The Antagonist

The Antagonist
BAB 25



Wei Lian dan juga Yuan Zi Lan duduk dalam keheningan.


Di posisi ini Jian Mei teringat kehidupannya sebelum masuk ke dalam novel ini.


Yang ia lakukan sekarang sama dengan saat ia akan dimarahi oleh mantan suaminya dulu, bukan hanya dimarahi, ia bahkan dipukuli ketika dianggap melakukan sebuah kesalahan.


Yuan Zi Lan terus memperhatikan Wei Lian yang tengah menundukkan pandangannya.


"Apa kau akan terus seperti itu Lian'er ? Apa kau tak akan menjelaskan apapun padaku ?." tanya Zi Lan dengan menahan emosinya.


"Maaf suamiku aku tak akan menjelaskan apapun." jawab Wei Lian.


Brakk!!!


Zi Lan memukul meja yang ada didepannya, ia tak dapat menahan emosinya lagi.


Wei Lian pun sangat terkejut, begitu juga dengan Liuli yang menunggu diluar kamar.


Tubuh Wei Lian kini bergetar hebat, nafasnya pun juga tak beraturan.


Zi Lan pun mendekat ke arah Wei Lian, ia berusaha menyentuh pipi Wei Lian namun wanita itu justru menghindar hingga dirinya jatuh dari kursi.


"Nyonya!!." teriak Liuli lalu menerobos masuk kedalam kamar.


"Tuan ampuni Nyonya." ucapnya pilu.


"Kau kenapa Lian'er ? Apa kau berpikir kalau aku akan menyakitimu ?." tanya Zi Lan.


Wei Lian masih terdiam dengan tubuh yang masih gemetaran.


"Meskipun aku marah karena kau bersama lelaki lain aku tak akan memukulmu Lian'er tapi apa yang kulihat barusan ? Kau beraksi seolah aku adalah orang jahat." ucap Zi Lan.


"A-aku tak bermaksud begitu suamiku, aku hanya terkejut." jawab Wei Lian.


Zi Lan pun membuang muka, ia berpikir kalau Tuan Muda Kedua Xu itu pasti telah memberi pengaruh buruk pada istrinya.


"Mulai malam ini jangan sampai kau meninggalkan kamarmu Lian'er!" teriak Zi Lan.


Yuan Zi Lan pun pergi meninggalkan kamar Wei Lian dengan penuh amarah.


"Nyonya maafkan aku." ucap Liuli sembari membantu memapah Wei Lian ke atas ranjangnya.


"Apa sejak tadi ia berada disini Liuli ?." tanya Wei Lian.


Liuli pun menggeleng, ia menjelaskan kalau Zi Lan baru saja tiba.


"Tuan Zi Lan baru saja tiba Nyonya, hanya saja sebelumnya Tuan Zi Lan memang datang mencari anda. Maafkan aku Nyonya" jelasnya


"Begitu rupanya, kau tak perlu minta maaf Liuli, lagipula ini juga bukan kesalahanmu." jawab Wei Lian.


Wei Lian pun meminta bantuan Liuli untuk membersihkan tubuhnya.


Saat Liuli membantunya, ia juga menceritakan apa yang ia alami diluar tadi.


"Liuli, ada beberapa hal yang ingin kutanyakan padamu."ucap Wei Lian dengan raut muka serius.


"Nyonya ingin menanyakan apa ?." tanya Liuli balik.


"Kau tahu kan kalau aku kehilangan beberapa ingatanku, apa kau tahu siapa saja musuhku ?." tanya Wei Lian.


Dengan cepat Liuli pun menjawab pertanyaan Wei Lian, "Nyonya tak mempunyai musuh, walaupun sejak kecil Nyonya suka membangkang tapi memang anda tak memiliki musuh sama sekali."


"Kalau begitu kenapa banyak orang ingin membunuhku Liuli ? Kumohon jangan menyembunyikan apapun dariku." ucap Wei Lian.


Lagi-lagi Liuli hanya menjawab kalau Wei Lian tak memiliki musuh.


"Kalau begitu apa aku pernah menyakiti seseorang ?." tanya Wei Lian.


"Nyonya...anda hanya pernah menghukum para pelayan yang menghina mendiang Tuan Muda Xian'er." jawab Liuli.


"Apa aku membunuh mereka ?." tanya Wei Lian sekali lagi.


Liuli pun menggeleng, "Nyonya tak membunuh mereka."


