
^^^~Izin aku mengenang mu sebelum kepergian ku, wahai suami dan teman hidupku. jaga hati mu untuk ku, biarkan aku memenuhi janji lama ini. kisah janji lama yang terwujud~^^^
_Suri Wulandari (Suara hatinya)_
/Dor..
Satu tembakan melesat melewati mereka yang sedang berbahagia. dan munculah sosok misterius dan beberapa Mafioso mengepung mereka
"Apa ini??",
Suri dan tuan ghupta melerai pelukan mereka, walau ada rasa janggal dihati tuan ghupta, namun situasi ini memaksa ia untuk melepaskan pelukannya
"Siapa mereka??", Gumam tanya suri
/Dor..
/Dor..
/Dor..
Tembakan beruntun membuat semua orang yang berada disana berlari kalang kabut meninggalkan gedung mewah itu
"Siapa kalian?", Tanya Arland berjalan kearah salah satu Mafioso
"Hahahaha... akhirnya kita bertemu tuan Arland Soebandoyo", Sahut pria misterius yang berjalan kearah Arland
Arland menyipit kan matanya mengamati pria misterius itu, betapa terkejutnya ia ketika mengetahui wajah asli pria misterius itu....."Gara?", Gumam Arland
"Ya. ini aku Gara, adik dari dua kakaknya yang telah kau bunuh secara sadis", Ucap Gara
"Mereka pantas mendapatkan semua itu", Ucap Arland dengan wajah datar
Gara mengepalkan tangannya dan melirik suri yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam..
"Kenapa kau kemari?", Tanya tuan ghupta dengan nada terkesan dingin
Gara pun tertawa gila....."aku ingin membalas dendam atas kematian dua kakak ku, yaitu Tama dan Hanna", Ucap nya dengan wajah berubah datar
Ya. Gara adalah adik Tama dan Hanna, kalian masih ingat bukan dengan tragedi penyerangan kapal disaat suri dan Arland sedang berbulan madu?.. nahh nama pria itu adalah Tama, kakak nya dan hanna.. adalah kakak Perempuan nya, awalnya ia akan melupakan dendam nya itu, tapi ketika mengetahui kakak nya Hanna ikut dibunuh oleh Arland, ia tak terima dan meneruskan balas dendam Hanna..
Info : kejahatan Hanna dimasa lalu adalah dendam nya untuk Arland, namun dendam itu berubah jadi obsesi cinta. sehingga kebohongan Hanna mudah tercium oleh Arland dan membuat nya harus mati disaat sedang mengandung anak nya bersama pria lain
"Jadi. dia adalah adik Hanna?", Batin suri
Tanpa pikir panjang lagi Gara langsung menggangkat pistol nya, membuat Arland berteriak kearah suri......"Suri, dan kalian semua larilah ketempat yang aman", Titah Arland
Dengan sigap suri langsung menarik keempat anak nya turun dari altar pernikahan dan berlari pergi ke sebuah pintu rahasia...."Ayo. yokka, mani, yaka", Ujar suri
Mereka semua berlari kearah pintu rahasia yang berada di gedung itu..
"Suri, kita akan kemana?", Tanya mani
"Kita akan kesebuah tempat Rahasia di gedung ini", Jawab nya
Setelah sampai suri menyuruh mereka untuk tetap disini, sementara itu Kay, Subu, Arka, argam, Arland, dan tuan ghupta melawan mereka..
