
Anita terlihat sangat cantik pagi ini.
Ia memakai baju bercorak hitam dan putih cerah benderang.
Sementara Reyfan yang juga sudah bersiap-siap memakai kemeja merasa heran melihat tingkah istrinya yang terus bercermin tanpa henti.
"Kau sudah mempertimbangkan penawaran itu?,Kau yakin akan mencoba untuk menerima kerjasama ini?"
"Iya tentu saja,ini termasuk impianku, siapa tahu aku akan menjadi artis terkenal dan sukses ke depannya"
"Kau yakin?"
"Yakinlah. Kenapa kau terus bertanya sejak kemarin?,kau sendiri tidak yakin kalau aku bisa?"
"Ti.. tidak papa, justru aku sangat yakin kau bisa, makanya aku bertanya"
"Maksudnya?"
"Sudah lupakan saja!"
What!,
Aneh, kenapa dia terlihat aneh dan terus bersikap seolah-olah dia melarang ku untuk menjadi artis dan model.
Bukankah kekasihnya yang tercinta itu juga seorang artis dan model.
Lagi-lagi Anita menata rambutnya dengan tangan di depan cermin.
Ya begitulah wanita yang selalu rempong dalam segala hal.
Menambahkan warna lipstik ke bibirnya agar semakin cerah. Sesekali ia bercumbu di depan cermin memainkan bibirnya sendiri.
Membuat Reyfan menaikan alisnya melihat wanita berdadan sangat lama di depan mata.
Mempertebal eyeliner di matanya agar semakin jelas dan indah.
Merapikan bulu mata, mengaca lagi dan mengaca lagi.
"Kau berdadan terlalu ribet itu untuk siapa?, kenapa berlebihan sekali?, bisakah kau berpenampilan biasa saja!"Reyfan sudah mulai jealous dan resah sendiri melihat tingkah istrinya yang terus berdadan terlalu cantik.
Sepertinya Reyfan baru sadar kalau ia memiliki istri yang cantik di rumah.
Dan ternyata saat ia menatap Anita semakin lekat tadi ia terlihat semakin cantik di matanya.
"Tentu saja untuk seseorang yang menyukaiku, untuk siapa lagi!"
Siapa yang dia maksud?, Zayn kah itu.
"Iya tapi dandan terlalu berlebihan juga tidak bagus"
"Aku rasa ini masih Natural Fan,kau tidak pernah melihat bagaimana dandanan kekasihmu itu saat pergi-pergi?. Aku juga sadar kalau aku tak secantik kekasihmu,jadi maklumi saja!"
"Aku tidak sedang membahas dia Anita, kenapa kau malah berbicara tentangnya?"
"Kenapa?,kau mencintainya kan?,dan seharusnya kau senang kan jika aku berbicara tentangnya?"
"Baiklah sebaiknya kita bikin perjanjian saja di rumah ini!. Selama kita di rumah, kita tidak boleh membahas orang lain kecuali kita berdua dan keluarga oke"
"Oke baiklah aku sangat setuju!,lalu apa hukumannya jika melanggar?"
"Jika aku yang melanggar aku akan menuruti semua permintaanmu dan jika kau yang melanggar maka sebaliknya, kau juga harus menuruti semua permintaanmu"
Sebelum berangkat ke kantornya Reyfan mengantar Anita lebih dulu ke perusahaan Alexander One.
Karena Anita ada pertemuan pagi dengan pemimpin perusahaan itu.
Jadi Reyfan memilih untuk mengantar istrinya lebih dulu.
Mobil sudah tiba di parkiran perusahaan itu.
Tepat sekali berdampingan dengan salah satu mobil yang juga baru saja datang.
Mereka turun dari mobil, sementara pengemudi itu turun dari mobil itu juga.
Begitu kagetnya Anita setelah mendapati Sintya yang turun dari mobil itu.
"Kau.."
"Hay,wah kita bertemu disini. Sayang kau juga mengantarnya?"Sintya terlihat begitu modis dengan kacamata hitamnya turun dari dalam mobil.
Sayang!.Huekk, menjijikkan sekali .
"Kau baru datang?"Tanya Reyfan balik.
"Iya karena ada urusan mendadak tadi"
Oh jadi ini alasan Reyfan yang terlihat melarang ku untuk menerima kerjasama di perusahaan ini.
Ternyata ada kekasihnya juga yang di kontrak di perusahaan ini.
