The Antagonist

The Antagonist
BAB 49



"Untuk apa kau datang kemari Lian'er ?." tanya Zi Lan pada istrinya itu.


Ya...Wei Lian berhasil menemui Zi Lan yang berada di kamarnya. Lelaki itu memanglah terlihat sangat marah kepadanya.


"Suamiku...aku tak berniat menyakiti Zi Yu, kau pasti tahu itu kan ?." ucap Wei Lian.


BRAKK!!


Dipukulnya Meja dihadapan Zi Lan dengan sangat keras dan membuat Wei Lian terkejut.


"Suamiku...aku tak sengaja melepaskan Zi Yu, itu semua karena aku menghindari pedangmu." lanjut Wei Lian dengan harapan suaminya itu mengingat apa yang terjadi.


Ditatapnya dengan tajam Wei Lian, tak disangka istrinya itu akan berkata seperti itu.


"Jadi maksudmu akulah yang mencoba membunuh Zi Yu, Lian'er ?." tanya Zi Lan.


"Suamiku, aku tak bermaksud seperti itu. Aku hanya mencoba menjelaskannya saja." ucap Wei Lian dengan gelagapan.


Zi Lan menghela nafasnya dengan sangat keras dan panjang.


Yuan Zi Lan Pov


Kutatap Wei Lian dengan sangat tajam, aku tahu kalau akulah yang menyebabkan Zi Yu terjatuh.


Namun aku melakukannya karena Wei Lian mencekik Zi Yu.


Apa jadinya kalau aku tak melakukan itu ? Mungkin Wei lian sudah mencekik Zi Yu sampai mati.


Mana sanggup aku kehilangan putraku tersayang itu.


Apalagi Wei Lian melakukannya saat ia masih dalam masa hukuman.


Istriku tersayang ini sudahlah mulai pintar berbohong. Selama ini ia menipuku, dia berlatih kultivasi diam-diam.


Padahal aku sudah melarangnya, aku takut semua usahaku sia-sia.


■■■■■■■■■■■


"Kalau begitu jelaskan padaku maksud kebohonganmu itu Lian'er." ucap Zi Lan dengan tatapan serius.


"Aku tak berbohong suamiku." bela Wei Lian.


"WEI LIAN!!!!." teriak Zi Lan.


Wei Lian pun langsung memegangi dadanya, ia benar-benar terkejut karena teriakan suaminya itu. Dadanya menjadi sakit.


"Kau terus-menerus membohongiku, apa kau tak menganggapku sebagai suami ?." tanya Zi Lan.


Tentunya Wei Lian langsung menggeleng, bagaimana mungkin ia tak menganggap Zi Lan sebagai suami.


"Mana mungkin aku begitu suamiku." jawab Wei Lian.


"Kau berlatih kultivasi diam-diam Lian'er!." teriak Zi Lan.


"Mengapa kau diam saja ?." lanjut Zi Lan.


Wei Lian pun akhirnya berusaha menjelaskan semuanya.


"Suamiku aku melakukannya karena ingin melindungi diriku, Liuli, ataupun orang lain yang lebih lemah dariku." jelas Wei Lian.


"Tapi aku melarangnya Lian'er, apa kau tak tahu kalau kesehatanmu itu sangatlah buruk ? Mengangkat pedang itu hanya akan membuat keadaanmu semakin parah!." ucap Zi Lan.


"Apa kau melakukannya karena posisi ketua sekte ?." tanya Zi Lan.


Wei Lian POV


Aku terus terkejut oleh teriakan-teriakan Zi Lan.


Mengapa bisa ia berpikir seburuk itu ?.


Aku sama sekali tak menginginkan posisi ketua sekte, aku hanya tak ingin Zi Yu mewarisi sekte Wei ini.


Sekte ini dibangun oleh leluhurku, dan dibesarkan oleh ayahku. Bagaimana mungkin aku memberikan sekte ini pada anak lain ? Apalagi itu adalah anak dari wanita yang telah merebut suamiku.


Aku juga tak tahu dimana letak buku yang dicari-cari oleh Zi Lan.


Tapi ia sama sekali tak mempercayaiku.


■■■■■■■■■■■■■■


"Kau berlatih karena sejak aku menginginkan posisi ketua sekte Lian'er. Kalau kau tak ingin menyerahkannya katakan saja. Dengan begitu aku bisa bersiap-siap menerima hinaan demi hinaan yang dilontarkan para pemimpin sekte lainnya." ucap Zi Lan panjang lebar.


