
"Sekarang kakek ku sudah datang, kapan Daddy akan datang mom?", Tanya Asha
/Deg..
Suri kesulitan menjawab pertanyaan Asha..."D-dia..d-dia...", Suri gugup untuk menjawab nya
"Jangan beri kan aku alasan yang sama mommy 'Daddy ini Daddy itu', aku butuh kepastian!! katakan mom, dimana Daddy? kapan dia datang?", Tanya Asha semakin membuat kebingungan
Bibirnya bergetar, enggan untuk menjawab pertanyaan Asha. ia sungguh belum siap memberi tau yang sebenarnya kepada Asha..."D-dia.....",
"Ayah mu sekarang sedang gila kerja! dia sedang mengumpulkan uang agar bisa membawa princess nya pulang dengan terhormat", Ujar tuan ghupta
"Benarkah begitu??", Tanya Asha menyipit kan mata kurang percaya dengan jawaban tuan ghupta
Suri hanya mengganguk samar dan berlari masuk kedalam kamar nya. sementara itu Asha semakin bingung apa yang terjadi dengan ibu nya? setiap bertanya dimana Daddy nya, ia pasti akan menjawab 'daddy sedang mempertangung jawabkan perbuatannya', padahal yang ditanyakan nya adalah :'dimana Daddy tinggal?'. tentu suri kesulitan menjawab pertanyaan putri bungsu nya itu, setiap pertanyaan Asha mampu menariknya kedalam kegelapan hidup tanpa cinta Suami nya..
"Kenapa setiap aku bertanya tentang Daddy. mommy selalu saja mengelak", Gumam Asha dengan wajah kecewa
Lantas tuan ghupta pun berjongkok dan berkata.."Ibu mu butuh waktu, untuk menjawab pertanyaan mu. biarkan ia sendiri yang memendam nya. ketika kau sudah besar nanti, kau akan mengerti apa yang sedang dialami oleh ibu mu",
"Benarkah begitu?",
"Kenapa tidak?. ibu adalah wanita perasa. biarkan ia sendiri terlebih dahulu, jika waktunya sudah tiba. ia akan memberitahu mu", Ujar tuan ghupta
"Kakek seharusnya tau dimana Daddy ku",
"Ya. kakek tau. tapi biarkan ibu mu sendiri yang akan memberitahu mu", Ucap tuan ghupta
Asha menghela nafas panjang dan berkata.."Baiklah, kalau begitu. ayo kek masuk",
"Iya cucu cantik ku",
"Ceritakan segalanya tentang kakek, ibu, dan Daddy ya", Asha ingin mengorek informasi tentang ayah nya agar sedikit demi sedikit ia tau dimana ayah tinggal
π Sementara itu dikamar Suri
Perasaan yang awal nya membaik. kembali memburuk ketika sebuah kata 'Kapan kembali?' menghantui pikiran nya
Hikss..mommy. mereka bilang aku anak haram..
Mommy mereka selalu membully ku..
Mom. kenapa mereka bilang mommy adalah wanita malam?..
*Hikss..di sekolah mereka mengatakan jika Daddy kabur dari mommy karena menganggap kehadiran ku dan mommy membawa s*al*..
Setiap keluh Asha yang didengar oleh suri, tiba-tiba terlintas kembali kedalam benak nya. ada rasa sedih, kecewa, marah, malu, dan bersalah..kenapa??.. hikss.. dunia ini tidak adil, mereka egois!!.. Begitu lah batin suri yang menjerit dalam diam
Suri terus. terus. dan terus memutar segala keluhan Asha, satu yang sangat menyayat hati nya adalah..
Mom. mereka ingin melenyapkan Asha.. hikss.. kenapa mereka jahat sama Asha?.
