
Arland menatap suri yang masih terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar. sangking terkejutnya ia sampai berkaca-kaca karena mendapat kabar bahwa istri pertama sang suami telah hamil..
"Suri" Ucap arland mengelus lembut pundak suri
/No respon
"Sayang" Panggil arland sekali lagi.."Sayang", Panggil Arland sekali lagi.."Kau kenapa?", tanya Arland menangkup pipi suri
"Haa?" Tanya suri baru sadar dari lamunannya.."A_aku nggak apa-apa kok!" Ujar suri tersenyum getir sambil mengusap kristal bening yang hampir jatuh dari mata ke pipinya
Arland memeluk suri dengan hangat, ia mampu merasakan apa yang sedang dirasakan oleh wanita nya itu, sakit? tentu!..Bahagia? Non tentu! Dengan tatapan datar ia yang masih memeluk suri memberi isyarat pada salah satu anak buahnya untuk melakukan apa yang ia isyarat kan..
Suri melepas pelukan nya dan menatap Arland dengan wajah tersenyum.."A_ayo kita pulang sekarang! kasihan kan sonna sendirian dalam keadaan hamil seperti itu", Ujar suri menepuk punggung tangan Arland
"Baiklah!", Ucap Arland.."Percayalah suri! hanya kau ibu dari semua anak-anak ku nanti! bukan wanita lain", Ucap Arland bak memberi isyarat
"Sonna yang akan menjadi ibu! bukan aku" Jawab suri menundukkan kepalanya. Arland memeluk suri lagi, mencium pucuk kepala nya dengan kecupan hangat. berusaha menyalurkan semua rasa sedih sang istri kedalam dirinya..
'Ku mohon jangan sedih sayang!', Batin Arland dengan menutup matanya sekilas..'Kita lihat seberapa jauh dia memanfaatkan kesempatan ini', Batin Arland mengertak kan rahang nya
"Sudah ayo" Ujar suri..
"Kemana?" Tanya Arland
"Kita siap² untuk pulang" Jawab suri
"Hehehe kookiera mau anu.." Jawab Arland dengan cengengesan
"Anu apa?" Tanya suri
"Ha? enggak apa-apa kok!" Ucap Arland tersenyum lebar..
Suri naik kedalam kamar dan membereskan semua bajunya untuk pulang bersama arland.."Arland" , Panggil suri lembut
"Iya?", tanya Arland masih fokus ke ponsel nya
"Aku akan pulang ke rumah ayah saja", Ucap suri yang berhasil menarik perhatian Arland.."Tidak mungkin kan aku tinggal satu rumah dengan istri sah mu? Aku tidak mau dia membenciku", Ujar suri menatap Arland yang melihatnya dengan tatapan datar
Merubah mimik wajah nya Arland menaruh ponsel nya, berjalan kearah suri dan menarik pinggul suri melingkar kan tangan nya di perut ramping nan rata itu. menatap dengan tatapan hangat berusaha menyakinkan sang istri pilihan.."Kau adalah istri ku sayang! sudah hak mu tinggal di tempat ku! apa yang akan dikatakan oleh ayah mu nanti? terutama kakak mu yang super posesif dengan keadaan mu", Ujar arland
"Lagi pula kau juga istri sah ku! Cuman publik belum tau", Ucap arland
"Aku tidak mau jika aku tinggal satu atap dengan mu dan sonna kau akan terus bersama ku menciptakan sebuah suasana mesra dihadapan sonna, Arland", Ucap suri...."Aku telah merusak rumah tangga orang! alias pelakor", Ujar suri menunduk
"Kau bukan pelakor! tapi wanita itu lah yang seharusnya dipanggil seperti itu sayang! dia yang memaksa kan kehendak nya kepada ku walaupun aku sudah memberitahu nya jika aku mencintai wanita lain", Ucap Arland
"Ya..ya..ya.. Ucapan mu pedas sekali", Ujar suri ketus
"Aku tidak membicarakan mu sayang! kenapa bilang begitu?", Tanya Arland tidak mengerti
"Entah lah! aku semakin hari semakin sewot dengan setiap ucapan pedas mu! walaupun itu bukan untuk ku!", Ujar suri
"Sudahlah aku akan bersiap² dulu", Ucap suri
"Biar aku bantu", Ujar Arland ikut memasukkan bajunya kedalam koper
"Kenapa tidak suruh pelayan saja sayang?", Tanya Arland
"Aku lebih suka jika melakukan nya dengan tangan ku sendiri! Ini kan memang tugas ku", ucap suri
"Istri idaman" Gumam Arland yang masih bisa didengar oleh suri
"Ya tau!", Jawab suri masih membereskan baju nya
"Ohh...Istri ku yang cantik! Cantik cantik cantikkk sekali!", Puji Arland menatap suri dengan tatapan yang mampu ditebak oleh suri
//CUP//
Kecupan singkat didapat oleh Arland membuatnya merasa seperti terbang ke alam fantasy dimana seperti sebuah mimpi yang ingin ia lakukan dengan lebih..."Tambah boleh?", tanya Arland bernego siasi
"Tidak!", Jawab suri singkat..."Ayo kita berangkat", Ucap suri menggandeng tangan Arland
Suri yang merasa tidak ada pergerakan dari sang suami segera berbalik, ia terkejut ketika sang suami sudah membungkuk memonyongkan bibirnya. 'Bayi besar' Batin suri
"Sayang!" Rengek Arland..."Aku enggak mau pulang kalau nggak dapat itu lagi", Rengek Arland bak seorang anak kecil
"Belum punya bayi aja udah kayak gini! bagaimana kalau punya? bakal punya 2 tipe bayi aku! antara bayi big and bayi Lillte", Gumam suri menggeleng kan kepalanya, ia segera mengecup bibir Arland..
//CUP//
//CUP//
2 kecupan telah berhasil didapatkan Arland ketika kecupan ke tiga akan dilakukan Arland justru tidak melepaskan nya dan semakin Mel***t Nya! Suri tidak menolak, ia membalas setiap perlakuan Arland dengan lembut
Menjadi sebuah kesempatan untuk nya menjajah nya jauh lebih dari ini! Semakin lama..semakin lama..lama..lama..hingga akhir nya sebuah kecupan beralih ke dalam olahraga ranjang
Arland memuaskan dirinya dan suri yang tidak menolak dengan apa yang ia lakukan! ia sangat senang karena kali ini ia bermain dengan suri dalam keadaan menikmati satu sama lain..
"Ahh...sayang! maukah kau yang memimpin diatas? aku ingin melihat mu yang memimpin diatas! apakah kau bisa memuaskan ku dengan setiap perlakuan mu? Ahh...ahhh..", Ucap Arland mend*sah keras, Padahal yang seharusnya mend*sah keras adalah suri! Arland hanya ingin menciptakan sebuah suasana dimana juga bisa menunjuk kan d*s*han S*xy nya
Dengan patuh suri mengkunkung tubuh besar Arland Melakukan sebisanya.."Ahhh... sayang! kau pintar juga memuaskan ku!", Ujar Arland di iringi oleh d*s**an s*xy nya
"Kau..ahhh...yang mengajari ku bukan?", jawab suri ikut mend*s**
"Tidak buruk sayang!", Ujar Arland
Semakin lama pergerakan suri semakin pelan, tenaganya yang mengkunkung tubuh besar Arland telah letih menopang tubuh nya untuk terus memaju mundur kan pinggulnya. Arland yang sadar pergerakan suri mulai pelan segera menarik nya ke samping ia kembali memimpin nya dengan sangat senang! merasa sudah cukup untuk jatah nya! ia berhenti dan mencium kedua mata suri yang sendari tadi meneteskan air mata menahan rasa sakit nya
"Sakit sayang?", Tanya Arland
"Tidak! Sangat nikmat!", jawab suri tersenyum sendu
"Baiklah sudah cukup jatah ku", Sekarang kita siap² pergi
"Iya!", Jawab suri tersenyum
"Jika itu mu sakit! bilang pada ku aku akan mengoleskan obat di itu mu", Ujar arland
"Jika pun sakit, aku sendiri yang akan mengoleskan nya", Jawab suri
"Baiklah ini pakai baju mu!", Ucap Arland memberikan baju suri
Suri memakai pakaian nya begitupun dengan Arland mereka turun dari kamar yang sudah disambut hangat oleh para pelayan yang sendari tadi berdiri selama 4 jam menunggu kedua majikan nya turun
Ketika Arland dan suri turun para pelayan berbisik kepada satu sama lain, membisik kan apa yang sedang terjadi oleh nyonya mereka..
'Kenapa nyonya suri seperti kesusahan berjalan?' Bisik pelayan
'Entah lah! Mungkin tuan Arland menggempur nya sampai tidak bisa berjalan' Jawab bisik pelayan lainnya
'Nggak apa² lah biar entar tuan dan nyonya cepat dapat dedek bayi', Ujar pelayan senior
'Semoga iya' Jawab pelayan lainnya
"Semangat tuan dan nyonya untuk pembuatan anaknya", Ucap 3 pelayan serempak yang mengejutkan Arland dan suri
Arland tersenyum.."Terimakasih! Doa kan istri saya mampu melakukan nya selama sehari penuh agar cepat bisa punya Dedek", Jawab Arland dengan tersenyum mendapat cubitan kecil dari suri.."Akhh..sayang sakit", Rengek Arland
Suri hanya diam menahan malu.."Gendong", Pinta suri manja
"Dengan senang hati sayang!", ujar arland menggendong suri
Mereka berjalan ke arah mobil dan memulai perjalanan ke kota xxx..
___BERSAMBUNG___
...
...
...
...
Purple is the color of my love for you reader