The Antagonist

The Antagonist
BAB 50



Penginapan Luo


"Sebenarnya anda ini siapa Nona ?." tanya Ah Ran.


Dirinya sangatlah heran karena kedatangan seorang wanita yang mencari Tuannya.


Apalagi ia juga membacakan puisi yang hanya diketahui oleh bawahan Xu Ye Han saja.


"Tak sembarang orang yang tahu-menahu soal puisi itu.." lanjutnya.


"Aku Wei Lian, Xu Ye Han sendirilah yang memberitahuku soal puisi itu." jawab Wei Lian.


Ah Ran pun terpenjerat, ia tak menyangka bahwa wanita didepannya ini adalah Wei Lian.


Wanita iblis yang digossipkan menjalin hubungan dengan Tuannya.


Ia mengakui bahwa wanita ini teramat cantik meskipun wajahnya kini pucat, seolah sakit parah.


Raut mukanya itu langsung menjadi sangat sinis pada Wei Lian.


"Ada urusan apa anda kemari ?." tanya Ah Ran dengan nada sinis.


"Xu Ye Han mengatakan padaku, kalau aku membutuhkan bantuan, aku bisa datang kemari." ucap Wei Lian.


"Ck...maaf Nyonya tapi wanita lemah sepertiku tak dapat membantumu." jawab Ah Ran.


Tampak raut muka cemas dari Wei Lian, ia menggigit bibir bawahnya itu.


Ah Ran nampak tak suka sama sekali dengan keberadaan Wei Lian.


"Tapi Xu Ye Han memberitahuku bahwa kau memiliki adik laki-laki, ia sendirilah yang mengatakan padaku bahwa kalian dapat membantuku. Nona...aku benar-benar membutuhkan bantuan." ucap Wei Lian.


"Nyonya Wei...adik lelaki ku yang kau maksud itu juga sedang tidak ada. Lagipula masalah apa yang kau hadapi ? Dengan status dan reputasimu itu pastilah masalah tak akan mendatangimu." tegas Ah Ran.


Wei Lian pun akhirnya menyadari kalau wanita didepannya ini tak menyukai dirinya.


Namun ia tetaplah membutuhkan bantuan saat ini.


"Baiklah nona, ketika adikmu itu kembali berikanlah surat yang akan kutulis sebentar lagi." ucap Wei Lian.


Dengan lancang ia langsung mengambil kuas, tinta dan juga kertas yang berada di meja.


"Eihh...apa yang anda lakukan itu Nyonya ? Benar-benar tak sopan." gerutu Ah Ran.


Wei Lian sendiri menulis dua buah surat, ia mengatakan kalau surat satunya haruslah Ah Ran berikan pada Xu Ye Han.


"Nona...selain untuk adikmu, sampaikan jugalah surat ini pada Xu Ye Han." ucap Wei Lian.


Ah Ran hanyalah mengambil surat yang akan diberikan untuk Xuan Yi.


Namun tiba-tiba saja Wei Lian mengeluarkan jepit rambut dari dalam bajunya.


Jepit rambut itu tidaklah asing untuk Ah Ran. Benda itu adalah benda yang selama ini Xu Ye Han rawat dengan baik.


"Jepit ini....bagaimana bisa ini ada ditangan anda ? Ini adalah barang kesayangan Tuanku!." ucap Ah Ran dengan perasaan kesal.


"Aku tak mencurinya Nona, Xu Ye Han lah yang memberikan ini padaku. Sekali lagi aku memohon bantuanmu untuk menyampaikan suratku itu." ucap Wei Lian sembari membungkuk.


"Aku tak berjanji mereka akan membantumu Nyonya, aku sendiri masih tak tahu dengan jelas dimana mereka berada. Setelah mereka mengabariku dulu, aku akan memberikan suratmu ini." ucap Ah Ran.


Wei Lian pun tersenyum tipis, "Xu Ye Han pasti akan membantuku."


"Aku harus segera pergi Nona." lanjutnya.


Wei Lian sudahlah bergegas pergi meninggalkan Ah Ran sendirian.


Ia harus segera kembali ke sekte Wei agar Meixi ataupun Zi Lan tak mengetahui kalau dirinya itu baru saja menyelinap keluar.


Seperginya Wei Lian, dengan lancang Ah Ran membuka dan membaca surat yang ditulis untuk Xu Ye Han.


