
mobil yang dikendarai Reysa dan Kenan memasuki halaman sebuah gedung apartemen mewah di kota itu. lalu menuju parkiran yang ada di basemen.
Reysa dan Kenan turun dari mobil, lalu Kenan membawakan barang barang Reysa dan mereka naik lift menuju ke atas.
singkat cerita, Reysa dan Kenan sampai di lantai paling atas dari gedung ini. Kenan tinggal di penthouse bersama dengan 4 sahabat laki laki nya. dan Reysa tak tau itu sehingga ia sangat terkejut saat ia mengetahui akan tinggal bersama dengan sahabat kakaknya.
...×××...
"bang, jadi gue bakal tinggal sama mereka semua juga?" tanya Reysa memastikan. ia kini sudah duduk di ruang tamu bersama dengan para penghuni lainnya.
"iya, lo nggak mau?" tanya Kenan khawatir dengan raut wajah Reysa yang nampak sangat buruk itu.
"bukannya gitu bang. lo nggak ngomong kalo lo tinggal sama temen temen lo. gue jadi ngerasa nggak enak karena gue cuma bisa asal numpang doang!! kan pastinya kalian yang urus biaya rumah ini kan. nah gue ngerasa bersalah nya disitu, masak gue cuma numpang aja? kan nggak adil dong. keenakan gue nya. haah" jawab Reysa yang diakhiri helaan nafas
Reysa menatap semua penghuni rumah ini. "kalian setuju gue tinggal disini?" tanya Reysa memastikan kesediaan orang orang yang akan tinggal bersamanya.
"kita setuju kok. udah sepakat. mau gimanapun lo adeknya Kenan dan kita paham kondisi kalian. jadi kita setuju kok" jawab salah seorang yang bernama Riko Ferdiansyah.
Reysa menghela nafas panjang, "oke. kalo gitu gue yang bakal urus pekerjaan rumah. mulai dark bersih bersih, masak dan lain lain. gue juga bakal ikut kerja buat nanggung biaya lainnya. gue nggak bisa tinggal gratisan. ogah gue utang budi sama orang, berat" ujar Reysa mantap. keputusannya ini tak akan bisa diganggu gugat.
"eh yakin dek? emang lo bisa?" tanya Kenan tak yakin sekaligus khawatir.
"gue bisa kok masak, bersih bersih. walau masaknya gue masih amatiran, tapi seenggaknya rasanya masih masuk kualitas" jawab Reysa.
semua masih diam karena tak yakin. Reysa yang melihat tatapan tak yakin dari orang orang itu menghela nafas lagi
"gue bisa buktiin. kalo kalian mau" ujar Reysa.
"hmm yodah coba buktinya. di kulkas ada sayur dan lain lain. Rian suka masak tapi masih amatiran sih" ujar Kevin Aprilio Raharja meminta bukti.
Reysa mengangguk, "oke. gue buktiin sekarang" ujar Reysa dan berjalan menuju dapur diikuti yang lainnya.
selain Kenan, Riko, dan Kevin, para penghuni lainnya bernama Rian Atmana dan Cesar Orlando.
...×××...
Reysa melihat isi kulkas. di sana ada sawi, timun tomat cabai dan kawan kawannya. ada juga telur, daging, sosi, dan beberapa udang. juga buah buahan seperti apel, anggur, semangka, pir, kiwi dan lain lain, bahkan ada kurma.
"kalian ada yang nggak bisa makan pedes? atau alergi gitu?" tanya Reysa.
"kita semua nggak ada yang alergi atau nggak tahan pedes kok" jawab Riko.
"yakin? beneran nggak ada? nanti kalo gue tau ada yang alergi atau nggak tahan pedes terus sakit bukannya gue bawa ke rumah sakit tapi malah ke kuburan loh" tanya Reysa memastikan dengan sedikit ancaman.
"gue nggak bisa makan pedes. ada maag" jawab Kevin akhirnya mengaku.
Reysa mengangguk paham, "ada lagi?" tanya Reysa menatap semua orang disana.
"nggak ada" jawab Rian. Reysa mengangguk "oke" ujarnya singkat.
udang asam manis, oseng kangkung, bakwan jagung, sama SOP telur sosis aja kali ya? iya deh itu aja
Reysa sudah tau apa yang akan ia masak. jadi ia mulai mengeluarkan bahan yang akan digunakan dari kulkas, lalu membersihkan mereka. sesudahnya ia segera mulai memasak.
dimulai dari udang asam manis, bersama dengan oseng kangkung. lalu setelahnya SOP telur sosis. dan yang terakhir adalah bakwan jagung.
sementara Reysa memasak, 5 orang yang ada di sana melongo dibuatnya. bagaimana bisa orang yang katanya amatiran memasak selihai dan seteliti itu?
"Rey lo beneran amatiran?" tanya Kevin tak percaya.
