The Old Promise Came True

The Old Promise Came True
TOPCT Eps. 91 Markas mafia



Surya memancarkan sinar nya. menembus masuk melalui celah jendela. menerbitkan sebuah awal baru setiap berganti hari,, dan menerangi kegelapan yang sempat membuta kan mata dunia..


Seorang gadis dengan paras ayu nan manis, tengah bersiap-siap di Depan cermin menatap pantulan dirinya Pervect Kecantikan gadis manis itu sangatlah sempurna, siapapun yang menatap nya akan mampu terhipnotis oleh kecantikan nya..


Ia menyisir rambut panjang nya dan mengikat nya dengan rapi, memberikan deretan poni cantik di dahi nya, merasa sudah cukup rapi, gadis itu lantas menggendong tas sekolah nya dan berjalan keluar, menuju ruang makan..


"Good morning mom", Sapa Asha dengan senyum manis nya


"Morning sayang", Balas suri dengan senyum khas dirinya


"Tumben banget cucu nenek sudah siap pagi-pagi begini?", Tanya bik Jung min


"Heheh.. Asha mau belajar mandiri nek. soalnya kakek bilang kalau Asha ngga boleh selalu bergantung pada mommy, bisa-bisa Asha ngga gede-gede nanti", Ucap Asha


"Anak mommy memang pintar deh", Ujar suri tersenyum mengelus rambut Asha


"Iya dong.. Asha",


"Ya sudah sini sarapan. setelah itu kita berangkat", Ujar suri


"Eits.. mommy ku tersayang, hari ini asha akan berangkat sendiri", Ucap Asha


"Lohhh.. engga sama mommy aja ya. kamu ngga ada temen nya", Ujar suri


"Ada kok",


"Siapa??", Tanya suri


"Ranaya", Jawab Asha


"Ranaya?? teman baru mu kah??", Tanya suri


"Iya mom!, dia murid pindahan dari negara R", Ucap Asha


"Ohh.. lalu dimana dia??", Tanya suri


"Sebentar", Asha pun berlari keluar


"Ehh.. mau kemana sayang??", Tanya suri setengah berteriak


***


DILUAR..


"Hai.. Asha", Sapa ranaya


"Hai.. kau sudah datang. ayo mommy ku bertanya tentang mu", Ujar Asha


"Asha Selesai kan makan mu dulu", Ucap suri menghampiri Asha


Asha dan ranaya menoleh secara bersamaan melihat sosok seorang wanita menghampiri mereka...."Mommy..",


"Eohh.. ini siapa??", Tanya suri


"Ini ranaya mom, yang tadi Asha ceritanya", Ujar Asha


"Ohh.. ayo masuk dulu, kamu udah sarapan apa belum??", Tanya suri ramah


"Hehehe.. belum Tante", Jawab ranaya


"Ya sudah. ayo kamu ikut makan dulu yuk", Ajak suri


"Ehh..engga usah Tante", Ucap ranaya


"Kenapa??", tanya suri


"Rana ngga mau nyusahin Tante", Jawab ranaya


"Ngga susah kok, ayo makan", Ujar suri


"Iya Rana, ayo makan dulu", Ajak Asha


Setelah berfikir sejenak akhirnya ranaya mau ikut makan bersama Asha dan lainnya..


~Diruang makan~


"Rana duduklah, biar tak ambilkan makanan buat kamu", Ujar suri


"Makasih Tante",


"Kok Tante sih?!.. panggil mommy saja kayak Asha", Ujar suri


"I_iya tan- Upss.. mommy maksud ku", Ucap ranaya


Suri pun menggambil kan seporsi makanan untuk ranaya, setelah itu mereka pun menikmati makanan mereka masingmasing


Setelah selesai sarapan, Asha dan Ranaya berpamitan untuk berangkat ke sekolah. sementara itu suri berangkat pergi ke toko bunga yang ia bangun 5 tahun lalu..


