
"Hai..", Sapa wanita itu, yang tidak lain adalah sonna
Suri dengan senyum manisnya membalas sapaan Sonna dengan melambaikan tangan nya sekilas.."Hai sonna! kamu tidak apa-apa kan? bayi kamu nggak luka kan? terus apa ada yang sakit?", Tanya suri tanpa henti
Sonna tersenyum getir melihat wajah polos wanita yang selama ini ia benci karena telah merenggut hak nya sebagai seorang istri, namum ternyata dia lah yang pantas dibenci, ia membuat sebuah impian setiap wanita menjadi hancur, dimana karena dirinya suri gagal menjadi seorang ibu, lebih parahnya suri tidak mengetahui kondisi kehamilan nya waktu itu..
"Aku baik² saja! bagaimana dirimu?", Tanya sonna tenang
"Aku juga baik! cuman aneh aja, diperut ku rasanya seperti habis kehilangan seseuatu, rasanya sedikit nyeri", Jawab suri jujur dengan senyum tipis nya
"Oh ya.. ngomong² aku minta maaf", Ujar sonna menunduk
"Minta maaf?...untuk apa?", Tanya suri tidak mengerti
"Karena diriku, kau kehilangan calon bayi mu", Ucap sonna mulai berkaca-kaca
"Tunggu²..kau yang hamil sonna!! bukan aku", Ujar suri masih tidak mengerti
Sonna tersenyum dan melirik arland yang menatap nya dengan datar.."Biar Arland saja yang mengatakan nya", Ucap sonna yang mengerti isyarat dari Arland
Arland langsung menarik bahu suri dan menatap nya lekat.."Sayang, setelah aku mengatakan ini!...tolong jangan syok", Pinta Arland masih ragu
"I_ini ada apa?..dan! calon bayi ku?", tanya suri mengerutkan keningnya bingung
Arland mencium kening suri dengan lembut sebelum mengatakan hal yang mungkin akan sangat pahit untuk ditelan oleh suri.."Sayang! Sebenarnya...", Ucap Arland menggantung ucapnya
"Sebenarnya apa?", Tanya suri mulai penasaran
"Sebenarnya..kau waktu itu sedang hamil, karena kecelakaan yang kau alami, membuat calon bayi kita pergi", Ucap Arland menahan air mata nya
Terkejut?
Ya..tentu, siapa yang tidak terkejut mendengar hal sangat pahit ini, wanita mana yang mampu menerima kebenaran ini dalam sekejap mata? dengan tubuh melemas, suri yang hampir jatuh karena sangking terkejut dengan kebenaran yang bahkan ia tidak ketahui hampir pingsan, namun dengan sigap Arland menangkap tubuh kecil istri nya itu..
"Sayang! kau tidak apa-apa?", Ucap Arland dengan tatapan khawatir
Suri masih membuka matanya walau hanya sedikit, ia mulai menopang tubuh nya lagi, berusaha untuk tidak syok sesuai dengan permintaan Arland tadi.."B_bayi ku?", Gumam suri
"Jangan seperti ini sayang! maaf..maaf aku yang salah karena gagal menjaga kalian", Lirih Arland menangis memeluk suri
Suri menggeleng cepat mendengar penyesalan Arland.."T_tidak kau tidak salah Arland! ini salah ku, aku yang kurang hati-hati", Sahut suri memeluk Arland erat
Sementara sonna merasa bersalah atas kejadian itu, hingga hati nurani nya buka suara.."Kalian tidak salah!", Ujar sonna menahan tangisannya
Arland dan suri segera melerai pelukannya dengan suri dan beralih menatap tajam sonna.."Kalian tidak salah!...tapi aku lah yang salah", Ujar sonna menunduk bersalah
"Kenapa kau minta maaf sonna?", Tanya suri memegang pundak sonna dengan sentuhan lembut
"Maaf! karena ego ku, aku jadi menghancurkan impian mu suri! dan...aku minta maaf sekali lagi karena....", ucap sonna digantung
"Karena...s_selama ini ak__", Ucap sonna terhenti
"Kau TIDAK HAMIL KAN", sambung Arland dengan suara tenornya, menatap tajam ke arah sonna
Sonna tertunduk bersalah, dengan sekuat hatinya ia mengganguk mengiyakan ucapan arland. sementara suri masih tidak percaya.."Arland! kau sudah kelewatan! bagaimana bisa kau menuduh sonna seperti itu?", tanya suri dengan suara Mezzo sopran nya bertanya pada Arland
"Katakan sonna! jangan diam saja ketika ada orang yang memfitnah mu", Ujar suri menyakinkan sonna untuk Jujur.."Katakan sonna! jangan diam", Tekan suri
"Tapi yang dikatakan Arland benar suri", Ucap sonna menatap sendu suri.."Aku berbohong tentang kehamilan ku! aku tidak hamil! Aku hanya berpura-pura saja!", Ujar sonna berkata jujur..
