
"Tuan Zi Lan maaf karena aku tak tahu kemana perginya Nyonya." ucap Liuli.
Yuan Zi Lan kini memang tengah berada di kamar Wei Lian, sayang istrinya itu tak ada di kediamannya.
"Apa dia keluar bersama dengan Xu Ye Han ?." tanya Zi Lan dengan raut muka tak enak.
"Ya ?." tanya Liuli balik dengan ekspresi kebingungan.
"Aku tahu dia menjamu Xu Ye Han tadi, jadi aku bertanya padamu Liuli, apa dia pergi dengan Xu Ye Han ?." jelas Zi Lan.
Liuli pun terdiam tak menjawab pertanyaan Zi Lan.
"Cihhh....seharusnya kau menjaga Wei Lian dengan baik, apa kau tahu kalau Xu Ye Han itu punya sifat yang kasar Liuli ? Kalau sampai terjadi sesuatu pada Wei Lian aku tak akan memaafkanmu." ucap Zi Lan lalu pergi meninggalkan kamar Wei Lian.
Liuli kebingungan setelah kepergian Zi Lan, bagaimana kalau hal buruk terjadi pada Nyonyanya.
"Bagaimana kalau yang diucapkan Tuan Zi Lan benar ? Tapi aku merasa kalau Tuan Xu Ye Han itu orang yang baik, dia juga sangat perhatian pada Nyonya." batin Liuli.
Zi Lan yang baru saja meninggalkan kediaman Wei Lian langsung menuju kamarnya dengan penuh rasa amarah.
"Beraninya lelaki kurang ajar itu menggoda istriku." gerutu Zi Lan.
Dibukanya almari didepannya itu, Zi Lan pun mengganti pakaiannya, ia juga menggunakan cadar untuk menutupi mukanya.
Selesai itu ia langsung meninggalkan kediaman Wei dengan cara terbang.
Yuan Zi Lan bergerak semakin jauh ke arah hutan, disana ia masuk ke sebuah gua.
Didalam gua itu benar-benar sangat bersih dan terawat seperti ada orang yang tinggal disana.
"Akhirnya Tuan datang juga." sambut seorang lelaki yang memakai cadar juga.
"Aku punya tugas baru untukmu." ucap Zi Lan
Lelaki itupun bertanya-tanya tugas apa yang akan diberikan oleh Zi Lan.
"Tugas apa yang akan anda berikan Tuan Zi Lan ?." tanya lelaki itu.
"Istriku sedang berada diluar, aku tak tahu dia berada dimana, akan lebih cepat kalau semakin banyak orang yang mencarinya." ucap Zi Lan.
"Maksuda anda Nyonya Lu Meixi ?." tanya lelaki itu.
"Wei Lian, yang kumaksud itu adalah dia Zhou Li." ucap Zi Lan pada lelaki bercadar itu.
Meskipun masih ada rasa penasaran dibenaknya, Zhou Li pun memilih pergi untuk melaksanakan tugas dari Tuannya itu.
"Wei Lian seharusnya kau tak melakukan hal yang membuatku khawatir dan juga takut." gumam Zi Lan.
Seperginya Zhou Li, Zi Lan memandangi sebuah lukisan yang terpampang di dalam gua itu.
Terdapat lukisan seorang wanita dan juga lelaki. Zi Lan pun bersujud memberi penghormatan.
"Ibu...ayah...maafkan putramu ini yang sangat jarang berkunjung." ucap Zi Lan.
Zi Lan terus memandangi lukisan itu dengan ekspresi sedih, tak dirasa air mata pun mengalir dari kedua bola matanya.
"Aku masih belum bisa memenuhi janji untuk menjadi anak yang berbakti, kuharap kalian masih bisa bersabar menunggu pembalasan dendamku." ucap Zi Lan.
Zi Lan pun mengingat kembali masa-masa bahagia dimana kedua orang tuanya masih hidup.
* Flashback On*
Keluarga mereka adalah keluarga yang sangat bahagia, Zi Lan kecil sedang menemani ibunya yang tengah hamil menjahit sebuah pakaian.
"Ibu apakah baju itu yang akan dipakai adikku nanti ?." tanya Zi Lan.
"Ya anakku, baju ini yang nantinya akan dipakai oleh adikmu, sangat cantik bukan ?." tanya ibunya.
