
~Kediaman Soe~
Setelah selama setengah hari berjalan-jalan mereka memutuskan untuk makan di restoran, mengingat hari sudah malam dan vander juga merasa lapar (Pastinya)
DALAM MOBIL
Mata vander berbinar ketika melihat sebuah permen kapas..."Dad!", Panggil vander
"Iya sayang?", Jawab Arland masih fokus menyetir
"Dad berhenti disini!", Ujar vander
Arland langsung menghentikan laju kendaraan nya..."Kenapa vander?", Tanya Suri yang menggendong baby ileen
"Mom, dad, Vander ingin itu", Rengek vander menunjuk permen kapas dipinggir jalan
"Tidak! tidak boleh vander", Ujar suri
"Tapi mom! vander pengen itu!", Rengek vander dengan mata berkaca-kaca
Karena tidak tega suri pun mengizinkan nya..."Baiklah! tapi jangan banyak-banyak nanti gigi vander sakit", Ucap suri tersenyum hangat
Vander kembali tersenyum..."Yeyy,, makasih mom! ayo dad", Ujar vander tersenyum manis
"Ayo! Ehh tunggu! emm suri, bik umi kalian masuk lah ke restoran itu", Ujar Arland menunjuk restoran yang tidak jauh dari sana
Suri melihat restoran itu..."Ohh.. baiklah", Ucap suri..."Ayo bik", Ajak suri
"Iya non", Jawab bik umi
"Hati-hati sayang", Ujar Arland keluar dari mobil
"Iya!", Jawab suri..."Ayo bik",
"Iya non", Jawab bik umi
Suri sudah masuk kedalam restoran tersebut sementara Arland menemani vander untuk membeli permen kapas yang vander ingin kan..."Pak permen kapas nya 1", Pesan Arland
"Iya! sebentar ya", Ujar penjual permen kapas itu
"Dad! kok cuman 1? dua dong dad", Pinta vander bernegosiasi
"Tadi mommy kan sudah bilang! vander ngga boleh makan permen kapas banyak-banyak", Ucap Arland mengingat kan vander
"Oky..No problem dad! tapi vander juga pengen es krim boleh ngga?", Pinta Vander dengan wajah imutnya
"Emm...! Ada syarat nya", Ucap Arland tersenyum manis
"Apa dad?", Tanya vander
Arland menunjuk pipi kanan kirinya..."Cium Daddy dulu dong", Ujar Arland menunjuk pipinya
Tanpa pikir panjang lagi, vander mencium kedua pipi Arland..."Sudah dad", Ucap vander tersenyum..."Sekarang beli in vander es krim", Pinta vander
"Tunggu dulu son", Ujar Arland menggambil pesanan permen kapas nya dan membayar nya
"Ayo dad", Ajak vander tersenyum
"Ini permen kapas mu", Ujar Arland memberikan permen kapas itu pada vander
"Makasih Daddy handsome", Ucap vander..."Ayo dad! beli es krim! setelah itu makan sama mommy sama adek² vander", Ujar vander
"Iya!", Arland dan vander beralih membeli es krim yang letaknya tidak jauh dari penjual permen kapas itu
"Pak es krim nya satu", Ujar Arland dengan wajah datarnya
"Iya pak! rasa apa?", Tanya penjual es krim
"Vander mau rasa apa?", Tanya Arland mengubah mimik wajah nya menjadi tersenyum
"Coklat dad! 2 ya", Ujar vander masih sibuk memakan permen kapas nya
"1 aja ya", Ucap Arland
"Ngga dad! tadi permen kapas sudah 1 masak sekarang es krim juga harus satu! ngga cukup dad", Ujar vander dengan mulut nya yang masih sibuk mengunyah permen kapas nya
"Hehehehe iya dong dad", Ujar vander tersenyum bangga
"Sebentar ya",
"Oky dad", Jawab Vader
Arland mengubah wajahnya menjadi datar lagi ketika hendak berbicara dengan penjual es krim itu..."Rasa coklat 2", Ujar Arland menggambil sebuah kartu Black cart
"Ini tuan", Ujar penjual es krim itu dengan ramah
