sudahlah mengaku saja", Ujar Hanna
Arland yang sudah tidak bisa menahan emosi menarik lengan Hanna dan menekan nya dengan kuat membuat Hanna meringis kesakitan..."Awhhh... Arland apa yang kau lakukan? Awhhhh lepaskan kau melukai tangan ku", Ucap Hanna meringis
"Aku berani sekali menghina istriku", Ucap Arland menekan ucapannya dan mengeratkan genggaman tangan nya sehingga membuat tangan Hanna memerah seperti bengkak
"Awhhhh Arland..tolong lepaskan! jangan sakiti tangan ku! aku akan melayani mu sepanjang malam", Ucap Hanna yang diiringi dengan senyum tipis menggoda
"Kau....", Ucap Arland terhenti
"Kenapa? kenapa kau tidak mau menyentuh ku? aku bisa lebih agresif dari pada dirimu dan istrimu! ayolah Arland", Goda Hanna
"Cih..Dasar ja**** murahan", Ujar Arland jijik
"Bukan kah istrimu juga sama dengan ku? mungkin anak yang ia lahir kan bukan lah anak mu! tapi dari pria lain", Ucap Hanna menghina suri
"CUKUP!! kau sudah sangat keterlaluan! berani sekali kau menyamakan dirimu dengan istriku! dan berani sekali kau bilang jika anak ku bukan lah darah daging ku!!", Bentak Arland..."Kau bilang suri adalah wanita malam bukan? disini yang wanita malam adalah dirimu! Hanya pria tua Bangka lah yang tergoda dengan tubuh plastik mu itu", Ucap Arland dengan Amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun
Suri mengelus lembut lengan kekar Arland menyalurkan sebuah kesabaran dan ketenangan..."Sudahlah Arland jangan diladeni! kita kembali saja ke restoran! kasihan bik umi menjaga si kembar sendirian", Ujar suri menenangkan Arland
"Kali ini kau selamat dariku Hanna! jika aku melihat mu lagi! maka aku tidak segan-segan membunuh mu di tempat", Tekan Arland berusaha mengendalikan amarahnya
"Sudahlah Arland kenapa kau emosi? biarkan saja! orang yang waras harus ngalah", Ujar Suri...."Ayo sayang", Ujar suri menggenggam tangan vander
"Ayo mom", Ucap vander membalas genggaman tangan suri
Arland dan suri meninggalkan Hanna yang hanya diam dan menatap mereka kesal....Lihat saja aku akan merebut Arland dari mu wanita si*l*n.... Batin Hanna kesal
Arland, suri dan vander masuk kedalam restoran, Arland yang masih terlihat menekuk wajahnya menatap tajam semua orang yang melihatnya dengan kagum
Sepertinya Arland benar-benar marah!...hahh..siapa wanita itu? dia yang mengundang Amarah Arland dan aku yang harus meredam nya! bukan air dingin atau pun air hangat....Batin suri
"Nona! kenapa lama? ada apa? kenapa tuan Arland terlihat sangat marah?", Tanya bik umi berbisik ditelinga Suri
"Nanti saja bik aku cerita kan! sekarang kita harus pulang! aku harus meredam amarahnya!", Ujar suri...."Emm pelayan!", Panggil suri
"Iya nyonya?", Tanya pelayan restoran dengan sopan
"Tolong bungkus saja pesanan saya tadi", Ujar suri
"Baik nyonya", Jawab pelayan itu dengan sopan
Arland menatap Arland dengan lembut, ia mendekat kan wajah nya ke telinga Arland...."Butuh bantuan untuk meredamnya sayang?", Bisik suri dengan lembut
Arland yang mendapat bisikan seperti itu dari suri dengan cepat menatap suri dan hendak mencium bibir suri, tapi sebuah cubitan kecil mendarat di perut Arland..."Awww...sayang! kenapa kau mencubit ku?", Tanya Arland mengelus bekas cubitan suri
"Makanya kalau mau cium itu ingat tempat", Ujar suri dengan pelan dan menekan ucapannya
"Bukan kah kau yang memulainya?", Ucap Arland ketus
"Tapi ingat tempat dan waktu juga Arland! apa kau tidak lihat disini banyak orang ada bik umi sama vander juga kan", Ujar suri
"Iya³", Ucap Arland cemberut
Kalau mengerjai Arland bisa ngga ya?...Batin Suri....Emm boleh dicoba hahaha....sambung suri
"Ini nyonya pesanan nya", Ujar pelayan itu membuyarkan perbincangan suri dan hatinya
"Ehh..iya Terimakasih! ini uang nya", Ucap suri memberikan beberapa lembar uang
"Terima kasih nyonya! datang lah lagi", Ujar pelayan itu dengan sopan
Suri dan yang lainnya menaiki mobil...."Hoammm!! daddy mommy vander mengantuk", Lirih vander dengan mata sayu nya
"Tapi vander belum makan", Ujar suri
"Tapi vander sudah mengantuk mom", Ucap vander mengucek matanya..."Tadi vander sudah makan permen kapas sama 2 es krim! jadi sudah cukup kenyang perut vander mom", Ucap vander
"Tidurlah! sini bersandar sama mommy", Ujar suri
"Iya mom",
Arland melajukan mobilnya ke arah mansion dengan kecepatan sedang, setelah sampai di rumah Arland segera menggendong Vander
~Kediaman Arland~
Arland membuka pintu mobil belakang dan dan menggangkat tubuh vander dengan hati-hati agar vander tidak terbangun...
