
Mereka memang sudah terbaring sejak tadi di atas ranjang.
Tapi Anita terlihat masih sibuk menggulung selimutnya karena tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Matanya berlarian menatapi setiap sudut ruangan yang besar dan mewah ini.
Rumahnya gede sekali, inikah kamarku denganya?..
Hujan deras yang mengguyur pun membuat suasana sangat sepi dan mencengkam di malam hari.
Reyfan yang memperhatikannya sejak tadi juga merasa tidak nyaman sendiri untuk tidur terlebih dahulu.
"Kau belum tidur juga?"
"Aku tidak bisa tidur"Jawab jujur Anita,ia terus memainkan ujung selimutnya dengan jemari tangannya karena terus memikirkan banyak hal.
"Kenapa?,apa yang kau pikirkan,hem?"
"Tidak tahu,aku hanya merasa tidak nyenyak saja"
Apa dia ingat kalau dia itu takut gelap dan hujan.
Tapi sepertinya dia tidak separah yang seperti biasanya.
"Kau masih takut hujan dan petir?"
"Hem?, aku...aku..."Anita malah terdiam bingung untuk menjawab apa.
Namun Reyfan tidak jadi bertanya dan langsung pengertian untuk memeluknya dengan hangat.
"Tidurlah,kau tidak bisa tidur yah?,kau takut gelap kan?. Jadi jangan pikirkan apapun di malam hari, tidak baik juga kalau kau melamun jadinya"
Anita merasa begitu nyaman dan tenang berada di bekapan Reyfan.
Ia terlihat terdiam anteng sambil menatapi dada suaminya yang bidang itu.
Sebenarnya yang di pikirkan Anita adalah rumah Reyfan yang aneh dan tinggi ini.
Namun tak lama Anita terlelap dalam bekapannya dan tertidur nyaman selayaknya pengantin baru dengan suaminya.
Ya Tuhan ampunilah diriku karena aku tidak bisa menjaga istriku dengan benar.
Aku membuatnya sakit begini hingga ia tidak bisa mengingat apapun.
Sembuhkan lah ingatannya kelak, agar aku tidak merasa bersalah begini.
Tanpa sadar mereka sudah tertidur lelap dengan nyaman.
Hingga pagi tak terasa tiba-tiba datang begitu saja tanpa permisi.
Celah-celah jendela kamar mereka mulai tersorot cahaya matahari yang baru saja terbit dengan indah.
"Tuk..tuk.."jemari itu tampak iseng sekali memainkan pipinya.
Ia bahkan terlihat tersenyum sendiri sambil menatap suaminya lekat.
Suamiku terlihat tampan sekali.
Bibirnya juga seksi, padahal dia lelaki..hehe.
Anita serasa baru jatuh cinta pada pandangan pertama dengan lelaki yang terbaring di sampingnya itu.
Entah kenapa ia merasa sangat suka menatap suaminya yang tertidur dan terlihat begitu tampan di matanya.
Hidungnya manis sekali
Lagi-lagi jari telunjuknya sudah mengukir bentuk hidung suaminya dengan lembut yang mancung itu.
Membuat Reyfan terganggu dan membuka matanya tiba-tiba.
"Eh, kau bangun.."Dengan cepat Anita menyembunyikan jemarinya yang tadi main-main itu.
"Kau sedang melakukan apa?"Tanya Reyfan sangat pelan, ia terlihat sekali masih ngatuk dan lemas.
"Hehe... tidak"Anita merasa malu sendiri dan berbalik badan membelakangi tidurnya. "Maafkan aku telah mengganggu tidurmu, tidurlah lagi"
Cihh, ternyata dia bisa bersikap manis juga yah.
Reyfan tampak menatap punggung istrinya yang telah membelakanginya itu.
Punggung yang seksi dan mulus tentunya.
Kenapa aku merasa aku telah mengenalnya sejak lama.
Tangan Reyfan mulai beralih membekapnya, bahkan ia terlihat menyuruh istrinya untuk berbalik badan sambil memeluknya erat.
"Setelah berani menggangu tidurku kau menyuruhku untuk tidur lagi sendiri?, tidak bisa!, tidurkan aku, tanggung jawab..."Reyfan tampak memeluk Anita erat dan membekap kan dirinya ke dada istrinya itu.
Anita yang sedang merasa jatuh cinta itu pun melayaninya dengan baik.
