Say You Love Me

Say You Love Me
Bertemu Sintya



Hari ini adalah hari dimana Reyfan akan bekerja di kantornya.


Ia harus bekerja dan memimpin perusahaannya sendiri mulai hari ini juga.


Anita sebagai istrinya sudah menyiapkan keperluan kantornya.


Baik tas, leptop, maupun yang lainnya yang di perlukan suaminya itu.


Selain itu Anita juga sudah menyeduh kopi dan menyiapkan roti untuknya sarapan.


Setelah rapi dan wangi Reyfan pun turun ke lantai bawah untuk sarapan.


Istrinya sedang duduk di situ menikmati kopinya.


Beberapa majalah juga berjejer di atas meja.


Sepertinya ia sedang melihat-lihat salah satu isi majalah itu.


"Kau membutuhkan pelayan berapa untuk bekerja di rumah ini?. Aku sering melihatmu di layani"


Apa maksudnya dia bertanya seperti ini?. Dia tidak suka melihatku di layani?.


Ku pikir aku tidak bisa melakukan apapun dengan sendiri hah!


"Apa maksudmu bertanya seperti ini?!, kau tidak sanggup untuk membayar para pelayanan nantinya?"


"Cih, pertanyaan macam apa itu?,kau meminta 50 pelayanan sekaligus pun akan aku berikan Anita!"


"Lalu kenapa kau harus bertanya?"


"Jujur saja,aku lebih suka wanita yang mandiri,rajin,dan pokoknya mandiri serba apapun itu,bukan hanya cantik saja tapi dia luar biasa dan mampu melayani suaminya dengan tangannya sendiri"


"Aku tidak membutuhkan pelayan satupun!"


Kau pikir aku tidak bisa seperti itu,aku juga bisa!, baiklah,akan aku buktikan aku bisa seperti apa yang kau katakan tadi!


"Kau yakin?"


"Kenapa kau sendiri tidak yakin jika aku yakin?"Tanya sengit Anita balik.


"Kau ingin menjadi seperti yang aku katakan tadi?"


"Iyah,demi Cintaku!,thuk..thuk.."Menunjukkan jarinya ke dada sebelah kiri Reyfan.


Ini membuat Reyfan menghela nafasnya panjang.


Mimpi apa dia semalam?. Sekarang berani mengatakan cinta blak-blakkan!


"Benarkah!. Buktikan kalau kau bisa membuktikannya!"Langsung berdiri mengambil tasnya untuk segera berangkat ke kantor.


"Akan aku buktikan!"Ikut merebut tas itu dari genggaman suaminya sambil tersenyum manis penuh percaya diri untuk membawakannya.


Aku tidak yakin jika ia bisa melakukan semuanya sendirian, jika pun iya, sebesar itukah cintanya padaku.


Anita pun mengantar suaminya ke depan rumah untuk keberangkatannya ke kantor.


"Hati-hati di jalan"Mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan dengan suaminya sebelum pergi.


"Iyah"Reyfan segera masuk ke dalam mobil dan berangkat ke kantor bersama Riko.


Terlihat Anita yang masih menunggu sampai mobil itu menghilang.


"Apa yang harus aku lakukan?. Aku benar-benar tidak pernah melakukan semuanya dengan sendiri. Apa kekasihnya yang ber-bule itu sangat mandiri dan luar biasa?!"


Anita sedang menggerutu sambil memasuki ruangan santai kembali untuk melanjutkan minum kopinya.


Mengingat kedekatan Reyfan saat bergandengan tangan dengan kekasihnya di bandara membuatnya masih merasa kesal dan cemburu.


"Aku tidak bisa kehilangan Reyfan, aku benar-benar sudah mencintainya sejak lama.Aku harus belajar mandiri seperti yang Reyfan inginkan"


"Ddrrrttt.. ddrrt.."Layar ponsel menyala tiba-tiba, terlihat ada pesan masuk ke ponselnya.


"Sintya ❤️?"Merasa penasaran dengan pesan itu.Ia tidak pernah merasa menyimpan kontak ponsel bernama Sintya yang di beri emoticon Love seperti itu.


Ini membuatnya tidak mengerti.


Lalu mengangkat ponsel dan melihat layar depan ponsel itu."Aku akan menemui mu sayang"


"Ini pasti ponsel Reyfan.Jadi dia masih berhubungan dengan wanita itu!. ponselku yang ia bawa!"


Anita menghela nafas panjang. Ia mencoba untuk menenangkan diri. Wajar saja jika Reyfan belum bisa melupakan kekasihnya karena pernikahan perjodohan ini.


...----------------...