Arland memberikan kartu Black cart nya..."Ini", Ucap Arland menyerahkan kartunya
Penjual es krim itu membulat kan matanya sempurna..."Waduhhh..maaf tuan! saya bukan bank atau mall yang bayar nya pakek kartu ini", Ucap penjual es krim itu dengan sopan
"Ohh...Oky maaf saya lupa!", Ujar Arland menggambil 2 lembar uang berwarna merah² merona
"Tuan!! ini kelebihan", Ujar penjual es krim tersebut
"Tidak apa-apa! ambil saja kembaliannya", Ucap Arland menggandeng tangan vander
"Terimakasih tuan", Ujar penjual es krim itu dengan senyuman lebarnya
"Hemm!!!!......Ayo vander! kasihan mommy sudah menunggu kita lama", Ujar Arland menggandeng tangan vander
"Iya dad! ayo", Ucap vander berjalan
Ketika mereka hendak menyeberang ke arah restoran dimana suri berada, tiba-tiba..."Heyyy... Arland", Teriak seorang wanita dengan suara sopran nya
Arland dan vander menoleh bersamaan..."Hah...hah...hah...hah...kau..hah..kau Arland kan?", Tanya wanita itu
Arland tidak menggubris pertanyaan wanita itu, sementara sang wanita merasa kesal karena Arland tidak menjawab atau pun menatap nya..."Heyy Arland! ini aku! Hanna", Ujar wanita itu
"Hanna? siapa Hanna? aku tidak tau siapa itu", Ucap Arland dengan wajah datarnya
"Ayolah Arland aku Hanna! aku ratu kampus di universitas kita dulu", Ujar wanita itu sombong
"Ohh ternyata Hanna itu ratu cantik kampus ya?", Ujar Arland dengan tatapan misterius nya
"Iya ini aku", Ucap wanita itu
"Tapi seingat ku!! Hanna itu....", Ucap Arland digantung kan
"Aku apa?", Tanya Hanna
"Hanna itu mayat hidup yang memakai riasan menor seperti Nenek sihir", Ujar Arland kembali ke wajah datarnya
Hanna merasa kesal dengan Ucapan Arland..."Kok Nenek sihir sih! aku kan emang sudah cantik sejak lahir, ngga pakek make up", Ucap Hanna bohong
"Kau kira aku percaya? No nona!! No", Ucap Arland risih..."Apa butuh aku siram air wajah mu biar kelihatan seberapa kilo kah make up tebal yang kau gunakan?", Ujar Arland
Hanna tidak bergeming dengan ucapan arland. sementara vander yang sejak tadi hanya mendengar kan percakapan Arland dan Hanna hanya tersenyum dan tertawa kecil, Hanna yang merasa sedang dihina oleh vander hendak memukul nya, tapi...
"Hahahaha...Hai nenek lampir!", Ujar vander tertawa
Hanna yang sudah gelap mata hendak memukul vander..."Kau..!! dasar bocah ingusan", Ucap Hanna yang sudah melayang kan tangan nya untuk memukul vander
//PLAKKK...
Bukan nya ia yang menampar Vander, tapi justru ia yang terkena tamparan keras dari Suri..."Heyy nona! siapa kau berani nya ingin memukul putra ku?", Ujar suri menekan setiap perkataannya nya, sementara Arland mencegah tangan yang hampir mengenai pipi mungil vander
Suri tadi menunggu lama Arland jadi ia memutuskan untuk menghampiri nya, namun sebuah pemandangan tidak baik membuat nya harus turun tangan.
Hanna yang tidak terima ditampar oleh suri handak membalas nya, namun lagi-lagi tangan nya harus turun..."Kau berani sekali kau menampar ku! kau pikir kau siapa hahhh?", Ucap Hanna hendak menampar Hanna
//PLAKKK...
Pipi Hanna kembali sakit ketika mendapat kan tamparan yang jauh lebih keras dari tamparan suri..."Berani sekali tangan kotor mu itu hendak menampar anak dan istri ku!!", bentak Arland tidak bisa menahan emosi
"Istri? anak?",
****
{Continued}
#Hero_Cash_Cash#