
sudah sekitar 1 bulan Reysa berada di dunia novel ini. tak banyak kejadian mengejutkan yang terjadi. yah walaupun ada, Alana yang sekarang menjadi Reysa itu tak akan peduli.
"pagi!" sapa Reysa pada teman sekelasnya, Ana.
"oh pagi Rey" balas Ana.
ini adalah salah satu kejadian yang terjadi setelah Alana menjadi Reysa, itu adalah Alana mengubah image Reysa di lingkungan sekitarnya. sekarang Reysa menjadi seorang siswi yang paling famous di sekolah ini. Reysa sekarang punya banyak teman dan kenalan di sekolah maupun luar sekolah. penyebabnya adalah pekerjaannya dan hobinya.
"pagi semuanya!" sapa Reysa saat memasuki kelasnya. tentunya ditambah dengan senyum lebar di wajahnya.
"pagi juga Rey" jawab orang orang yang ada di kelas.
Reysa berjalan ke tempat duduk pilihannya. ia sudah memiliki ketetapan untuk duduk di samping jendela di deret ke 2 dari belakang.
sesaat setelah Reysa meletakkan tasnya, beberapa anak laki laki datang padanya.
"Rey Rey Rey, istirahat ini ada game main kartu mingguan di kelas X IPS 2, loe ikut kan?" tanya Dista, teman sekelas Reysa antusias.
"eeeh beneran?! kok gue nggak tau? nggak ada yang kasih kabar sih" kata Reysa kesal karena ia tak tau.
Dista menyentil dahi Reysa, "kita udah bilang ini dari minggu lalu Rey. loe aja yang nggak dengerin gara gara si Ethan ada di sana waktu itu" kata Dista kesal mengingat apa yang terjadi sebelumnya.
Reysa hanya nyengir kuda, "hehe sori Dis. ya habis Ethan bilang bakal traktir gue sih waktu itu. jadi gue seneng hehe" kata Reysa tak terlihat merasa bersalah.
"haha sabar Dis, tapi sendiri kan gimana Rey kalo udah sama Ethan" kata Bayu menengahi sebelum ada perdebatan panjang yang selalu terjadi jika Reysa dan Dista bertemu.
Reysa mengangguk angguk seakan ia benar, "nah itu Bayu aja ngerti. loe emang temen gue Yu" kata Reysa memuji Bayu.
Dista menghela nafas lelah, "oke terserah. intinya loe ikut kan? katanya kali ini hadiahnya hampir 2 juta" kata Dista memastikan.
"hah? emang siapa yang main? kok bisa sampai segitu? biasanya cuma sampek 1 juta aja" tanya Reysa heran.
"lawannya hari ini The King kan? buat pertandingan kartu di kelas X IPS 2 itu" kata seorang gadis tiba tiba. dia adalah Felicia yang sekarang jadi selalu menempel pada Reysa saat ada kesempatan.
"ehh beneran?! gila!! tapi bukannya King masih di skors ya? gara gara kejadian sama bang Raja dari kelas 12" tanya Reysa heran. bukannya orang yang jadi legenda kelas X selain dirinya itu masih di skors?
"dia udah bebas. hari ini, dia udah datang ke sekolah. kok loe bisa nggak tau sih?" tanya Bayu yang heran. kan Reysa anak paling famous di kelas 10. kok bisa tak tau kabar begini?
"ehh beneran?! nying, kalo lawannya King yang jadi legenda itu sih gue pasti ikut. istirahat kan? kita kesana bareng bareng" kata Reysa sangat antusias. ia ingin tau siapa sih King yang menjadi legenda itu.
"oke, kita kesana bareng bareng nanti. gue juga pengen liat siapa sih ace kelas X IPA 1" jawab Dista yang juga ingin tau. "kalo gitu kita pergi ya Rey. jan lupa" peringat Dista dan pergi bersama dengan teman-temannya.
Reysa beralih pada Felicia yang masih berdiri di sampingnya. "Fel loe mau ikut liat? lumayan tau. yang ikut pertandingan itu kan anak anak yang bisa bayar uang masuknya, terus juga isinya lumayan semua tau. jadi mau ikut nggak? kalo mau gue bisa kok bawa loe sekalian" tanya Reysa pada Felicia
"ehh be beneran boleh Rey?!" tanya Felicia antusias. tapi tentunya yang membuatnya antusias bukanlah karena pertandingan itu. tapi karena Reysa yang mengajaknya.
