The Old Promise Came True

The Old Promise Came True
TOPCT Eps. 106 Kay Minta restu?!



...~Tersenyumlah meski itu berat, setidaknya tersenyum lah pada mereka yang masih membutuhkan senyuman mu~...


•J_Hoseok_


...----------------...


•DI TEMPAT LAIN•


Seorang pria dengan jubah hitam telah bersiap-siap untuk melakukan penyerangan 2 Minggu lagi, mereka berlatih sekuat tenaga agar bisa memenangkan pertempuran ini, mengalah kan raja dunia bawah, dan membunuh jantung kehidupan nya, melenyapkan Seseorang yang menjadi alasan raja itu tetap hidup..


"Semua para Mafioso sudah berlatih cukup baik tuan", Ujar salah satu gangster wanita


"Bagus. persiapkan mereka, karena dua Minggu lagi adalah hari pertumpahan darah untuk king mafia black blood", Ucap pria misterius itu sambil menyeringai menatap foto musuh nya


"Kenapa tuan tidak membunuhnya saja?.. kenapa harus orang kesayangan nya??", Tanya gangster wanita


Pria itu lantas menatap dingin wajah musuh nya dan berkata...."Kematian nya hanya akan menjadi kemenangan untuk nya, bukan tangisan. aku ingin ia menangis karena harus berpisah dari orang yang kita sayang, maka dari itu aku ingin membunuh seseorang yang menjadi alasannya hidup. dengan begitu ia akan hancur, menangis dan meminta mati kepada tuhan... hahahaha", Ucap pria misterius itu diakhiri dengan tawa gila


"Ada benarnya juga tuan. dengan begitu, ia bisa melemah", Ujar kepala gangster


"Persiapkan segalanya. jangan sampai ada yang kurang, karena kita akan melawan raja dunia bawah, tidak tau dia akan melemah atau justru semakin membara", Ucap pria misterius itu


"Baik tuan",


Pria itu lantas menyalakan korek api dan membakar perlahan foto musuh nya sambil berkata....."Kehancurmu akan tiba....(Rahasia)... kau akan merasakan apa yang aku rasakan selama ini, kau akan menangis darah melihat orang yang paling kau cintai mati tepat dihadapan mu", Ucap pria itu menyeringai


****


Sementara itu di markas besar mafia, dimana tuan ghupta dan putra² nya sedang berkumpul. Kay dan sonna berjalan mendekati mereka..


"Musuh² kita terlalu mudah untuk dilawan", Ujar Subu


"Kau benar kak. sangat mudah, bahkan dengan satu tembakan saja mereka sudah tidak berani membangka kepada kita", Ucap Arka tersenyum senang


"Tapi firasat ku tidak enak untuk hari² kedepan", Gumam tuan ghupta yang masih bisa didengar oleh mereka


"Tidak akan terjadi apa-apa ayah. tenang lah, slow", Ujar Arka tersenyum


Tuan ghupta hanya diam menghembuskan nafas nya pelan...."Semoga ini hanya firasat ku saja", Batin nya


Kay dan sonna mendekati tuan ghupta lalu..


"Ayah", Panggil nya


Tuan ghupta dan lainnya pun menoleh kearah sumber suara...."Kay?!.. sonna?!",


Kay menatap sonna sekilas lalu berjalan mendekati tuan ghupta..."Ayah, ada yang ingin aku bicarakan", Ucap Kay


Tuan ghupta Menatap seksama putra sulung nya ini, dan pandangan nya teralihkan kearah tangan Kay...."Kay memegang tangan wanita?", Batin tuan ghupta terheran-heran


"Apa yang ingin kau bicarakan Kay?. katakan saja, jangan berbelit-belit", Ujar tuan ghupta


Kay menghela nafas panjang lalu berkata...."Aku ingin menikah", Ucap Kay


Semua orang yang ada disana terkejut bukan main mendengar ucapan Kay, dia yang dulu pernah berkata tidak akan menikah seumur hidup kini ia ingin menikah?. mereka salah dengar atau...?