"Kau percaya atau tidak! tapi aku telah berbohong, aku melakukan itu agar Arland bisa lebih dekat dengan ku! tapi semua itu salah...ia justru semakin jauh dan acuh terhadap ku", Ujar sonna mulai menangis
"Sudah ku duga", Sahut Arland tersenyum miring
Sonna nampak biasa karena ia tau jika Arland akan mencium kebusukannya nya dalam waktu sedikit saja, sementara suri yang tidak mengerti ucapan sang suami.."Apa? apa yang kau duga?", Tanya suri
"Sudah ku duga, jika kau tidak hamil! bagaimana pun aku tidak pernah menanam benih di rahim mu! jika pun aku melakukan nya dalam keadaan mabuk, aku pasti masih bisa mengingat nya dengan jelas! dan jika pun kau hamil sungguhan, maka itu bukan anakku", Ucap Arland meluapkan setiap amarah yang telah ia pendam selama ini
"J_jadi kau sudah tau?", Tanya suri
"Iya! sejak awal aku sudah curiga dengan wanita ini!", Bentak Arland tepat di depan wajah sonna
"Maaf", Lirih sonna meminta maaf dengan tulus
"Tidak apa-apa sonna! aku paham dengan apa yang kau lakukan!", Ujar suri memeluk sonna
"Kau adalah wanita yang baik suri! kau pantas mendapatkan Arland!", Ucap sonna
Suri tersenyum mendengar ucapan sonna.."Tapi kau jauh lebih baik sonna! kau seorang istri yang sabar walau kau melihat secara langsung suamimu bermesraan dengan wanita lain", Ucap suri
"Aku tidak akan memaafkannya", Ujar Arland
"Ayolah Arland jangan begitu", Pinta suri menatap penuh mohon
"Oky aku akan memaafkannya! tapi aku akan menceraikan dia", Ucap arland.."Aku akan mengurus surat perpisahan kita", Ujar Arland
"Itu tidak perlu! aku sudah membawanya", Ucap sonna sambil memberikan sebuah amplop coklat berisi surat.."Aku sudah menyiapkan surat perpisahan kita! kau tidak perlu repot-repot mengurus nya! aku sudah menyiapkan nya", Ucap sonna tersenyum tipis
Arland sungguh tidak percaya, seorang wanita yang dulu ngotot untuk menikah dengan nya, sekarang ia juga yang ingin berpisah terlebih dahulu. Arland menerima surat itu
"Baiklah, tugasku telah usai! aku harus pergi", Ujar sonna berpamitan pergi
"Sonna..", Lirih suri menghentikan langkah sonna
"Hidup lah bahagia Suri! aku harus pergi! aku sadar, jika aku lah yang menjadi orang ketiga dalam cinta mu dan Arland", Ucap sonna sadar diri
"Menginap lah disini walau hanya semalam sonna", Pinta suri
"Terimakasih tawaran nya suri! tapi aku harus pergi sekarang", Ucap sonna tersenyum memeluk suri
"Hati-hati lah! jangan menangis, aku telah menganggap mu sebagai saudari ku sendiri! hubungi aku jika ada apa²", Ujar suri mengelus lembut kepala sonna
"Iya! terimakasih, sekian aku pamit dulu", Ucap sonna melangkah setelah melirik sekilas Arland yang nampak mengacuhkan nya
Sonna pun pergi dari kediaman Putra keluarga Soe, lega rasanya ia bisa mendapatkan maaf dari seseorang yang mungkin telah kehilangan calon bayi nya karena dirinya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*Serius ini!!!!
Enak nya visual nya diganti apa itu aja?
*Ohh..bicara sendiri lagi🙂
_Sampai diujung cerita..
~Sekian End😂😂