"iya, jadi mau?" tanya Reysa memastikan.
Felicia langsung mengangguk, "tentu. aku pengen liat. jadi aku ikut" kata Felicia
"oke, kalo gitu nanti istirahat langsung aja ke gue. kita ke sana bareng sama Dista" ujar Reysa.
setelah itu, bel berbunyi dan guru memasuki kelas itu.
...×××...
jam istirahat, Reysa dkk berjalan menuju kelas X IPS 2. jumlah anak yang bersama dengan Reysa ada sekitar 13 orang sehingga jika dilihat mungkin orang orang akan mengira mereka akan tawuran. semua orang melihat Reysa dkk, ya kan memang itu kelompok paling famous di sekolah. geng Reysa yang diberi nama Xleez.
Reysa dkk sampai di depan pintu kelas X IPS 2, di depan pintu bahkan ada dua orang yang paling terkenal kuat di kelas X. mereka menjaga pintu.
"Devan, Ishak!" sapa Reysa pada mereka berdua.
Devan dan Ishak mengalihkan pandangannya pada Reysa. "loe juga ikut yang ini Rey? pasti gara gara King kan?" tanya Devan yang memang sudah akrab dengan Reysa itu.
"berarti hari ini bisa jadi King vs Queen dong ya" kata Ishak ikut nimbrung.
Queen adalah gelar yang dibawa oleh Reysa saat ini. Queen game katanya.
"eh bener juga ya. gue jadi pengen tau deh, mana yang menang kalo King game vs Queen game" kata Devan penasaran.
"ya kalo penasaran lihat dong. eh btw gue bawa satu orang lagi, masukin aja ke daftar VIP gue" kata Reysa memberitahu kalau ia membawa seseorang lagi.
"eh? King tadi juga bawa satu orang lagi loh. ini sebenarnya kalian udah janjian apa gimana hah?" tanya Devan menggoda.
Reysa mendesis pelan "ishh gimana mau janjian? gue aja nggak kenal orangnya" kata Reysa kesal.
"hahaha canda Rey, jan kesel kek gitu. btw siapa nih? cewek cowok?" tanya Devan
"cewek, namanya Felicia. sekelas ama gue" jawab Reysa.
"Felicia? hmm pernah denger deh kayaknya. ohh cewek yang sering loe bully dulu kan? gila!! sekarang loe jadiin dia apa Rey? babu baru?" tanya Devan membuat Reysa kesal.
Reysa menatap dingin Devan, "bukan urusan loe" kata Reysa ditekankan.
Devan meneguk saliva kasar. "so sorry Rey" kata Devan takut takut. ia sudah dengar soal Reysa yang memukul Arfan saat itu, dan katanya Reysa yang sekarang bukan seperti yang dulu yang menggunakan kekerasan saja, tapi juga perang batin. jadi menakutkan.
Reysa tersenyum, ia kembali seperti semula. "oke, gue masuk sekarang. bay bay" kata Reysa masuk diikuti teman temannya.
setelah Reysa masuk, Devan menghembuskan nafas lega. "haah gila, Reysa beneran serem" katanya pada Ishak.
Ishak mengangguk, "iya. rasanya kayak nggak bisa dilawan" jawabnya.
...×××...
Reysa dkk masuk ke dalam kelas X IPS 2 yang kini sudah menjadi kelas tertutup akibat kain hitam yang dipasang di jendela. memang sudah kebiasaan kalau acara begini selalu gelap.
begitu member Xleez masuk, semua orang berbisik bisik karena tau rumor soal mereka.
"Queen, loe juga ikut kali ini?" tanya sang pengurus acara ini.
Reysa mengangguk ringan, "gue pengen liat King. sebelumnya gue belum pernah ketemu dia sih" kata Reysa menjawab.
prok.. prok.. prok.. suara seseorang bertepuk tangan. "waaah, nggak nyangka ternyata Queen itu loe" kata seseorang sarkas. dari suaranya itu adalah seorang pria.
Reysa menengok ke arah suara, lantas tersenyum miring. "jadi ternyata King itu loe" kata Reysa menggantung.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..."Hendry Alexander"...