
Tuan ghupta membuka topeng yang ia pakai, dengan tatapan tajam nya ia menatap Hanna...."Wanita iblis seperti mu tidak layak menantang seorang mafia", Tekan tuan ghupta
Tuan ghupta berjalan maju menghampiri Hanna, sementara itu Hanna memundurkan tubuhnya, sehingga tersandung oleh tangga altar.."T-tuan a-akan a-apakan S-saya? a-aku t-tidak me-melakukan ap-apapun", Bohong Hanna yang masih sempat membodohi tuan ghupta
"Kau masih bisa membodohi kami disaat semua kebusukan mu sudah tercium??", Smirk Kay yang masih duduk dan memutar-mutar kan pistol nya
"Akh-aku t-tidak me-melakukan ap-apapun", Sekali lagi Hanna berbohong
"Sekali lagi kau berbohong, pisau ini tak segan-segan akan membunuh anak yang berada didalam rahim mu itu", Ancam Arland menatap Hanna dengan tatapan maut nya
"Arland!? apakah kau berani membunuh anak mu sendiri?? kenapa kau melakukan itu?? ini adalah anak mu! kau---",
"DIAM", Bentak Arland......."Dia bukan anak ku! tapi anak pria lain", Dengan emosi yang memuncak Arland menyayat lengan Hanna sehingga membuat Hanna merasa kesakitan
/Sretttt...
"Akhhhhhhhhh...apa yang kau lakukan Arland! sakit" Ringgis Hanna memegang lengannya yang berdarah
"Itu tidak seberapa dengan luka yang kau berikan kepada istri ku! selain membuat nya salah faham, kau juga membuat nya pergi dari ku! dasar wanita murahan", Tekan Arland mengelap darah yang menempel di pisau kesayangan nya
*Shhttt..sa-sakit!", Rintis Hanna......"Aku tidak membuat nya salah paham kok! aku memang berkata benar, jika kau telah---",
"APA!? kau ingin mengatakan jika aku yang menghamili mu!!", Tukas Arland berjalan menghampiri Hanna
Hanna yang ketakutan segera berjalan mundur, sementara Arland terus memojokkan Hanna....."Kau telah berani sekali memisahkan ku dari Suri, membuat luka mendalam dihatinya, bahkan memisahkan suri dari ku dan anak-anak ku", Ucap Arland dengan suara dingin nya
"kapan aku melakukan itu??", Tanya Hanna berbohong demi menjaga rahasia nya
"Kapan?? ohohhhhh kau pura-pura lupa atau memang kau sudah amnesia seperti layak nya orang tua yang hampir sekarat hahh??", Bentak Arland dengan menekan kata-katanya
"Apa kau punya bukti untuk itu?? aku berani bersumpah jika aku tidak berbohong", Ucap Hanna terus berbohong,
"Kau butuh bukti ya?? ohhh baiklah! Suruh mereka masuk", Titah Arland menyuruh Mafioso nya untuk memanggil saksi
Arland akan memberatkan Hanna sehingga membuat nya mampu leluasa membunuh wanita itu dengan cara nya sendiri tanpa menyerahkan nya pada polisi! pihak sana pun setuju, jika benar Hanna telah melakukan hal fatal ini, Arland berhak menghukum nya dengan caranya sendiri, namun polisi tidak tau jika hukuman yang dimaksud Arland dengan caranya sendiri adalah Kematian..
Saksi yang dimintai kejelasan oleh pun masuk, betapa terkejutnya Hanna melihat dua wanita yang sangat ia kenali karena mereka adalah saksi yang sebenarnya dari rencananya ini....Yokka! Jihan?...s***an kenapa mereka bisa memanggil 2 wanita ini?! arrghhhhhhh, sekarang aku benar-benar terpojok kan! aku harus bagaimana ini??,, aku yakin mereka telah mengatakan segalanya pada Arland, sehingga membuatnya percaya akan ucapan nya..... Batin Hanna
Arland yang melihat wajah pucat pasi Hanna menyeringai kejam..."Kenapa?? terkejut?? hahah..sudah ku duga! maling akan terkejut ketika melihat polisi mengetahui kejahatan nya", Tukas Arland
"Kesaksian apa yang mereka berikan?? mereka pasti berbohong karena mereka membenci ku", Fitnah Hanna
"Kau yang pembohong! jelas-jelas tuan Arland tidak pernah meniduri mu, dan kau menyuruhku untuk diam agar kejahatan mu untuk membuat nyonya suri salah paham tidak rusak", Tekan Jihan menatap intens Hanna
"Wanita j***** seperti mu berani menantang ku hahh?!", Bentak Hanna hendak menghampiri dan memukul Jihan....."S**lan kau, rasakan ini", Ucap Hanna hendak menampar Jihan
Sebuah tangan kekar telah menghentikan gerakan tangan Hanna yang sudah berada diatas udara dan siap memukul keras pipi Jihan....."Sekali kau berani memukul istri ku! bersiap untuk Mati ditangan ku", Tekan Surya memegang tangan Hanna yang hendak mengenai pipi Jihan
/Plakk...
