
^^^~Nafas terakhir ku, aku serahkan untuk mu, dan detak jantung ku, akan berhenti seiring ketika memenuhi pengabdian ku. izinkan untuk memeluk mu untuk terakhir kalinya~^^^
_Suri Wulandari_
/Dor..
Satu tembakan telah terlepas. menembus kesebuah dada dengan sangat keras, membuat sebuah darah mengalir deras dari dada tempat dimana jantung manusia berada..
/Brukk..
Tubuh itu terhelayut jatuh kelantai. Dengan darah mengalir dari jantung nya, membuat wajah manis itu menjadi pucat, dan dan meneteskan air mata karena sakit yang tak terjelaskan. dan sekarang ia paham, dengan gelagat semua orang yang merasa khawatir kepadanya, yang ternyata firasat mereka benar adanya, kalau akan terjadi sesuatu..
Arland yang mendengar suara tembakan dari belakang, segera menoleh dan terkejut melihat tubuh suri yang sudah tergeletak tak berdaya dengan darah yang mengalir deras dari dadanya..
"SURIIIII..", pekik Arland langsung terduduk dan memangku kepala suri
Sementara itu Gara tertawa gila melihat Arland yang menangis melihat suri sekarat....."Hahahah.. sekarang kau tau rasanya kehilangan orang kita sayangi", Tekan Gara dengan senyum miring
"Inilah rencana ku. dengan berpura-pura ingin menembak mu, istrimu ini pasti akan melindungi mu dan menghadang peluru itu menembus ke tubuh mu, dan ya. suri adalah orang yang menjadi tujuan utama ku membunuh orang yang kau cintai Arland... hahahaha", Tekan Gara dan diakhiri tawa gila
Sementara itu kakak suri dan tuan ghupta terkejut melihat tubuh seperti wanita yang menjadi berlian dalam keluarga Nasution, tergeletak bersimbah darah dengan keadaan yang sekarat
"SURIIIII...", Pekik mereka berlari menghampiri suri yang sekarang berada dalam pelukan Arland
/Dor..
/Dor..
/Dor..
Kay menembak Gara hingga mati, tepat terkena tangan, kaki, jantung dan kepalanya. mereka semua langsung mendekati tubuh suri yang sudah mulai melemah, namun ia masih berusaha untuk tetap membuka mata sebelum ia menyampaikan sebuah pesan..
"Suri.. hikss.. Sa_sayang.. buka mata mu, tersenyum lah", Lirih pinta Arland menangis
Dengan sisa tenaga nya, suri menghapus air mata Arland dan berlirih....."In_ini ad_adalah wak_waktunya ak_aku be_berpu_pulang kep_kepada tuh..hahh.._Tuhan", Lirih suri terbata-bata karena darah yang terus mengalir. ia merasakan sakit dibagian jantung nya, namun ia berusaha untuk menahannya
"Suri.. hikss.. putri Daddy, yang kuat nak, jangan tutup matamu, d_dan ja_jangan katakan itu. kau pasti akan selamat, ayah tak akan membiarkan tuhan mengambil mu dari ku", Ucap tuan ghupta menangis mengelus pipi suri
Suri tersenyum manis meski wajahnya sudah memucat..."In_ini ad_adalah hahhh.. pem_pembu_buktian pengabdian ku ke_kepada Arland", Lirih suri sambil mengatur nafasnya
"Tidak.. hikss.. tidak.. hikss.. jangan katakan itu, kau akan selamat sayang", Ucap Arland terus memeluk suri
Sementara itu Kay langsung menatap sayu suri dan berkata....."Chagi kesayangan kakak. jangan bicara seperti itu, ke_kau pasti akan selamat, kita kedokter sekarang", Ucap Kay dengan wajah yang basah karena menangis
"Wa_waktu ti_tidak lama lagi kak Kay. ka_kalian tersenyum lah, ja_jangan menangis, ak_aku pergi karena ja_janji lama ku.. ya_yaitu pengabdian ku un_untuk suamiku", Lirih suri