"Aku melakukannya bukan karena posisi itu, aku hanya ingin melindungi seseorang saja suamiku." jawab Wei Lian.


Brakk!!


Lagi-lagi Zi Lan menggebrak meja didepannya, ia sudah kehilangan kesabaran terhadap istri pertamanya itu.


"Kalau begitu kenapa kau tak segera memberikan posisi ketua padaku Lian'er ? Dan dimana letak buku-buku itu ?." tanya Zi Lan.


"Aku hanya tak ingin kau menyerahkan posisi ketua pada Zi Yu nantinya. Aku juga tak tahu dimana letak buku itu suamiku, aku bersumpah." jawab Wei Lian.


Tentunya Zi Lan tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Wei Lian.


Sejak ia tahu Wei Lian berlatih kultivasi diam-diam, ia sudahlah kehilangan kepercayaannya terhadap Wei Lian.


"Kau terus saja berbohong Lian'er, baiklah aku tak menginginkan posisi sekte sama sekali. Aku akan menerima semua hinaan itu dengan lapang dada! Dan kau Lian'er....kau benar-benar membuatku kecewa." ucap Zi Lan.


Wei Lian terlihat sangat kebingungan, ia sangatlah takut Zi Lan akan pergi meninggalkannya.


Kalau itu terjadi bagaimana ia akan bertanggung jawab pada Wei Lian asli ?.


Ia baru saja mempercepat kehancuran hubungan Wei Lian asli dan juga Yuan Zi Lan.


"Suamiku jangan berkata seperti itu, aku akan menuruti ucapanmu, aku tak akan berlatih kultivasi lagi." ucap Wei Lian.


"Aku tak percaya pada ucapanmu itu Lian'er." ucap Zi Lan.


Wei Lian terlihat sangat putus asa.


"Bebaskanlah Liuli suamiku, dengan begitu aku akan membuktikan semuanya." mohon Wei Lian.


Zi Lan pun tertawa mendengarnya, ia benar-benar meremehkan Wei Lian.


Sejak kapan istrinya itu memiliki keberanian seperti ini ?.


"Liuli itu telah membohongiku selama ini Lian'er, ia juga tak bisa menjagamu dengan baik. Dia pantas menerima hukuman itu." ucap Zi Lan.


"Tidak suamiku, akulah yang meminta Liuli untuk menyembunyikannya, ia tak bersalah, jadi kumohon jangan hukum dia." ucap Wei Lian dengan tatapan memelas.


"Aku tak bisa membebaskan Liuli, pelayan tak setia seperti itu haruslah mendapat hukuman berat Lian'er. Meixi akan menghukum mati Liuli tak lama lagi." ucap Zi Lan.


Wei Lian sangat terkejut dan terpukul mendengarnya.


Liuli akan dihukum mati ?.


Pelayannya itu tak melakukan kejahatn besar, bagaimana mungkin ia menerima hukuman sekejam itu.


"Suamiku...Liuli bukanlah penjahat. Ia sangatlah setia padaku, jadi jangan menghukumnya." ucap Wei Lian.


"Maafkan aku Lian'er." ucap Zi Lan.


Wei Lian pun menangis, bagaimana bisa suaminya itu tak membantunya ?.


Dan mengapa Meixi yang memutuskan semuanya ?.


Meixi sangatlah menaruh dendam yang dalam pada dirinya dan juga Liuli.


Dengan kejadian tadi, dimana ia hampir membunuh Zi Yu.


Sudah pasti wanita itu akan menghukum berat dirinya dan juga Liuli.


Ia tak bisa membiarkan ini semua terjadi, Liuli adalah orang berharga bagi dirinya selama ini.


Ia tak bisa membiarkan pelayan yang selama ini melindungi dan sangat setia terhadapnya mati begitu saja.


"Aku harus menolong Liuli." batin Wei Lian.


Ditatapnya suaminya itu, ia tersenyum memandang Zi Lan.


"Suamiku, akulah istri pertamamu, aku jugalah pemilik istana Wei ini. Seharusnya kau tak sekejam ini padaku. Liuli sangat berharga bagiku, tapi sekarang kalian akan merenggutnya dariku." ucap Wei Lian.


Zi Lan hanya memandang sendu kepergian Wei Lian dari kamarnya.


Istrinya itu berjalan dengan sempoyongan, bahkan ia sempat terjatuh karena tak kuat menahan rasa sakit yang ia rasakan.