The Old Promise Came True

The Old Promise Came True
TOPCT Eps.25 Dengarkan sekali saja



Mengendarai mobil dengan kencang..itulah Arland, ia melaju menuju markas terlebih dahulu, setelah itu ia akan pergi menemui pujaan hati nya lagi, untuk membujuk nya..


••MARKAS MAFIA ARLAND••



Dengan langkah sedikit berlari ia memasuki ruangan dengan perlahan, ia tak mau musuh yang sedang menguasai markas nya bisa kabur dengan mudah..


"Mana pistol ku?" Ujar Arland, Pengawal nya pun memberikan pistol kesayangannya itu


"Ini tuan" Serah Pengawal


"Bersiap untuk menemui ajal mu" Gumam Arland disertai seringai kejam


Ceklekk...


Dorr..


Suara tembakan mengejutkan musuh Arland yang sedang berpesta, merayakan kemenangan mereka karena berhasil merebut salah satu markas mewah mafia..


"Siapa kau?"


Dengan seringai kejam dibalik topeng dan diselimuti kegelapan, Arland berjalan dengan penuh rasa hasrat untuk membunuh..


"Apa kabar tuan Musuh?" Ucap Arland berjalan keluar dari kegelapan..


"K_kau..m_mafia black blood" Gemetar musuh Arland


"Kau pikir siapa? beraninya dirimu bermimpi menguasai tempat ku ini!" Ujar Arland memutar pistolnya


"M_maafkan saya.. saya tidak tidak tau jika ini markas king of mafia" Ujar musuh tersebut


"S***** kau!! mana ada seorang mafia yang membiarkan musuh nya terbang dengan sayap yang nyaman?.....biarkan aku menggores kan sedikit maha karya di sayap musuh ku itu!" Ucap Arland dingin mengambil pisau kecil nan tajam dari balik saku nya


"Ampun tuan"...musuh Arland berlutut di kaki Arland, tapi sayang seribu sayang ia telah membangunkan seorang pemimpin besar geng mafia yang tidak akan mengampuni siapa pun yang berani mengusik nya..


Sretttt...


krakkk....


kyakk...


"Sakit........."


"Meringis lah! sungguh nyanyian merdu" Ujar Arland terus menguliti pria malang tersebut


Tak lama kemudian pria malang tersebut harus menghembuskan nafas terakhir nya ditangan Arland..{Sungguh kejam nya tuan arland}


"Bersihkan mayat nya! aku ingin menemui suri dulu" Ujar Arland mengubah mimik wajah nya menjadi sedih


"Baik tuan"


Arland keluar dari markas nya dan berjalan mendekati mobil untuk pergi menemui sang pujaan hati. namun tiba-tiba ada seseorang yang memegang tangan nya..


"Tuan" Lirih Surya


"Ada apa?" Jawab Arland lesu


"Tuan anda belum makan sehari an ini!" Ucap Surya


"Saya tidak lapar" Jawab Arland


"Tapi tuan!! bagaimana jika anda sakit?" Ucap Surya dengan wajah khawatir


"Jika pun aku sakit, itu justru amat bagus! memudahkan ku untuk mati" Jawab Arland sembarangan


"Tuan jangan kata kan itu!" Ujar Surya


"Arrghhhhhhh..... bagaimana aku bisa hidup jika suri ku telah meninggal kan ku?" Teriak frustasi Arland


"ya..kau benar!! ayo berangkat sekarang" Titah Arland menaiki mobil nya


••MALL••



Memasuki mall dengan langkah gagah, tapi sedang rapuh didalam Arland berjalan melewati orang² yang berdecak kagum melihat ketampanannya..


`Ohh di sangat tampan`


`Ohh...apa dia seorang raja?`


`Sungguh indah ciptaan Tuhan yang ini`


Itulah bisikan demi bisikan dari mulut para kaum hawa didalam mall tersebut, tak menghiraukan bisikan tersebut Arland melangkah menyusuri setiap inci gedung mall yang menjulang tinggi. langkahnya terhenti kala melihat seorang gadis (ehh wanita) Sedang melihat lihat gaun pengantin..


"Suri" Lirih Arland tersenyum


Ia mendekat suri dengan langkah bahagia, baru 1 hari ia terpisah dari suri, sudah sangat merindukan senyum manis wanita lugu itu


"Suri" Panggil nya


Sementara suri yang merasa ada yang memanggil nya segera menoleh, betapa terkejutnya ia ketika melihat Arland ada disini..


'Arland' Batin suri


Langkah demi langkah ia pijak kan dilantai mall tersebut menghampiri sesosok wanita dengan rambut terurai dan sebuah sweater Hoodie warna biru sedang memandang nya dengan penuh tatapan kebencian, Langkahnya terhenti kala suri berteriak menyuruh nya jangan mendekat


"Berhenti di situ!! jangan mendekat tuan!!" Teriak suri dengan kristal bening yang sudah menggeblur kan matanya


"Suri" Lirih Arland mendekati suri dengan langkah pelan


"Aku bilang jangan mendekat" Teriak suri, membuat Arland berhenti dan membuat sesosok pria dengan tubuh gagah datang mendekati suri dan merangkul nya


"Ada apa suri?" Tanya Aman disambut pelukan dari suri, aman menatap Arland dan melirik suri


Arland yang merasa panas karena sang kekasih dipeluk pria lain hendak memukul nya, namun lagi-lagi suri menghadang nya dan memeluk aman erat


"Kita pergi sekarang aman" Pinta suri


"Siapa dia suri?" Tanya Aman


"Aku tidak mengenalnya" Jawab suri


Bak disambar petir hati Arland terasa teriris ketika mendengar ucapan jika wanita yang sangat ia cintai kini tidak mau mengenal nya lagi, bahkan tidak mau menatap wajahnya


"Suri" Lirih Arland


"Ayo pergi aman" Pinta suri sekali lagi,


"Baiklah ayo.." Ujar aman


"Suri" Panggil Arland namun tidak dijawab oleh suri..


Suri meninggalkan mall bersama aman, membiarkan sang mantan kekasih yang dulu sangat ia cintai dan percaya telah menipunya.


Tangis Arland pecah, ia sungguh sangat hancur, belum lagi ia gagal untuk menjelaskan semua nya,


"Aku mohon..hikss... dengarkan penjelasan ku dulu suri!!" Lirih Arland


••BERSAMBUNG••


🌾


🌾


🌾