
~**5 Bulan kemudian~
•Daegu_Korea S**•
Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, bulan berganti bulan, kini kandungan suri sudah menginjak 6 bulan dan tinggal 3 bulan lagi ia akan melahirkan buah hati tercintanya, yang nantinya akan menjadi pelita didalam hidup nya setelah ia jauh dari 4 pria tampan nya, Sonna dan bik Jung min selalu menjaga suri dengan baik, namun beberapa bulan lalu banyak sekali para Anak buah Arland yang memencar mencari dirinya, karena takut ia akan ditemukan oleh mereka, suri mengubah namanya untuk sementara menjadi Lee Jung ring, ia dikenal masyarakat sebagai anak dari bik Jung min..
"Suri kau sedang apa??", Tanya sonna yang melihat suri sedang duduk disebuah bangku kecil didekat taman kecil yang ia buat sendiri
Suri menoleh dan memancarkan sebuah senyum manis nya...."Eohh..sonna!? aku sedang menanam bunga, supaya taman kecil ini bisa menjadi lebih indah dan asri", Ucap suri yang masih sibuk menanam bunga
"Ingat ya! jangan lelah-lelah", Seperti itu lah perhatian sonna terhadap suri, ia tidak membiarkan suri untuk melakukan pekerjaan yang berat, setiap suri handak melakukan nya, ia pasti akan melarang nya
"Ini kan hanya menanam bunga! tidak akan lelah kok", Tukas suri melanjutkan tanam menanam nya
"Hahh.. kau menanam bunga apa??", Tanya sonna berjongkok di samping suri
"Bunga Lily", Jawab suri
"Woahh indah sekali ya", Ucap sonna memegang bunga itu
"Iya!... kau tau?! aku sangat tergila-gila dengan bunga ini! harum nya yang memikat membuat ku tidak bisa berhenti mencium aroma harum nya", Tukas suri mencium bunga Lily yang ia tanam
Sonna memandang suri dengan wajah yang tidak bisa diartikan, ada rasa kagum, ada rasa kasihan, ia benar-benar tidak habis pikir jika ada seorang wanita sekuat ini yang mau membiarkan sang suami pergi dan mempertanggung jawabkan perbuatannya......Pria yang menyia-nyiakan mu adalah orang gila suri! kau sangat baik...tidak ku sangka jika kisah cinta mu dan Arland akan serumit ini, kau masih bersabar dalam keadaan hamil besar seperti ini, bahkan tanpa seorang suami.....Batin sonna memandang suri yang nampak menikmati aroma wangi dari bunga Lily
Suri yang merasa diperhatikan langsung menoleh kearah sonna, dan benar saja jika sonna sedang memandang nya dengan tatapan tidak bisa diartikan....."Kenapa kau memandang ku seperti itu??", Tanya suri membuyarkan lamunan sonna
"A-ahh...tidak, aku hanya terkagum dengan wajah cantik mu", Puji sonna tersenyum manis
"Kau juga cantik", Imbuh suri tersenyum hangat
Disaat mereka sedang asik memuji satu sama lain, seorang wanita paruh baya menghampiri mereka...."Suri, sonna", Suara Mezzo sopran dari seorang wanita paruh baya itu mengalihkan pandangan mereka
Lantas mereka pun berdiri...."Eohh..ibu Jung", Suri menghampiri bik Jung min dan memeluk nya
"Halo Tante", Sapa Sonna
Bik Jung min tersenyum hangat...."Apa yang kalian lakukan disini??", Tanya bik Jung min
"Kami hanya sedang menanam bunga sambil bercanda ria", Jawab suri menunjukkan senyum sweet nya
"Kalian ini! sudah petang begini masih saja diluar! lebih baik kita masuk kedalam", Imbuh bik Jung min
"Iya Bu!", Jawab mereka bersamaan
Ya begitulah kehidupan suri, walau hanya ditemani oleh dua orang saja, ia tetap bahagia, disaat ia butuh uluran tangan, ada sosok yang mau memberikan tangan mereka dan membantu ia tetap berdiri dan menyembuhkan luka di hatinya
Kalau boleh jujur, suri sangat merindukan Arland ia sangat merindukan nya sampai-sampai banyak sekali kejadian yang selalu membuatnya merasa sedih, ia bahkan pernah melihat bayangan Arland yang menjemput nya, tapi semua itu hanyalah bayangan nya saja, suri tidak tau jika kepergian nya membuat Arland merasa hancur, kehidupan nya yang tidak teratur membuat pria yang awalnya bugar, menjadi sedikit lesu
~Kediaman Arland~
Mansion mewah yang asalnya penuh dengan warna, sekarang seakan menjadi hitam, dan gelap gulita, sosok yang tinggal disana, semua sibuk terhanyut dalam kerinduan mereka kepada orang yang sama
"Aileen, Ainsley kalian minum lah susu ini", Ucap vander memberikan susu kepada mereka berdua
"Iya kak",
Vander dan kedua adiknya kini hidup mandiri, mereka selalu sarapan sendiri tanpa Daddy mereka, Karena Arland selalu saja menghabiskan waktunya dengan berada dikamar nya, mereka tau kenapa sang Daddy lebih banyak menghabiskan waktu dikamar nya ketimbang bersama mereka, kepergian sang mommy membuat hidup mereka terasa hampa
"Kak, kapan mommy kembali? wanita itu sudah pergi! sekarang kenapa mommy belum kembali??", Tanya Aileen yang didukung anggukan dari Ainsley
"Kami sangat merindukan mommy", Imbuh Ainsley menunduk
Vander merasa iba melihat kedua adik nya yang selalu berharap sang mommy datang kembali...."Dengar kan kakak ya!.. bukan kah dulu mommy pernah bilang jika kita harus menemukan nya??", Ujar vander menatap kedua adik nya
"Iya lalu? sampai kapan kita bisa diam hanya dirumah dan tidak mencarinya?", Tanya Aileen
"Kita pasti akan mencari mommy, kita tunggu waktu yang datang! biarkan saat ini Daddy yang mencari mommy", Ucap vander
/Tok..
