
"Kau berangkat ke kantor lebih awal hari ini?"
Pagi ini suasana hati Anita tampak membaik. Ia sudah mulai berbicara dengan suaminya dan menyiapkan sarapan pagi seperti biasanya beserta kopi.
"Iyah, jadwal hari ini sangat padat. Ada banyak undangan yang masuk ke perusahaan untuk segera di selesaikan"
"Ohh..gitu"
"Kau mau ke kampus hari ini?"
"Tidak,aku ada janji dengan Mama dan Mama Ayana"
"Oh iya sudah,aku berangkat dulu ke kantor"
Anita mengantar suaminya ke depan rumah seperti biasanya.
Reyfan langsung berangkat ke kantor,dan Anita juga akan bersiap-siap karena ada janji.
Mendapati kotak cantik di atas meja kamar.
Anita mengingat akan semalam saat Reyfan berbicara tentang sesuatu yang ia berikan kepadanya.
"Apa ini darinya semalam?"
Penasaran dengan kotak cantik itu, Anita mencoba membukanya dengan sangat hati-hati.
Lalu terlihat kilauan dari benda itu yang tersorot oleh lampu kamar saat di buka.
"Jam tangan..,ini Indah sekali"
Jam tangan itu memang pemberian dari Reyfan semalam. Di dalam kotak itu juga terlihat sepucuk surat dan tulisan.
"Happy birthday Anita, Panjang umur dan bahagia selalu, maafkan aku atas sikapku selama ini"Begitulah lantunan yang tertulis di lembar kertas itu.
"Percuma saja kau meminta maaf Fan,jika hatimu masih milik orang"Anita kembali menutup kotak cantik itu dengan rapi.
Lalu menyimpannya di dalam laci.
Ia tidak tahu seberapa mahalnya jam tangan pemberian dari suaminya itu.
Jam tangan emas putih berlapis berlian yang sengaja Reyfan belikan khusus untuknya.
Ia memberikan kado mewah ini sekaligus permintaan maafnya karena telah lupa dengan tanggal lahirnya kemaren.
...----------------...
"Ferland, meeting akan di adakan sepuluh menit lagi, beritahu seluruh staf kantor akan hal ini"
"Sudah"
"E'...Fan"
"Mmm?"
"Ada beberapa perusahaan yang bertanya-tanya tentang Anita, bahkan ada juga yang mengundangnya untuk menjadi bintang iklan"
"Hah?, maksudnya?"
"Sepertinya Acara besar kemaren istrimu menduduki tingkat teratas,baik keindahan gaun yang ia kenakan, body dan kecantikannya,ia patut di acungi jempol untuk menjadi seorang model. Dan satu lagi,ada juga yang ingin mengundang keduanya untuk membintangi beberapa suting iklan produk baru"
"Keduanya?, maksudmu Zayn juga?"
"Iya,ada yang menawarkan kontrak kerjasama langsung dengan keduanya, namun aku sudah membereskan dan memberitahu mereka bahwa engkau yang lebih berwenang akan hal ini, karena Anita dan Zayn artis kantor kita,ya kan? "
Kenapa jadi seperti ini!, yang ada Anita akan semakin dekat dengan Zayn.
"Ada apa denganmu?, kenapa kau terlihat resah sekali?"
"Tidak ada apapun"
"Fan,aku sudah mengenalmu sejak kecil, jangan berbohong!, melihat raut wajahmu saja aku sudah sangat hafal kalau ada sesuatu yang sedang kau pikirkan"
"Semalaman Anita bilang kalau dia menyukai Zayn"
"Haha..kau cemburu yah?, atau bahkan kau sedang gelisah karena takut kehilangannya sekarang?"
"Diam!, sebaiknya kita lanjut meeting!"Reyfan terlihat mengelak dan tidak ingin mendengar perkataan Ferland lagi yang pastinya akan meledeknya.
"Hey masih tinggal 4 menit lagi, bahkan para staf mungkin belum pada hadir Fan"
Tidak di dengarkan olehnya.
Reyfan pergi begitu saja meninggalkan ruangannya karena tidak ingin memperpanjang cerita dengan Ferland yang pastinya akan menertawakannya.
Waktu meeting pun tiba.
Semua orang sudah hadir di ruangan rapat itu.
Mereka terlihat sedang berdiskusi dengan serius.
Bahkan ada satu rekan kerja mereka yang membahas tentang salah satu model bernama Anita.
