The Antagonist

The Antagonist
BAB 53



Liuli pun mendengarkan cerita Wei Lian.


Sama seperti reaksi Wei Lian tadi, ia benar-benar terkejut saat mengetahuinya.


"Wanita itu sangat kejam Nyonya, kita harus segera memberitahu Tuan Zi Lan." ucap Liuli.


"Kau benar Liuli, dia haruslah membayar atas semua kejahatan yang dia lakukan." jawab Wei Lian.


"Tapi bagaimana cara kita keluar Nyonya ?." tanya Liuli.


Mereka berdua didalam penjara yang amat gelap dan dingin.


Pastilah Meixi juga sedang membuat kabar tak sedap agar semua orang semakin membenci Wei Lian.


Wei Lian pun terdiam, ia sendiri juga masih tak tahu apa yang harus dilakukan agar bisa keluar dari dalam penjara.


"Nyonya...apa anda minum obat dengan teratur ?." tanya Liuli.


Wei Lian pun menggeleng, ia mengatakan bahwa ia sendiri lupa karena banyaknya hal yang harus ia pikir dan ia lakukan.


Liuli pun menangis, ia takut keadaan Wei Lian akan semakin memburuk.


Wei Lian pun memperhatikan Liuli yang sepertinya kedinginan.


"Liuli...pakailah mantelku ini, aku masih bisa menahannya." ucap Wei Lian.


Terukirlah sebuah senyuman dibibir Liuli, memanglah Nyonya nya itu sangat baik padanya.


"Tidak Nyonya, mana mungkin aku tega membuat anda kedinginan." ucap Liuli.


"Kalau begitu mendekatlah, mantel bulu ku ini cukup besar." ucap Wei Lian sembari melepaskan mantelnya agar bisa digunakan bersama dengan Liuli.


Meskipun tak sehangat sebelumnya, namun seperti ini lebih baik.


Tiba-tiba saja salah seorang pengawal masuk untuk memasang obor didalam penjara.


Wei Lian terus menerus memperhatikan obor itu.


"Nyonya...Nyonya...mengapa anda melamun ?." tanya Liuli.


"Liuli apa dari obor itu bisa membuat kita hangat." ucap Wei Lian.


Liuli pun mengangguk mengiyakan, namun obor itu berada diluar.


"Obor itu juga bisa membakar penjara ini." ucap Wei Lian sembari tersenyum.


Liuli tentunya terkejut, hal gila apa yang dikatakan Wei Lian itu.


Apa Nyonya nya itu berniat untuk membakar penjara ini dan membuat mereka mati ?.


"Nyonya...apa maksud anda ? Apa anda ingin membakar penjara ini ?." tanya Liuli tak percaya.


Wei Lian pun mengangguk, memanglah itu gila, namun dengan membakar penjara ini, pastilah mereka bisa keluar.


"Ya, aku akan membakar penjara ini." jawab Wei Lian.


Liuli pun tampak khawatir, "Kita bisa mati Nyonya."


Wei Lian pun memegang kedua tangan Liuli untuk menenangkannya.


"Liuli, percayalah padaku, aku hanya akan membakar jeruji kayu ini, setelah jeruji ini terbakar pastilah kita bisa keluar sebelum api melahap semua bangunan ini." jelas Wei Lian.


Meskipun takut, Liuli tetap mengangguk, ia haruslah membantu Wei Lian keluar.


Mereka berdua berusaha sangat keras untuk meraih obor itu.


"Huhh....kenapa obor itu sangat jauh." gerutu Wei Lian.


"Sepertinya tak akan berhasil." ucap Liuli lesu.


Namun Wei Lian tetaplah tak menyerah, meskipun tangannya itu harus menahan sakit karena terjepit jeruji-jeruji kayu.


"Ahhh....akhirnya dapat juga." ucap Wei Lian.


Mereka berdua terlihat sangat senang, dengan cepat mereka berdua membakar jeruji-jeruji itu.


Meskipun membutuhkan waktu tak sebentar, namun api semakin membesar karena jerami-jerami didalam ikut terbakar.


Mereka berdua sudahlah menghirup banyak asap.


"Uhukk...uhukkk...Nyonya apa anda tak apa ?." tanya Liuli khawatir.


"A-aku tak apa Liuli, sebentar lagi jeruji ini akan roboh, berhati-hatilah Liuli." ucap Wei Lian.


Brukkk....


