Say You Love Me

Say You Love Me
Reyfan Meriang



Hari ini keduanya tidak merencanakan pergi kemampuan.


Mereka memilih tetep tinggal di dalam hotel untuk mengistirahatkan tubuh mereka setelah menempuh perjalanan jauh.


Hari juga sudah mulai gelap.


Anita habis membersihkan dirinya di kamar mandi.


Setelah keluar dari ruangan kamar mandi Anita melihat suaminya yang malah tertidur di atas ranjang.


Sejak tadi Reyfan memang sedang menonton TV dengan serius,tapi kali ini ia malah tertidur pulas sambil tengkurap.


Iya elah Reyfan,magrib-magrib kok malah tidur.


Setelah selesai dengan urusannya Anita mendekati suaminya untuk membangunkannya.


"Fan,magrib-magrib begini jangan tidur lah, bangun sana mandi!, biar gak lemes"


"Aku merasa pusing Anita"


"Cih, seorang Reyfan yang hampir fitness dan lari pagi setiap hari sakit?. Mencurigakan!"


"Anita kau ngmong apa si?"


"Aku hanya tidak percaya kalau kau ini sedang sakit"


"Iya sudahlah terserah kau saja Anita"Reyfan terlihat lemas dan terus tengkurap di atas ranjang tidak mau bangun.


Bahkan keringat juga terlihat bercucuran di pelipis dan keningnya.


"Kau beneran sakit?"Melihat wajah suaminya yang juga terlihat pucat membuatnya khawatir.


"Mmm"


Anita langsung mengecek suhu tubuh suaminya dengan tangan,baik di kening dan di lehernya.


Yang di rasakan Anita saat ini adalah rasa percaya bahwa suaminya sedang sakit.


Suhu panas badannya juga sangat tinggi.


"Suhu badanmu sangat tinggi,apa kau mabuk pesawat?"


"Sembarangan!, kau tahu sendiri aku sudah terbiasa naik turun pesawat,kau ini malah bercanda di saat aku meriang begini"


"Meriang?, merindukan kasih sayang kah dari Nona SRC yang kau banggakan itu!"


"Jangan membuatku kesal Anita,jika tidak mau mengurusku ya sudah"


"Oke oke baiklah, tunggu sebentar!,akan aku ambilkan kompres air dingin untukmu"


Bagaimana bisa dia panas dingin begitu, perasaan tadi sehat-sehat saja.


Tapi aku rasa ia juga beneran sakit.


Sekesal-kesalnya Anita kepada suaminya bahkan sudah mencoba untuk benci sekalipun tapi jika masih ada rasa cinta di hatinya ia tetap merasa khawatir dan gelisah melihatnya sakit.


Anita datang kembali sambil membawa kain lap dan satu wadah yang berisi air dingin.


Entah darimana semua itu yang penting suaminya cepat sembuh.


"Sini aku kompres dulu, berbaringlah dengan benar, jangan tengkurap seperti bayi"


"Bayi?, memang kau tidak tahu yah tidurnya orang tampan itu tengkurap seperti ini"


"Cih, memang kau pikir kau tampan apa?"


"Iya lah, kalau tidak kau tidak akan menyukaiku,iya kan"


"Sudah jangan membuatku kesal!. Ayo berbaring, sudah sakit saja kau masih pandai mengoceh, siapa juga yang menyukaimu!"


"Hmm bohong"


"Buat apa aku bohong, sudah ada lelaki yang lebih baik dan lebih tampan lagi darimu!"


"Benarkah, siapa dia?"


Reyfan langsung berbaring dengan benar sesuai perintah istrinya, bahkan sekarang ia malah duduk menyender di sandaran ranjang sambil menatap tajam Anita.


"Zayn kah itu?"


"Bukan urusanmu"


"Atau kekasihmu yang baru?"


Anita mulai mengelap keringat dingin suaminya dengan lembut penuh perasaan.


Ia tidak memperdulikan apa yang sedang suaminya katakan.


Reyfan pun terdiam merasakan sentuhan lembut istrinya yang sedang merawatnya.


Baru kali ini juga Reyfan bisa menatap wajah istrinya dari dekat dengan leluasa.


Bibirnya yang mungil dan merona berwarna merah muda juga tampak segar di mata Reyfan.


Alis yang rapi sempurna dengan alami tanpa makeup juga semakin membuatnya terlihat manis.


Kenapa aku baru menyadari,aku mempunyai istri yang cantik,sangat perhatian,baik dan menyayangiku sepenuhnya.


