The Old Promise Came True

The Old Promise Came True
TOPCT Eps.92 Gadis psikopat



/Bugh..


Satu pukulan biasa didapat kan oleh Jong Yun dan pelakunya adalah..."Pemanasan tangan", Gumam Asha


"Cih. pukulan mu tidak ada bandingannya dengan tubuh ku anak j@|@NG, huhh.. anak wanita malam yang melayani pria tua", Hardik Jong Yun


"Huhh.. dasar anak haram", Pekik murid¹


"Iya, huuu anak wanita murahan", Ejek murid³


"Aku yakin ibu mu pasti akan mati ketika melayani pria tua", Ejek Lily


Habis, sungguh sudah habis tuntas kesabaran Asha, ia mendongak dengan tatapan tajam, mengepalkan tangannya dan berbatin...Cukup aku diam atas hinaan ini, kali ini mereka akan melihat kekuatan ku walau tubuh dan umur ku masih kecil...Batin Asha mengepalkan tangannya


"Anak haram", Hardik mereka


Sementara itu dibalik sebuah pohon besar, seorang pria dengan masker hitam yang menutupi setengah wajahnya, tengah bersiap memvideo momen langka ini..."Aku harus merekamnya, agar tuan melihat bagaimana kekuatan putri kecil nya"...Batin pria itu tersenyum


Asha mengambil sebuah balok kayu yang lumayan besar untuk dipegang tangan kecil nya, menyeretnya bak seorang gadis psikopat, berjalan dengan tatapan tajam dan aura dinginnya


/brakk..


Ia lempar Balok kayu itu kearah kerumunan yang membully nya, membuat mereka berlari menjauh..."Asha melawan?!", Bisik ⁵siswa


"Woahh.. dia melawan Kali ini", Ejak Lily


Asha dengan mata tajam nya berusaha untuk mengontrol Amarah nya agar tidak kelepasan..."Sekali mulut mu itu menghina ibuku, maka jangan salahkan aku tulang mu retak Lily",...Batin Asha menatap tajam dan aura tak bersahabat ke arah Lily


/Bugh..


Jong Yun mendorong Asha, namun karena kesiapan nya, Asha tidak sampai terjatuh dan justru berbalik melawan Jong Yun..


/Bugh..


/Bugh..


/Plakk..


/Plakk..


"Akhhhh..", Ringis Jong Yun


Asha berjongkok dengan tangan bertopang di dengkul nya..."Sudah kubilang bukan?!.. jangan bawa ibu ku dalam hasrat kebencian mu itu!.. jika tidak tulang mu ku pastikan tidak akan ada di dalam tubuh mu", Ucap Asha dengan nada dingin dan tatapan elang nya


Asha lalu berdiri dan menoleh ke arah Lily yang nampak terkejut melihat perbuatan nya. tersenyum miring dan tatapan sinis ia lontarkan untuk Lily sebagai pertanda bahwa jiwa sabuk hitam Asha telah bangkit


"Kenapa kau terkejut??.. hahah.. kau pasti bingung bukan?!, kenapa kau bisa sekuat itu?", Ucap Asha berjalan berlahan mendekati Lily tak lupa senyum sinis dan tatapan tajamnya


"Cih. kau tetap gadis lemah, anak haram, ibu mu seorang...",


/Plakk..


"Akhhh...", Ringis Lily


"Sudah kubilang, jangan menyebut ibu ku seperti itu!", Tegas Asha dengan raut wajah dingin


"Apa yang tadi kau katakan??.. aku anak haram?, cih.. malu mengakui dirinya sendiri sehingga melempar nya kepada orang lain,,, pengecut", Hardik balik Asha


"Ibu bukan wanita seperti itu", Pekik Lily


"Memang nya aku ada mengucap kan nama ibu mu?", Tanya Asha


Lily menggambil sebuah gunting kecil lumayan tajam yang berada di sakunya, ia menodong nya dan berkata..."Kau anak haram. hasil hubungan gelap. ibu seorang wanita p*lacur, punya ibu tapi tidak punya ayah, kalian pembawa s*al, dan harus mati", Ucap Lily dengan senyum sinis nya dan menodongkan gunting itu ke arah Asha


"Apa yang akan kau lakukan??.. Cih. cara lama", Ucap Asha


Lily layangkan gunting itu sehingga hampir mengenai Asha, karena Asha dengan sigap menghindari Serangan itu..


Ia berjalan mengambilkan gunting itu dan memegang nya ala seorang psikopat pro,, ia berbalik menatap tajam Lily dan mendekati nya. ketika sudah sampai di depan Lily, ia melayang kan gunting itu ke udara..


