Say You Love Me

Say You Love Me
Perhatian Zayn



Di belakang panggung Zayn langsung menggendong Anita untuk kembali ke ruangannya.


"Za..Zayn,apa yang kau lakukan?"Anita merasa tidak enak dilihat banyak orang yang berada di belakang panggung.


"Diam lah!, kakimu tergelincir kan?"


Zayn terlihat begitu peduli dan mengkhawatirkan Anita.


Ia mendudukkan Anita di atas sofa dengan perlahan setelah sampai ke dalam ruangannya.


"Kakiku sakit sekali. Aku benar-benar tidak menyangka ini akan terjadi,apa jadinya aku jika kau tidak datang tadi"


Terlihat juga kaki Anita yang tampak memerah dan sedikit membiru saat di amati oleh Zayn.


"Apa yang terjadi Anita?,kau akting apa jatuh beneran?. Dan dia siapa?, kenapa kalian romantis sekali?"


Tanya Lia yang juga merasa heran sekaligus bingung dengan drama di panggung tadi.


Namun sebagian hatinya juga ikut merasa terkesan dengan keromantisan di atas panggung.


"Sebenarnya aku jatuh beneran Lia. Tapi tiba-tiba Zayn datang. Terimakasih Zayn,kau sudah membantuku tadi,aku benar-benar tidak tahu jika kau tidak datang,aku malu sekali"


"Aku tidak mungkin membiarkanmu di soraki banyak orang"


"Cie, romantis banget sih kalian"Melihat keduanya yang cocok dan serasi malah membuat Lia senang sendiri.


"Ambilkan minyak urut Lia!, jangan brisik!. E'..maafkan dia Zayn,dia memang seperti itu"


"Santai saja Anita.Luruskan kakimu!"


"Eh,apa yang akan kau lakukan?"Anita bingung dengan tingkah Reyfan yang menaikkan kedua kakinya ke sofa.


"Tenanglah!,aku akan mengurut kakimu"


"Ka..kau bisa mengurut?.Hebat sekali"


Beberapa menit setelah Zayn mengurut kakinya, Anita mulai merasa enakan.


Tidak terlalu berdenyut seperti yang tadi pergelangan kakinya.


"Bagaimana?,masih terasa sakit?"


"E'.. sudah mendingan, tidak sesakit yang tadi. Terimakasih Zayn"


"Istirahatlah dulu, jangan terlalu banyak bergerak!"


"E'.. ngomong-ngomong kenapa kamu ada di sini?,dan ini.."Menunjukkan buket bunga pemberian darinya yang sangat cantik. "Terimakasih,ini sangat indah. Tapi bagaimana kau bisa tahu kalau aku ini berulang tahun?"


"Kau lupa yah,aku kan temanmu sekolah dulu"


"Tapikan itu lebih dari 3 tahun yang lalu, kau masih sangat ingat,aku saja lupa akan tanggal lahir mu"


"Hehe...iya begitulah"


Zayn tampak canggung sendiri menjawab pertanyaan Anita.


Sebenarnya ia sudah menyukai Anita sejak lama,jadi apapun yang di ingat Zayn adalah bentuk rasa cintanya pada Anita.


Tak terasa waktu makan siang sudah tiba.


Anita sudah berganti pakaian.


Baju yang ia kenakan tadi sudah di simpan bersama mannequin yang ia miliki.


Kali ini ia akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Clara setelah makan siang.


Zayn yang baik hati mengantar Anita dan Lia ke rumah sakit sesudah makan siang.


Sesampainya di rumah sakit mereka langsung mencari ruangan pasien sesuai informasi yang ia dapat dari Clara.


Atas bantuan para suster keduanya pun sudah berdiri di depan ruangan tersebut.


Tanpa pikir panjang lagi mereka langsung masuk ke dalam ruangan setelah mengetuk pintu.


"Clara,apa kau baik-baik saja?"Anita terlihat khawatir melihat model yang ia andalkan di kampusnya sakit.


Tapi terlihat jalan Anita yang masih pincang karena kakinya tergelincir itu.


"Maafkan aku An,aku tidak bisa menghadiri acaranya, padahal aku sudah sangat senang ada acara besar itu,aku ingin sekali mengikutinya,tapi musibah menimpaku"


"Tidak, tidak papa Clara, yang penting kau baik-baik saja kan?"


"Aku baik-baik saja kok hanya luka sedikit"


"Syukurlah Clara,aku juga sangat kaget mendengar mu kecelakaan"


"Lalu bagaimana dengan kontesnya, baju itu tidak tampil An?"