"Kau tega Fan!, inikah yang kau berikan untukku?. Aku menyayangimu dan mencintaimu setulus hati, tapi kenapa kau mengkhianati ku seperti ini?,ini sungguh sakit Fan!. hiks..hiks..ini sungguh sakit"


Sintya terlihat terpukul karena kecewa dan sakit hati. Baru kesempatan hari ini juga ia dapat bertemu dengan Reyfan setelah ia menikah. Itupun karena ia sedang berada di kantor ini dan memaksa untuk bertemu.


Sepertinya ia juga melampiaskan amarahnya ke pada Reyfan sepenuhnya untuk hari ini.


"Sintya,aku mohon maafkan aku. Aku tidak pernah berniatan untuk melakukan hal ini. Tapi keadaan yang memaksaku untuk menikahinya"Reyfan juga merasa bersalah.


Rasa cintanya yang begitu besar kepada Sintya membuatnya tidak tega saat melihatnya menangis.


"Kau tidak mencintaiku?"Menatap lekat sambil mengusap air mata yang berderaian itu. Ini membuat hati Reyfan goyah dan merasa semakin bersalah setelah meninggalkannya.


"Aku sangat mencintaimu Sintya, bahkan sampai detik ini pun aku masih sangat mencintaimu"


"Katakan kalau kau juga mencintainya!"


"Tidak!. Aku hanya mencintaimu Sintya"


"Lalu kenapa kau lebih memilih untuk menikah dengan orang lain?"


"Lalu kenapa juga kau tidak mau menikah denganku saat aku mengajakmu menikah?"Reyfan kembali menyudutkan pertanyaan itu kepada Sintya. Mengingat waktu itu di luar negeri saat hari valentine yang ia ingin mengajaknya ke jenjang yang lebih serius lagi Sintya juga menolaknya.


Karena aku belum tahu kau anaknya konglomerat atau tidak.


Dan ternyata kau benar-benar anak orang kaya raya,ya tentu saja aku mau lah Reyfan!.


Aku tidak bisa menyia-nyiakan ini,aku harus mendapatkan mu.


Hartamu yang bergelimang ini, membuatku tidak rela jika kau menikah dengan orang lain.


Lama Sintya terdiam,raut wajahnya ia ciptakan sekusut mungkin agar terlihat menyesal dan bersalah di hadapan Reyfan.


"Ka...karena aku belum siap untuk menikah kan waktu itu,aku harus mempertahankan karirku yang sedang mendaun.Aku tidak ingin menikah dulu dan nantinya akan memiliki anak lebih cepat Fan. Tapi sekarang aku baru sadar Fan,kalau aku tidak bisa kehilanganmu,aku juga ingin menikah denganmu Fan!. Hiks...hiks.."


Menangis tersedu-sedu membuat Reyfan merasa semakin bersalah.


"Sayang aku..aku mohon jangan menangis seperti ini, tidak enak di dengar orang lain nanti"


"Kenapa kau berubah?,kau tidak ingin memelukmu?, padahal aku sudah nangis begini,hiks..hiks..jahat kau jahat!"


"Karena aku.. karena aku"


"Krrepp!"Wanita itu langsung memeluk Reyfan begitu saja dan menangis di dadanya.


Sementara Reyfan merasa was-was jika ayahnya sampai datang atupun tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.


Ia takut akan terjadi keributan dan masalah yang lebih besar lagi. Reyfan juga merasa terikat karena sudah memiliki istri,ia takut akan timbul fitnah nantinya.


Jika pun ayahnya tiba-tiba datang dan melihatnya,badai pun akan terjadi dan mengguncang dunia pada saat itu juga.


"Ini ponselmu, sepertinya tertukar"Seorang wanita yang tiba-tiba sudah berdiri di samping mereka dengan tegar.


Padahal sejak tadi dia sudah mendengar semuanya di depan pintu.


"Anita"Reyfan kaget, bergegas melepaskan pelukannya dengan Sintya.


"Aku kemari hanya untuk mengambil ponselku, dan juga ini"Menunjukkan bekal yang sudah ia bawa dari rumah.


Tapi ternyata sudah ada kotak bekal di atas meja kerja suaminya. Mungkin bekal itu dari perempuan itu."Tapi sepertinya kau sudah ada makanan, baiklah aku permisi"


Langsung pergi begitu saja dari ruangan itu.


"Anita"


Bahkan panggilan Reyfan pun tidak ia balas walau ia mendengar. Reyfan tidak tahu betapa susah payahnya Anita yang tidak bisa memasak itu berusaha memasak untuk makan siang suaminya.


Namun sudah tersedia makanan lain di atas meja,ini yang membuatnya kecewa dan sakit pastinya.