"Saya akan terima proyek kerjasama ini, asalkan Model yang bernama Anita Putri Bahara Sanjaya dapat melakukan photoshoot bersamaan prodak baru saya"
Reyfan tampak terkejut mendengar nama istrinya di sebut.
Istriku bukan seorang model, dia hanya terjebak keadaan kemaren. Lalu apa yang harus aku lakukan?
"Saya sudah konfirmasi sebelumnya dengan Pak Ferland,tapi beliau memberitahu saya untuk meminta persetujuan dari anda Tuan Muda sebelum perusahaan kami mengundang Nona Anita"
Kenapa semua orang jadi bertanya-tanya tentang Anita, apakah mereka mengira Anita benar-benar seorang model yang pandai berakting, padahal dia jatuh beneran.
"Oh..iya..iya Anita memang Artis kami. Dia juga bagian dari perusahaan ini, tidak sembarang orang bisa mengundang dan bekerjasama dengannya tanpa seizin dariku"
Padahal yang sebenarnya tidak ada perjanjian apapun di antara Anita dan perusahaan Reyfan suaminya.
Apapun itu karena ia suaminya pantaslah ia yang akan mengatur semuanya dan menganggapnya sebagai artis perusahaannya.
Bahkan Anita sendiri tidak mengetahui atas kejadian itu membuat semua orang tertarik untuk mengundang dan bekerjasama dengannya dalam bidang periklanan.
...----------------...
"Sayang.."
"Iya Ma?"
"Kapan rencana bulan madu kalian akan di laksanakan?"Tanya Mama Ayana sambil tersenyum manis berserta Mama Anjani juga.
"Bulan madu,hehe.. untuk itu e'...?"
Putramu cinta kepadaku saja tidak, apa lagi bulan madu Ma, pasti tidak ada niatan sedikitpun di hatinya.
"Iyah, karena kita tidak sabar untuk memiliki cucu"Sambil tersenyum malu mereka berdua menatap putrinya.
"E'mm...entahlah Ma, Reyfan masih begitu sibuk dengan urusan kantornya"
"Tapi rencana pasti ada kan sayang?"
"Yah tentu saja Ma, mungkin bulan depan kalau bisa secepatnya"
"Wah syukurlah kalau seperti itu,Mama harap secepatnya itu lebih baik hehe.."
"Haha.. iya Ma"
Anita hanya bisa menenangkan suasana sambil menjawab pertanyaan kedua Mamanya itu dengan asal-asalan.
Ia tidak tahu harus menjawab apa, sebenarnya hubungan mereka tak sebaik yang mereka kira.
Hari menjelang petang.
Mobil Reyfan sudah masuk ke halaman rumahnya.
Anita juga sudah pulang dari pertemuan dengan Mama dan Mama mertuanya itu.
Mendengar klakson mobil suaminya membuatnya keluar untuk membukakan pintu dan menyambut.
"Kau tidak ada lembur hari ini?"
"Tidak,aku merasa sangat lelah"
"Baiklah"
Reyfan langsung menuju ke lantai atas menuju ke kamar.
"Anita"
"Iya?"
"Ada banyak undangan dari beberapa perusahaan mencarimu"
"Hah!, Undangan apa?,bagaimana bisa?"
"Mereka semua tertarik dengan gayamu di atas panggung bersama lelaki itu. Apa kau bersikeras untuk menjadi model?. Mereka juga akan mengundangmu untuk beberapa shooting iklan"
"Maksudmu bagaimana?,aku tidak mengerti"
"Kau tidak mengecek siapa pemenang dari kontes itu?"
"Aku belum membukanya"
"Pertimbangkan lagi jika kau ingin menjadi artis ataupun seorang model!. Ini udang dari perusahaan Alexander One,salah satu perusahaan yang aku pilih untuk mengembangkan bakat mu"
"Undangan?,wah menegangkan sekali"
Anita langsung duduk dan membaca undangan itu.
Isinya tentang penawaran kerjasama di bidang perikanan.
"Wah mereka benar-benar mengundang ku ke perusahaannya. Apa aku mimpi ya?"
Anita langsung bergegas membuka akun media sosialnya untuk melihat berita tentang kontes itu.
Ternyata bukan ia pemenang pertama.
Namun berkat gaunnya yang sangat indah dan gayanya dalam ber-drama membuatnya menduduki ke peringkat kedua.
Tapi tetep saja kecantikan Anita dan gayanya dalam ber-drama membuatnya di minati banyak perusahaan untuk di ajak bekerjasama dalam periklanan.