"Ayo bik", Ucap suri menggendong baby ley
Mereka memasuki mansion Yang sudah disambut oleh kehadiran orang tua mereka. .
Mereka selalu saja datang pada malam hari! huhh tertunda....Batin Arland
Tuan ghupta dan tuan Anto berebut menggendong baby ley karena ileen Sudah diambil terlebih dahulu oleh nyonya revana...
"Dia cucuku! kemarin kan!", Ujar tuan Anto
"Dia juga cucuku!", Ucap tuan ghupta tidak mau kalah..."Putri Ku yang melahirkan nya",
"Biar aku saja yang menggendong nya", Ujar Subu menggambil baby ley dari Suri
"Kau! kami yang bertaruh kenapa kau yang mengambilnya?", Ucap tuan ghupta dan anto bersamaan
"Dari pada berebut! biar Subu saja kan yang gendong!", Ujar Subu mencium gemas baby ley
"Ayah dan papah bukan kah kalian selalu Akur? kenapa sekarang kalian bertengkar?", Tanya suri
"Kami akan selalu berbaik tapi kalau cucu kami tidak mau mengalah", Ujar mereka bersama
"Kan cucu nya ada 2", Ucap suri
"Revana yang mengambil nya terlebih dahulu! jadi aku tidak mau kalah", Ucap mereka bersamaan
"Suri aku pusing! aku akan menidurkan vander!", Ujar Arland
"Baiklah", Jawab suri
"Aku akan menunggu mu sayang", Bisik arland melewati suri
Suri hanya diam dengan ucapan arland...Dengan senang hati suamiku...jawab suri didalam hati
"Emm...ayah, papah, mamah, Aileen dan Ainsley pasti lelah! biarkan mereka tidur ya", Ujar suri
"Baiklah", Jawab revana
"Oya...kalian menginap saja disini! sudah malam kan", Ucap suri
"Ya.. memang itu rencana kami", Ujar tuan ghupta tersenyum tipis
"Kami akan menginap disini selama 1 Minggu nan", Ucap tuan Anto
"Baiklah", Ucap suri tersenyum..."Emm kalau begitu suri naik dulu", pamit suri
"Iya!", Jawab mereka bersamaan
Aileen dan Ainsley mereka ditidurkan oleh ke-3 kakek mereka!... sementara suri perlahan memasuki kamarnya
Matanya mencari keberadaan Arland, menyapu setiap inci kamar bernuansa silver gold itu...Dimana Arland? ...batin suri mencari Arland
Dan tiba-tiba Sebuah tangan kekar melingkar diperut suri, membuatnya sedikit terkejut..."Arland! kau membuatku terkejut saja", Ucap suri ketus
"Maaf! sayang ke Intinya saja ya!", Lirih Arland dengan suara bas nya
Arland mengelus lembut lengan suri, menuntunnya nya kearah ranjang. ia sudah menindih tubuh suri, tapi tiba-tiba...
"Arland apa yang kau lakukan?", Tanya suri pura-pura tidak tau
"Meredam emosi ku", Lirih Arland menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah suri
"Lalu kenapa kau menindih ku?", Tanya suri berpura-pura dan menahan tawanya
"Untuk meredamnya sayang! aku butuh sentuhan lembut mu", Ucap Arland dengan suara sexy nya
"Tapi tidak seperti ini!", Ujar suri kembali menahan tawanya
"Bukan kah kau bilang.....", Ucap Arland terpotong
"Aku akan meredamnya seperti ini", Ujar suri memijat kepala Arland lembut
"Jadi kau berbohong?", Ujar Arland curiga
"T_tidak! cuman kau saja yang tidak mau mendengar kan ku dulu", Ucap suri menahan tawanya
Arland menatap cemberut suri dan menidurkan kepala di paha suri. Arland menghadap kearah kaca ia menutup matanya sejenak..
Mengerjai Arland ternyata mudah ya...batin suri tertawa kecil
Sementara Arland yang membuka matanya lagi melihat dari pantulan cermin, ia menyeringai nakal ketika menyadari suri tengah mengerjainya..
Ia menghentikan gerakan tangan suri yang memijitnya dan menariknya kedalam Kungkungan nya, suri terkejut bukan main dengan serangan Arland, karena tanpa pikir panjang Arland menc*um dan Melu*** B!bir suri dengan sedikit kasar. suri yang kehabisan nafas memukul dada Arland..
Arland melepaskan nya dan menatap suri dengan gairah yang sudah memuncak..."Apa yang kau lakukan Arland?", Tanya suri dengan suara Mezzo sopran nya
"Kau yang memulainya dulu sayang! seharusnya aku yang bertanya pada mu! kenapa kau melakukan ini", Ucap Arland dengan nada menggoda
"Apa yang aku lakukan?", Tanya suri masih belum menyadarinya
"Kenapa kau mengerjai ku sayang?", Smirk nya
Bak seorang maling yang tertangkap basah, suri gelagapan untuk menjawab tuduhan Arland..."A_aku!! hehehe..m_mana mug__Hmphhhh", Ucap suri terpotong ketika bibir nya sudah di Lum** habis oleh Arland
"Aku akan menerima hukuman mu 3× Lipat Sayang", Smirk Arland menc*umi leher dan bibir suri
"A_aku mohon maaf kan aku! a_aku hanya bercanda sayang!", Ujar suri memohon agar dilepas kan
"Tidak kali ini", Ucap Arland memulainya
//Jlepp..
//Jreng jreng .
****
{Continued}
•Hero_Cash_Cash•