Sosok ibu mana yang tidak tersayat hati nya mendengar anak nya ingin di lenyap kan?, seluruh ibu di dunia ini pasti akan sangat sedih jika dunia ini akan mengambil anak nya yang baru mengenal dunia, mungkin yang dipikirkan oleh ibu adalah 'Jika dunia ingin mengambil anak ku, mereka harus menggambil ku dulu' ,
Kapan Daddy akan datang mom?..
yeahh.. pertanyaan Asha kembali melintas di pikiran nya, ia sangat sedih ketika bukan nya menjawab tapi justru membisu tak bergeming
"Maafkan mommy sayang hikss. mommy tau ini egois. tapi mommy tidak mau kau pergi dan meninggalkan mommy setelah mengetahui siapa Daddy mu dan dia tinggal dimana. hikss.. jika waktu nya sudah tiba., mungkin saat itu juga selain memberitahu mu, mommy akan membawamu kehadapan Daddy mu", Lirih suri menangis di samping ranjang sambil memeluk lutut nya
"Aku sendirian hikss.. peluk aku", Lirih suri menangis
Tak lama kemudian sebuah tubuh besar memeluk tubuh suri dengan erat dan lembut, suri mendongak kan wajah nya dan...
"Ayah....",
"Kau tidak sendirian sayang. ada ayah disini", Ujar tuan ghupta memeluk suri
Suri membalas pelukan ayah nya dan berkata..."Hikss.. suri sendiri ayah. aku kesepian. tidak ada yang memeluk ku ketika aku menangis hikss.. aku lelah", Lirih suri
Iya usap air mata Putri nya dengan tatapan Hangat dan penuh kasih sayang..."Putri ayah sangat kuat. kenapa lelah?",
"Aku lelah ayah. hidup ku sepi. di kelilingi oleh kebohongan dunia. karena perpisahan ku dengan Arland membuat putri ku yang tidak tau apa-apa harus menanggung akibat nya hikss..", Lirih nya
"Memang begitulah dunia sayang. akan ada masa setelah badai maka pelangi akan datang", ujar tuan ghupta
"Memang nya apa yang dikatakan dunia kepada kalian?", Karena sedikit penasaran, tuan ghupta menanyakan itu kepada suri
Suri memeluk tuan ghupta dengan erat dan terisak..."Hikss..hikss..hikss.. itu sangat lah menyakitkan ayah",
"Sesakit apakah sehingga membuat mu tak mampu menjawab nya?", tanya tuan ghupta
"Sesakit nyawa ketika dicabut secara paksa. hati seorang ibu mana yang tidak sedih ketika anak nya dihina dan diancam oleh dunia dengan sangat kejam",
"Ancaman mereka tak pandang bulu, mereka selalu mengatakan jika Asha adalah anak tidak sah, mengatakan jika aku aku adalah seorang ja**** malam. mereka bahkan mengancam akan melenyapkan Asha", Lirih suri, ia mengingat segala apa yang membuat putri nya sampai menangis berhari-hari
Mengepalkan tangannya, tuan ghupta menahan amarah dan berkata..."Sekarang kau tidak akan sendirian lagi sayang. ayah akan selalu mengunjungi mu kesini",
"Terimakasih ayah",
"Apapun untuk putri kesayangan ayah",
"Bagaimana keadaan.. emm..d-dia dan...", suri sedikit ragu untuk bertanya tentang keadaan Arland dan orang yang tinggal di negeri kelahiran nya itu
"Arland?!", Sambung tuan ghupta
Suri menunduk dan mengganguk samar. sementara tuan ghupta pun menyangkut wajah suri dan berkata..."Dia sangat hancur",
/Deg..
Dengan segera suri menatap tuan ghupta dengan tatapan Sulit diartikan..."Hancur?. hancur Apa?. kenapa?.dia..."
Suri memalingkan wajahnya dan berlirih.."Itu tidak mungkin",
"Kenapa tidak mungkin?, kau tau?",
Suri kembali menatap serius ayah nya, jujur ia masih tidak percaya jika Arland hancur kehilangan nya
"Ketika kau. melangkah kan kaki mu dan berjalan menjauh dari nya. ia seakan seperti mayat hidup, keseharian nya hanyalah merenung, merenung dan merenung di dalam kegelapan malam mau pun badai", Ucap tuan ghupta
"Kehidupan nya sangatlah dingin, Sehingga ia sempat lupa jika masih ada tiga nyawa yang membutuhkan nya", Ujar tuan ghupta
"Aileen, Ainsley, vander. mereka baik-baik saja kan?", Tanya suri menatap serius ayah nya
"Mereka tumbuh dengan baik, walau kadang mereka selalu merengek meminta agar bisa menemui mu", Ujar tuan ghupta
"Lalu.. bagaimana dengan Hanna?", Tanya suri
"Musnah",
/Deg..