Suri menatap semua kakak-kakak nya secara bergantian...."Ka_kak Argam.. ja_jagalah ya_yaka dengan baik..hahh.. jadilah suami yang baik untuk nya..te_tetaplah tersenyum", Pesan suri untuk argam
Sementara itu Argam menangis menciumi tangan suri, ia tak punya kata-kata untuk menjawab ucapan adiknya. hati nya terlalu rapuh untuk menjawab ucapan adiknya, ia hanya bisa mengangguk kecil
Suri mengalihkan pandangannya kearah Subu yang nampak menangis layaknya orang yang sangat rapuh karena kehilangan sosok yang sangat ia sayangi....."Lo_lohh.. ka_kak Subu kok nangis?.. di_dimana jiwa dingin mu Hemm?", Lirih suri tersenyum lemah menatap Subu yang menunduk menyembunyikan tangisannya
Subu mendongak dengan mata berair......"Diam!!.. atau aku akan memukul mu!.. kau berani mengatakan jika kau akan pergi dariku, jangan harap Chagi. jangan harap! aku akan melawan tuhan agar ia tidak mengambil mu", Tekan Subu dengan bibir yang bergetar
Suri Terkekeh lemah dan berkata....."Ka_kakak ku memang pemberani!.. ta_tapi Sayang nya, perkataan nya tidak akan mampu terjadi", Lirih suri
"Aku hanya in_ingin ber_berpesan padamu kak su_subu.. to_tolong te_tetaplah jadi ka_kak Subu ya_yang aku kenal. ja_jaga diri ya kak", Pesan suri
"Diam. aku buang diam. atau aku akan memukul mu", Tekan Subu dengan bibir bergetar. sekuat tenaga ia menyembunyikan air matanya, tetap kalah dengan rasa sakit dihatinya, akhirnya ia menumpahkan seluruh air matanya dan berlari keluar karena tak sanggup melihat wajah pucat adik kesayangannya itu
Suri kembali menatap Arka...."Ka_kak ku Arka, ja_jaga diri baik-baik ya. ingat lah, jika adik mu akan selalu ada didalam hati mu", Lirih suri
Arka yang juga tak kuasa menahan air matanya, terduduk lemas dilantai sambil menunduk. sementara itu suri berganti menatap Kay...."Kak Kay.. ja_jangan me_menangis. ak_aku baik-baik saja kok, bi_biarkan aku memejamkan mata, ma_maka aku tak akan merasakan sakit lagi", Lirih suri
"Tidak. hikss.. aku tak bisa membiarkan mu menutup mata, hikss.. jika kau pergi, hikss.. siapa yang akan merengek meminta coklat lagi kepada ku?.. siapa? hikss.. aku tak akan mengizinkan kau pergi Chagi", Ucap Kay dengan bibir bergetar dan pipi basah
Suri hanya tersenyum dan menatap ayahnya....."Ay_ayah.. ayah ja_jangan menangis, jangan ya. jaga ke_kesehatan ay_ayah, ja_jangan sa_sampai ayah sakit", Pesan suri mengusap pipi tuan ghupta dengan sekuat tenaga
Tuan ghupta menggenggam tangan putri bungsu nya itu lalu terisak tak berdaya untuk berkata
Suri kembali mengalihkan pandangannya kearah Arland yang nampak merasa sangat hancur....."Ar_arland. ja_jangan menangis, ak_aku akan tetap berada dalam hati mu. ak_aku titip anak-an_anak kita. ja_jaga mereka, tum_tumbahkan mereka men_menjadi manusia yang hebat", Pesan suri
Arland hanya diam memeluk suri....."Kau tidak boleh pergi.. hikss.. kita kerumah sakit sekarang, kau tidak boleh pergi dariku. tidak boleh", Lirih Arland memeluk suri dan hendak menggendong suri
Namun..
"Tu_tugas ku te_telah u_usai.. se_sekarang peng_pengabdian ku telah terbukti, se_selamat ti_tinggal Arland.. ak_aku ak_akan menunggu mu.. ti_titip pesan untuk anak-anak kita, un_untuk ti_tidak me_menangis. Ak_aku men_mencintaimu", Lirih suri sebelum akhirnya ia menutup matanya
Tubuh suri sudah melemas, dalam dekapan Arland. dan Arland yang merasakan tubuh suri yang melemah dan..