"Kau serius kak??", Tanya Arka syok


"Hemm...",


"Tapi kau akan menikah dengan siapa??", Tanya Argam


"Dengan---",


"Sonna bukan?", Sahut tuan ghupta


Kay menatap ayah nya lalu berkata...."Dari mana ayah tau??", Tanya Kay


"Iya ayah. aku ingin menikah dengan sonna", Ucap Kay


"Sejak kapan kau jatuh cinta??", Tanya tuan ghupta


"Sejak dihari penyamaran kita, disaat itu hati ku berdetak kencang, bahkan aku sangat gugup saat berada didekat nya, ku pikir aku terkena serangan jantung, tapi saat aku pergi kedokter, dokter itu bilang jika aku tidak apa-apa, dan mengatakan jika aku sedang mengalami gejala jatuh cinta kepada seseorang, mulai dari itulah aku sadar jika aku telah jatuh cinta untuk yang pertama kalinya", Ucap Kay


"Kenapa kau ingin menikahi nya??.. Selain kau telah jatuh cinta dengan nya?", Tanya tuan ghupta


"Aku telah menghamili nya", Jawab Kay


/Gubrak..


Subu terjatuh dari tempat duduknya yang kebetulan ia duduk dikursi lipat, karena terkejut maka dari itu ia sampai kehilangan keseimbangan dan jatuh kelantai


"Ka_kau yang benar saja?", Tanya Subu melongo tak percaya


"Ya. baru tadi pagi aku telah menyentuh nya, dan siapa tau telah tumbuh darah daging ku didalam rahim Nya", Ucap Kay


"Sekarang aku tau kenapa sonna berjalan tertatih-tatih seperti itu", Ucap argam


Arka berdiri dan mendekati sonna...."Hey.. kau tolong ambilkan minuman disana", Titah Arka


Sonna langsung berdiri...."Baiklah",


Dan benar saja, cara jalan sonna yang terlihat berbeda...."Sulit dipercaya", Gumam Subu melongo


Sonna memberikan air minum itu kepada Arka lalu berjalan mendekati Kay lagi dan menggenggam tangan nya kuat


"Ayah ku mohon restui aku untuk menikahi sonna", Ucap Kay memohon


"Jika sonna yang telah berhasil membuat mu jatuh cinta dalam pandangan pertama, maka ayah merestui mu. ayah juga tak mau kau menjadi pengecut dengan lari dari perbuatan mu, ayah senang jika kau mau bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan", Ucap tuan ghupta


"Terimalah ayah",


Tuan ghupta tersenyum lalu menepuk pelan pundak Putra nya itu dan memeluk nya...."Hmm!.. lanjutkan proses membuat cucu untuk ku", Bisik tuan ghupta


"Pasti", Jawab Kay


"LANJUT KAN PROSES MEMBUAT CUCU UNTUK KU", teriak Subu. yah.. kalian Taulah, kalau Subu memiliki pendengaran setajam silet, meskipun orang itu berbisik, ia masih bisa membaca ucapan nya melalui gerakan bibir


Sonna yang mendengar itupun langsung merona, ia menunduk menahan rasa malunya


"Jangan tersipu seperti itulah, calon kakak ipar ku", Ucap Arka memeluk sonna


"Terimakasih", Lirih sonna


"Hey. jauhkan dirimu dari nya", Ucap Kay ketus menarik kasar Arka


"Ck. dasar posesif, huhh", Gumam Arka


"Dan benar saja bukan?.. sumpah ku terjadi, kakak ku ini telah menjadi seorang pria bucin akut. dan kutukan dari mbak Elsa telah hilang, karena sang pangeran es telah mencair", Ucap Subu tersenyum Julid


Arka dan argam mengingat hari dimana Subu pernah menyumpahi Kay, jika ia akan menjadi seorang bucin akut dimasa yang akan datang


"Ohhh.. aku baru ingat, kau benar, sumpah mu memang menjadi nyata ya kak", Ucap Arka tertawa


"Kok bisa ya. sumpah seorang gunung kutub menjadi kenyataan, memang hebat", Gumam argam menepuk dagu nya dengan jari telunjuk nya


"Ya pastilah.. aku kan Tn.subu terhormat", Ucap Subu tersenyum bangga dengan dirinya sendiri


"Cih. ku salah telah mengatakan memuji mu", Ucap argam


****


{Continued}