The Old Promise Came True

The Old Promise Came True
TOPCT Eps.29 Suami bohongan jadi nyata



"Dia...adalah Sarra putri tuan ghuptaka Nasution" Ucap pengawal yang menggendong sarra..


Pria asing tersebut lalu tersenyum tipis dan mengambil alih sarra dari tangan pengawalnya


"Biar aku yang akan merawat nya! kalian panggil dokter sekarang!" Titah pria tersebut ingin berbalik berjalan.."Oh ya....jangan sampai keluarga Nasution mengetahui putri nya ada bersama ku!" Ucap pria tersebut sekali lagi


"Tapi tuan aman Kitakan har___" Ucap pengawal tersebut terpotong karena tuan menyela perkataan nya


"Shtt.....biar kan saja dulu mereka beranggapan jika putri mereka sudah mati!" Ucap aman berjalan pergi


'Kenapa tuan aman seperti itu? bukan kah dia selalu menolong orang? aneh...' Ujar salah pengawal lain yang berbisik ditelinga sekretaris Yoong Dae so..


"Diam! apa kau ingin dihukum oleh tuan?" Ucap Yoong Dae


"Iya...iya!" Ucap Lee Jung woo


Sekretaris Yoong Dae menelfon dokter untuk datang ke rumah tuan nya, ketika dokter itu telah sampai. ia terkejut melihat sesosok wanita sedang terbaring lemah diatas spring bed besar didalam kamar yang luas, dengan hiasan cat warna gold dan diterangi bohlam lampu berwarna emas kekuningan..



Betapa terkejutnya dokter itu ketika melihat sesosok wanita yang sangat familiar untuk nya


"Nona muda sarra?" Ucap dokter laki-laki yang sudah berusia matang tersebut..."Nona! nona masih hidup? syukur lah! saya akan beritahu ini kepada tuan besar ghupta dan nyonya besar Sorra untuk menjemput mu nona" Ucap dokter itu dengan tatapan Sendu


"Jangan coba-coba beritahu tuan Nasution dokter" Ucap aman dengan dingin


"Kenapa? dia adalah putri dari tuan ghupta teman ku! kenapa aku tidak boleh memberitahu nya?" Ucap dokter kang


"Apa kau ingin putri teman mu itu kembali dalam bahaya?" Ujar aman


"A..apa maksud mu aku tidak mengerti?" tanya dokter itu


"Aku tau kau adalah sahabat dekat dari tuan ghupta,. maka dari itu aku menyuruh para pengawal ku memanggil mu. karena hanya kau yang bisa membantuku untuk melindungi wanita ini!" Ucap aman..."Dan satu lagi, ketika para pengawal ku menyelamatkan diri nya. mereka tidak sengaja melihat berapa orang sedang mencari sesuatu diujung jurang dimana putri tuan ghupta terjatuh! awal nya pengawal ku mengira jika itu adalah tim penyelamat dari atas jurang! namun ketika mereka akan pergi mereka melihat para orang² itu membawa senjata tajam..maka dari itu pengawal ku membawa nya pergi dari sana.. dan setelah aku menelusuri secara jauh siapa sosok orang yang berada di ujung jurang tersebut dengan senjata lengkap, aku tau jika mereka hendak membunuh putri tuan ghupta, maka dari itu aku menyembunyikan dia ditengah hutan, Dimana akan sangat aman untuk nya!" Ucap aman dengan panjang lebar menceritakan segalanya


Ketika dokter kang akan menjawab aman sekali lagi menyela nya..."Dan........lakukan pekerjaan mu sebelum putri sahabat mu itu mati karena tidak mendapat perawatan dengan cepat!" titah aman


Dokter itu menghembuskan nafas nya kasar, bagaimana tidak? jika ia ingin menjawab ucapan aman.. selalu saja di dahulu oleh nya!


Dokter kang mulai memeriksa sarra, ia mengobati setiap luka ditubuh sarra! ya pastinya dengan pengawasan dari aman!...


Ketika pengobatan telah usai dokter kang memberitahu aman tentang apa saja yang terjadi dengan sarra sekarang termasuk sebuah surat pemeriksaan luka bagian dalam..


