
"Eh masih ingat gak dulu waktu zaman sekolah,kau sangat pendiam dan sombong"Sengit Anita sambil menikmati ice cream di tangannya.
"Benarkah?"
Zayn tidak berkomentar akan hal itu, karena ia merasa ia biasa saja dan tidak sombong sesuai apa yang Anita katakan saat ini.
"Iya,kan banyak para siswi yang gemar dan tergila-gila padamu kan,tapi kau tak pernah melayaninya,walau mereka sampai berebut bangku demi berdekatan denganmu di kantin, haha..ya kan?"
"Tapi aku tak pernah merasa begitu"
"Iya makanya kau kan cuek dan sombong dan tidak memiliki perasaan!"
"Haha... sembarangan"Malah tertawa Zayn."Aku hanya menyukai satu wanita saat itu, lagian mereka semua saja yang begitu berlebihan"Akhirnya Zayn mengungkapkan apa yang ia rasakan dulu.
"Wah benarkah?, siapa dia?"
"Dia yang berbeda dari yang lain, tidak kecentilan seperti yang lainnya,dia juga cuek dan sepertinya ia tidak menyukaiku,
juga, makannya aku menyukainya dan membuatku penasaran sampai sekarang"
"Wah benarkah?, apa yang kau maksud wanita kemaren itu. Yang katanya sudah milik orang!, benar begitu?.Kira-kira siapa dia?"Semakin penasaran Anita tentang kehidupan Zayn setelah lama tidak bertemu.
"Kau"
"Hah!"
"Aku hanya bercanda!, sudahlah lupakan!,ayo kita keliling,siapa tahu ada yang mau kita beli!"
"Oke baiklah" Keduanya bergegas pergi meninggalkan tempat duduk itu untuk berkeliling mall.
"Selama ini kau pergi kemana setelah 3 tahun lamanya?"
"Aku keluar negeri untuk berkuliah"
"Wah, kenapa semuanya pada ke luar negeri ya?,aku ingin sekolah di luar negeri juga tapi tidak di bolehkah jauh-jauh sama Mama, paling jalan-jalan doang kalau kesana"Malah curhat Anita,ia juga ingin seperti yang lain berkuliah di luar negeri sekaligus mengenal suasana di luar sana.
"Di sana tidak enak Anita, kadang di penuhi dengan tekanan rasa rindu"
"Itu pasti lah"
"Hehe..tidak seperti tinggal di negri kita sendiri yang di penuhi kebebasan, intinya sekolahnya di mana saja yang terpenting ialah akal dan pikiran yang dapat bekerja dengan baik kan"
"Iya, betul juga apa katamu"
Kebetulan hari ini Zayn dan Anita ada pemotretan di sebuah mall ternama di kota ini.
Jadi sekalian berkeliling dan jalan-jalan untuk menghirup udara segar di dalam mall ini. Sekaligus menghilangkan rasa lelah mereka setelah melakukan pemotretan yang panjang sejak pagi juga.
"Ada sesuatu yang ingin kau beli?, nanti aku belikan!"
"Tidak usah Zayn,aku tidak menginginkan apapun, lagian apa yang mau aku beli?, aku rasa barang-barang sudah begitu banyak di rumah,tak perlu beli yang lain-lain lagi hehe.."
"Iya sudah, aku ingin membeli kemeja,kau mau membantuku untuk memilihnya?, aku selalu bingung jika berbelanja, bahkan untuk diriku sendiri saja aku tidak mengerti mana yang cocok atau tidak"
"Ooh..iya sudah baiklah,akan aku bantu pilihkan"
...----------------...
"Sayang,ayo kita ke toko itu!,aku ingin beli tas baru!"
"Tas apalagi?, bukankah kemaren kamu udah meminta uang untuk beli tas online"
"Itu kurang bagus sayang,aku rasa aku harus memilihnya secara langsung biar puas"
Alasan apapun akan Sintya gunakan demi mendapatkan perhatian dari Reyfan.
Ia tidak ingin menyia-nyiakan Reyfan sewaktu ia masih bersamanya dan terus dekat.
"Iya...iya sudah baiklah!"
Reyfan hanya duduk menunggu di ruang tunggu.
Ia membiarkan Sintya berbelanja tas semaunya dan memilih sendiri.
Setelah milih tas kesuksesannya barulah ia menghampiri Reyfan yang duduk di sofa itu.
"Sayang,ini tasnya!, harganya 60 juta"
"What!,60 juta?, hanya untuk membeli sebuah tas saja?. Buat apa Sintya?, kemaren kan kamu udah belanja 30 juta kan untuk beli 1 tas di online"
"Iya tapi aku ingin yang ini, kau tidak ingin membelikannya?,ini hari ulang tahunku loh Fan, tega sekali"Memasang wajah lesunya sesedih mungkin,ia terus mencoba meluluhkan hati Reyfan agar menuruti kemauannya yang serakah itu.
"Habis ini kau mau beli apa lagi?, kemaren juga belum di pake kan?!"
"Tidak ada lagi sayang,aku hanya ingin ini saja aku mohon,Ini saja aku janji. Kenapa kau galak sekali tidak seperti biasanya"
"Selama Anita menjadi istriku ia tidak pernah meminta apapun, bahkan sampai puluhan juta seperti ini!. Dia selalu berbelanja di toko-toko standar yang hanya menjual barang di bawah 1 juta, bahkan ia minta untuk belanja keperluannya saja ia tidak pernah, kecuali untuk makan dan sayuran untuk sehari-hari!"
