
Suri tengah bersiap untuk pergi ke dokter kandungan, untuk memeriksa rahim nya, apakah benar ada sosok malaikat kecil sedang bersemayam didalam rahimnya itu. tapi sangat sulit untuk pergi dari sana, karena Arland selalu melarang dirinya untuk tidak pergi
"Sayang! kau mau kemana sih?", Tanya Arland memeluk suri
"Emm..aku ..aku itu.. mau pergi sebentar saja kok", Ucap suri menyakinkan Arland
"Kau mau meninggalkan ku dengan pria lain", tuduh Arland dengan mata berkaca-kaca, ingin menangis
"Tidak sayang! mana mungkin aku meninggalkan suami setampan dan semanis dirimu hanya demi laki-laki lain", Ucap suri menyakinkan Arland
"Bener?", Tanya Arland sambil sesegukan kecil
"Iya sayang nya aku", Ujar suri mencubit gemas pipi Arland
"Janji nggak lama?", Tanya Arland mengggerucut kan bibir nya
"Iya janji! bener deh! nggak lama kok", Ucap suri menyakinkan Arland
"Baiklah! tapi aku ikut ya", Pinta Arland
"E_enggK boleh!", Ucap suri cepat
"Tuh kan bener! sana pergi kamu jahat! suri jahat! hikss...huwaaaa suri jahat.. hikss", Teriak Arland berbaring diranjang dengan tubuh ditutupi dengan selimut dari ujung kaki sampai ujung kepala
"Jangan nangis sayang! nggak lama kok! aku pergi sama bik umi! bener deh", Ujar suri menyakinkan Arland sambil mengguncang tubuh Arland pelan dan berusaha membuka selimut yang menutupi Arland
"Sana pergi! pergi yang jauh! suri jahat! suri nggak sayang sama aku.. hikss", Teriak Arland dari balik selimut sambil sesegukan
"Jangan nangis ya! perc__", Ucap suri terpotong
"PERGI", teriak Arland mendorong tubuh suri
"Awww..", rintih suri memegang perutnya..'Awshh kenapa perut ku sakit? awshh ..ahh ada apa ini?', Batin suri menahan rasa sakit nya
"Ya..Allah non!", Teriak bik umi ketika masuk kedalam mendapati sang nona muda terjatuh .."Nona nggak apa-apa?", Tanya bik umi khawatir
"Sakit bik perut suri!", Ujar suri menahan rintihan nya
"Kenapa non?", Tanya bik umi
"Aku nggak tau bik, tadi Arland nggak sengaja dorong aku! terus tiba-tiba perut aku rasanya kayak kram gitu! sakit..", Rintih suri meringis
"Ayo non ke dokter sekarang", Ucap bik umi membantu suri berdiri
"Iya bik", Jawab suri menahan rasa sakitnya
Sementara Arland yang mendengar pembicaraan suri dan bik umi, merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan pada suri. suri dan bik umi sudah pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa apa yang terjadi dengan suri, kini mereka telah sampai di rumah sakit, suri dan bik umi segera turun dan masuk kedalam ruangan dokter kandungan tersebut
"Ada yang bisa saya bantu?", Tanya dokter Aisiyah
"Ini dok nona muda saya! perut nya jatuh, dan katanya sakit kayak kram gitu!", Jelas bik umi
"Iya dok! rasanya kayak ada yang janggal didalam perut saya", Ujar suri
"Ohh..silahkan berbaring dibrankar nona! biar saya periksa", Titah dokter Aisiyah dengan ramah
"Iya dok", Ucap suri berjalan dan berbaring di atas brankar
Dokter itu pun memeriksa suri dari denyut nadi sampai perut nya.."Apa nona sudah men bulan ini?", Tanya dokter itu
"Belum dok! bahkan saya terlambat 2 bulan", Ujar suri
"Oky tunggu sebentar ya! hasil tes nya akan keluar", Ujar dokter itu tersenyum ramah
"Iya dok", Ucap suri duduk di kursi nya lagi
kurang lebih satu jam suri menunggu hasil tes dan akhirnya keluar.."Ini dok hasil tes nya sudah keluar", Ujar suster dirumah sakit itu
Sementara dikediaman Soe, Arland memporak porandakan ruang berlatih nya. ia marah dan kesal dengan dirinya sendiri yang telah membuat sang istri nya kesakitan..'Aku suami yang jahat !' Gumam Arland menembaki boneka jerami yang terpampang di setiap sisi Arland..
"Aku suami jahat! hikss.. jahat!! ada apa dengan ku? hikss..Aku jahat!! karena aku suri meninggalkan ku hikss .. aku suami jahat", Gumam Arland melempar pisau hingga tepat pada sasaran dan berhasil membelah sasarannya itu menjadi dua bagian
Sementara para pengawal yang berada disana merasa bergidik ngeri melihat Arland berlatih dengan Isak tangis yang keluar dari bibir nya bahkan sambil bermain pistol dan pisau tajam. yang mungkin bisa membelah tubu manusia menjadi dua bagian
"Sepertinya tuan sedang frustasi", Tebak salah seorang pengawal
"Iya benar! berulang kali tuan bilang dia jahat sama nona suri! tapi jahat kenapa?", Ujar pengawal lain dengan bingung
"Ada apa ini?", Tanya pria yang barusan datang
"Tuan Surya", Sapa pengawal itu dengan hormat
"Ada apa ini? kenapa tuan terlihat frustasi seperti itu?", Tanya Surya
"Saya juga tidak tau tuan! tapi berulang kali tuan Arland bergumam bilang kalau dia jahat sama nona muda suri", Ujar pengawal itu sambil melirik sekilas ke arah Arland yang masih diguncang oleh amarah dan rasa bersalah nya
"Jahat? tuan Arland jahat sama nona suri? nggak mungkin! ini seperti nya ada yang beres! biar aku tanya sama tuan", Ucap Surya mendapat anggukan dari Pengawal yang berada disana
Surya perlahan mendekati Arland.."Tuan", Panggil Surya
Arland berhenti menembak boneka² jerami itu dan berbalik menatap Surya. betapa terkejutnya Surya melihat tuan mudanya dipenuhi cairan bening yang menetes dari kelopak matanya..