"Suri...hikss.. suri..hikss.. SURIIIII", Pekik Arland mengguncang tubuh suri
"Tidak. kau tidak boleh pergi. tidak boleh..", Arland menggendong suri ala bridal style berlari keluar melewati Subu yang duduk menangis di luar gedung
Langit yang saat itu sedang menggelap, menambah suasana duka yang semakin berat. suara petir menyambar tak menghadang langkah Arland yang berlari menuju rumah sakit. hingga guyuran hujan juga tak membuat nya berhenti untuk terus berlari ketempat tujuan nya..
"Kau tidak boleh pergi dariku..", Lirih nya sesekali melirik suri yang sudah memejamkan mata dengan memasang wajah pucatnya
/Brakk..
"Akhhh... si*l. siapa yang menaruh tiang disini hahhh?!.. mereka b*doh menghadang ku untuk membawa suri kerumah sakit", Gumam Arland mulai tak sadar dengan perbuatannya
Setelah lama berlari, Arland kini telah tiba di rumah sakit..
"DOKTER.. SUSTER", pekik nya
Semua orang yang berada disana melihat Arland yang nampak kacau dengan menggendong tubuh lemah seorang wanita
Dokter dan suster pun keluar...."Ada apa tuan? kenapa anda berteriak-teriak??", tanya dokter itu
"Apa kau tidak punya mata hahh??.. apa kau tidak lihat istri ku sedang butuh perawatan?!", Bentak Arland memelototi dokter itu
"Kau rawat istriku sekarang juga. atau aku akan merobohkan rumah sakit ini, dan membunuh seluruh pasien dan keluarga mu", Ancam Arland dengan tatapan singa nya
"Ba_baiklah",
Suster pun mengambil sebuah brankar dan mendorong brankar itu masuk kedalam ruang gawat darurat
"Tuan. mohon tunggu disini dulu", Ujar dokter itu
Arland hanya diam. ia terus menatap kearah pintu hingga pintu itu tertutup rapat. ia terduduk lemas kelantai
Arland memeluk kakinya dan menangis...."Hikss.. kau harus selamat, kau tidak boleh pergi dariku suri.. hikss.. tidak boleh", Lirih Arland
Arland terus menangis hingga sebuah tepukan lembut dibahu membuat nya mendongak menatap Seseorang itu...."Mama...", Lirih nya dan langsung memeluk ibunya itu dengan sangat erat
"Tenang lah nak. ikhlaskan suri", Ucap nyonya revana menenangkan sang putra
"Tidak ma..hikss.. suri ku masih hidup, di_dia hanya berpura-pura meninggal, dia masih hidup", Lirih Arland menatap ibunya itu
Revana sangat hancur melihat kondisi putranya yang terbilang sangat parah, hidung merah, mata sembab, dan bibir yang bergetar hebat
"Arland, jika memang hari ini waktu nya suri untuk kembali kepada tuhan, maka ikhlaskan saja", Ujar tuan Anto yang juga mati-matian menahan air mata nya
"Tidak pah. suri ku masih hidup", Lirih Arland
/Ceklekk
Pintu ruang gawat darurat terlah terbuka, memunculkan sosok dokter, dengan wajah duka
Arland langsung menatap dokter itu dan bertanya...."Ba_bagaimana kondisi istri ku??", Tanya Arland
Dokter itu menarik nafas panjang sebelum ia berkata...."Maaf. istri tuan tidak dapat diselamatkan, sebelum sampai disini, ia sudah lebih dahulu pergi dari tubuh nya, dan kita tidak bisa menyelamatkan nyawanya", Ujar dokter itu
"Saya turut berdukacita tuan. saya permisi dulu", Ujar Dokter itu langsung melangkah kan kaki nya keluar ruangan
"TIDAK.. TIDAK MUNGKIN", Teriak Arland, ia berlari masuk kedalam ruang gawat itu dan melihat tubuh yang sudah ditutupi oleh kain putih
Ia dengan kasarnya membuka kain itu, dan melihat wanita yang sangat ia cintai sudah tak bernyawa dengan wajah pucat dan bibir membiru
"SURIIIII....", Teriaknya memeluk suri
"Buka matamu suri.. hikss.. buka!!!.. buka mata mu!!.. atau aku akan menghukum mu", Teriak Arland
/Cup..
