The Old Promise Came True

The Old Promise Came True
TOPCT Eps.55 Melahirkan mendadak



{ 8 BULAN KEMUDIAN }


Hari² telah dijalani suri dan Arland! banyak sekali kemauan ngidam suri! jika bukan suri maka adalah Arland, kini usia kandungan suri sudah memasuki bulan ke-8, keluarga Nasution dan keluarga Soe tidak sabar menanti kehadiran 2 malaikat kecil yang nantinya akan berlari kesana kemari. semenjak usia kandungan suri membesar keluarga Soe yakni tuan Anto dan nyonya Revana selalu datang mengunjungi kediaman sang anak, walau dulu Tuan Anto tidak merestui sepenuhnya, kini ia mengalah demi kebahagiaan sang anak yang sebenar lagi akan menjadi seorang ayah..


-Kediaman Soe-


"Hati² sayang!", Ujar nyonya revana


"Iya Bu", Ucap suri berjalan turun dari tangga


Setelah sampai di ruang keluarga, suri duduk dan mengatur nafasnya, ia cukup kewalahan karena perutnya yang sudah membesar! ia mengelus perutnya dengan lembut seraya tersenyum tipis


"Anak² mommy, sehat² ya! cepat keluar mommy dan Daddy sudah sangat menanti kalian", Ujar suri berbicara Dengan bayi yang berada didalam perutnya


Nyonya revana tersenyum.."Iya! nenek juga sudah tidak sabar buat gendong kalian!", Ucap nyonya revana mengelus perut suri


"Iya! Daddy juga", Sahut Arland yang baru sampai


Suri menoleh dan tersenyum manis melihat Arland.."Kau sudah pulang?", Ujar suri hendak berdiri


"Ehh..jangan berdiri sayang! aku akan kesana!", Ujar Arland melepas jas, dan melonggarkan dasinya, membuka satu kancing kemejanya diatas, menyisihkan lengan kemejanya..


Arland mencium kening sang istri dengan lembut, sudah kebiasaan Arland selalu mencium kening suri ketika ia pulang. Arland berjongkok dan mengelus perut buncit suri..."Hey jagoan Daddy! kapan kalian keluar? Daddy sudah tidak sabar menanti kehadiran kalian!", Ujar Arland berbicara dengan bayinya


"Tidak sabar bayinya keluar atau tidak sabar dapat jatah?", Sahut tuan ghupta yang datang bersama tuan Anto dan ke-3 putra nya


"Dua² nya!", Jawab Arland melihat sekilas dan kembali berbicara dengan bayinya..."Sayang! cepat keluar ya! apa kalian tidak kasihan dengan Daddy yang sudah puasa 8 abad ini?", Ujar Arland cemberut seraya mengelus perut buncit suri


"8 abad? delapan bulan kali", Sahut Subu


Arland menatap sinis Subu.."Kakak tau ngga? delapan bulan sama dengan 8 abad tanpa kenikmatan malam", Jawab Arland


"Sabar! tahan sedikit lagi!", Ucap tuan Anto


"Iya pah", Jawab Arland tersenyum


"Sudah malam! sebaiknya suri tidur ya!", Ujar nyonya revana


"Iya mah", Jawab suri hendak berdiri


"Aku gendong ya", Tawar Arland


"Tidak perlu! aku sanggup jalan kok!", Ujar suri menggenggam tangan Arland berusaha berdiri


"Hati² Chagi", Ucap argam


Ketika suri sudah berdiri, ia berpamitan untuk kekamar terlebih dahulu..."Suri kekamar dulu ya kak, yah, mah, pah", Ujar suri tersenyum


"Iya!", Jawab mereka


Kok perut ku rasanya mules banget ya! padahal aku ngga makan pedas ataupun banyak!...batin suri merasakan mulas diperutnya


Sementara Arland yang melihat wajah sang istri seperti menahan rasa sakit mulai khawatir ketika melihat keringat suri yang keluar dengan banyak..