/*Tok..
/Tok...
/Tok*..
Mereka menoleh kearah pintu ketika sebuah ketukan memanggil telinga mereka agar melihat sosok yang membuat suara ketukan itu
"Daddy?", Lirih mereka yang melihat Arland berada diambang pintu tersenyum sayu kearah mereka
"Kalian belum tidur??", Tanya Arland mendekati mereka
"Belum dad! kami sudah tidur", Jawab Ainsley
"Mau Daddy temani??", Tawar Arland tersenyum
"Boleh dad! kami juga sudah jarang tidur dengan Daddy semenjak mommy per---", Ucapan vander terhenti, ia tidak mau mengatakan tentang kepergian mommy nya itu, ia takut jika Arland akan semakin larut dan semakin mengunci diri didalam kamar
Arland tersenyum mengelus kepala mereka bergantian...."Maafkan Daddy ya! selama ini Daddy terlalu larut dalam kesedihan sehingga lupa jika Daddy masih punya nyawa yang harus dijaga", Ucap Arland menunduk menyesal
"Jangan bilang seperti itu dad! kami paham kok sama kondisi Daddy saat ini!", Ucap vander
"Terimakasih telah mau menjadi anak Daddy", Ucap Arland memeluk mereka
"Kami yang seharusnya berterima kasih karena mendapat kan Daddy yang tampan, baik, dan hebat seperti Daddy", Ujar vander memeluk Arland
Mereka ber4 berpelukan bersama, merasakan kehangatan satu sama lain, menenangkan jiwa yang masih terguncang karena sosok wanita yang telah pergi dari Meraka cukup lama
~9 Bulan kemudian~
Seorang wanita sedang tidur nyaman di atas ranjang, beberapakali ia memegang perutnya yang terasa kurang nyaman, air keringat yang mulai menetes dari dahi ke leher, membuatnya semakin gelisah, tak lama kemudian sebuah hujan deras turun mengguyur rumah sederhana itu, sebuah petir mengiringi sebuah teriakan seorang wanita yang nampak kesakitan
"Aaarghh...ahhhhhh.. sa-sakit", Ringgis suri mulai gelisah
"Awwhhhhh.....sa-kittt.... Aahhhhhhh! perut ku! ahhhhhh", Teriak sakit suri
Karena keadaan yang sedang hujan dan petir yang menyambar kesana kemari membuat teriakan suri..
~Apartemen sonna~
"Duhh.. firasat ku kok ngga enak ya?!", Gelisah sonna yang saat Ini yang terus mondar mandir kesana kemari
"Suri baik-baik saja ngga ya?....duhh..tuhan ada apa ini? hati ku gelisah sekali", Gumam sonna menggigit kuku jari nya
"Aku kesana aja kali ya", Monolog sonna
"Ya..aku kesana aja dehh.. timbangan gelisah kayak gini", Gumam sonna menggambil kunci mobil nya dan bergegas pergi kerumah Suri
~Rumah Suri~
"Ya tuhan, suri", Pekik bik Jung min menghampiri suri yang sudah nampak kesakitan dan lemas
"Aaarghh..ibu sakit! aahhhh sakit Bu! hikss..", Lirih suri yang masih memegang perut buncitnya
"K-kita kerumah sakit aja ya! sudah waktunya kamu melahirkan", Ucap bik Jung min
"Iya bik huhhhh...shhh", Ringgis suri berdiri dengan bantuan bik Jung min
Tak lama kemudian, pintu terbuka...