"Aku tak bisa diam disini. aku harus melihat keadaan diluar", Batin suri
Aileen yang melihat gelagat sang ibu seperti ingin pergi pun bertanya dan menghadang jalan ibunya....."Mom. mommy mau kemana??", Tanya Aileen
"Mommy akan keluar sebentar", Jawab nya
"Tidak. jangan mom. firasat vander ngga enak", Ucap vander
Suri pun membungkuk setengah badan dan menatap anak-anak nya secara bergantian....."Mommy akan baik-baik saja", Ucap suri
"Kalian pergilah. disana ada pintu yang menghubungkan langsung ke tempat umum, kalian bisa lari dan pulang kemansion ayah", Ujar suri
Suri lantas tersenyum dan berkata...."Aku akan disini sebentar",
Entah ada apa dengan mereka semua, yang langsung memeluk suri dengan sangat erat...."Kenapa kalian memeluk ku?. semua orang hari ini seakan tak mau melepaskan pelukan dari ku ya!?. seakan aku akan pergi jauh dan tak akan kembali", Tukas suri
"Firasat ku sungguh tak enak", Batin sonna
Suri melerai pelukan mereka semua lalu berkata..."pergilah, aku akan menunggu mereka sampai mereka berhasil mengalahkan Gara", Ucap suri
"Mommy", Rengek Asha
Suri lalu menggendong Asha dan berkata...."Anak mommy, jangan manja ya, jangan rewel, jadi anak yang baik, penurut, dan pemberani. dan No cengeng", Ujar suri menatap Asha dengan tatapan manis
"Kok mommy bilang kayak gitu?. mommy ikut kita ya. Asha ngga mau mommy disini sendiri", Ucap Asha merengek
Suri lalu tersenyum dan berucap..."Mommy harus menunggu Daddy kalian. jadi izinkan mommy disini dulu, mommy pasti akan datang kok", Ucap suri
"Mom. firasat vander ngga enak", Ujar vander menatap sayu suri
"Iya mom. mendingan mommy ikut bersama kita", Ujar Ainsley
Suri lalu menurunkan Asha dari gendongan nya dan berjongkok menatap berganti anak-anak nya ini....."Jagoan-jagoan mommy. Tidak akan ada yang terjadi, percayalah. semua akan baik-baik saja, jika pun mommy tidak kembali, jadilah anak yang baik, jangan menangis, dan buat mommy bangga", Ucap suri yang terkesan sebuah pesan
"Vander. kau adalah jagoan nomer satu mommy. jika mommy belum juga kembali, jagalah adik-adik mu dengan baik ya?. setidaknya sampai mommy kembali", Ucap suri berpesan
Vander pun mengangguk dan memeluk suri...."Mommy harus janji akan datang", Ucap vander
Suri hanya tersenyum memeluk vander....."Sudah. sana kalian pergilah, sebelum banyak Mafioso yang mengepung gedung ini", Ujar suri
Mereka pun berjalan pergi, berat rasanya untuk mereka meninggalkan suri sendiri disini, namun karena permintaan suri membuat mereka tidak bisa membantah, dan ada satu kata yang suri ucapkan yaitu akan kembali. dan mereka yakin dengan perkataan itu..
Setelah mereka pergi, suri kembali ke aula pernikahan, ia Melihat pertarungan sengit antara Arland dan Gara. bahkan sudah banyak yang gugur dalam peperangan itu
"Kau harus bisa Arland", batin suri melihat Arland yang nampak serius membalas pukulan dari Gara
ARLAND POV
"Apa tujuan mu?. jika kau benar-benar ingin balas dendam dengan ku, seharusnya kau langsung membunuh ku sekarang. tapi kau justru membuang-buang tenaga mu dengan melawan ku", Ucap Arland terus memukul Gara
"Karena aku ingin kau melihat seseorang yang kau cintai mati dihadapan mu", Ucap Gara. ia melirik keberadaan suri yang bersembunyi dibalik pintu
Lantas ia membiarkan Arland menghajar nya dan hingga akhirnya ia tergeletak lemah (Fake)
"Mati kau", Tekan Arland, ia berdiri dan berbalik meminta pistol dari anak buahnya
namun siapa sangka. Gara justru tersenyum miring lalu berdiri dan mengarahkan pistol. pembuatan Gara tak disadari oleh Arland, karena ia berpikir jika Gara telah pingsan
"Arland..", Lirih suri
Gara melirik suri sekilas lalu perlahan menarik pelatuknya dan....
/Dor..
*****
{Continued}
Bismillah sad..
sad..
sad..
sad..
sad..