"Musnah? apa yang ayah katakan?", Tanya suri tidak mengerti
"Dia--..",
"Mommy.. kakek", Suara nyaring seorang gadis manis membuat tuan ghupta menghentikan ucapannya dan suri menghapus air mata nya
"Mommy sama kakek kenapa disini berdua?", Tanya Asha
"Emm.. kakek sedang melepas rindu kepada ibu mu. karena sudah bertahun-tahun kakek tak pernah memeluk nya", Jawab tuan ghupta tersenyum Hangat ke arah Asha
"Eohhh..", Asha hanya mengangguk
"Kalau begitu kakek harus pulang dulu ya", Ujar tuan ghupta
"Lohh..kakek tidak menginap disini saja sama Asha?", Tanya Asha sedikit kecewa
Lantas tuan ghupta pun tersenyum dan berkata..."Maaf sayang, hari ini kakek tidak bisa menginap. karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan", Jawab tuan ghupta
"Yahh... padahal Asha mau dengerin kisah keluarga",
"Maaf ya cucu kesayangan kakek. janji besok kakek akan kesini kembali", Tukas tuan ghupta
"Janji?",
"Iya sayang nya kakek",
"Ya sudah dehh..",
"Anak pintar", Ucap tuan ghupta, ia pun berdiri dan memeluk suri dan berkata..."Jangan pernah menganggap diri mu sendiri, karena ayah akan selalu ada untuk mu, sampai akhir hayat ayah", Lirih tuan ghupta
"Iya ayah..",
***
setelah berpamitan pulang, suri dan Asha pun beristirahat. sementara itu di markas besar 2 keluarga yakni, Keluarga Soe dan
Nasution
"Ayah kau sudah datang?!", Ucap Argam berdiri menghampiri sang ayah yang nampak memasang wajah kurang bersahabat
"Ayah baik-baik saja kah?", Tanya Arka
/Pyarr...
Tuan ghupta memecahkan sebuah vas besar yang terletak tepat di samping nya. memecahkan dengan amarah Yang sudah memuncak
"Ayah ada apa?", Tanya Kay
"Iya ayah?",
"Dimana Arland?", Tanya tuan ghupta dengan suara iblis nya
Tak lama sosok yang ia cari pun keluar..."Ada apa ayah?", Tanya Arland dengan wajah datar nya turun dari tangga
Ia melirik tajam kearah Arland dan berjalan menghampiri nya...."Kau tau kesalahan yang telah kau lakukan hahh?!", Bentak tuan ghupta
"Iya aku tau!.. aku telah membuat suri menderita", Lirih Arland menunduk
"Kenapa kau bisa kelewatan sebuah informasi yang sangat penting Arland?! Kau tau?! karena kecerobohan mu yang kurang teliti memberikan sebuah pengamanan untuk suri dan Asha sangatlah sia-sia", Ucap Tuan ghupta dengan amat keras
"Apa?! kenapa ayah?", Tanya Arland tidak mengerti
"Kau tau?!.. diluar sana banyak orang yang mengucilkan suri dan Asha!!!... bahkan ada yang ingin melenyapkan Asha kau tau itu hahh?!", Bentak tuan ghupta
/Deg..
"Melenyapkan?. Asha?", Kay mengulang perkataan ayah nya dan berjalan mendekati nya..."Maksud ayah apa?", Tanya Kay
"Setiap hari suri selalu saja di hina dan dicaci maki oleh masyarakat biadab itu", Dengan Amarah nya tuan ghupta memanggil masyarakat sebagai makhluk biadab
*****
{Continued}
*Happy New year reader'sπ₯³
semoga kedepannya semakin baik dan kuat ya π
Semangat meski dunia menyempit kan jalan kitaπ*