
"K_kau adalah Saudara dari Suri! mana mungkin aku m_membalas pukulan mu!" Lirih Arland menahan Rasa sakitnya
"Baiklah! sekarang kau akan menemui ajal mu" Ucap Kay dengan seringai kejam
"S_sialahkan saja! aku akan m_menikmati setiap luka yang kau pukul kan pada diriku!! a_a_asalkan aku m_mati dalam m_mata m_melihat s_...s....suri!! u_..untuk ter_terakhir kalinya" Lirih Arland terbata-bata
"Baiklah itu yang kau inginkan tuan Arland" Ucap Kay
Suri yang sedari tadi hanya melihat dan mendengar kan tidak sanggup untuk diam lagi, ketika Kay hendak membunuh Arland, tiba² suri berteriak dan berlari ke arah Arland
"Berhenti kak" Teriak suri sambil berlari..ia sedikit kesusahan untuk berlari karena gaun yang ia pakai terlalu besar sehingga membuat nya sedikit kesusahan,
tapi dengan berani ia bisa berlari sampai dihadapan Arland dan Kay..."Jangan kak... hiks...jangan sakiti Arland lagi! suri mohon" Ucap suri menangis sambil memeluk tubuh Arland yang sudah penuh dengan luka
"Suri menjauh lah" Ucap Subu
"Tidak" Bantah suri masih setia memeluk Arland sembari mengelap darah yang selalu menetes ditangan dan di gaun nya.
"SURI" Bentak Kay
"JIKA KAKAK INGIN MEMBUNUH ARLAND. MAKA KAKAK HARUS MEMBUNUH KU DULU" Jawab suri berteriak menangis
//Deg
Kay tidak percaya jika sang adik akan meminta hal seperti itu kepada nya..
"SURI!" Bentak Kay dengan melayangkan tangan nya ke udara siap menampar suri, namun terhenti kala mengingat jika yang ada dihadapannya adalah adik kesayangannya
Suri semakin terkejut dan terpukul kala melihat kakak yang sangat ia banggakan akan memukul nya. bukan rasa takut yang menjalar di darah nya, namun justru rasa sedih semakin memburu di nadi nya..
"Tampar kak!! tampar suri!! tampar adik yang selama ini kau jaga!!" Ucap suri dengan keras rasa sedih nya semakin menjalar ia tidak pernah membentak dan menantang kakak nya, namun sekarang keadaan berbeda...."Kenapa berhenti kak? ayo tampar aku! sekalian bunuh aku!" Ucap suri sekali lagi
"SURI" Bentak ghupta yang sendari tadi hanya diam mendengar semua nya
Suri terkejut karena untuk pertama kalinya sang ayah membentak nya,
"Ayah juga?" Lirih suri terkejut
Ghupta seketika merubah mimik muka nya menjadi sendu, setelah ia menyadari apa yang talah ia lakukan
"M_maafkan ayah suri! ayah tidak bermaksud membentak mu sayang" Ucap ghupta dengan tatapan sendu
"Untuk apa kalian minta maaf? memang seperti itu lah sifat seorang mafia! silahkan kalian bentak aku! aku tidak akan marah ataupun terluka, namun jika kalian menyakiti Arland! maka terpaksa aku lah yang akan menjadi benteng perlindungan untuk nya" Ucap suri
"S_suri" Lirih Arland..."M_maaf kan aku!" Lirih Arland dengan mata menatap suri dengan sendu
"Arland! aku sudah memaafkan mu.." Ucap suri dengan air mata yang sudah mengalir dari mata ke pipi langsung turun ke hati Arland..
"Jangan menangis!! aku tidak apa-apa" Lirih Arland dengan tersenyum tipis
"Jangan sok kuat Arland! aku tau kau merasakan rasa sakit yang luar biasa..." Ucap suri ketus di iringi isak tangis nya
"Bagaimana kalian bisa sekejam itu kepada adik dan calon adik ipar ku?" Ucap wanita itu sambil berjalan memasuki ruangan tersebut
semua orang mengerutkan keningnya karena sosok wanita itu tidak terlalu jelas karena memakai sebuah topi yang menutupi wajah nya
"Siapa kau?" Tanya Argam
"Apa kau tidak mengenali kakak mu sendiri?" Tanya wanita itu
//Deg
kakak? siapa? kakak dari segala kakak suri hanya lah Kay! lalu siapa wanita yang mengaku sebagai kakak mereka? ohh...ini tidak mungkin! apakah dia...
"Kakak ku hanya satu! yaitu kak Kay! lalu siapa kau ini?" tanya Arka
"Oky...aku maklumi jika kalian lupa dengan ku! karena kalian berpikir jika aku sudah mati!" jawab wanita itu sembari membuka topi nya..
Ghupta dan yang lainnya terkejut ketika melihat sesosok wanita yang sangat familiar untuk nya
'Sarra' Lirih ghupta
"Kak arra" Ucap argam, Subu dan Arka secara bersamaan
"Arra?" Lirih Kay
Sarra tersenyum tipis ketika ayah dan adik² nya mengenalinya..
"Ya...aku sarra!! Putri ayah ghupta adik kak Kay, kakak untuk ke 4 adik ku" Ucap sarra
Suri yang sadar jika wanita itu adalah sang kakak perempuan yang selama ini ia tidak pernah temui telah kembali
"Kak arra" Panggil suri sambil berjalan untuk memeluk arra
Sarra tersenyum manis kala sang adik perempuan memanggil nya dengan sebutan kakak ini lah yang selama ini ia tunggu, bisa memeluk dan melindungi sang adik perempuan
"Suri sayang!" Lirih sarra sambil memeluk erat sang adik yang menangis didalam dekapan nya, ia belai lembut rambut indah sang adik, yang sudah ia bayangkan akan terjadi ketika ia keluar dari tempat persembunyiannya..
••BERSAMBUNG••
(\_/)
( •. •)
(>💚I'm very grateful to you guys
Borahae💜
방탄 손연단❤️
안녕하세요 태안나킴🌹