Reysa yang sedang memasak itu mengangguk. "iya, gue masih amatiran banget. abang sama Tante gue bisa masak lebih baik dari gue" jawab Reysa masih fokus menggoreng bakwan
Reysa mengalihkan pandangannya ke Kevin. "sori salah. bukan bang Kenan, tapi bang Alen. gue masih kalah sama bang Alen. terus juga Tante Risa, gue masih kalah. jadi gue masih amatiran" jawab Reysa yang sudah kembali pada penggorengannya.
"bang Alen sama Tante Risa? mereka siapa dek?" tanya Kenan yang jadi penasaran pada orang yang diakui sebagai abang oleh adiknya.
Reysa terdiam membeku, "mereka nggak ada disini. nggak usah dipikirin" ujar Reysa berubah sendu karena jujur saja ia kangen dengan abangnya itu
Kenan langsung diam. suasana di tempat itu berubah menjadi tidak mengenakkan. sampai akhirnya Reysa mematikan kompor nya dan berkata ia telah selesai.
"gue selesai. bantuin bawa ke meja sono. gue mau beresin ini dulu" ujar Reysa memberi perintah yang langsung dijalankan oleh Kenan dan Riko yang ikut membantu.
sementara itu, Reysa membereskan semua yang ia gunakan setelah masak. ia meletakkannya di wastafel dan akan mencucinya nanti. sekarang ia akan mendengarkan pendapat dari para penghuni rumah ini.
Reysa menghampiri mereka di meja makan. di sana makanan tertata rapi dan terlihat menggoda. bukan hanya dari penampilannya, tapi juga dari baunya.
"cobain dulu. kalo nggak enak bilang ke gue" ujar Reysa melihat mereka yang nampak ragu walau sudah tergoda itu.
"gue coba duluan deh" ujar Kenan mengambil satu bakwan dan memakannya. ia sudah berdoa agar ia bisa selamat setelah memakan ini. tapi diluar dugaan, rasanya enak, pas dan gurih. jadi ia mencoba masakan lainnya.
"enak Rey" ujar Kenan sembari memakan udang.
Reysa tersenyum kecil, "makanan nya di telen dulu bang. ntar lo kesedak mati kan gue yang repot" ujar Reysa bercanda.
Kenan tak menanggapi dan lebih memilih memakan makanan di depannya itu. lalu Riko menyusul makan karena kelihatannya Kenan menikmati hal tersebut.
mata Riko terbelalak saat rasa udang itu menyentuh lidahnya. sungguh ia takjub, ini enak dan pas dengan seleranya. jadi ia melanjutkan mencoba yang lainnya.
"ini enak Rey" ujar Riko tersenyum pada Reysa.
Reysa mengangguk lalu ikut duduk. ia lapar padahal tadi ia sudah makan. yah tapi tak apa lah ya kalau memang lapar.
Reysa mencoba oseng kangkung nya. setelah ia menelan suapan pertama, ia berkomentar. "lumayan, udah meningkat" ujarnya senang.
tiga orang lainnya yang tadinya nampak ragu, kini juga ikut makan dan mereka pun juga terkejut dengan rasanya. jadilah mereka sekarang makan bersama sama.
setelah makan, Reysa membereskan piring kotor dan menaruhnya di wastafel dengan dibantu Riko. lalu ia mencuci semuanya dan meletakkannya di tempat yang seharusnya.
selesai dengan cucian piring nya, Reysa menuju ruang tamu.
"jadi gimana? setuju gue yang urus rumah ini?" tanya Reysa
mereka serentak mengangguk. "iya, lo bisa urus makanan. buat beres beres kan ini rumah besar, jadi biar kita panggil orang aja buat bersih bersih kayak biasanya" ujar Kevin mewakili.
Reysa mengangguk paham, "oke. sekarang tidur dimana?" tanya Reysa
"di atas. samping kamar nya Kenan" jawab Kevin.
"oke, gue ke kamar buat beresin barang gue" ujar Reysa dan meninggalkan mereka di ruang tamu untuk menuju kamarnya dan menyusun barang barangnya.
...×××...
Reysa memasuki kamar bernuansa putih abu-abu dan ia puas dengan penampilannya. lantas Reysa segera meletakkan pakaian dan buku bukunya di tempat yang seharusnya.
setelah itu, Reysa membuka laptopnya dan mencoba mencari sesuatu yang cocok untuknya bekerja sampingan.
"hmm jadi model? atau penulis novel? gue bisa sih melukis juga. main musik juga bisa. tapi musik udah jadi kerjaan nya mereka berlima. gak salah mereka bikin band kan ya? hmm jadi gue jadi model sama penulis aja ya. model duitnya lumayan tuh. oke itu aja dulu"
Reysa sudah memutuskan untuk mengambil pekerjaan sampingan sebagai seorang model untuk sebuah toko yang lumayan besar tapi belum bisa mengambil model resmi.
setelah mengurus lamarannya, Reysa membaringkan tubuhnya di kasur dan tidur walau ini masih jam setengah 9 malam.