"Sayang! kamu tidak apa-apa kan?", Tanya Arland khawatir


"Eghh.. i_iya", Jawab suri tidak tenang, namun tiba-tiba... "Aahhhh, shhhh Arland! perut ku", lirih suri meringis


"S_sayang kau kenapa?", Tanya Arland mulai gemetar


"Ashhh, sakit!... Arland perut ku sakit", Ucap suri meringis


"A_apa? kenapa sayang? mana yang sakit?", Tanya Arland gelagapan


"Awshhh...Aahhhhhhh sakittttt", Teriak suri meringis mencakar tangan Arland yang menggenggam nya


Sementara ayah, kakak dan mertua suri terkejut ketika mendengar teriakkan suri, mereka segera berlari menghampiri suri..."Ada apa itu?", tanya Argam


"Iya!", Jawab mereka bersamaan


Mereka menghampiri suri dan Arland yang sudah berada didepan pintu kamar mereka, betapa terkejutnya semua orang ketika melihat sebuah cairan air ketuban merembes deras dari kaki suri yang nampak sudah kesakitan..


"Suri", Lirih tuan ghupta, semua orang berlari mendekat,


"Chagi! apa yang terjadi dengan mu?", Tanya Arka


"Awsss .. sakit kak!!", Ucap suri meringis


"Apa yang sakit? Arland kenapa dengan suri?", Tanya Argam


"A_air ketuban suri sudah pecah kak", Jawab Arland dengan khawatir


"Apa!?",


"Ayo kita bawa segera suri kerumah sakit Arland! seperti nya ia akan melahirkan!", Ujar nyonya revana


"Iya", Jawab Arland, Tampa basa-basi lagi ia segera menggendong suri menuju kemobil


"Surya", Teriak Arland


"Iya tuan", Jawab Surya secepat kilat menghampiri Arland.."Ya tuhan apa yang terjadi dengan nona tuan?", Tanya Surya


"Dia akan melahirkan, tolong siapkan mobil sekarang", Titah Arland


"Iya tuan", Secepat kilat, Surya langsung menggambil mobil dari bagasi dibawah tanah


Karena mansion Arland yang sangat luas, Arland cukup lama untuk kehalaman mansion,.."Ishh..kenapa sangat jauh", Gerutu Arland yang sudah dilanda kecemasan


"Awhhhh...ini aaahhh..karena rumahnya terlalu luas", sahut suri


"Iya! aku tebas separuh aja ruangan ini", Ucap Arland


"Awhhhh", Ringis suri semakin kesakitan


Kini Arland sudah berada dihalaman dimana Surya sudah menyiapkan mobil sedan sport 32oi..


"Mari tuan", Ucap Surya membuka kan pintu mobil


Arland masuk dan menidurkan kepala suri dipahanya..."Sayang Wulan ku! tenang ya!...cepat jalan Surya", Ujar Arland


Sementara keluarga Arland dan suri sudah menunggu di rumah sakit. mobil yang ditumpangi Arland dan suri sudah sampai di rumah sakit, Surya langsung turun dan membuka kan pintu nya.. sementara terlihat sudah ada 7 suster dan 3 dokter kandungan


Suster langsung menggambil brankar, sementara Arland langsung menaruh Arland di brankar rumah sakit itu..


"Bertahan ya sayang!", Lirih Arland menyemangati suri.."Kau bisa! demi anak-anak kita sayang", Lirih Arland dengan air mata yang sudah bercampur dengan keringat dingin


"Awhhhh..jangan tinggalkan awww, aku Arland! temani aku aaahhh", Pinta suri yang diiringi dengan ringisan sakit


"Iya! aku tidak akan meninggalkan mu sayang", Ucap Arland mencium punggung tangan suri


"Putri ayah kuat! kau harus kuat sayang", Ujar tuan ghupta yang juga berjalan disamping brankar suri


"Iya ayah", Jawab suri


"Chagi yang kuat sayang!", Ujar Subu, Arka dan argam bersamaan


"Iya kak!", Jawab suri dengan wajah yang sudah pucat


...----------------...


[ Deg degan]