Benar saja, beberapa jeruji kayu roboh karena terbakar, api pun juga semakin membesar.


"Ayo Liuli...kita berdua harus segera keluar. Ikuti langkahku." teriak Wei Lian.


Dengan tubuh lemah dan nafas sesak, mereka berdua berusaha untuk berlari kencang menghindari api dan juga ambruknya kayu.


Liuli sendiri sempat terjatuh karena tersandung. Namun Wei Lian menolong dirinya.


"Aku akan memapahmu Liuli." ucap Wei Lian.


Setelah berjuang mati-matian, akhirnya Wei Lian dan juga Liuli berhasil keluar.


Api sudahlah semakin membesar, bahkan sekarang banyak pengawal dan beberapa pelayan sedang berusaha memadamkan api.


"Kau tak apa Liuli ?." tanya Wei Lian.


"Aku tak apa Nyonya, wajah anda menjadi hitam." jawab Liuli sembari tersenyum kecil.


Wei Lian pun tersenyum, ia sangatlah bersyukur bisa keluar dengan selamat bersama Liuli.


"Kau tunggulah disini Liuli, aku akan pergi ke kamar sebentar, lalu kita akan menemui Zi Lan bersama." ucap Wei Lian.


Bukan tanpa alasan Wei Lian kembali ke kamarnya, ia akan mengambil pedangnya itu.


Dia memanglah bertekad untuk langsung membunuh Meixi setelah mengadukannya pada Zi Lan.


■■■■■■■■■■■■


Wei Lian dan Liuli teruslah mencari keberadaan Zi Lan di sekte Wei.


Namun sepertinya lelaki yang mereka cari itu berada diluar.


Tentulah kemunculan mereka menjadi perbincangan para pelayan dan anggota sekte lainnya.


Mereka tahu kalau penjara baru saja terbakar, namun mereka berdua justru berkeliaran begitu saja seperti tak terjadi apa-apa.


"Wei Lian!!!!." teriak Meixi.


Wei Lian pun menoleh pada asal teriak itu, dilihatnya wajah orang yang paling ia benci.


"Sepertinya aku akan membunuhmu dulu sebelum memberitahukannya pada Zi Lan." ucap Wei Lian.


Ia langsung melancarkan serangannya, namun tentunya pengawal yang dibawa Meixi menghalangi serangan Wei Lian.


"Apa kalian tahu ? Wanita yang kalian lindungi itu adalah penjahat, dialah yang membunuh putraku!." teriak Wei Lian.


"Jangan membual Wei Lian! Kaulah yang hendak membunuh putraku!." teriak Meixi balik.


Wei Lian pun tersenyum sinis, tampak sekali tatapan kebencian dikedua bola matanya.


"Ya....seharusnya memang aku membunuhnya bukan menyelamatkannya!." teriak Wei Lian.


"Dasar wanita iblis!." teriak Meixi.


"Ck...jangan berlagak kau orang suci Meixi!." ucap Wei Lian.


Wei Lian pun berusaha menyerang Meixi lagi, namun lagi-lagi pengawal-pengawal itu menghalangi dirinya.


"Bukankah aku sudah bilang dialah yang membunuh putraku ? Kalian semua menyingkirlah!." ucap Wei Lian.


"Kalian semua menyingkirlah, biarkan aku membunuh wanita iblis ini dengan tanganku sendiri." ucap Meixi.


"Hari ini aku akan membalaskan dendam putraku Meixi." ucap Wei Lian.


"Akulah yang akan membalaskan dendam putraku Wei Lian." ucap Meixi.


Mereka pun bertarung, tampak sekali Wei Lian bersungguh-sungguh dalam pertarungan ini.


Meixi sendiri sampai kewalahan karena serangan itu, namun lagi-lagi para pengawal itu ikut campur dan menjatuhkan Wei Lian.


Brukkk....


Liuli pun langsung berlari dan membantu Wei Lian untuk bangkit.


"Nyonya.." ucap Liuli khawatir.


Wei Lian pun menatap pengawal-pengawal itu dengan sangat tajam.


"Apa kalian lupa bahwa aku masihlah pemimpin dari sekte Wei ini ?." tanya Wei Lian.


Wei Lian pun mengeluarkan sebuah plat emas yang dipegang oleh pemimpin sekte.


Para pengawal itupun akhirnya tunduk dan memberi hormat pada Wei Lian.


"Kau akan membayar semua kejahatanmu Lu Meixi!." ucap Wei Lian.