"Kau membedakan aku dengannya Fan?,kita itu berbeda!. Kalau kamu gak mau membelikan ku ya sudah,tapi jangan membandingkan aku denganya begini,aku memang tidak suka barang murah dan aku paling tidak suka jika di bandingkan dengan orang lain!,kau benar-benar jahat!"
Sintya terlihat sangat kesal. Ia menaruh tas itu di atas meja tamu dan akan pergi meninggalkan Reyfan begitu saja.
Ia menunjukkan kalau ia marah dan ingin pergi meninggalkan ruangan itu secepatnya.
"Iya udah iya!, tapi cukup ini saja, tidak ada yang lain!"
"Hehe.. iya sayang janji!"Langsung tersenyum dan merengek bahagia.
Akhirnya tas yang di impikan Sintya terwujud dan dapat berada di genggamnya sekarang.
Ia merasa senang karena telah di berikan hadiah itu dari Reyfan atas ulang tahunnya.
Sekitar satu jam berlalu mereka berkeliling di mall itu.
Lalu berjalan memutar balik untuk membeli makanan dan minuman di salah satu restoran terdekat mereka.
"Kamu mau beli yang lain?
"Tidak usah Zayn!, minumanku saja belum separuh aku minum saja sudah membuatku kenyang"
"Tunggu Anita, lihatlah!"Zayn menunjuk seseorang yang ia lihat berjalan mendekat.
"Reyfan!"
Lagi-lagi dia jalan denganya!, bukankah seharusnya dia di kantor, ini kan bukan jam istirahat.
Mereka akhirnya bertemu pandang dan saling menatap.
"Anita,kau.."Reyfan juga kaget melihat kehadiran Anita dan Zayn.
Reyfan kau benar-benar keterlaluan, bukankah kau tahu Anita sangat mencintaimu tapi kau masih saja jalan dengan wanita ****** itu, dasar tidak memiliki hati!
Zayn merasa geram sendiri melihat Reyfan yang masih jalan dengan Sintya.
Ia tahu Anita pasti sangat terluka melihat ini.
"Eh kebetulan kita bertemu di sini, kalian berdua makin hari makin lengket yah, nanti Cinta lagi"Sindir Sintya tanpa mengaca akan dirinya yang terus merangkul Reyfan.
Wanita ini benar-benar keterlaluan!, rasanya aku ingin sekali menjambak rambutnya!
"Kau tidak tahu malu yah, jalan dengan suami orang di tempat umum?!"Balas sengit Anita sambil menyerkit geram.
"Eh...kau pikir kau juga tidak,lalu apa ini?, kalian juga jalan berdua kan di sini,ada hubungan apa kalian?"
"Diam!,aku minta kalian semua Diam!" Reyfan sudah mulai emosi mendengar keributan ini.
"Aku dan Anita sedang melakukan pemotretan di sini, jadi jangan menyamakan kita dengan wanita ****** sepertimu!"Sengit Zayn timbal balik untuk Sintya.
"Apa kau bilang!"Sintya sudah emosional mendengar perkataan Zayn.
"Anita!, mengakulah jika kau memiliki hubungan spesial dengannya!"Sepertinya Reyfan merasa cemburu dengan kedekatan Zayn dan Anita di mall ini.
Terlihat sekali dari raut wajahnya yang masam memandang keduanya.
"Kau gila Fan!"Anita heran dengan perkataan suaminya itu.
"Heh!, beraninya kau mengatai kekasihku gila!"
"Kekasihmu?,tapi dia suamiku!"Anita tetap membanggakan statusnya.
"Tapi dia hanya mencintaiku Anita"Tak mau kalah Sintya.
Brengsek!
Anita sudah kehabisan kesabaran lalu tersenyum mendekati keduanya dengan santai
"Byuuurrr!"Anita menumpahkan minumannya ke kepala Sintya karena emosi melihatnya terus merangkul tangan suaminya.
Sintya pun merasa begitu kaget dan gelagapan dengan air dari kepalanya yang tiba-tiba mengguyurnya basah.
"Anita..."
Baik Zayn dan Reyfan terbelalak dengan keberaniannya di depan umum mengguyur minuman ke kepala Sintya.
"Dengarkan baik-baik!, jika dia benar-benar mencintaimu dia tidak akan rela meninggalkanmu demi menikahi ku!,kau paham itu!"Anita terlihat begitu marah menatap Sintya,lalu tersenyum sengit penuh kemenangan walau nyatanya hatinya terluka.
"Anita!, beraninya kau.."Sintya sudah mengangkat tangannya untuk menampar Anita.
Namun Zayn sudah lebih dulu dari Reyfan untuk menahan tangan Sintya itu.
Reyfan benar-benar bingung antara memilih kedua wanitanya yang sedang berseteru itu.
Harus pilih yang mana dan bela yang mana.
Itulah pusingnya Reyfan saat itu juga melihat keributan ini.
"Jangan berani menyakitinya!, atau kau akan berurusan dengan ku!"Bela Zayn sambil menggandeng tangan Anita untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.