Note: sedikit info, kalau suri sudah mengundurkan diri jadi sekretaris nya sonna, soalnya dia pernah melihat beberapa karyawan perusahaan Arland masuk dan melihat dirinya, sehingga ia memutuskan untuk berhenti dan membuka toko bunga, yang awalnya kecil menjadi besar, atas kualitas bunga yang ia tanam sangatlah segar dan indah..


BACK TO CERITA..


~KEDIAMAN SOE~


Seorang pria tinggi dengan kemeja warna putih yang melekat ditubuhnya, ia sedang melakukan sebuah panggilan telepon..


"Awasi terus suri dan putri ku", Ujar Arland


"....."


"Kalian harus terus mengawasi mereka berdua, jangan sampai kejadian yang diceritakan oleh tuan ghupta terulang kembali. atau nyawa kalian taruhannya", Ucap Arland dengan suara dingin nya


"....."


"Jangan sampai...",


"Jadi Daddy sudah tau tentang keberadaan mommy??", Pekik Vander turun dari tangga


Arland pun menoleh dan terkejut melihat putra sulungnya itu mendengar setiap perbincangan nya dengan anak buah nya


"Vander?!", Gumam Arland


"Daddy.. kenapa Daddy tidak memberitahu ku?", Tanya vander


"beg--",


"Vander.. nak, dengarkan Daddy dulu", Ucap Arland berlari mengejar vander


Vander masuk kedalam kamarnya, dan membuka lemari bajunya. bertepatan dengan itu Arland sudah berada diambang pintu dan berjalan menghampiri vander yang nampak mengemasi barang-barang nya


"Vander", Panggil Arland dengan suara lembut


Tidak menoleh, vander justru memilih diam dan terus memasukkan pakaian nya kedalam koper, ia memasukkan beberapa lembar foto ibu dan keluarga nya kedalam nya..


"Vander. apa yang kau lakukan nak??", Tanya Arland menatap sendu vander


"Daddy jahat.. hikss.. Daddy menyembunyikan sebuah rahasia sebesar ini dari vander dan Aileen, Ainsley. tentang keberadaan mommy, selama ini vander sudah berusaha keras mencari mommy dan ternyata Daddy menggagalkan nya secara diam-diam", Ucap vander dengan iringan Isak


"Shutt.. son, dengar kan Daddy dulu. Daddy menggagalkan pencarian mu itu karena Daddy ngga mau kalian terus mencari dan akhirnya nanti kalian bisa tertangkap oleh musuh Daddy yang sedang mengincar keluarga ini", Jelas Arland memegang pundak vander


"Musuh??.. apa maksud Daddy??", Tanya vander


Arland menarik nafas pelan lalu berkata..."Ya. musuh, sebenarnya keluarga kita sedang menjadi incaran banyak musuh Daddy dari Dunia bawah yang ingin merebut gelar Daddy sebagai raja bisnis dan...", Arland enggan melanjutkan ucapannya, takut jika sang anak salah faham akan maksud nya


"Dan apa??... apakah Daddy pengedar narkoba??, dan yang mengincar Daddy dan keluarga adalah polisi?!", Tebak vander


"Daddy anti narkoba son, kenapa kau bilang seperti itu? Daddy itu sebenarnya adalah.... Raja dunia bawah, yakni Mafia", Ucap Arland


Vander terkejut mengetahui jika Arland adalah seorang mafia, lantas ia berkata.."Daddy sedang bermimpi ya?? mana ada raja mafia di dunia ini",


"Ada son", Ujar Arland


"Lalu. apakah Daddy punya bukti nya, jika Daddy adalah raja mafia??", Tanya vander


"Ini memang waktunya kau dan dua adik mu mengetahui semua ini son, Daddy akan membawamu kesebuah tempat Dimana kau akan mengerti maksud Daddy", Tukas Arland


"Tempat??... tempat apa Daddy??", Tanya vander


"Ayo ikut Daddy",


***


Arland membawa vander dan 2 putra kembar nya pergi ke sebuah tempat dimana akan membuktikan jika ia benar raja mafia..