"Wah, benarkah?,kau hebat sekali"


"Tapi.. jatuh, untung ada Zayn yang menolong ku di panggung"


"Maksudnya jatuh bagaimana?"


"Ceritanya panjang, nanti akan aku ceritakan semaunya kepadamu"


"Sebenarnya aku ingin mengirimkan sepatuku yang ini,tapi aku tidak bisa karena aku kecelakaan"


"Sepatu?,lalu siapa yang mengirimkan sepatu itu untukku jika bukan kamu?"


"Aku tidak mengirimkan apapun, justru aku akan mengirimkan sepatu itu tidak jadi, karena tidak ada yang mengantarnya ke sana"


"Iyah,aku juga baru sadar, sepatu yang kau kenakan itu dari siapa?,aku kira darimu Clara"


"Mohon maaf,aku rasa ada yang tidak beres dan ada yang sengaja untuk menjebak mu Anita. Supaya kau terjatuh saat memakai sepatu itu. Lagian sepatu yang di pakai para model tentunya tidak akan patah begitu saja seperti barang murahan"


"Iya..iya betul juga.Tapi siapa?"Lia pun berfikir demikian.


"Sudahlah!,itu bahas nanti saja!, ini di rumah sakit. Oh iya Clara, perkenalkan ini Zayn, temanku"


Mereka pun berkenalan dan mengobral panjang di ruangan itu.


...----------------...


"Ferland!, siapa lelaki itu?"


Raut wajah sengit itu menatap Ferland dengan tajam di samping tempat duduknya.


"Yang mana Fan?"Ferland terlihat santai seolah-olah tidak terjadi drama apapun tadi di panggung.


"Yang bersama Anita di panggung tadi!,siapa dia?"


"Cihh,seharusnya yang berada di atas panggung itu kau kan Fan?, kenapa jadi orang lain?. Lelaki yang kau maksud itu adalah lelaki yang aku ceritakan kemaren"


"Za..Zayn?.Kenapa dia bisa hadir di tempat ini?"


"Kau lupa yah?,kau kan sedang menjalankan kerjasama dengan perusahaan keluarganya di bidang ini!"


"Benarkah?. Kenapa aku tidak menyadarinya"


"Yang mengetahuinya dan sering bertemu dengan Zayn sebelumnya adalah Om Rey, Papa mu, mungkin kau juga akan sering bertemu dengannya nanti"


Wajah Reyfan terlihat diam dan kusam.


"Kenapa kau terlihat tidak senang sekali?,kau cemburu dengan kontes Anita tadi?. Aku tidak menyangka jika Anita istrimu sangat cocok menjadi seorang model, bersiap-siaplah istrimu akan bersaing dengan kekasihmu sendiri Reyfan"


"Ahh.. diam!,aku tidak peduli. Waktunya kita pulang"


"Fan, jika kau tidak peduli kau tidak akan bertanya kepadaku tentangnya kan?"


"Bukan urusanmu!"Reyfan pergi meninggalkan ruangan itu dengan kesal sendiri untuk pulang ke rumahnya.


"Baiklah terserah dia saja. Besok dia pasti akan kembali dan bertanya-tanya tentang lelaki itu,haha... menyebalkan!"


Mungkin hampir 45 menit Reyfan sampai di halaman rumahnya.


Karena jalanan yang begitu padat dan sedikit macet membuat perjalanannya terhambat.


Anita belum pulang.


Makanya ia tidak terlihat dan tidak pula menyambutnya.


Hanya pelayanannya saja yang bergegas membukakan pintu.


Selisih beberapa waktu setelah Reyfan selesai membersihkan diri mobil seseorang berhenti di halaman depan rumahnya.


Terlihat Anita yang turun dari mobil itu dengan kaki yang pincang.


Zayn pun menawarkan jasa untuk mengantarnya ke dalam rumah.


"Mau aku antar ke dalam Anita?, sepertinya kakimu masih sakit"


"Tidak usah,aku bisa jalan sendiri. Dan maafkan aku,aku terlalu merepotkan mu hari ini,aku jadi gak enak. Terimakasih atas semuanya Zayn. Hati-hati di jalan yah"


Apapun akan aku lakukan untukmu Anita, yang penting kau merasa senang.


"Sama-sama Anita. Jangan terlalu banyak berterimakasih, aku jadi merasa orang paling asing"


"Baiklah!,aku masuk dulu yah. Dah... hati-hati"


"Dah, sampai ketemu lagi Anita!"


Reyfan terlihat sudah standby di di depan pintu masuk rumah menunggu istrinya yang berjalan memasuki halaman.