
~1 Minggu kemudian~
"Emm...aku tidak sabar sekali", Jingkrak Hanna
"Besok adalah hari kemenangan ku!", Tukas Hanna melipat sedekap kedua tangannya di depan dadanya
"Setelah aku sudah berhasil menikah dengan Arland! aku pastikan suri hanya akan tinggal angan-angan di hidup Arland", Ucap Hanna menatap foto suri
"Hay wanita s**lan", Hanna memegang foto suri dan menggambil foto Suri dari figura
"Kau sekarang hanya akan sebagai angan-angan saja! waktunya kau....... wusshhhh pergi jaaauuuhhhh dari hati, rumah bahkan keluarga Soe", Tukas nya menyalakan korek api
/Ctakk..
/Jess...
"Good bye Suri Wulandari", Ucap Hanna sambil mengarahkan api ke foto suri dan hendak membakar nya
Hangus..
Sudah hangus terbakar foto Suri, Hanna merasa jika ini terlalu mudah untuk ia rebut dan dapat kan.
"Ternyata Arland yang seorang mafia sangatlah mudah untuk direbut bahkan dibohongi", Tukas Hanna menatap foto Arland
"Hay calon suamiku! Kau tau anak yang sedang ku kandung bukan lah anak mu", Hanna berbicara sendiri dengan foto Arland
"Kau tau...! aku sangat salah ketika tidak menyetubuhi mu waktu itu! dengan begitu aku bisa mengandung anak mu! namun karena kebodohan ku yang memilih untuk tetap stay.... berujung ketidak puasan", Ucap Hanna
"Hahhh.. seharusnya kau yang menyentuh ku! bukan pria jelek itu", Hanna menggambil foto yang berada di dekat nya
"Hay jelek! terimakasih karena kau sudah menghamili ku! Dengan begini aku bisa memanfaatkan hasil cetak mu dengan mengatakan ini anak nya Arland", Ucap Hanna tersenyum gila
Sebenarnya Hanna memang sedang hamil! namun hasil hubungan gelap nya dengan seorang pria yang tidak ia kenal, sehingga tumbuh lah sebuah janin didalam rahim Nya, ia memanfaatkan kehamilan itu untuk bisa melancarkan rencana nya untuk merebut Arland dari Suri, dan itulah hasilnya..ia berhasil namun tak akan menyangka jika sebuah bencana besar tengah menanti nya...
~Di Markas Mafia black blood~
"Kau salah dengan menjebak ku Hanna", Arland menatap sebuah kamera pengintai yang ia pasang di telinga Hanna dengan mengatakannya jika ini adalah anting untuk nya
"Akan ku balas jauh lebih kejam dari perbuatan mu ini! kau sudah membuatku berpisah dari istriku! maka kau akan berpisah dari nyawa mu", Tekan Arland menatap benci Hanna yang sedang tertawa sendiri melihat foto suri yang dibakar oleh nya
"Semuanya sudah siap tuan! tempat, bukti, bahkan saksi sudah siap untuk melancarkan aksi mereka besok", Ujar Surya
"Bagus!!...tidak sia-sia aku mempercayakan ini kepada mu Surya", Puji Arland
"Kau sudah menolong ku ketika aku dalam keadaan sulit waktu itu! sekarang aku harus membalas nya", Ucap Surya
"Btw Surya! kau sudah memiliki kekasih? aku lihat belakangan ini kau nampak dekat dengan seseorang!", Tukas Arland bertanya
Surya terlihat gugup mendengar pertanyaan Arland.....Kalau dikatakan belum! tapi itu ngga bener! tapi kalau bilang sudah! mau jawab apa ketika bos Arland bertanya siapa!!? Arhhhh..we pusing ji, aku takut semuanya terbongkar, aku kan belum siap aaaaa ya tuhan..... Batin Surya menjerit kebingungan
"Hey Surya! aku bertanya padamu lohhh!?", Ujar Arland menggoyangkan tangannya di depan wajah Surya yang nampak bergulat dengan otak dan hatinya
/Ctakk..
"Aduhh..tuan", Ringgis Surya memegang jidat nya yang merasa sakit karena di jitak Arland...."Kok tuan jitak saya!! kenapa??", Tanya Surya protes
"Salah kamu juga! ditanya malah bengong! tu*i apa Bud*g si elu?", Ucap Arland ketus
"Kop*o*k*e*n nya kamu?!", Savage Arland
Tuh kan... Keluar savage nya, Elu bo*oh Surya...Batin Surya menistakan dirinya sendiri
"Kamu ngga punya telinga atau memang mulut kamu itu bisu sih Surya?! ditanya bukan nya dijawab malah bisu ngga ngomong", Ucap Arland ketus
"M-maaf tuan! s-saya hanya gugup", Jawab Surya
"Sudahlah sana pergi! lanjutkan pencarian Dimana istriku suri berada", Titah Arland
"B-baik tuan", Surya langsung keluar dari ruangan dan melanjutkan pencarian Tentang suri berada
~Kediaman Arland~
Hanna mengunjungi kediaman Arland, ia hanya ingin menyiapkan kamar untuk malam pertama nya bersama arland di kamar nya, ia juga berniat untuk membuang setiap foto Suri..
Sementara itu vander, Aileen dan Ainsley yang berada di atas melihat kehadiran Hanna merasa sangat muak melihat wajah wanita itu...
Bagaimana bisa ia berjalan bak ratu di rumah orang lain?!...Batin vander
Perebut milik orang masih bisa berkeliaran di mansion Daddy?!....Batin Ainsley
Lihat pembalasan ku.....Batin Aileen berjalan turun menuju dapur
Didapur Aileen menggambil air panas dengan alasan ingin mengkompres Ainsley yang sedang sakit, padahal adiknya itu baik-baik saja..
Ia bawa air itu berjalan menuju tempat dimana Hanna berada.... Pembalasan dimulai...Batin Aileen menyeringai
"Itu ditaruh disana", Titah Hanna memberikan perintah kepada pelayan disana
Aileen berjalan menghampiri Hanna dengan berlari, ia berhati-hati agar air panas itu tidak jatuh ke tangan nya
"Itu di tar---akhhhhhh",
/*Brakk..
/Pyarr...
/Byur*...
"Akhhhh...panas...panas...panas...panas", Teriak Hanna kepanasan
Rasain...Batin Aileen
Sementara vander dan Ainsley yang melihat dari bawah tertawa puas karena melihat wanita itu meringis kesakitan dan menangis
"Awsss...panas...panas!!", Ringgis Hanna
"Upss..maaf....", Ucap Aileen menggantung nya...Sengaja... Sambung Aileen sebelum ia mengatakan...."Ohh Tante..maaf aku ngga sengaja", Ucap Aileen
****
{Continued}
Dikit amat nyak 🤣