Say You Love Me

Say You Love Me
Bulan madu



"Anita.."


"Iyah"


"Udah selesai belum?"


"Belum"


"Kenapa pakai baju saja lama sekali!, pake baju pengantin apa?"


"Sabar lagi pake BH, ini tadi udah ke pake eh malah copot lagi, susah.."Kesel sendiri jadinya Anita.


"Perlu bantuan?"


"Tidak!"


"Sombong sekali!"


"Bilang saja kau ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan!"


"Cih, terserah kau saja lah, udah baik-baik aku tawarkan bantuan!"


"Sudah!,aku udah selesai. Cepat selesaikan bicaramu!,aku mau tidur!"


Reyfan membuka matanya kembali.


"Kau ingin tidur di sini lagi malam ini?"


"Iya lah, daripada tidur bersama lelaki brengsek sepertimu"


"Haha..memang kau berani sendirian?,aku jamin semua lampu akan kau nyalakan untuk menemanimu tidur kan?"


"Biarin!"


"Boros listrik tahu!"


"Ahh sudahlah!,apa yang akan kau bicarakan?!"


"Tidak ada"Reyfan langsung berdiri dari atas ranjang untuk pergi meninggalkan kamar.


"What!"


Apa si maunya?.


Menyebalkan sekali ini orang!


"Anita, biasanya kalau udah tengah malam, di rumah baru seperti ini di pojokan itu sering muncul..."


"Reyfan!"Anita sudah merinding sendiri.


Anita tahu apa yang akan Reyfan katakan.


Walaupun niat Reyfan hanya untuk jahil dan meledek, tapi ia melakukan hal ini agar istrinya mau kembali tidur bersamanya di dalam kamar mereka.


"Kau tidak tahu betapa seremnya rumah baru jika kau tidur sendirian, apalagi jika tidak di iringi dengan do'a,maka di tengah malam akan terasa.."


"Reyfan!, cukup!,apa yang sedang kau katakan"Wajah Anita sudah pucat karena ketakutan. Sepertinya langkah ini akan berhasil meluluhkan hati istrinya untuk kembali tidur bersamanya.


"Aku sedang berbicara serius Anita,ada banyak mahluk gaib yang begitu menyukai wanita, apalagi yang masih perawan sepertimu, ingat!, jangan berpakaian seksi saat tidur!,pamali!"


"Reyfan!,apa si yang sedang kau bahas?"Bulu kuduk Anita berdiri semua.


Perkataan suaminya ini benar-benar membuatnya takut sendiri.


Reyfan benar-benar keterlaluan dan tak mempunyai hati saat berbicara tadi.


"Haha..., sudahlah aku mau tidur. Nikmati malam mu dengan penuh kesendirian Anita,hehe... bay"Keluar dari kamar itu dan menutup pintu.


Anita masih berdiri mematung, hari yang sudah tengah malam ini membuatnya berpikiran yang tidak-tidak mendengar perkataan suaminya yang menakut-nakutinya.


Tambah merinding lagi ketika ia melirik ke arah pojokan kamar-kamar.


"Hay"


"Haaa..., Reyfan!"Anita kaget melihat kehadiran suaminya yang muncul kembali dari balik pintu.


"Kau yakin akan tetap tidur di sini sendirian?"


"A..a..aku.."


"Jangan teriak di malam hari yah!"


"Ikut!"


Haha...begitu saja sudah ketakutan,aku menang kan!.


Anita-Anita makanya jangan berani-berani denganku.


...----------------...


Hari ini keduanya akan berangkat untuk berbulan madu.


Reyfan dan Anita sudah menyiapkan kopernya masing-masing.


Panggilan masuk dari Zayn masuk ke ponsel Anita.


Anita sudah tersenyum sendiri menatap ponselnya lalu bergegas mengangkat panggilan itu.


"Halo Zayn..."Anita tampak pergi meninggalkan ruangan itu untuk berbicara dengan Zayn di telepon agar leluasa.


Tatapan tajam sudah tertuju dari Reyfan untuk istrinya.


Apa dia sengaja pamer kemesraan di hadapanku!


"Wah, benarkah?,aku ikut senang mendengarnya"


"Kenapa kau terlalu banyak memberikan aku barang lah,aku jadi tidak enak, ngomong-ngomong terimakasih banyak,kau sungguh baik sekali hehe..."Sembari di timpali dengan tawa manjanya untuk Zayn.