Apa ia takut jika kekasihnya akan tersaingi olehku.
Baiklah jika ini maunya!
"Aku dengar kau akan bergabung di perusahaan ini sebagai artis dan model baru yah?"
"Bukan urusanmu!. Ayo sayang antar aku ke dalam"Anita ikut memanasi Sintya memangil sayang dan merangkul tangan Reyfan untuk masuk ke dalam gedung kantor.
"Reyfan!" Sintya merasa kesal karena Reyfan pergi meninggalkannya begitu saja di parkiran.
Ia juga terlihat cuek dan diam saja.
Awas saja kau Reyfan, beraninya kau cuek kepadaku sekarang!
Sampai di lorong ruangan Anita langsung melepaskan rangkulannya.
"Maafkan aku telah merangkul mu"Berbicara datar sambil merapikan bajunya itu.
"Anita!, kenapa kau berbicara seperti itu?, bukankah aku ini suamimu!"
"Yah kau adalah suamiku,tapi tidak dengan hatimu yang milik orang lain Reyfan?!.Aku akan masuk ke dalam, terimakasih telah mengantarku ke sini"
"Anita..."Panggilan tiba-tiba dari arah lain.
Kehadiran Zayn yang tiba-tiba muncul seperti malaikat.
"Hah Zayn,kau sudah datang"Anita tampak gembira sekali melihat kehadiran Zayn.
Ini membuat Reyfan berwajah masam sekali saat melihat wajah istrinya terseyum lebar.
"Iya,kau baru datang juga kemari?"
"Iya aku baru datang"
"Dia siapa?"Tanya Zayn meledek. Ia sudah pernah bertemu sebelumnya.Ia juga tahu itu suami Anita.
"E'mm.."
"Oh pura-pura lupa rupanya!. Perkenalkan aku suaminya Anita.CEO Febri Cho Company City,mohon jaga jarak dengan istriku!"Reyfan dengan cepat menyodorkan tangannya untuk berkenalan lagi.
"Wah senang bertemu denganmu CEO"Sapa balik Zayn dengan rona wajah tertawa.
"Panggil aku Reyfan saja!"
"Oh.. baiklah"
"Sayang!"Sintya sudah tiba, ia merangkul tangan Reyfan begitu saja.
Membuat kening Zayn yang melihatnya mengerut karena heran dan bingung dengan wanita itu juga siapanya?.
"Sa.. sayang!"
"Eh..kau ini siapa?, teman Anita kah?"Sintya penasaran dengan pemuda itu.
"Bukanya kau itu Nona SRC kan?"
"Iya,aku Nona SRC. Kenapa memangnya?"
"Sejak kapan model papan atas berani terang-terangan mendekati suami orang?!"
"Dia adalah kekasihku sejak awal!,dia saja yang merebutnya dariku!"
"What!, maksudnya?"
"Za...Zayn sebaiknya kita segera masuk ke dalam, atasan kita pasti sudah menunggu di dalam!"
"Tunggu Anita, dia..."
"Sudahlah jangan perdulikan dia, ayo kita urus urusan kita Zayn!"Anita juga terlihat menggandeng tangan Zayn masuk ke dalam ruangan itu.
Ini membuat Reyfan mengepalkan tangannya melihat tingkah mereka berdua.
"Reyfan sayang,kau mau nganter aku ke dalam juga kan?"
"Sin..Sintya aku pusing, sebaiknya aku segera ke kantor!"
Reyfan langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan lorong itu begitu saja.
"Fan, Reyfan!,kamu kenapa si?"
Tidak di sahut olehnya, Reyfan pergi begitu saja dengan sangat cuek tidak seperti biasanya.
Ini pasti ulah Anita, beraninya dia membuat Reyfan ku cuek!,awas saja kau Anita.
Hiiii..,dasar menyebalkan!.
Reyfan bergegas masuk ke dalam mobil.
Riko dengan senantiasa menunggunya sejak tadi.
Namun melihat raut wajah majikanya yang kusut membuatnya menaikkan alisnya merasa heran.
Anita terlihat bahagia sekali dengan lelaki itu!, dengan mudahnya ia bergandengan tangan dengannya!.
apa ini!,kenapa perasaanku jadi begini?, yakinkan aku cemburu dengan lelaki itu!
Sial!, kenapa perasaanku jadi kesal sendiri!.
"Are you okay Tuan muda?"
"Yes,kita langsung ke kantor!"
"Baiklah"