"Suri aku dat---.....ya tuhan suri", Pekik sonna yang baru saja datang
"Sonna", Panggil bik Jung min
"Ya tuhan.. bagaimana ini bisa terjadi? suri kau baik-baik saja?",
"Suri akan melahirkan, lebih baik kita bawa kerumah sakit", Ujar bik Jung min
"I-iya ayo",
Sonna dan bik Jung min menuntun suri untuk pergi ke mobil sonna yang sudah berada didepan rumah nya
"Ayo hati-hati suri", Ujar sonna membuka kan pintu
Suri pun masuk kedalam mobil disusul oleh bik Jung min yang ikut duduk dibelakang bersama suri
Tanpa pikir panjang, sonna segera meluncur pergi kerumah sakit terdekat demi keselamatan dua nyawa
selang 5 menit setelah mobil sonna pergi dari pekarangan rumah Suri, 2 mobil hitam berjenis Pajero datang kerumah itu
",Disini ada dua rumah! kita periksa siapa tau nyonya suri tinggal disini", Ujar salah anak buah Arland yang ditugaskan untuk mencari dan melacak keberadaan suri
"Iya! ayo kita periksa",
Para anak buah Arland mulai memeriksa rumah bik Jung min dengan mengetuk pintu dan mencari petunjuk,
Kok aku merasa nyonya suri berada disini ya....Batin seorang pria yang pastinya sudah kalian kenal, siapa lagi kalau bukan Surya
"Bos..", Teriak salah anak buah
"Ada apa?", Tanya Surya
"Tidak ada orang di rumah ini! mungkin orang nya sedang pergi", Ujar salah anak buah Arland
"Sebentar", Surya memandang sebuah rumah yang berada dekat dengan nya... "Kita cari kesana", Ujar Surya berjalan kearah rumah suri
Ketika surya sudah sampai di teras rumah suri, ia mencoba membuka pintu nya dan ternyata pintu rumah suri lupa untuk dikunci
"Pintunya tidak dikunci?!", Gumam Surya membuka pintu dan masuk kedalam... "Kalian periksa sekitar rumah aku akan periksa kedalam", Titah Surya membagi tugas
"Baik bos", Jawab mereka bersamaan
Surya mulai menyusuri setiap inci rumah suri, ia masih belum menemukan petunjuk sedikit apa pun, namun ketika ia masuk kedalam kamar...."Apa ini?? apakah ini semacam air ketuban?? apakah pemilik rumah ini sedang melahirkan??", Monolog Surya
Tiba-tiba lensa matanya tak sengaja melihat sebuah foto yang membuatnya sedikit menyipit kan matanya....Foto siapa ini??...Batin Surya melihat foto yang terselip di bawah bantal
Ia terkejut melihat foto yang sangat familiar baginya...."Inikan foto tuan Arland, nyonya suri, dan tuan muda kecil, a-apakah....", Bibir Surya bergetar dan Engan untuk melanjutkan ucapannya
sementara itu..
•Daegu Hospital•
RUANG PERSALINAN..
"Nona! ayo mengejan lah yang kuat", Dokter itu memberikan instruksi kepada suri akan kuat mengejan
"Eeggghhh....huhhffthhhh... Eeggghhh...", Suri semakin menjadi-jadi dalam mengejan nya
"Ayo yang kuat nona! Ini sedikit sulit karena bayi nona terlilit oleh usus anda", Ujar dokter itu
"Huffthhhhh.... Eeggghhh....Eeggghhh...", Semakin kuat semakin besar perjuangan suri untuk melahirkan anak nya itu
"Ayo nona yang kuat kepala bayinya sudah kelihatan", Ujar dokter itu
"Eeghhh... Arlandddddddd.....", Teriak suri dengan menyebut nama Arland
DI TEMPAT LAIN..
"Suriiiii....", Teriak Arland terbangun dari tidurnya
"Hah..hah..hah..Kenapa aku bermimpi suri sedang kesakitan?!", Monolog Arland menghapus keringat yang membanjiri dahi nya
/*Tring...
/Tring..
/Tring*...
Ponsel Arland bergetar menandakan sebuah telpon telah masuk, dengan tangan yang masih gemetar ia menggambil ponselnya dan menggangkat telpon..."Surya?! kenapa ia menelepon malam-malam begini??", Gumam Arland
Arland menggangkat ponsel nya...."Halo..Surya ada apa??", Tanya Arland
"........."
"A-apa??", Pekik Arland terkejut dengan pernyataan Surya
"........."
"Urus semuanya, aku akan segera datang kesana dan---", Ucapan Arland terhenti ketika mendengar sebuah teriakan yang terdengar sangat merdu ditelinga nya, matanya berkaca-kaca mendengar nya, rasanya ia ingin segera pergi kesana dan langsung menemui nya
".........."
"Terimakasih--...hikss..aku akan segera terbang kesana", Ujar Arland langsung menutup telepon nya
Ia bergegas pergi menggambil sebuah jaket mencuci wajah nya dan pergi ke Bandara
****
{Continued}
Persatuan mereka masih beberapa tahun lagi lohhh...
tapi ada kejutan...
Percaya dehh...
akan ada yang memandang suri dari kejauhan..