
Dengan memakai topi yang ditutupi oleh kain berwarna putih yang mengitarinya, Xu Ye Han tengah berjalan-jalan sambil memainkan kipas yang berada ditangannya.
Itu adalah kipas baru, kipas yang dihadiahkan oleh Wei Lian kepadanya saat akan kembali ke sekte Xu sebelumnya.
Bukan untuk bersenang-senang, ia sedang menyelidiki sesuatu.
Penampilannya itu tentu saja cukup menarik perhatian banyak orang, parasnya itu samar-samar terlihat dari luar.
Namun seakan tak peduli dengan bisikan-bisikan mereka, Xu Ye Han tetap melanjutkan penyelidikannya.
Ia melangkahkan kakinya itu menuju sebuah toko obat, diperhatikannya bahan-bahan di toko itu dengan seksama.
"Tuan...apa ada yang bisa kubantu ? Bahan apa yang anda cari ?." tanya salah satu pekerja.
"Bisakah aku bertemu dengan pemilik toko ini ?." tanya Ye Han.
Pegawai itu pun menggeleng, "Tuan, majikanku itu sedang berada diluar kota, hanya ada anaknya saja. Apa anda akan melakukan pembelian dengan jumlah besar ?."
Xu Ye Han pun terdiam sejenak, ia berpikir betapa bodohnya apa yang ia lakukan ini.
Harusnya ia bergerak seperti pembeli biasa terlebih dahulu.
"Apa disini menjual bunga biru ? Kudengar selain dijadikan racun, bunga itu juga bisa digunakan sebagai obat yang amat mujarab." tanya Ye Han.
Pegawai itu pun terkejut, ia menegur Ye Han untuk mengecilkan suaranya.
Apa yang Xu Ye Han katakan itu sangatlah berbahaya.
Pegawai itu menarik Xu Ye Han untuk menuju ke tempat yang lebih sepi, begitu memastikan situasi aman ia langsung berbisik-bisik pada Xu Ye Han.
"Tuan anda jangan berbicara soal racun dengan mudahnya, apalagi soal bunga biru itu." ucapnya dengan hati-hati.
"Memangnya kenapa ? Toh bayak orang yang tahu soal itu." jawab Ye Han.
Plakk!!
Di pukulnya dengan pelan tangan Xu Ye Han oleh pegawai itu.
"Tuan, sudah dari lama orang-orang disini tak mendengarnya bahkan seperti lupa pada bunga biru." jelas pegawai itu.
Xu Ye Han pun tampak kebingungan, bagaimana bisa seperti itu ? Apakah ini semua berhubungan dengan yang menimpa Wei Lian ?.
Xu Ye Han pun mengeluarkan sebuah kantong uang dari dalam bajunya.
Di berikannya beberapa koin emas pada pegawai itu.
"Beri tahu padaku semua yang kau ketahui." ucap Ye Han.
Senyum sumringah langsung ditampilkan pegawai itu saat menerima koin emas ditangannya.
"Tuan, sebenarnya toko kami tak menjual bunga biru karena majikanku takut jika bunga itu disalahgunakan dan ia mendapat kerugian."
Baru saja merasa menyesal telah memberikan uang-uangnya pada pegawai itu, ia justru mendapat informasi yang sangat penting.
"Ada sebuah toko obat yang letaknya hanya beberapa kilometer dari pasar. Hanya toko obat itu yang menjual bunga biru. Namun Tuan tetaplah anda tak akan mendapatkannya." ucap pegawai itu.
Xu Ye Han pun kembali terheran, kalau ia tak mendapatkannya jadi untuk apa toko itu menjualnya.
"Apa maksudmu ? Mengapa aku tak bisa mendapatkannya ?." tanya Xu Ye Han dengan rasa penasaran teramat penuh.
Pegawai itu mendekat pada Xu Ye Han, yang akan ia bisikkan pada Xu Ye Han adalah hal yang sangat rahasia.
Ia pun mengetahuinya karena mencuri dengar saat dalam perjalanan pulang.
"Bunga-bunga itu sudah dipesan oleh seseorang, berapapun jumlahnya tetaplah akan dibeli oleh orang misterius itu." ucap pegawai itu.
