
"bullshit!! jangan bercanda deh!! Sania nggak mungkin ninggalin gue!!"
"tapi gue jujur Van!! gue nggak main main!! gue liat Sania ciuman sama Andi!! karena loe sahabat gue, gue ngomong gini ke elo!! tapi.. kalo emang loe nggak percaya sama gue, mendingan kita nggak usah jadi sahabat aja lagi. muak gue sama sikap loe yang nggak pernah percaya sama gue!! gue pergi!! bay!!" sang gadis berteriak.
gadis cantik itu pergi meninggalkan Evan yang terdiam dengan amarah yang meluap.
"oke cut!" teriak Celine, sutradara yang kini bekerja dalam film yang dibintangi Reysa.
"waah.. acting loe emang nggak perlu diragukan lagi Rey. gue bangga, emang nggak salah pilihan gue haha" kata Celine mendekati Reysa.
Reysa tersenyum, "haha makasih pujiannya" balas Reysa ramah.
Celine tersenyum puas. lalu seorang pria menghampiri Reysa. "good job Rey" kata pria itu pada Reysa
Reysa tersenyum pada pria itu. "makasih kak. saya belum ada apa apanya dibanding kakak hehe" balas Reysa merendah.
"ahh nggak kok. acting kamu udah bagus banget. bakat kali ya kamu di acting" kata pria itu membuat Reysa tersenyum kikuk.
"iya Rey. bener kata Danial, acting loe bagus kok" ujar Celine membenarkan ucapan pria yang dipanggil Danial itu.
"iya makasih" jawab Reysa.
Danial Pradipta, lelaki berusia 18 tahun yang merupakan seorang aktor. dia adalah orang yang berperan sebagai Evan dalam drama yang dimainkan Reysa ini. dia bersekolah di sekolah yang sama dengan Reysa, hanya saja Reysa jarang melihatnya karena jadwalnya yang sibuk.
"oke! kalo gitu hari ini sampai disini saja!! beres beres abis itu kita semua pulang!!" teriak Celine yang dibalas sorakan oleh para orang orang.
"oh Rey, loe boleh pulang sekarang kok. gue tau besok loe masih ada sekolah, dan Abang loe pasti khawatir. istirahat yang bener ya" kata Celine pada Reysa.
Reysa mengangguk, "oke. kalo gitu gue duluan ya. semuanya saya permisi dahulu ya!!" kata Reysa pada semua orang.
"hati hati Rey!!" jawab mereka serentak. yah semua orang sudah akrab dengan Reysa karena Reysa dikenal ramah.
Reysa berjalan meninggalkan gedung tempatnya syuting. ia menuju ke mobilnya yang ada di parkiran. karena lelah, Reysa segera menuju ke apartemen miliknya yang lebih dekat dari pada pent house milik Kenan dkk.
di perjalanan, Reysa mendapatkan hpnya berdering. telpon dari Kenan, ia segera mengangkatnya.
"halo bang"
"dek! udah pulang?"
"ini lagi dijalan. gue ke apartemen aja, lebih deket"
"masih dijalan?! dek! ini udah jam 11 malem loh, cewek nggak baik jalan sendiri malem malem gini!! sekarang loe dimana? gue jemput"
"nggak usah bang, gue baik baik aja. ini baru sampai gedung, lagi di parkiran"
"beneran?"
"iya, beneran. ini gue udah jalan buat ke atas. btw abang dah makan?"
"udah, loe sendiri gimana? dah makan? cukup istirahat?"
"iya, udah. and gue cukup istirahat. tapi hari ini masih capek sih. abis ini gue mau mandi terus langsung tidur. bang Kenan juga cepetan tidur sana"
"iya, kalo ada apa apa kabarin Abang. malem adeknya abang"
Reysa memastikan sambungan teleponnya. ia kini ada di dalam lift untuk menuju ke apartemennya di lantai 3.
di dalam lift, Reysa bersandar, ia terlalu lelah sekarang. ia punya banyak pekerjaan, sekolah, lalu syuting sampai malam, dan bisa saja kalau ia ada pekerjaan rumah. Reysa bahkan bisa sampai tak tidur. apalagi masih ada deadline novelnya, pekerjaannya menumpuk sekarang.
ting.. pintu lift terbuka di lantai 3. Reysa berjalan keluar dan segera menuju rumah miliknya. tapi karena ia terlalu lelah, Reysa sampai tak memperhatikan jalan sehingga menabrak orang.
brak.. Reysa terjatuh. dengan lemas ia segera berdiri dan minta maaf.