"Setelah aku memeriksa luka didalam tubuh sarra, terdapat luka yang cukup serius" Ucap dokter kang


"Katakan apa? jangan berbelit-belit" ucap aman sedikit ngegas


"Begini! untuk luka tidak ada! namun bisa dipastikan jika sarra sekarang sedang hilang ingatan untuk sementara!" Jelas dokter tersebut


"Apa? lalu bagaimana?" Ucap aman bertanya


"Aku hanya ingin mengingatkan mu! jika sarra sadar jangan katakan apa pun yang tidak ia ingat dulu! biarkan ia mengingatkan nya sendiri" Ujar dokter kang


"Tapi jik__" Ucap aman terpotong


"Jika kau memberi tau nya! maka otak nya akan semakin ngeblenk dan semakin drop" Ucap dokter dengan senyum mengejek karena bisa membalas apa yang dilakukan aman tadi. walau ia baru mengenal aman! tapi rasanya sangat nyaman jika bercanda dengan nya..


Aman mendengus kesal dengan perilaku dokter kang, Ia memutar bola matanya malas..


"Hmm..." Deheman keluar dari mulut aman membuat dokter kang ingin tertawa keras..


Diruangan hanya ada keheningan, aman duduk di sofa bak seorang penguasa, sementara dokter kang duduk memeriksa sarra untuk memastikan bahwa obat yang ia berikan mampu diserap oleh tubuh nya..


setelah memeriksa sarra dokter kang pergi keluar sebentar meninggalkan sarra dan aman..


"Aku akan keluar sebentar mengambil barang yang tertinggal di mobil Ku" Ujar dokter kang kepada aman


"Tidak perlu biar pembantu yang mengambil kan nya kau disini saja!" Titah aman


"Pembantu mu tidak akan tau dimana letak nya! maka biar aku yang mengambil nya sendiri!" Ujar dokter kang yang dijawab anggukan oleh aman..


Ketika dokter kang pergi ia mendekati sarra dan menatap wajah cantik nya, ada rasa kagum dan sebuah rasa yang belum pasti ia ketahui asal usul nya. ia membelai lembut rambut sarra, entah apa yang terjadi dengan nya sehingga membuatnya berani memegang rambut sarra bahkan berdecak kagum akan kecantikan natural sang wanita yang sedang terbaring di atas ranjang...


"Kau ternyata cantik juga ya...!" Gumam aman


ketika ia hendak berdiri tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang, yang membuatnya kembali menoleh kearah wanita itu..ia terkejut ketika mendapati wanita yang baru saja ia kagumi sudah sadar. apakah sarra mendengar apa yang ia katakan tadi? apa dia mengenali nya? Sungguh aman merasa gelisah! ia takut jika sarra takut atau pun marah dengannya. ia kembali duduk dan menatap mata hitam cantik sarra..


"Kau sudah sadar?" Ucap aman dengan lembut


"A_aku a_ada dimana?" Lirih sarra dengan suara menahan rasa sakit nya..ia memegang kepalanya yang terasa sakit sekali..


"Kau ada dirumah ku sekarang juga!" jawab aman dengan senyum tipis


"Kenapa kamar kita berubah suamiku?" Ujar sarra dengan tatapan sendu


'Suami? apa yang dia katakan?' Batin aman membulatkan matanya..."A_aku buk__emm" Ucap aman terpotong kala sebuah tangan menutup mulut nya dan membuatnya tidak bisa berbicara..


"I_iya..nyonya sarra, sebenarnya k_kamar ini pernah rusak karna gempa!" Ucap dokter kang nyeleneh


"Gempa? kapan ada gempa? aku selalu ada disini dan tidak ada gempa tuan!" Lirih sarra menatap dokter kang


"eh..em..anu..itu.! s_sebentar nyonya saya ingin berbicara dengannya" Ucap dokter kang


"Iya"


'Ayo tuan aman!' bisik dokter kang ditelinga aman


'Dasar pria aneh' Batin nya berdiri karena dokter kang menyeretnya untuk berdiri pergi


Ketika sampai diruang tamu aman mengambil nafas banyak², sungguh bekapan tuan kang hampir membuat nya kehabisan nafas..ia menatap sosok pria yang jauh Lebih tua darinya dengan tatapan tajam..