"Tuan apakah anda menangis?", Tanya Surya berusaha tenang setelah mendapat tatapan tajam dari Arland
"Bukan urusan mu", Jawab Arland kembali menembaki boneka jerami itu dan membelahnya menjadi dua
"Tuan..saya mohon berhentilah", Pinta Surya berusaha mendekati Arland
"Pergi", Titah Arland dengan suara alto nya
bertepatan dengan ketegangan itu, ada 2 sosok pria yang masuk kedalam ruang berlatih Arland, ia terkejut ketika melihat sang pemilik rumah nampak frustasi
"Hentikan Arland", Titah pria yang datang itu
Seketika Surya dan yang lainnya beralih menatap kearah sumber suara itu..'Tuan ghupta', Gumam Surya
"Siapa kau berani menghentikan ku?", bentak Arland dengan suara serak akibat menangis
"Aku berhak mengehentikan hal yang mampu membahayakan nyawa suami putriku", Jawab tuan ghupta menatap dingin kearah Arland
"Ayah mertua", Lirih Arland
"Apa yang kau lakukan? apa kau ingin mati konyol? apa kau ingin membuat putri ku menjadi janda muda hah? kau ingin menyiksa putri ku", Tanya tuan ghupta dengan suara lantang nya
Arland menunduk menangis dalam diam, sementara tuan ghupta mulai mendekati Arland, setelah tubuhnya sampai didekat arland ia menepuk pundak Arland dan bertanya.."Apa yang terjadi dengan mu?", Tanya tuan ghupta menurun kan nada suara nya
Tidak ada jawaban!!
"Katakan Arland? kenapa kau terlihat frustasi?", Tanya tuan ghupta
Tidak ada jawaban lagi!!!
"Arland aku bicara dengan mu", Tanya tuan ghupta mulai menaikkan nada suaranya
Arland mendongakkan kepalanya dan menatap sendu tuan ghupta. sementara itu pria paruh baya itu terkejut melihat wajah kacau sang menantu, sungguh siapa yang bisa membuat seorang king mafia menjadi cengeng seperti ini
"Kau menangis? ohh..king of mafia black blood menangis? lelucon yang unik!", Ejek tuan ghupta bertepuk tangan
"Bagaimana bisa kau menangis king?", Tanya tuan ghupta menatap tidak percaya pada Arland
"Ayah!", Lirih Arland
"Kenapa? kenapa kau menangis?", Tanya tuan ghupta
"Maaf!",
"Maaf kenapa?", Tanya tuan ghupta tidak mengerti
"Aku tidak sengaja mendorong suri dari tempat tidur", Lirih arland menunduk
Betapa terkejutnya tuan ghupta mendengar perkataan Arland. bukan! bukan marah! tapi ia benar-benar tidak percaya! hanya karena tidak sengaja mendorong suri dari tempat tidur ia menangis menjadi-jadi hanya karena Ketika sengajaan?
"Kau menangis dan memporak porandakan ruang latihan mu hanya karena masalah kecil? hey Arland sejak kapan kau jadi pria cengeng?", Tanya Subu mengejek Arland
"Tapi suri kesakitan ayah", Ujar Arland dengan mata berkaca-kaca
"Apa? tapi kenapa?", Tanya tuan ghupta tidak mengerti
...****************...
Tak lama kemudian suri pulang bersama bik umi dengan raut bahagia, ia menggenggam sebuah amplop putih berisi sebuah surat..
"Ilihh..non, bener kan tebakan bibi", Ujar bik umi menggoda suri
"Iya bik!", Ucap suri dengan raut tersenyum manis
"Hanya waktu 2 bulan saja tuan bisa langsung membuat tuan kecil", Ujar bik umi
"Bik umi jangan buat suri malu ah", Ujar suri malu dengan ucapan bik umi
"Suri nggak sabar kasih tau kabar ini sama Arland bik", Ucap suri memeluk amplop itu
"Ya udah sana gih..kasih tau tuan!", Ucap bik umi
"He em bik", Ucap suri tersenyum berjalan masuk
"Nona!! hah..hah..hah", Panggil salah seorang maid
"Eh..kenapa?", Tanya bik umi
"Itu hah..tunggu! hah..hah..hah..hah..itu..hah..tuan Arland marah, sedih sama mual² di ruang latihan", Ucap maid itu dengan nafas tak beraturan
"Apa!! kenapa Arland marah?", Gumam suri
"Tidak tau nona! tapi tuan selalu bilang kalau dia jahat sam nona", Ujar maid itu
"Aku rasa dia merasa bersalah karena tidak sengaja mendorong mu nona", Ujar bik umi
"Kau benar bik", Ucap suri
"Tuan memporak porandakan ruang latihan nya nona! bahkan tuan ghupta dan tuan Subu sampah kewalahan menenangkan tuan Arland yang sedikit² marah sedikit² mual²", Ujar maid itu
"Baiklah saya akan kesana", Ujar suri
"Baiklah nona saya permisi", Pamit maid itu undur diri
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung..