The Lost Of Legends

The Lost Of Legends
Menuju Etherbelt



Semua orang sudah pergi, menyisakan satu orang yang telah menyewa Iris.


Orang itu adalah pria paruh baya berbadan gemuk seperti babi berlemak. Dia memiliki kumis tebal dan kepala sedikit botak. Gambaran yang sangat cocok dengan ugly bastard.


“Pelanggan terhormat, terima kasih atas kemurahan hati anda! Sungguh, anda benar-benar orang paling dermawan!”


Aludra dengan senang menerima cincin dimensi yang berisikan jutaan keping emas di dalamnya. Hanya menjual satu wanita menghasilkan uang sebanyak ini. Aludra memiliki ide hebat untuk masa depan.


“Itu bukan apa-apa. Menjadi pria pertama yang tidur dengan Nona Iris adalah kehormatan untuk satu orang hahaha!”


“Itu benar sekali, Pelanggan terhormat! Saya bisa memastikan kesuciannya, bahkan saya tak pernah menyentuhnya meski sulit menahan dorongan itu!”


Aludra mulai tertawa terbahak-bahak selagi meladeni babi berlemak itu.


“Ha ha ha, aku percaya kamu. Namun apa ini sungguh tidak apa-apa? Aku dengar wanita ini akan menikahi pahlawan. Bukankah akan buruk jika bisnis ini terungkap?”


Babi itu pastinya bangsawan, dia hanya berani melepas topengnya tepat saat Maria memandikan Iris di tempat lain.


“Tenang saja, pelanggan terhormat. Pahlawan takkan bisa menyentuh bisnis ini. Bahkan jika mereka melakukannya, saya akan bergerak untuk menjatuhkannya jadi keamanan anda terjamin. Namun untuk berjaga-jaga kita tak bisa menyewa penginapan apapun jadi mohon dimaafkan.”


Aludra tak mau pergi ke kota selagi menyeret Iris. Oleh karena itu dia menyiapkan gua ini dan membentuknya sedemikian rupa. Bahkan dia sampai menyiapkan kasur dan lampu.


“Ha ha ha, tenang saja! Kamu telah membuat pengaturan yang hebat dari gua usang ini! Aku akan tinggal di sini selama satu bulan.”


“Privasi anda akan terjamin. Saya akan menyiapkan apapun yang anda butuhkan nantinya.”


Segera Maria tiba dan menganggukkan kepalanya kepada Aludra.


“Saya sudah memandikannya, Pelanggan terhormat. Selain itu, saya menyiapkan beberapa ramuan penambah stamina dan penyembuhan. Untuk berjaga-jaga, mohon jangan lepaskan rantai yang mengekangnya.”


Maria menggunakan rantai Gleipnir untuk mengikat Iris. Rupanya rantai itu memiliki kemampuan untuk menyegel kekuatan sihir dan fisik korbannya sampai tahap tertentu.


“Lalu terakhir, mohon jangan melepaskan ikatan di mulutnya. Kami khawatir dia akan menggigit lidahnya dan bunuh diri.”


Babi berlemak itu menjilat bibirnya dan sedikit berkeringat. Aludra ingin muntah melihatnya namun dia menahan dorongan itu.


“Ha ha ha, tak masalah. Selama aku bisa mendengarnya menjerit itu sudah cukup!”


Pria paruh baya itu masuk ke dalam gua, menemukan Iris yang hanya menggunakan piyama tipis dan erotis. Kedua tangannya diikat di kasur dengan ketat, sementara kedua kakinya bisa bergerak meski masih dirantai.


“Ha ha ha, bukankah ini Nona Iris? Seperti yang diduga anda tak hanya cantik namun memiliki tubuh yang sangat bagus! Saya akan menikmatinya sepenuh hati.”


Iris berusaha memberontak ketika melihat bangsawan yang dia kenal membuka seluruh pakaian. Namun apa daya? Kekuatannya hilang berkat rantai yang mengikatnya.


Pria paruh baya itu mulai mengangkanginya dengan senyuman lebar.


“Menjeritlah sesukanya! Selamat menikmati!”


Iris menjerit ketakutan dan mulai menangis. Namun suaranya takkan pernah mencapai siapapun termasuk dewa.


****


“Itu satu bulan yang menyenangkan, ha ha ha! Apa kamu masih akan menyewakannya? Aku ingin melakukannya lagi namun pekerjaan tak bisa ditinggalkan. Bagaimana caraku menghubungimu nantinya?”