Wei Lian pun terdiam, memanglah ia baru melakukan kejahatan besar saat membunuh Zi Yu.


Disisi lain Yuan Zi Lan tengah menemui Xu Ye Han yang berada dikamar tamu.


"Ada urusan apa Tuan Zi Lan menemuiku tengah malam begini ?." tanya Ye Han yang tengah menikmati arak dimeja.


"Aku tak akan bersikap sopan lagi padamu Xu Ye Han, apa kau tak malu telah menggoda istri pria lain ?." tanya Zi Lan.


Xu Ye Han pun tersenyum, "Menggoda ? Aku tak pernah menggoda seorang wanita Tuan."


"Cihhh....kau memanglah menggoda istriku Xu Ye Han! Jangan dikira aku tak tahu apa yang kalian lakukan di pasar raya tadi!." teriak Zi Lan.


Ye Han pun meletakkan gelas yang masih ada ditangannya.


"Kalau anda tahu, bukankah seharusnya anda muncul saat penjahat itu ingin membunuh istri anda Tuan ?." tanya Ye Han.


Zi Lan langsung membelalakan matanya begitu mendengar ucapan Ye Han.


"Pembunuh ? Apa yang ia maksud itu Zhou Li ?." batin Zi Lan.


"Ahh....rupanya anda tak melihatnya langsung, jadi apa anda mengutus mata-mata atau anda sendiri yang mengutus pembunuh itu ?." tanya Ye Han dengan menatap Zi Lan tajam.


"Lancang sekali kau berkata seperti itu Xu Ye Han!." teriak Zi Lan.


Zi Lan pun langsung mengeluarkan pedangnya dan menyerang Xu Ye Han.


Klangg!!


Serangan itupun digagalkan oleh Jin Ling yang tiba-tiba saja muncul dihadapan mereka.


"Maaf karena bertindak tidak sopan pada tuan rumah." ucapnya.


"Bukankah anda harusnya memperlakukan tamu dengan baik Tuan Zi Lan ?." tanya Jin Ling.


"Kalianlah yang bersikap tak sopan dirumahku selama ini, jadi untuk apa aku harus bersikap baik lagi ?." ucap Zi Lan pun seraya berusaha menyerang mereka berdua.


"Sebentar lagi akan banyak pendekar datang karena undangan Tuan Muda Si Ming." ucap Jin Ling.


"Cihh....urusan kita belum selesai Xu Ye Han!." ucap Zi Lan kesal.


Begitu Zi Lan pergi, Ye Han langsung bertanya apa benar yang dikatakan oleh Jin Ling.


"Tentu saja aku berbohong Tuan." ucap Jin Ling.


Xu Ye Han pun tersenyum, ia tak menyangka kalau pengawalnya itu akan berbohong, "Kau sangat panda berbohong Jin Ling."


"Ini semua berkat ajaran anda Tuan." jawabnya.


Xu Ye Han pun berdecak kesal saat mendengarnya.


"Tuan, apa benar kalau Tuan Zi Lan mengutus orang untuk membunuh Yang Mulia Wei Lian ?." tanya Jin Ling penasaran.


"Aku tak tahu Jin Ling, aku hanya asal bicara saja tadi." jawab Ye Han.


Meskipun pertanyaannya dijawab begitu oleh Ye Han, ia tetaplah curiga kalau Tuannya itu berbohong.


Mana mungkin Tuannya itu asal bicara saat berkaitan dengan nyawa seseorang, apalagi ini soal Wei Lian.


"Ahhh iya Jin Ling, besok kita tak akan langsung pulang." ucap Ye Han.


"Maksud anda kita akan tetap berada disini ?." tanya Jin Ling.


"Benar, hanya saja kita akan bersembunyi, ada hal yang harus kuselidiki." ucap Ye Han.


"Kalau begitu bagaimana dengan Tuan Muda Si Ming dan ayah anda Tuan ?." tanya Jin Ling khawatir.


Ia tak ingin Tuannya itu mendapat hukuman lebih berat karena terus membuat masalah diluar.


"Aku sudah mengirim pesan pada ayah jadi kau tenang saja, kakakku itu tak akan bisa menghukumku ataupun menghukummu nanti." jelas Ye Han.


Jin Ling pun mengangguk paham dengan yang dikatakan Tuannya itu.


...****************...


Mampir juga yuk ke novel author lainnya yang berjudul "The Demon Swordsman", terima kasih ♡