Walaupun ia merasa sedikit geli dengan hembusan nafas suaminya di dada.
Namun ia hanya merasa tugasnya hanyalah melayaninya dengan baik sebagai seorang istri untuk sekarang karena ia hilang ingatan.
Beruntunglah kau Reyfan karena istrimu sedang lupa ingatan. Jika tidak kau pasti akan di tendang untuk tidur di sofa seperti biasanya jika merengek seperti itu.
Tangan Anita juga terlihat membelai dan mengusap-usap rambutnya dengan lembut.
Hal ini membuat Reyfan semakin percaya bahwa ia yakin istrinya memang masih mencintainya.
Sikap Anita yang tidak seperti biasanya juga membuatnya jauh begitu senang.
Kalau gitu mending kau terus lupa ingatan saja sayang, jadi kau tidak akan bersiap galak kepadaku lagi.
Jahat sekali do'a mu Reyfan,bahkan di dalam lubuk hatimu yang paling dalam kau merasa bahagia jika sikap Anita seperti ini kepadamu.
Kau berharap lebih baik Anita benar-benar lupa ingatan selama-lamanya,agar kau tidak di cuekin lagi?,dasar lelaki!.
"Sayang..."
"Hem..?"
"Katakan kepadaku kau mencintaiku atau tidak?,apa kau benar-benar mencintai Zayn juga?"
"Memang Zayn juga suamiku?"
Pertanyaan konyol yang justru di pertanyakan balik oleh Anita karena lupa ingatan itu.
Hal ini baru membuat Reyfan sadar bahwa pertanyaan yang diberikannya adalah salah.
"Bukan dia tukang kebun, perempuan hanya boleh memiliki 1 suami saja"
"Lalu kenapa kau harus bertanya tentang tukang kebun kepadaku?,jika suamiku hanya satu maka aku hanya mencintai suamiku kan"
"Ah..iya, betul apa yang kau katakan itu"
Anita terlihat tersenyum kecil dan masih membelai rambut suaminya dengan lembut.
Sikap Anita yang begitu lembut membelainya membuat bulu kuduk Reyfan berdiri sendiri saking nyamannya.
Ia berasa mimpi di tengah malam saat ini.
Karena hal seperti ini baru ia rasakan selama pernikahan dengan Anita.
Reyfan tampak tersenyum tiba-tiba.
Kira-kira apa yang sedang ia pikirkan di dalam bekapan istrinya itu.
Ahh .. alangkah baiknya aku mengerjainya di pagi hari.
"Sayang.."
"Hem..?"
"Kau belum mencium ku pagi ini. Biasanya rutinitas seperti ini akan kau berikan setiap pagi"
Pandai sekali kau berbohong Reyfan.
Jangankan rutinitas seperti itu, berbicara akur saja kau jarang dengan istrimu.
Tapi bisa-bisanya kau memanfaatkan situasi yang ada.
"Cium setiap pagi?"
Anita terdiam, ia tampak bingung apa yang harus ia lakukan.
Cihh, apa ia juga lupa apa itu arti ciuman?.
"Muach.."Reyfan sudah mengecup bibir Anita yang terdiam membisu.
Sekaligus menyadarkannya yang terus terdiam sejak tadi.
"Apa ini?"Anita kaget dengan ciuman suaminya yang tiba-tiba itu.
"Kecupan pagi, e'.. maksudku ciuman,ini yang aku maksud tadi"
Reyfan tampak canggung sendiri menjelaskannya pada istrinya.
Terlebih ekspresi wajah Anita yang masih datar.
"Owh... manis sekali"Tiba-tiba Anita tersenyum dan menatap suaminya lekat.
"Muach..."Ciuman balas dari istrinya tiba-tiba ke bibirnya juga.
Reyfan kaget sekali dengan ini. Jantungnya berdegup kencang merasakan ciuman hangat penuh cinta dari istrinya itu.
Apa ini?,dia mencium ku juga?
"Selamat pagi sayang... hehe"Beranjak berdiri dengan cepat.
Perhatikan rona wajah Anita yang langsung merah merona itu.
Bahkan saking canggungnya ia sampai berlari ke kamar mandi untuk meninggalkan Reyfan yang sama-sama merona karena senang.
Ya Tuhan apa ini?,aku harap ingatannya tidak usah kembali jika sikapnya manis begini.