Ah Ran berdecak kesal membacanya.


Apa wanita ini gila ? Bagaimana bisa ia meminta bantuan Xu Ye Han untuk melakukan hal berbahaya seperti iki. Apalagi membebaskan tahanan sebelum diadili adalah sebuah kejahatan.


"Dia benar-benar menodai reputasi suci Tuanku." ucap Ah Ran.


Tiba-tiba saja Xuan Yi datang dengan raut muka terkejut.


"Kak...." ucapnya.


"Kenapa ? Ada apa dengan raut wajahmu itu ? Sangat menjengkelkan." ucap Ah Ran.


Xuan Yi pun heran, mengapa seniornya ini tiba-tiba marah.


"Kak...itu tadi Nona Xiao Wu, mengapa dia keluar dari kamar ini ? Apa kau mengenalnya ? Dia sangat cantik bukan ? Tapi kenapa wajahnya itu sangat pucat ? Ahh....tak masalah, toh dia masih cantik." ucap Xuan Yi yang terkagum-kagum.


Bukkk!!!


Dipukulnya kepala Xuan Yi oleh Ah Ran, sebenarnya ia juga terkejut mendengar ucapan Xuan Yi.


Nona Xiao Wu yang diceritakan itu ternyata adalah Wei Lian.


"Kenapa kau memukulku ? Memangnya aku berbuat salah ?." omel Xuan Yi.


"Kau bilang tadi Nona Xiao Wu ? Wanita yang baru saja keluar adalah Wei Lian." ucap Ah Ran.


Xuan Yi pun membulatkan bibirnya, "Jadi Nona Xiao Wu adalah Yang Mulia Wei Lian. Wah...dia benar-benar cantik."


Ah Ran hanya terdiam mendengarnya, namun Xuan Yi terus bertanya-tanya mengapa Wei Lian datang ke tempat mereka.


"Kak...apa yang dilakukan dia disini ? Apa dia mencari Tuan Muda atau mencariku ?." tanya Xuan Yi dengan sangat percaya diri.


Dilihatnya Xuan Yi dengan sangat tajam, ingin sekali ia menyumpal mulut Xuan Yi itu.


"Bukan hal penting, hanya saja mulai sekarang jangan berusaha untuk dekat dengannya Xuan Yi. Wanita itu adalah penjahat, kalau sampai kita terlibat...pastilah reputasi Tuan menjadi buruk." tegas Ah Ran pada adik seperguruannya itu.


"Penjahat ? Dia membelikanku daging kak, jadi pastilah dia bukan penjahat." bela Xuan Yi.


"Huhhh!!!....kau ini ya! Aku sedang berbicara serius tahu, dan ingat jangan sampai Tuan tahu soal kedatangan Wei Lian." ucap Ah Ran.


"T-tapi kak..."


Belum selesai Xuan Yu berbicara, Ah Ran langsung memotongnya begitu saja, ia benar-benar tak ingin kedatangan Wei Lian ini diketahui oleh Xu Ye Han.


"Aku akan membelikanmu daging lebih banyak." ucap Ah Ran.


Xuan Yi pun tersenyum lebar, ia mengangguk mengiyakan perkataan Ah Ran.


Ah Ran mengatakan tak penting pastilah itu benar, kakak seperguruannya itu mana mungkin mengkhianati Xu Ye Han.


Di sisi lain Wei Lian yang sudah tiba di sekte Wei, langsung menuju ke penjara untuk menemui Liuli.


Dinginnya malam ini tak terasa karena ia sendiri sangat berkeringat karena berlari.


Sringg....


Pengawal menghalangi perjalanan Wei Lian yang hendak memasuki penjara.


"Apa yang kalian lakukan ? Aku ingin menemui Liuli." ucap Wei Lian.


"Maaf Nyonya, tapi anda dilarang untuk menemui pelayan Liuli." jawab mereka.


"Siapa yang melarang ? Akulah pemilik sekte ini, apa kalian lupa bahwa ayahku yang mempekerjakan kalian disini ?." ucap Wei Lian.


"Maaf Nyonya, tapi Tuan Zi Lan dan Nyonya Meixi lah yang memberikan perintah, kalau anda memaksa masuk kedalam, maka kepala kami akan dipenggal." jawab mereka.