“Tenang saja Pelanggan terhormat. Saat waktunya tiba saya akan mengirim utusan saya seperti sebelumnya.”


“Ha ha ha, aku akan menunggu.”


Aludra melihat pria babi itu dengan datar. Selama sebulan ini dia telah bermain dengan Iris. Orang ini sungguh maniak, dia bermain di semua tempat tubuh Iris.


Namun yang paling mengejutkan adalah kekuatan mental Iris. Dia sama sekali tak rusak bahkan dengan semua pengalaman menjijikan itu.


“Apa kamu tak memiliki wanita lainnya? Meski Iris cantik, tetapi cukup bosan melakukan itu dengannya. Toh, wanita cantik di dunia ini sangat banyak.”


Tentu saja Aludra sudah memikirkannya. Dia mendekati pria babi itu selagi menggosokkan kedua tangannya.


“Tentu saja ada, Pelanggan terhormat. Saya akan segera mendapat barang berkualitas lainnya.”


“Ho? Apa itu bangsawan lainnya?” pria babi mulai merangkul Aludra dan berbisik.


Aludra sungguh ingin menjauh karena pria ini berkeringat dan berbau busuk. Namun bisnis tetaplah bisnis.


“Bagaimana menurut anda? Ratu dan putri kerajaan ini sama sekali tidak buruk, kan?”


Pria babi itu dengan cepat menjauh. Dia tak percaya dengan apa yang didengarnya.


“Kamu sudah tidak waras?! Mereka keluarga kerajaan! Sekalipun keduanya cantik namun kamu takkan bisa mendapatkannya!”


“Saya bisa menculik Iris yang sedang melakukan ekspedisi dengan pahlawan kampak. Lantas mengapa Ratu dan putrinya tidak bisa? Pelanggan jangan khawatir, saya memiliki kemampuan yang cukup untuk melakukannya.”


Pria babi itu tampak khawatir di beberapa tempat. Mengusik keluarga kerajaan adalah langkah menuju kematian tanpa persidangan.


Meski begitu, bajingan itu mulai tersenyum lebar.


“Menarik. Kamu harus mengabari aku pertama. Harganya nanti takkan pernah mengecewakanmu!”


“Kalau begitu anda adalah langganan kami! Saya menantikan kunjungan anda selanjutnya!”


Aludra menuju ke kamar dan melihat Iris yang berantakan. Dia berbaring dengan lemas di kasurnya sampai melihat kehadiran Aludra. Wanita itu menjadi liar tiba-tiba.


“BAJINGAN! LEPASKAN AKU DASAR SAMPAH!”


Aludra mengabaikannya dan pergi ke kursi di pojok ruangan selagi memakan anggur. Maria di sisi lain sedang membersihkan ruangan itu karena kekacauan yang dibuat si babi.


“Mengapa aku harus melakukannya? Kamu komoditas terbaik penghasil uang. Dan, jangan berpikir ini telah berakhir. Ada beberapa pelanggan lain yang sudah menunggumu.”


Mendengar itu Iris tercengang dan membatu. Dia harus mengalami pengalaman mengerikan seperti itu sekali lagi.


Tidak, mungkin mulai dari detik ini, setiap harinya adalah neraka.


“Tidak mungkin ... tolong, selamatkan aku.” Iris mulai putus asa dan menangis.


Aludra di sisi lain mulai tertawa, “Ha ha ha! Aku pikir mentalmu sangat kuat namun rupanya hanya butuh batu kecil untuk meruntuhkannya!”


“Aku akan memberikanmu istirahat sehari dalam seminggu jadi bekerjalah yang giat!”


Meski Aludra tak tahu untuk apa dia gunakan semua uangnya. Namun bukan hal yang buruk memiliki banyak darinya.


“Maria, setelah wanita ini melayani beberapa orang lagi. Kita akan segera berangkat menuju Etherbelt.”


“Baiklah. Kalau begitu aku akan menyiapkan kebutuhan.”


Pembalasan dendam akan dimulai. Aludra tak sabar menantikan kehancuran yang akan dibuatnya di Etherbelt.


Dunia ini tidak pantas mendapatkan kedamaiannya. Oleh karena itu Aludra berencana menciptakan tempat di mana kebusukan manusia berkumpul.


“Dunia fantasi yang nyaman seperti ini tidak bagus. Harusnya dunia fantasi sangatlah suram dan mengerikan. Akan kubuat neraka seperti itu segera.