"Apa yang kau lakukan tuan kang? apakah kau tau kau hampir saja membunuh ku dengan kejam" Ucap aman dengan tatapan tajam


"Jika aku tidak menghentikan Ucapan mu tadi! mungkin kau sudah merusak segalanya" jawab dokter kang


"Dia bilang aku suaminya! apa aku tidak boleh mengatakan yang sebenarnya?" Ucap aman dengan ketus


"Tidak" Tegas dokter kang


"Kenapa?" Tanya aman


"Jika kau berbicara tentang apa yang sekarang sedang dianggap benar oleh nona sarra adalah salah! maka kau akan bertanggung jawab atas nyawanya" Ucap dokter kang dengan ketus


"Apa hubungannya?"


"Ada! jika kau memberi tau yang sebenarnya kepada nona sarra sebelum waktunya! maka ingatan nya akan semakin buruk kau tau!" Ucap dokter kang


"Berpura-pura lah menjadi suaminya" jawab tuan kang


"What!! Anda gila apa? berpura-pura menjadi suaminya? no no no..aku tidak akan melakukan itu!" Tegas Aman berbalik badan


"Baiklah jika kau tidak mau! biarkan para pengawal mu yang menjadi suaminya" Ucap dokter kang nyeleneh


"What!! tidak boleh! tuan kang apa kau benar-benar gila hahh? bagaimana jika sarra dilecehkan?" Ucap aman khawatir


"Nahh..itu tau! makanya kau saja" jawab dokter kang


Dengan terpaksa aman menerima untuk berpura-pura menjadi menjadi suaminya sarra. hari demi hari telah dilewati, kini kondisi sarra jauh lebih baik semakin lama ia juga semakin mengingat segalanya..


🍒6 BULAN KEMUDIAN🍒


"Sarra aku berangkat dulu" Ucap aman tersenyum kepada sarra yang sedang duduk di sofa. tidak ada jawaban dari sarra, aman pun menunduk melihat sarra yang sedang menatap kosong kearah depan..


"Sarra? hey.. kau kenapa?" Ucap aman lembut


"Aku ingat segalanya!" Gumam sarra


//Deg


'Ingat segalanya?" Batin aman.."m_maksud mu?" Tanya aman Sekali lagi dengan gugup


"Iya aku ingat segalanya! jika aku bukan istri mu! aku adalah putri keluarga Nasution" Ucap sarra dengan tenang


"j_jadi kau sudah ingat segalanya?" Lirih aman dengan suara yang kurang senang


"Iya! sekarang aku akan pergi! aku tidak akan menyusahkan mu lagi aman! terimakasih atas bantuan mu" Ucap sarra dengan tatapan sendu...'Sebenarnya aku telah jatuh cinta pada mu aman! namun apa daya ku? kau mungkin sudah memiliki calon sendiri kan?' Lanjut sarra dalam hati


"Tidak!" Ucap aman dengan tegas menghentika sarra yang akan berdiri..."Kau tidak boleh pergi" titah aman


"Kenapa? biarkan aku pergi aman!" Ucap sarra


"Tidak akan! aku mencintaimu sarra!" Ucap aman dengan tegas memegang kedua tangan sarra


Sarra terkejut dengan ucapan aman, benarkah ia mencintai nya? apa ini hanya sebuah omong kosong saja?.."Jangan berbohong" Jawab sarra


"Apakah aku terlihat berbohong sarra?" Ucap aman dengan tatapan serius


Sarra terdiam dan tertunduk sejenak sehingga sebuah tangan menggangkat dagu nya..


"Tolong jangan tinggalkan aku! aku sangat mencintaimu sarra! jangan tinggalkan aku!" Ucap aman


Sarra yang Tak tega pun memeluk aman dengan erat ia meneteskan air matanya..."Kau tidak berbohong kan?" Tanya sarra kembali untuk memastikan


"Apakah butuh bukti Hem? jika kau butuh bukti aku akan menikahi mu sekarang juga di detik ini juga sarra" Ucap aman dengan tegas..