"Aaaaaaaa...", Teriak Lily


"Cih. penakut", Ejek Asha


Lily membuka matanya dan melihat Asha yang hanya mengerjai nya dengan berpura-pura ingin membunuhnya..."Ternyata kau Sangat lemah Sehingga tidak mau melukai ku",


"Siapa bilang aku tidak mau melukai mu??.. jika waktu nya tiba dan kita bertemu kembali di masa depan, jangan salah kan aku jika nama mu tinggal angan saja", Tukas Asha berjalan pergi


"Ranaya ayo", Ucap Asha


Sementara itu Lily menatap punggung Asha yang mulai mengecil karena sudah masuk di lobi sekolahan...."Aku akan memberikan mu pelajaran", batin Lily kesal


Tak lama kemudian datanglah seorang guru yang nampak terkejut melihat keadaan Jong Yun dengan luka memar dan darah yang keluar dari sudut bibirnya..."Ya tuhan Jong Yun kau kenapa??", Tanya guru itu


"Akhhhh... shhtt.. sakit Bu kepala saya", Ringis Jong Yun


Sementara itu Lily yang punya ide Licik pun menghampiri guru itu dan berkata..."Ini semua ulah Asha Bu", Adu Lily pura-pura sedih


"Apa?!..",


"Sejak kapan Asha menjadi berani ketika ia sedang di bully?,.. pasti di sini yang salah adalah mereka, aku tidak tau apa saja yang mereka katakan sehingga membuat Asha begitu marah", Batin guru itu


"Ya sudah ayo kita ke UKS. nanti saya akan memanggil Asha", Ujar guru itu


"Yess.. lihat saja Asha. ku pastikan kau akan mendapatkan hukuman", Batin Lily


*****


Di sebuah ruangan dengan nuansa mencekam, seorang pria sedang duduk di singgasana nya sambil berkata..."Hahah... cepat atau lambat, ku pastikan kau akan menderita Arland", Ucap pria itu


"Dendam ini pasti akan sangat membuat mu merasa hancur. akan ku buat salah satu kesayangan mu, mati ditangan ku", Ucap pria itu


"Tinggal menunggu waktu yang tepat kau akan merasakan rasanya kehilangan seseorang yang sudah menjaga kita selama bertahun-tahun", Batin pria itu


****


•MARKAS M. BLACK BLOOD•


Arland membawa ketiga putra nya menyusuri setiap inci markas nya itu dan berkata..."Ini adalah tempat kebesaran Daddy son. dan disana adalah tempat semua senjata berbahaya Daddy simpan", Ujar Arland


"Jadi Daddy beneran seorang raja mafia?", Tanya vander


"Iya. sudah lama Daddy menjabat seperti itu, dan nantinya ini semua akan Daddy wariskan kepada kalian", Ucap Arland


"Jadi mafia kayak nya seru, bisa liat orang mati kyk di film-film", Ujar Ainsley


"Iya kau benar. tapi ku rasa tugas mafia bukan cuman itu saja", Ucap Aileen


"Tugas mafia sangatlah banyak, ia harus siap siaga menjaga benteng dan keluarga nya dari incaran musuh, mafia memiliki musuh lebih banyak dari dunia bisnis", Ujar Arland


Mereka bertiga mengganguk lalu vander kata..."Apakah Daddy pernah membunuh orang??", Tanya nya


"Pernah. dan itu adalah orang yang berani mengusik Daddy dan keluarga Daddy", Jawab Arland


"Ohhh..",


Tak lama kemudian ada seorang pria masuk ke dalam markas..."Tuan Arland", Panggil seorang pria


Arland dan ketiga putranya menoleh bersamaan..."Ada apa?", Tanya Arland


"Tuan saya punya sebuah kabar yang pastinya akan membuat mu tercengang", Ujar pria itu


"Kabar apa? kau kalau bicara jangan buat berbelit-belit kyk gini Surya", Ucap Arland


"Iya. iya. saya cuman mau kasih tau video ini", Ujar Surya memplay video yang tadinya di rekam oleh anak buah Arland yang ditugaskan mengawasi gerak-gerik Asha


Didalam video terlihat jika Asha melawan para pembully dirinya dengan cool, sebuah lengkungan tipis berjalur ke kanan alias senyum miring telah tercipta di bibir Arland..


"Putri anda sangat hebat tuan. ia bahkan berjalan layaknya seorang gadis psikopat dan seorang putri dari raja mafia besar", Ujar Surya


"Cari tau tentang keluarga anak perempuan itu", Titah Arland


"Baik tuan",


Setelah berucap seperti itu, Surya berpamit pergi untuk melakukan titah yang baru saja di katakan oleh Arland


"Siapa dad??", Tanya Aileen


"Adik kalian", Jawab Arland


Merek bertiga terkejut mendengar nama Adik, dan vander pun berkata..."Adik??",..


****


{Continued}