"Akhhhh", Ringgis Hanna memegang pipinya karena merasa panas akibat tamparan keras dari Surya
"Ini pantas untuk mu", Ucap Surya
"Berani sekali kau... menampar ku!?", Bentak Hanna
"Kenapa tidak berani?? kau adalah boneka jerami yang akan mati ditangan mafia", Smirk Surya
Hanna merasa takut ketika melihat para tamu yang tadinya berpakaian cerah, berubah mengenakan jubah khas dunia bawah....,S**l banyak sekali mafia disini...Batin Hanna
/Dor..
"Akhhhh, kaki ku", Ringgis Hanna ketika sebuah timah panas masuk melewati gaun tidak sopan nya dan menembus masuk kedalam kaki mulus nya
Dan pelakunya adalah...."Sakit kah??", Tanya Kay berpura-pura peduli...."Jika sakit biar aku bantu untuk menghilangkan rasa sakit nya untuk selama-lamanya dengan memberikan nyawa mu kepada ku", Smirk Kay tersenyum iblis
"Kalian memang manusia tidak punya hati", Ucap Hanna menahan rasa sakit di kaki dan tangan nya
"Ithh..itu baru hukuman pertama dari saksi pertama! kita lihat dan dengar kan kesaksian dari saksi kedua", Ucap Kay menunjuk yokka
Yokka sedikit ragu untuk maju kedepan, namun kekuatan semangat yang diberikan oleh Arka membuat nya menjadi berani..
Yokka mengganguk dan mengatakan segalanya, dari pertama ia bertemu Hanna, putri nya Yolla diculik oleh Hanna, ancaman, bahkan rencana licik untuk menjebak Arland pun ia katakan, Hanna benar-benar terkejut karena yokka berani mengungkap kan nya
"D-dia berbohong", ucap Hanna gemetar
"Untuk apa aku berbohong?? kau bahkan menyuruh ku untuk membunuh anak-anak Arland dan suri", ucap yokka berhasil memancing sisi ke iblisan paling sadis di dalam diri 6 mafia besar, terutama king mafia
Karena sudah merasa mangkel terhadap sikap Hanna, Arland melempar pisau kearah Hanna, dan mengenai dadanya, sementara itu tuan ghupta menembak Hanna dengan brutal, ia tidak pandang kelamin,ia perempuan ataupun laki-laki jika berani menyakiti putri nya maka tangan nya sendiri lah yang akan membunuhnya, Kay juga belum puas dengan tubuh Hanna yang sudah melemah, ia meminum kan racun mengerikan kedalam mulut Hana
"Minumlah racun neraka dari ku ini Hanna", Smirk Kay
Hanna pun mati ditempat karena luka yang cukup dalam ia dapat kan....."Bersihkan mayat nya! buang ke kejurang, atau ke laut Pasifik sana", Titah argam
Setelah semuanya selesai kini Arland fokus mencari suri yang telah sangat pintar bersembunyi dari nya...
KEDIAMAN ARLAND
~Kamar Arland~
"Aku sungguh merindukanmu sayang", Lirih Arland meneguk wi*e yang ia bawa
"Kau dimana? kenapa kau bersembunyi dan tak mau kembali?", Gumam Arland menangis
"Ini juga salah ku yang tidak memberitahu mu", lirih Arland beberapa kali mengusap air mata nya
"Kembali lah sayang! aku sangat merindukanmu", Gumam Arland yang tak lama kemudian tertidur dengan sebuah figura foto suri yang berada di dalam pelukan nya
"Kembalilah...", Lirih Arland mulai menutup matanya tertidur
~Daegu Korea S~
Suri sedang duduk manis sambil melihat pemandangan, tiba-tiba air mata turun tanpa permisi..."Eohh..apa ini?? kenapa aku menangis?? apakah ada orang yang memanggil ku dengan menangis??", monolog suri
"Ashh..mungkin hanya firasat ku saja! lebih baik aku masuk saja", Ucap suri berjalan masuk
****
{Continued}
*Kayak nya kurang sadis dehh..
pengen tak kuliti si Hanna🤭
Sok sadis ya aku..
padahal buat marah aja ngga main tangan tapi main mulut 🤭
Tau ngga sih?!
Temen-temen aku kalau buat aku kesal, dan baru menyadari nya setelah aku menatap mereka tajam lohh..
mereka bahkan langsung terdiam tak berani..
memangnya segalak apa sih aku??
Ya emang aku jarang marah..
tapi kalau marah ngga akan bisa ditarik lagi..
Harap-harap ngga ada yang membangun kan jiwa pemarah ku xixixi 😂🤭✌️
See you reader's
Bogosipoyo 🙂*