Merasa sudah cukup menerima informasi itu, Xu Ye Han pun langsung pergi keluar.
Ia sangatlah yakin pastilah orang itu yang meracuni Wei Lian.
"Aku akan segera menangkap dan membuatmu membayar atas semua kejahatan yang kau lakukan pada Wei Lian." gumam Ye Han.
Ye Han pun langsung berangkat menuju toko itu sesuai arahan dari pegawai tadi.
Toko yang ia datangi itu memanglah tak terlihat mencurigakan, disaat ia memperhatikan keadaan tiba-tiba saja datang seorang pria dengan tudung hitam.
Xu Ye Han pun mengenali aroma dari tubuh pria itu.
"Dia adalah lekaki yang mengikutiku dan juga Wei Lian di pasar malam, apa yang dia lakukan disini ?." gumam Ye Han.
Salah seorang pegawai mengarahkan lelaki itu untuk menuju ke lantai dua, namun saat akan mengikutinya, Xu Ye Han diberhentikan oleh pegawai lain.
"Maaf Tuan, hanya tamu penting yang bisa menuju ke lantai dua."
"Baiklah Tuan, maaf karena kelancanganku." ucap Ye Han.
Xu Ye Han pun melangkah keluar dari toko itu, begitu keluar dan menuju bagian belakang toko, ia langsung saja terbang ke atap toko.
Dengan perlahan ia berusaha menemukan dimana pria itu berada.
Kemampuannya memanglah tak bisa diragukan lagi, dengan cepat ia sudah menemukan keberadaannya.
Ditempelkannya telinganya itu untuk menguping pembicaraan mereka.
"Tuan, kali ini aku hanya punya belasan tangkai saja. Sangat sulit bagiku untuk mendapatknya, tubuhku tak kuat lagi untuk memasuki gua itu lebih dalam." ucap seseorang yang Ye Han yakini sebagai pemilik toko ini.
"Bagaimana bisa ? Aku kan sudah mengatakan kalau butuh ratusan tangkai. Belasan tangkai tak akan cukup untuk Tuanku." ucap pria bertudung.
"Tuan beri kami waktu lagi, setidaknya beberapa bulan lagi bunga-bunga itu akan tumbuh lebih banyak." jelasnya.
Sangat jelas didengar olehnya kalau mereka tengah berdebat. Namun pada akhirnya lelaki bertudung itu tetaplah membeli dan membawa pergi bunga biru.
Diikutinya lelaki bertudung itu menuju ke hutan.
"Siapa disana ? Kenapa kau terus mengikutiku ?." teriak pria bertudung.
Xu Ye Han pun muncul dihadapan pria itu, dibukanya kain yang melingkari topinya.
Ye Han tersenyum pada pria itu, "Kau mengingatku bukan ?."
Lelaki itu terkejut, ia memanglah mengingat Xu Ye Han, namun apa yang akan dilakukan pria itu padanya.
Dengan cepat pria itu menyembunyikan bunga biru kedalam bajunya, dan membuat badannya itu menjadi besar mendadak.
"Bunga biru bukan ? Akan kau gunakan untuk meracuni Wei Lian bukan ?." tanya Ye Han dengan memainkan kipas ditangannya.
"Sok tahu, aku tak ada urusan denganmu, dan aku juga tak berniat untuk meladenimu." jawab pria bertudung itu.
"Katakan padaku apa motifmu menyakiti Wei Lian ? Dia bukanlah orang jahat, jadi pastilah kau orang yang dendam terhadap Wei Meng Fan." tebak Ye Han.
Pria itu tertawa mendengarnya, "Hei Xu Ye Han kau memanglah sangat sok, mengapa kau sangat yakin aku akan memberitahumu ?"
"Bukankah kau ketakutan karena aku tahu bahwa Wei Lian diracuni ?." pancing Ye Han terhadap pria itu.
"Walaupun kau tahu, majikanku tak akan takut Xu Ye Han." jawabnya.
"Jadi katakan siapa majikanmu itu ?." tanya Ye Han dengan menghunuskan kipas ditangannya.
"Kau pikir aku takut dengan benda feminim itu ? Kau tak akan mendapat jawaban dariku." ucapnya lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam bajunya.
Boomm!!!