Sarra tersenyum menatap aman dengan tatapan hangat..."Ayo" Jawab sarra dengan senyum mengembang


aman terkejut jika sarra mau menikah dengan nya sekarang juga..."K_kaj setuju?" Tanya aman mendapatkan anggukan malu dari sarra..."I_itu artinya kau juga mencintaiku?" Tanya aman kembali bertanya


"Yess...yes my husband I love u" Ucap sarra


"Oky..ayo kita menikah sekarang juga!" Ajak aman berdiri dan menggenggam erat tangan sarra


Sarra tersenyum dan ikut berdiri dan berjalan bersama aman! mereka meresmikan hubungan mereka dengan sebuah janji setia yang akan selalu menemani hari² mereka..kini mereka telah resmi menjadi sepasang pasutri, aman merasa bahagia begitupun sebaliknya. aman bertanya kepada sarra!


"Apa yang sedang kau pikirkan sayang?" Tanya aman menindih tubuh kecil sarra


"Tidak ada! aku hanya berpikir akan kembali kerumah" Ucap sarra tersenyum manis


"Jangan dulu!"


"Kenapa?" Tanya sarra


"Ayah mu sudah pindah rumah semenjak ibu mu meninggal" Ucap aman


Sarra terkejut dengan apa yang ia dengar..


"Apa yang kau katakan aman? i_ibu ku meninggal?" Tanya sarra yang siap menangis histeris


"Iya! dia meninggal karena merasa terpukul dengan kepergian mu!" Jelas aman


"Kenapa kau tidak memberitahu ku aman hiks..." Ucap sarra terisak karena terkejut dan terpukul oleh apa yang ia dengar


"Hey..hey..jangan menangis sayang! aku sebenarnya ingin memberitahu mu! tapi pada saat itu kau sedang dalam masa penyembuhan, jadi tidak bisa. aku takut itu akan membahayakan nyawa mu sayang" Jelas aman mengelus lembut rambut sarra


"Hiks..ibu..kenapa kau meninggalkanku hiks..." gumam sarra terisak.."L_lalu bagaiman dengan ayah, kakak dan adik² ku?" Tanya sarra


"Mereka mungkin telah tinggal ditempat dimana tidak seorang pun mampu menjangkau mereka sayang!" Jawab aman.."Percayalah mereka pasti aman!" Ucap aman dengan tenang..didalam hatinya ia salah telah memberi tau sarra sekarang, ia selalu gagal untuk mencicipi bibir manis sarra dan menikmati syahdunya bercinta dimalam pertama..


Sarra menatap aman dengan tatapan bertanya-tanya.."Kenapa?" Tanya sarra..


"Anu...itu..a_aku harus ritual mandi dulu dikamar mandi" Ucap aman hendak berdiri dari posisi nya yang tadi siap melahap tubuh sarra..


"Tidak perlu repot-repot ritual mandi lagi!" Ucap sarra, mendapat tatapan penuh tanya dari aman


"Maksud mu?" Tanya aman


"Aku tau kau ingin melakukan emah..emahan dengan ku kan?" Ucap sarra


"Kau tau saja sayang! jadi apa boleh?" Tanya aman


"Tentu! kenapa tidak?" Ucap sarra


"Baiklah! aku berjanji akan memberikan mu anak yang imut! maka dari itu kau harus tahan jika aku tidak sengaja main kasar ya!" Titah aman dengan antusias mulai melepas bajunya


Sarra hanya mengangguk dan tersenyum manis, aman mulai menci*m sarra dengan lembut dan mulai membuka kancing baju sarra sampai tak ada seuntai benang pun ditubuh putih nya.."Kau sangat sexy sayang" Ucap aman mulai melakukan emah..emahan dengan sarra


🎶KEMBALI KEMASA DEPAN🎶


~BERSAMBUNG~


DAEBAK nulis cerita sampai 1983😂


nggak papa lah..


Oky sekian dari annakim saya turut undur diri untuk istirahat sejenak..


Bye guys..👋👋👋