Telinga Reyfan sudah terpasang sejak tadi.Namun ia juga berusaha secuek mungkin untuk tidak memperhatikan istrinya yang sedang bertelepon.


"Wahh... benarkah?, syukurlah kalo begitu kau harus terus semangat dan jangan pantang menyerah Zayn!. Aku akan selalu mendukungmu"


Sikap Anita seolah-olah tidak merasakan kehadiran suaminya di situ,ini membuat Reyfan mengepalkan tangannya karena cemburu dengan istrinya yang sibuk berbicara dengan Zayn.


Anita masih terus mengoceh panjang di teleponnya itu bersama Zayn. Bahkan gelak tawa kecilnya berulang-ulang kali muncul lagi.


Tatapan sengit Reyfan sejak tadi juga tidak di lihat olehnya, karena Anita terlalu asyik bertelepon.


"Supir sudah menunggu di bawah, ayo kita berangkat sekarang!"


"Iya iya bentar lagi"


"Bentar lagi!" Reyfan sudah sangat geram dan merebut ponsel Anita tiba-tiba. Ia yang akan melanjutkan panggilan itu dengan Zayn di telepon."Istriku sedang sibuk!, jangan terus mengganggunya,kau mengerti!. Tut..."Panggilan berakhir oleh Reyfan dengan kesal.


"Reyfan, kenapa di matiin si?"


"Ini jam berapa Anita?, kita akan ketinggalan pesawat nanti.Ayo kita berangkat!"


Keduanya segera berangkat ke bandara bersama supir.


Walaupun di dalam mobil masih saling diam, namun intinya mereka akan melakukan bulan madu bersama di luar kota.


...----------------...


Perjalanan menempuh ke tempat berbulan madu sudah berakhir.


Kini keduanya sudah berdiri di depan kamar hotel yang mewah dan megah.


Reyfan sudah menegang akses kartu masuk ke kamarnya,kini keduanya tinggal masuk saja ke dalam kamar.


Kamar yang terlihat sangat indah dan terbentang luas tentunya.


Bukan hanya itu saja, kamar ini sudah di rias khusus untuk keduanya dengan bunga mawar berwarna putih dan merah yang sangat banyak.


Bahkan rangakaian bentuk cinta yang indah juga terhias di sudut-sudut ruangan kamar itu.


Anita yang begitu menyukai bunga merasa terkesan dan tercengang saking senangnya melihat pemandangan ini.


"Ini Indah sekali, kamarnya juga sangat wangi"Menarik nafas panjang sambil memejamkan matanya merasakan keharuman kamar yang begitu luar biasa.


Sementara Reyfan hanya menyerkit sambil menaruh kopernya dan koper istrinya di pojok kamar dekat lemari.


"Lebay!,menurutku kamar ini terlalu berlebihan. Terlalu banyak bunga dan menyampah, mengotori ruangan saja!"


"Cihh!,jika aku menikah dengan Zayn pastinya dia mengerti apa yang terbaik untuk pasangannya. Kamar ini pasti akan di rias khusus darinya untukku,bukan sepertimu yang hanya bisa mengoceh dan marah-marah"


"Zayn?, kenapa kau tiba-tiba membahas Zayn?"


"Kenapa?, memang salah jika aku ingin membicarakan seseorang yang benar-benar menyukaiku"


"Apa dia sudah mengungkapkan isi hatinya kepadamu?"


"Tentu saja dia sudah mengungkapkan perasaannya kepadaku. Aku jadi merasa menyesal karena telah menikahi kekasih orang. Seharusnya aku menikahi seseorang yang benar-benar mencintaiku, pasti aku akan merasa sangat bahagia,tapi tak apalah.., mungkin ini sudah menjadi jalan takdirku, kehadiran Zayn saja sudah cukup untuk menjadi teman untukku saat ini.."


Anita beralih untuk merapikan isi kopernya ke lemari.


"Kau menerima perasaannya?!"Reyfan kali ini terlihat menanggapi perkataan Anita dengan serius.Bahkan terlihat dari raut wajahnya yang tampak menatap tajam istrinya.


"Bukan urusanmu!, lagian apa peduli mu jika aku menerima cinta Zayn,toh kau juga akan tetap bersama Sintya kan"


Apa maksudnya ini,dia benar-benar menerima cinta Zayn di belakangku di saat aku ingin memperbaiki hubungan ku dengannya!.