
Keluar dari mobil dengan mata memerah, sembab karena menangis, tatapan yang membunuh dan langkah yang kejam menyusuri setiap pojok mansion mewah, kilatan demi kilatan terpancar jelas dari sorot mata nya..
Langkah kaki nya terhenti kala melihat sesosok wanita sedang duduk manis menonton film dan memakan cemilan dengan tawa kecil yang keluar dari bibir nya, dengan penuh amarah ia memanggil nama wanita tersebut dengan nada yang amat keras..
"Sonna......." Teriak Arland menatap tajam ke arah sonna
Dengan perlahan sonna memutar tubuhnya dengan gugup ketika sang suami memanggilnya dengan penuh amarah. yang pasti ia akan mendapatkan hukuman berat kali ini..
"A_arland" Lirih sonna..
Dengan langkah kaki yang yang membunuh Arland mendekati sonna dan menarik tangan nya.."A_arland a_apa yang kau lakukan?" ujar sonna dengan gemetar, ya...ia tau kenapa Arland amat marah saat ini, mungkin Arland sudah tau tentang apa yang dia lakukan..(batin Sonna)
Menarik kasar tangan sonna menaiki tangga mansion, hati sudah berada dipuncak gairah, bukan...bukan gairah tapi dendam dan amarah..
Ia paksa tubuh kecil sonna memasuki kamar dan langsung menarik tengkuk leher nya..
Arland menci*m dan ******* Bibir sonna, betapa terkejutnya sonna melihat perlakuan Arland padanya, ia tidak menyangka jika Arland akan mencium nya..
"Apa yang kau lakukan Arland?" Lirih sonna disela² c*um*n Arland
Melepas ciumannya, Arland menarik dasinya dan membuka kancing kemejanya..
"Ini kan yang kau mau dariku?" Ujar arland disertai seringai dendam..
Sonna terkejut dengan apa yang ia lihat
"M_maksud mu?" Tanya sonna
"Bukan kah kau iri melihat aku menyatu dengan suri ku? maka dari itu aku akan menepati ucapan ku dimana kau akan mendapatkannya ketika sudah menjadi bekas kekasih ku" Ucap Arland dengan berat
"M_maksud mu? k_kau sudah menanamkan benih janin di dalam rahim suri?" Lirih sonna menahan tangisannya
"YA....kenapa?? Terkejut? ohoo....kau pikir dengan memisahkan ku dari suri, itu akan membuat ku menyerahkan keperjakaan ku kepadamu? kau salah! suri yang jauh lebih pantas mendapatkan yang pertama" Ujar Arland di iringi seringai dendam
"Kenapa kau kejam Arland?" Tangis sonna pecah, ia tak mampu menerima jika sang suami telah menanam benih di rahim wanita lain..
Tak mendengarkan perkataan sonna, Arland menarik sonna dan menjatuhkan nya diranjang
"Ini yang kau ingin kan bukan? Maka ayo kita lakukan!" Lirih Arland, bukan gairah ataupun ***** tapi dendam hati yang harus disalurkan ke sang pengacau utama nya
Satu demi satu pakaian sonna terlepas, Arland Melaku nya dengan kasar, tapi ia tidak sampai menanam benih didalam nya ia bahkan tidak memasukkan itu nya kedalam. karena tidak mau jika sonna mengandung anak nya. cukup suri yang akan menjadi ibu untuk anak-anak nya nanti, tapi yang dirasakan sonna sangat lah sakit, ia menangis kencang, ia memang menginginkan ini tapi dengan cinta dan kelembutan tapi apa yang ia dapat? justru perlakuan tidak pantas..
"Mpps...A..ah.. Arland!! Lepas kan hiks..aku mohon!! maafkan aku" Lirih sonna dengan rintihan air mata..
"Aku tidak akan berhenti sampai kau bisa merasakan... awhhhh" Desah Arland 'Merasakan rasa sakit yang amat luar biasa, seperti apa yang telah kau berikan kepada ku dan suri' Lanjut Arland dalam hati yang disertai seringai dendam
Hampir 2 jam mereka melakukan hubungan batin. Arland memakai pakaiannya lagi, dan bergegas untuk pergi dari kamar tersebut..
'Selamat menikmati rasa sakit yang tidak ada bandingannya dengan rasa sakit di hatiku Sonna' Batin Arland tersenyum puas
Sonna masih tertidur karena kelelahan melayani sang suami..sementara ketika Arland turun ia sudah disambut oleh sekretaris Surya..
"Hmm.."
"Tuan boleh saya bertanya?" Ucap Surya
"Apa?"
"Tuan anda pernah berjanji tidak kan menjamah nona sonna, lalu kenapa tuan justru menanam benih tuan muda kecil didalam rahim nona sonna dan bukan di rahim nyonya suri?" Tanya Surya
"Aku tidak menanam apa pun Surya!! dan aku memang sudah menanamkan benih janin di dalam rahim suri" Ujar Arland.." Tapi tidak di rahim sonna" Lanjut Arland
"Tapi tadi saya dengar nona sonna mendesah" Ujar Surya
"Tenang saja aku tidak sampai merenggut kesucian nya. cuman bermain dengan sesuatu yang harus sakit dibagian dada nya" Ujar Arland tersenyum miring
"Ohh...aku kira tuan sudah mencin..." Ucap Surya terpotong
"Tidak akan!! dia adalah wanita yang baik, tapi perbuatannya yang tetap memaksa menikah dengan ku membuat ku tidak menyukai nya" Ucap Arland
"Ohh..."
"Ayo berangkat.."
"Tunggu tuan.." Henti Surya
"Apa?" Tanya Arland
"Itu tuan...markas tuan sedang diserang" Ujar Surya
"Apa!! kenapa tidak bilang dari tadi?" Arland bergegas pergi keluar..
BERSAMBUNG
°
°
°
#TANGAN KU TERNODAI..
KARENA NGETIK INI SAY..
NGGAK PERNAH NULIS KATA² (AHH) LO AKU..
TAPI SEKARANG..
AIGO...
Typo..