
...~Jangan menangis, hanya karena sebuah kerikil kecil. majulah kedepan, karena ada berlian berkilau yang akan membuat mu tersenyum~...
_Jeon••Jkookie_
LANGSUNG NYAMBUNG KE SEBELUMNYA
"Pernikahan kalian akan dilaksanakan kapan?", Tanya Argam
Tanpa pikir panjang, Kay dengan antusias langsung menjawab...."2 Minggu lagi",
"Tidak kah terlalu cepat?!", Tanya Arka
Tuan ghupta tersenyum tipis lalu berkata...."Tidak ada kata terlalu cepat untuk hal yang baik", Ujar tuan ghupta
Semua orang disana tersenyum bahagia dengan rencana resepsi pernikahan yang akan digelar dua Minggu Lagi..
sementara itu...
Suri mengajak vander dan Arland berjalan-jalan disekitar rumah nya. ia mengajak vander dan Arland ke taman kecil yang ia buat sendiri dan dikembangkan oleh Asha ketika ia mulai beranjak dewasa. kebun yang tak terlalu luas terlihat begitu memanjakan mata, dan hembusan angin yang berhembus dengan lembut membuat siapapun yang merasakan nya merasa tenang..
Taman kecil itu, terletak di belakang rumah suri, dikelilingi oleh pohon Cemara, dan beberapa semak-semak bunga, yang memang sengaja ditanam oleh suri waktu pertama ia datang ke situ..
Info : suri memiliki dua kebun kecil yang sedikit berbeda, satu kebun berada didepan rumah nya dengan tertanam satu jenis bunga, yakni bunga Lily. jika taman di belakang rumah suri, adalah taman yang berbanding luas sekitar 6 hektar. dan ditumbuhi berbagai jenis bunga dan buah-buahan segar, hasil dari penanaman suri sendiri..
Vander menghirup udara segar sambil menghembuskan nya perlahan, hati nya menjadi tenang dan pikirannya menjadi fresh..
"Emhhh.. disini sangat menenangkan", Ujar vander tersenyum tenang dengan mata tak henti-hentinya memandang pemandangan indah, dari pohon dan bunga warna-warni
"Kau benar son. disini sangat menyegarkan, beban Daddy menjadi terangkat", Ujar Arland ikut menikmati suasana segar..
Suri tersenyum, ia mengambil sebuah tikar yang tergulung di pondok kecil taman itu. lalu membukanya tepat didepan angin yang berhembus segar..
"Nikmatilah udara disini sambil duduk santai", Ujar suri tersenyum kearah dua pria kesayangannya
Vander dan Arland pun berjalan menghampiri suri dan duduk. sementara itu Arland menidurkan kepalanya dipaha suri..
"Pemandangan disini sangat indah ya mom, dad. terlihat jelas kota dibawah sana, dan beberapa pedesaan disana", Ujar vander menunjuk kearah tempat
Rumah suri tidak berada diperkotaan, melainkan disebuah desa yang lumayan terpencil, dimana penduduk disana hanya seberapa saja..
"Apakah kau sendiri yang menciptakan taman indah ini sayang?", Tanya Arland sambil memejamkan mata menikmati pijatan lembut di kepala nya
"Iya. sejak pertama aku pindah kesini, aku mulai mengisi waktu luang ku dengan bercocok tanam disini. kebetulan ini juga termasuk lahan rumah ku", Jawab suri
"Aku pekerjaan diperusahaan sonna sebagai sekretaris nya, tapi saat kehamilan ku semakin membesar, aku mengundurkan diri dan memilih untuk membuka sebuah toko bunga kecil-kecilan. tapi tak disangka, toko bunga itu menjadi berkembang pesat", Jawab suri tersenyum memijat pelipis Arland dengan lembut
"Lalu. siapa yang mengurus toko bunga itu sekarang?", Tanya vander
"Toko bunga itu, sekarang sudah dijaga oleh ibu Jung dan beberapa karyawan kepercayaan ku", Jawab nya
Vander memeluk suri dari samping dan mencium lembut pipi suri...."Mommy pasti lelah dan sendirian waktu hidup tanpa aku, ataupun Daddy", Ucap nya
Suri melemparkan tatapan manis kearah vander seraya tersenyum dan berkata...."Ya. mommy sendirian waktu itu, tapi karena keadaan mommy yang saat itu sedang mengandung Asha, jadi memiliki alasan untuk tetap Semangat dan kuat. dan setelah kelahiran nya mommy jadi tidak kesepian lagi", Tukas suri mengalihkan pandangannya kedepan
Arland memegang tangan suri yang masih setia memijat kepalanya dengan lembut dan berkata...."Maafkan aku sayang.!. karena diriku, kau harus melahirkan, bahkan mengurus Asha sendirian", Ucap Arland yang terdengar seperti suara penyesalan
Suri tersenyum kearah Arland lalu berkata...."Tidak apa!.. dari semua ini, aku mengambil sebuah pelajaran penting, yaitu, tetap semangat meski tak ada satupun yang mendukung. tetap bertahan dan yakin jika Suatu hari nanti, penantian ini akan terbalaskan dengan setara", Ucap suri
Arland tersenyum lalu mengecup punggung tangan suri dan berkata...."Aku beruntung karena diberikan kesempatan untuk bisa bersama mu lagi suri, sangat beruntung, semoga kita tak akan pernah terpisahkan lagi. tidak akan ada yang mampu memisahkan kita", Ucap Arland tersenyum tipis
"Tak ada. kecuali maut", Sambung suri
"Kita bisa saja berpisah karena maut. tak tau diantara kita siapa yang akan dipanggil oleh tuhan terlebih dahulu?. tapi keinginan ku adalah.. sebelum tuhan memanggil mu, aku harap tuhan memanggil ku terlebih dahulu", Ucap suri
"Kenapa seperti itu mom??", Tanya vander
Suri tersenyum dan memegang pipi vander seraya berkata...."Karena mommy tak mau kehilangan jiwa mommy karena harus berpisah dari Daddy mu. itu akan melukai perasaan mommy, jadi biarlah aku yang terlebih dahulu pergi", Terang suri
"Dan. biarkan aku yang merindu, karena rindu itu berat, kau tak akan sanggup menahan nya, jadi biarkan aku saja yang merindukan mu", Ucap Arland
"Dan biarkan aku yang ditunggu dari pada menunggu... karena menunggu itu lama", sambung Arland
"Dan. doa vander adalah, mommy, Daddy, vander dan adik-adik vander bisa bersama selamanya", Ucap vander memeluk suri dan Arland
Arland, suri dan vander menikmati suasana hangat sebuah keluarga. menghabiskan waktu bersama bertiga menikmati cuaca segar yang diberikan oleh sang pencipta
Dibalik kebahagiaan itu, ada juga yang menyimpan sebuah dendam, yang menurut nya harus dibalas kan..
DI BALIK SEBUAH POHON BERINGIN
Seorang pria misterius dengan jubah dan topeng yang menutupi tubuh dan wajahnya...."Kebahagiaan kalian akan berubah menjadi tangis darah. lihat saja, dendam ini akan segera terbalaskan", Batin pria misterius itu
****
{Continued}