Tapi aku malah menyia-nyiakannya dan membuatnya berpaling untuk melihat hati orang lain seperti adanya Zayn sekarang.


"Sejak kapan kau menyukai Zayn?"


Kenapa dia tiba-tiba bertanya seperti ini, dia masih memikirkan aku dengan Zayn, cemburu atau bagaimana ya? ,haha..


Tapi baguslah jika dia cemburu!.


"Apa maksudnya kau bertanya tentang hal ini?, penting banget apa?. Apa kau cemburu?,ayo katakan kalau kau cemburu!"


"Cemburu?, tentu saja tidak.Aku hanya penasaran bagaimana bisa dengan secepat itu kau menyukai Zayn"


"Sejak dia datang ke panggung sembari memberikan sebuah buket bunga cantik untukku. Aku merasa aku benar-benar seorang putri waktu itu, dan Zayn adalah pangeran yang tiba-tiba datang menyelamatkan ku di hadapan semua orang"


Cih,drama!


Melihat Anita tersenyum manis membahas tentang Zayn membuat perasaan Reyfan semakin panas saja.


Bahkan gerah.Ia juga tampak berwajah masam jika di perhatikan dalam-dalam.


"Kau sangat menyukainya sekarang?"


"Tentu saja, Zayn selalu membuatku tersenyum"


"Baguslah kalau begitu, perjuangkan cinta kita masing-masing,kita sudah saling memiliki kekasih kan!"Reyfan langsung mencopot bajunya karena merasa semakin gerah.


Reyfan benar-benar keterlaluan!,malah suruh memperjuangkan cinta masing-masing,kau pikir aku menyukai Zayn beneran.


Dan ini kenapa kau malah merasa lega, tidak adakah rasa cemburu di hatimu!


"Lalu apa gunanya kita berbulan madu?"


"Mencari angin dan berjalan-jalan"


"Baiklah,jika ini mau mu. Urus dirimu sendiri dan aku mau tidur!"Memberikan kompresan itu dengan kesal ke tangan suaminya.


Anita sudah tidak tahu lagi dengan sikap suaminya yang seperti itu.


Ia benar-benar merasa kalau Reyfan tidak ada cinta sedikitpun di hatinya buat dirinya.


Lalu apa gunanya semua perhatian dan kasih sayang yang ia berikan selama ini.


Ia memutuskan untuk tidur terlebih dahulu.


Hingga tak terasa tengah malam sudah tiba.


Anita benar-benar terlelap tidur sejak tadi.


Namun terdengar suara rintihan yang mengganggunya dan membuatnya terbangun.


Di situ terlihatlah Reyfan yang semakin pucat pasi dan menggigil karena kedinginan.


Perhatian Anita mulai muncul lagi.


Ia segera mematikan AC kamar.


"Iya ampun Reyfan,kau baik-baik saja?"


"Dingin sekali Anita"Tubuhnya juga terlihat menggigil di bawah selimut. Bahkan Reyfan terlihat gemetaran.


Reyfan memang sudah berselimut,tapi tetap saja hawa dingin masih menerobos ke pori-pori kulitnya karena telanjang dada di bawah selimut.


"Kenapa kau tidak mematikan AC-nya tadi?"


"Aku hanya takut kau kepanasan dan terbangun nanti"


Melihat suaminya yang terus menggigil dan gemetaran membuatnya merasa iba dan khawatir.


"Fan,kau baik-baik saja?"Mengusap-usap rambut suaminya dengan lembut tiba-tiba.


Bahkan Anita mulai menggeser tubuhnya untuk mendekati suaminya yang sedang sakit itu.


Apa yang harus aku lakukan sekarang?, apakah aku juga harus memeluknya dengan hangat.


Melihat keadaan suaminya yang terus seperti itu membuatnya tidak tega.


"Tidurlah dengan tenang Fan!,kau belum tidur sejak tadi kan"Anita mulai memeluk suaminya dengan hangat di bawah selimut karena rasa sayang dan khawatirnya itu.


Reyfan yang mendapati kehangatan itupun merasa nyaman di pelukan istrinya.


Kini keduanya sedang berpelukan hangat. Sesekali Anita juga membelai kepala suaminya dengan lembut untuk menenangkannya agar bisa tertidur.


Reyfan merasa nyaman di bekapan dada istrinya yang begitu hangat itu.


Hingga tak lama setelah itu pun ia terlelap karena kenyamanan di dalam pelukan istrinya dan tertidur pulas.