Ia kecup b¡b¡r pucat suri dan berkata...."Kau buka matamu atau aku akan membencimu!!",
Tuan Anto dan nyonya Revana hanya bisa menunduk menyembunyikan air mata mereka melihat sang putra yang tak kuasa menerima kenyataan ini..
"SURII", Pekik sarra berlari memeluk tubuh kaku adik perempuan nya itu
"Suri.. hikss.. buka mata mu Chagi hikss.. kenapa kau meninggalkanku? hikss.. buka matamu", Pinta sarra memeluk mayat suri
"MOMMY", pekik 4 orang anak berlari kearah jasad suri
Asha memeluk tangan suri...."Mommy.. hikss.. mommy kenapa pergi meninggalkan Asha sendiri?.. hikss.. mommy jangan pergi mom, jangan pergi, hikss.. Asha ngga mau sendiri",
"Mom.. buka mata mu mom!!.. ini vander, jangan tinggalkan vander mom!!.. hikss.. hikss.. mommy hikss", Isak vander memeluk tubuh kaku ibunya
"Mom.. aku lapar, buka matamu, dan masakan kami makanan mom", Isak Ainsley
"Mommy pembohong!!...mommy bilang padaku jika akan kembali dan tidak akan meninggalkan ku sendiri!!.. hikss.. kenapa mommy mengingkari janji mu mom??", Tanya Isak Aileen
Tak ada jawaban. bagaimana bisa ada jawaban? jika roh sang pemilik tubuh telah terangkat dari tubuhnya
•PEMAKAMAN•
Semua orang disana tak henti-hentinya menangisi kepergian suri, yang kini sudah terpendam dibawah tanah..
Masih berharap jika suri akan kembali, namun ini adalah takdir, yang harus dilalu oleh mereka. dimana mereka harus belajar mengikhlaskan kepergian suri
"Sayang.. jaga dirimu baik-baik disana ya!. Tunggu aku!. aku akan segera menyusul mu", lirih Arland menatap makam istri nya itu
"Mom. vander janji, vander akan menjaga adik-adik vander!.. sesuai pesan mommy kepada vander", Lirih nya mencium batu nisan suri
"Asha ngga akan cengeng mom. ngga akan, Asha janji, Asha akan menjadi wanita yang kuat, seperti mommy", Lirih Asha menahan air matanya
"Mom. maafkan aileen yang belum bisa membahagiakan mu!.. sekarang mommy tenanglah disana, Aileen janji bakal jaga diri baik-baik! mommy juga ya!.. I love you mom, kau adalah ibu terbaik Didunia", Ucap Aileen
"Mom. maafkan Ainsley yang pernah bandel!!.. mommy tenang ya!.. sekarang mommy sudah tidak merasakan sakit lagi. tidak menangis lagi!. tunggu Ainsley ya mom", Ucap Ainsley mencium batu nisan suri
Semua orang berusaha untuk mengiklankan kepergian suri, termasuk tuan ghupta dan Kay yang begitu berat melepas kepergian suri
"Adik ku. jaga diri disana!.. kakak sangat menyayangi mu", Ucap Kay
Tuan ghupta berjongkok dan mengelus batu nisan suri dan..."Anak ayah.. kenapa kau meninggalkan ayah secepat ini?.. hahh.. ibumu pergi dari ayah, sekarang kau juga meninggalkan ayah", Ucap tuan ghupta
"Putriku, kau adalah sosok putri terbaik, istri terbaik, dan ibu terbaik", Ucap tuan ghupta
Semua orang disana mengucap kata perpisahan kepada suri. berusaha ikhlas meski hati sulit menerima nya..
Kadang kita harus mengikhlaskan kepergian seseorang yang kita sayang. karena mereka tak abadi bersama kita selamanya
****
{Continued}
•Huhh.. mewek we ngetik ini 😿