Zi Lan pun mengangguk, ia masih mengingat senyuman ibunya saat itu.
Namun tiba-tiba saja seorang pelayan berlari ke arah mereka, dengan bercucuran air mata ia mengatakan hal yang membuat ibunya itu langsung terkejut.
"Nyonyaa...Tuan terluka sangat parah, dia telah dirasuki setan Nyonya." ucap pelayan itu.
Sayangnya Zi Lan kecil yang teramat nakal kabur dan berusaha menyusul ibunya.
Dari kejauhan ia melihat ibunya tengah berlutut dihadapan seorang pria yang tengah mencekik ayahnya.
Samar-samar dari kejauhan ia mendengar ibunya memohon pada pria itu.
"T-tuan kumohon lepaskan suamiku hiks hikss." ucap ibunya.
Sayang pria itu tak mendengarkan permintaan ibunya itu.
Dengan matanya sendiri ia melihat pria itu membunuh ayah, ibu dan juga adiknya yang masih berada didalam kandungan.
Saat ia ingin berteriak, salah satu pelayan keluarganya dahulu membekap mulutnya dan membawa ia pergi.
* Flashback Off*
Di sisi lain Wei Lian dan Xu Ye Han tengah menghabiskan waktu bersama, Ye Han mengajak Wei Lian berkeliling di pasar.
Malam ini adalah malam terakhir Ye Han berada di kediaman Wei, ia memaksa Wei Lian untuk menghabiskan waktu bersamanya.
"Sebenarnya kemana kau membawaku pergi Tuan Muda Xu ?." tanya Wei Lian.
"Lihat saja nanti, kau pasti akan menyukainya." ucap Ye Han.
Ye Han pun menggenggam tangan Wei Lian dan menarik gadis itu agar lebih dekat dengan dirinya.
Wei Lian pun memandangi Xu Ye Han yang tengah tersenyum juga padanya.
"Aku takut kau hilang di keramaian." ucap Ye Han.
Kini mereka berdua berhenti didepan penjual topeng.
"Semua orang memakai topeng, kita juga harus memakainya." ucap Ye Han.
Wei Lian hanya mengiyakan, memanglah sejak tadi orang-orang di pasar berkeliling dengan menggunakan topeng, entah apa alasannya Wei Lian juga tak tahu.
"Tuan belilah topeng pasangan ini untukmu dan juga Nona ini." tawar penjual itu.
"Kami berdua buk..." belum selesai Wei Lian menjawab, Ye Han sudah menyela dirinya.
"Aku akan membelinya." ucap Ye Han lalu memberikan uang pada penjual itu.
Walaupun kesal Wei Lian tetap menerima dan memakai topeng pemberian Ye Han.
"Kau selalu saja bersikap semaumu sendiri." ucap Wei Lian kesal.
Ye Han hanya terkekeh kecil mendengarnya, ia lalu menyeret Wei Lian menuju kerumunan orang yang tengah menari bersama.
"Apa kau tahu soal mitos dalam tarian ini Wei Lian ?." tanya Ye Han.
Wei Lian pun menggeleng, bagaimana mungkin ia mengetahui detail-detail dalam dunia novel ini.
"Ada yang mengatakan kalau kau ikut menari dan kembali pada pasanganmu atau orang yang kau cintai saat tarian ini berakhir maka kalian adalah pasangan yang sudah ditentukan oleh surga." jelas Ye Han.
Wei Lian sama sekali tak percaya pada ucapan Ye Han.
"Ada banyak orang disini, kalaupun memang ada yang seperti itu mungkin itu hanya sebuah pengaturan." jawab Wei Lian.
"Apa kau ingin bertaruh denganku untuk membuktikannya ?." tanya Ye Han.
"Baiklah." jawab Wei Lian.
Sebelum itu Wei Lian mengatakan pada Ye Han kalau ia sama sekali tak bisa menari karena sejak dulu ia tak tertarik pada hal-hal seperti ini.
Pada akhirnya Xu Ye Han pun menjelaskan dan mengajari Wei Lian soal gerakan dalam tarian itu.
......................
Mampir juga yuk ke novel author lainnya yang berjudul "The Demon Swordsman" , makasih semuanya ♡.