"maafkan saya sudah menabrak anda. saya kurang memperhatikan jalan, lain kali saya akan lebih hati hati" kata Reysa menunduk meminta maaf. ia tau ia yang salah disini.
Reysa tak mendapat jawaban membuat dia menegakkan badannya dan melihat siapa yang ia tabrak. dalam sekejap mood Reysa semakin menurun. kenapa dia lagi?! batin Reysa kesal.
Arfan, dialah yang ditabrak oleh Reysa. ia kesal, tapi ia tau ini salahnya, jadi seperti sebelumnya Reysa meminta maaf lagi dan beranjak pergi.
"sori gue capek banget hari ini. jadi gue nggak fokus dan nabrak loe, gue minta maaf. sekarang gue pergi" kata Reysa melewati Arfan yang masih diam.
tapi baru 3 langkah Reysa pergi dari hadapan Arfan, pria itu sudah mencekal lengan Reysa.
"stop" katanya singkat.
Reysa berhenti ditempat, ia memandang lengannya yang dipegang Arfan. Arfan yang sadar itu segera melepaskan lengan Reysa, wajahnya agak memerah.
Reysa yang lengannya sudah dilepas ingin kembali berjalan. ia tak mau memperdulikan keberadaan Arfan disana, tak penting menurutnya. tapi lagi lagi Arfan menghentikan langkah Reysa dengan mencekal lengannya lagi.
Reysa melirik Arfan tajam, "lepas" perintahnya penuh penekanan.
Arfan yang mendapat tatapan tajam dari Reysa dan perintah singkat penuh penekanan dari Reysa reflek melepaskan lengan Reysa. Reysa berbalik menatap Arfan.
"kenapa? gue capek, jadi cepetan" kata Reysa datar.
"loe kok disini? bukannya loe tinggal bareng abang loe?" tanya Arfan datar.
alis Reysa terangkat sebelah menampilkan wajah herannya, "kok loe peduli? bukannya nggak ada hubungannya sama loe?" tanya Reysa aneh.
Arfan menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu, "yaah gue cuma heran aja" jawabnya asal.
Reysa menghela nafas, "gue baru pulang kerja. karena apartemen gue ini lebih deket dari pada tempatnya bang Kenan, jadi gue kesini" jawab Reysa malas.
"kerja? emang loe bisa kerja apa?" tanya Arfan dengan pandangan seolah tak percaya itu.
Reysa yang ditanya begitu merasa terhina, ia menjitak kepala Arfan. "loe pikir gue sampah yang nggak bisa apa apa gitu?! sorry ya bang, gue multitalenta!!" kata Reysa dengan kesal dan beranjak meninggalkan Arfan yang mematung disana.
sepeninggal Reysa, Arfan yang baru sadar dari keterkejutannya menengok kanan kiri mencari Reysa tapi ia tak melihatnya. Arfan menghela nafas pelan, "gagal lagi" gumamnya.
Arfan menyentuh bagian kepalanya yang dijitak Reysa itu. tanpa sadar seulas senyum terukir indah di wajah pria dingin itu. "cantik" katanya singkat.
...×××...
blam.. Reysa membanting pintu masuk apartemennya. setelah itu ia mengunci pintu itu dan tanpa ba bi bu lagi Reysa berjalan masuk menuju ruang tamu.
gadis cantik itu melemparkan pakaiannya ke sofa, kini ia hanya mengenakan kaos dalaman dan jeans hotpants. ia sudah terlalu lelah sampai sampai Reysa langsung menuju kamarnya dan berbaring disana.
baru saja berbaring, beberapa menit kemudian gadis itu sudah tertidur. bahkan tanpa mandi, padahal Reysa sangat suka kebersihan. memang ya, lelah bisa mengubah orang.