1 jam lamanya perjalanan nya menuju tempat tujuannya hingga sampai di sebuah tempat mewah ditengah hutan yang memiliki kesan horor dan hawa yang lumayan dingin, ditambah lagi cahaya yang berada disana redup-redup..


"Ayo son turun", Ujar Arland


Vander masih mengamati setiap inci tempat yang masih asing baginya...Tempat yang sangat mencekam!!.. apakah ada sesuatu disini sehingga Daddy membawa ku, Aileen dan Ainsley kemari?... Monolog vander


"Dad. ini tempat apa??", Tanya Ainsley


"Ini adalah markas besar kelompok mafia black blood", Jawab Arland


"Ohh.. markas mafia", Aileen dan Ainsley tiba-tiba ngeblenk dengan ucapan Daddy nya sehingga...


1..


2..


3..


"Tunggu.. APA!!?..MARKAS MAFIA?", Pekik mereka berdua terkejut


"Dad. ini markas mafia pengedar senjata ilegal??", Tanya Aileen


"Itu mafia haram, Daddy sudah tobat dan tidak lagi mengedar senjata ilegal lagi, Daddy membantu pihak kepolisian untuk menangkap beberapa penjahat yang lumayan sulit ditaklukkan oleh anggota kepolisian", Ujar Arland


"Kenapa Daddy tobat??", Tanya Ainsley


"Mommy mu sangat marah mendengar jika Daddy menjadi pengedar ilegal son. makanya Daddy memilih berhenti, tapi tidak mengundurkan diri sebagai raja besar mafia", Ucap Arland


"Selamat datang tuan Arland dan tuan muda Soe", Ucap penjaga di markas itu dengan hormat dan sopan


"Hmm... ayo son kita masuk", Ujar Arland


****


DISEKOLAH ASHA.


Asha dan Ranaya berjalan memasuki gerbang sekolah dengan sedikit tertawa, karena mereka selalu membuat lelucon yang mampu membuat nya tertawa..


"Iya. Hahah..kata mamah ku pak botak itu selalu akan berteriak gini..'hey dasar bocah ingusan, berani sekali kalian mengambil mangga ku, turun atau ku seruduk pakek kepala botak ku'.. ya seperti hahahahh sangat menglawak kan bukan", Ucap ranaya


"Hahahaha.. sudah-sudah stop ranaya, perut ku sakit. seandainya aku bisa bertemu pak botak itu mungkin aku sudah tertawa guling-guling di halaman rumah nya hahahaha", Tukas Asha tertawa


Tanpa mereka sadari, banyak pasang mata yang menatap mereka dengan tatapan tidak suka dan ingin sekali menguliti mereka, terutama Asha


Salah satu geng mereka, ada yang menghampiri Asha dan mendorong tubuh Asha begitu saja, sehingga membuat Asha jatuh ketanah..


/Brukk..


"Asha...", Pekik ranaya


"Hahahaha, rasain kau dasar anak haram", Hardik Lily dengan senyum Julid nya


Asha menahan emosi nya, dengan perlahan ia berdiri lalu menatap tajam Lily ..."Kenapa kau mendorong ku?", Tanya Asha dengan suara dingin nya, hilang sudah wajah bahagia nya tadi karena perilaku Lily kepadanya


"Cih.. bocah seperti mu berani sekali menatap ku seperti itu?!.. kau pikir kau siapa hahh?", Tantang Lily dengan sombong nya


Asha membersihkan baju nya yang terkena debu dan...


/Bugh..


Sebuah pukulan lumayan keras mendarat di pipi Asha sehingga membuat sudut bibirnya memar dan mengeluarkan darah segar


Dan pelakunya adalah..."Cih. anak haram ini sangat lah lemah", Hardik Jong Yun Seorang anak laki-laki yang usianya lebih muda 2 tahun dari Asha


"Kau memang tidak jauh beda dari ibu mu yang seorang wanita malam", ejek Lily


Habis sudah kesabaran Asha, awalnya ia tak mengambil masalah jika ia terkena pukulan dari mereka. tapi mendengar sang ibu yang di seret, ia kehilangan kesabaran dan...


/Bugh..


****


{Continued}